Penyakit & Kelainan

Urine Bau Belerang : Penyebab dan Cara Mengatasi

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Urine atau air kencing tentu berbau pesing atau tidak sedap, namun setiap orang akan mengeluarkan bau urine yang berbeda-beda.

Masalahnya, bau urine seringkali menjadi cukup menyengat dan sangat berbeda dari biasanya saat beberapa kondisi terjadi.

Mengonsumsi makanan atau minuman dengan aroma khas menyengat hingga mengidap penyakit tertentu mampu menyebabkan bau urine mengganggu.

Pada beberapa kasus, urine bahkan dapat berbau belerang; jika begini apa yang menyebabkan dan bagaimana cara mengatasinya?

1. Dehidrasi

Seseorang saat mengalami dehidrasi maka artinya dirinya sedang mengalami kadar cairan yang lebih rendah dari normalnya [1].

Ketika cairan tubuh sangat rendah atau kurang, maka zat-zat lain yang ada di dalam tubuh berkadar lebih tinggi [1].

Urine yang keluar saat buang air kecil dapat berbau belerang karena zat-zat tersebut tidak tercampur dengan air di dalam tubuh [1].

Sebab pada dasarnya, urine adalah kombinasi antara zat-zat dalam tubuh bersama dengan air, jadi ketika kadar air lebih sedikit tentu zat-zat lain lebih mendominasi [1].

Sekalipun di dalam tubuh kadar belerang sangat rendah, aromanya akan menjadi cukup tercium ketika kadar air tidak membantu melarutkannya [1].

Bila bau urine yang seperti bau belerang disertai dengan beberapa keluhan ini, maka hal ini menandakan bahwa tubuh sedang dehidrasi [1,2].

2. Efek Makanan Tertentu

Terdapat makanan-makanan tertentu yang dapat menyebabkan bau urine mirip dengan bau belerang, seperti halnya asparagus [1,3,4].

Mengonsumsi asparagus berpotensi lebih besar dalam menyebabkan bau urine justru seperti belerang [1,3,4].

Bukan karena di dalam asparagus terdapat kandungan belerang, melainkan karena asparagus memiliki komponen asam asparagus yang bila dikonsumsi dapat kemudian berubah menjadi zat mengandung belerang [1,3,4].

Zat-zat ini tidak berbahaya dan saat buang air kecil zat tersebut akan keluar bersama urine sehingga urine berbau belerang [1,3,4].

Tak hanya asparagus, beberapa makanan lain pun dapat menyebabkan bau serupa, khususnya bawang putih dan bawang bombay dalam jumlah yang terlalu banyak [1,3,4].

3. Hipermetioninemia

Ketika urine berbau belerang, ada pula kemungkinan lain yang jauh lebih serius dan perlu penanganan segera, seperti hipermetioninemia yang merupakan penyakit bawaan [5].

Kadar berlebih asam amino metionin di dalam darah adalah kondisi yang disebut dengan hipermetioninemia [5].

Proses pemecahan asam amino metionin yang tidak terjadi secara normal maka akan menyebabkan bau urine menjadi persis bau belerang, begitu pula dengan bau keringat [5].

Selain keringat dan urine berbau belerang, ada pula keluhan lain yang menandakan bahwa tubuh menderita hipermetioninemia, yakni [1,4,5] :

  • Gangguan pada saraf
  • Kelemahan otot
  • Gangguan pada organ hati
  • Keterlambatan perkembangan pada kemampuan motorik dan intelektual bayi serta balita
  • Tubuh sangat gampang lesu

4. Penyakit Liver

Saat liver atau hati bermasalah, organ ini tidak dapat bekerja maksimal seperti seharusnya [1,6,7].

Padahal, hati berfungsi menyaring berbagai limbah atau zat-zat berbahaya dari dalam tubuh dan mengeluarkannya melalui urine [1,6,7].

Penyakit liver dapat ditandai salah satunya dengan bau urine yang tak biasa, termasuk dengan konsistensinya [1,6,7].

Jika urine berbau belerang, perhatikan pula apakah beberapa keluhan di bawah ini turut menyertai untuk mengetahui apakah hati sedang bermasalah [1,6,7].

  • Kulit dan bagian putih bola mata menguning (jaundice)
  • Feses berwarna pucat saat buang air besar
  • Buang air besar berdarah
  • Penurunan nafsu makan
  • Warna urine sangat gelap
  • Mual yang dapat diikuti dengan muntah
  • Nyeri pada area perut
  • Pembengkakan di area kaki
  • Kulit terasa gatal

5. Infeksi Saluran Kencing

Infeksi saluran kencing atau kemih merupakan sebuah kondisi ketika infeksi bakteri Escherichia coli menyerang ginjal, uretra, ureter, dan kandung kemih [8].

Jika urine berbau belerang saat buang air kecil, seringkali hal ini pun menjadi salah satu tanda bahwa saluran kemih sedang mengalami infeksi [1,4,8].

Beberapa gejala yang perlu diwaspadai sebagai penyakit infeksi saluran kemih adalah [1,8] :

  • Mual dan muntah
  • Demam
  • Diare
  • Tubuh menggigil
  • Timbul rasa sakit ketika buang air kecil
  • Jumlah urine saat buang air kecil menurun namun frekuensinya justru meningkat
  • Perut bagian bawah terasa sakit
  • Meski sudah buang air kecil kandung kemih akan terasa tetap penuh
  • Tubuh lebih lemas dari biasanya
  • Urine berdarah
  • Urine berwarna keruh
  • Pada wanita nyeri panggul dapat turut menyertai
  • Pada pria nyeri rektum dapat terjadi
  • Kesulitan dalam menahan buang air kecil

Jika urine bau belerang disertai sejumlah gejala tersebut, ditambah dengan penderita adalah seorang wanita, segera periksakan ke dokter.

Ini karena wanita (termasuk yang sedang hamil) memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi saluran kencing [8].

6. Fistula

Fistula merupakan saluran abnormal yang bisa terbentuk di bagian tubuh mana saja dan menjadi penghubung antara dua rongga tubuh terpisah [1,9].

Kemunculan fistula dapat di berbagai organ tubuh, seperti anus, vagina, saluran kemih, saluran pencernaan, bahkan juga kulit [1,9].

Ini menjadi alasan mengapa fistula terdiri dari beberapa jenis kondisi menurut lokasi terbentuknya, seperti fistula pembuluh darah, fistula saluran pencernaan, fistula vagina dan rektum, fistula vagina, dan fistula ani (berada di antara area ujung usus besar dan kulit dekat anus dengan rektum) [1,9].

Kondisi ini dapat menyebabkan perpindahan bakteri dari usus ke saluran kemih sehingga jika tidak segera ditangani akan meningkatkan risiko infeksi saluran kencing berulang [1,9].

Bau urine pun selama fistula belum mendapat penanganan akan terus seperti belerang [1].

Jadi ketika infeksi terjadi berulang kali ditambah dengan bau urine tak normal, segera periksakan ke dokter agar mendapatkan penanganan sesegera mungkin [1,9].

7. Cystitis

Cystitis merupakan sebuah kondisi ketika kandung kemih mengalami radang yang disebabkan oleh bakteri di mana radang ini dapat menjadi penyebab infeksi saluran kencing [1,10].

Penyebab radang pada kandung kemih ini umumnya adalah bakteri E. coli dan para penderita diabetes jauh lebih berisiko mengalami kondisi ini [1,10].

Selain itu, penderita infeksi HIV dan gangguan sistem imun, pasien kemoterapi dan radioterapi panggul, serta pengguna kateter urine jangka panjang juga berpeluang sama besar terserang radang kandung kemih [1,10].

Urine bau belerang dan berwarna keruh adalah salah satu tanda bahwa kandung kemih sedang mengalami radang [1].

Hanya saja, tiap penderita memiliki gejala yang berbeda-beda dengan berbagai macam keluhan seperti berikut [10].

  • Tubuh lemas
  • Sering buang air kecil
  • Nyeri setiap buang air kecil
  • Jumlah urine menurun sehingga saat buang air kecil urine akan keluar secara sedikit-sedikit
  • Urine keluar bersama darah
  • Perut bawah lebih sering kram
  • Sensasi terbakar setiap buang air kecil
  • Demam
  • Timbul nyeri setiap melakukan hubungan seksual

Urine bau belerang yang menandakan cystitis juga dapat terjadi pada anak-anak dan gejala cystitis pada anak lainnya yang perlu diwaspadai adalah [11] :

  • Sering rewel
  • Perut terasa sakit
  • Sering buang air kecil (sering mengompol)
  • Demam
  • Muntah-muntah
  • Tubuh lemas
  • Penurunan nafsu makan

Bila bau urine tak normal disertai dengan sejumlah gejala yang telah disebutkan dan tak kunjung normal setelah 3-5 hari, segera ke dokter dan periksakan diri [11].

8. Prostatitis

Prostatitis merupakan sebuah kondisi ketika kelenjar prostat mengalami radang yang berpotensi berkembang menjadi lebih parah [1,11,12].

Urine yang berbau belerang bukan gejala utama prostatitis, melainkan hanya salah satu gejalanya [1,11,12].

Sedangkan untuk gejala utama, umumnya prostatitis menyebabkan timbulnya rasa sakit setiap buang air kecil [12].

Kelenjar prostat sendiri merupakan organ penting dalam tubuh pria yang berperan dalam proses produksi sperma, oleh sebab itu kelenjar ini adalah salah satu organ sistem reproduksi yang vital [12].

Tidak hanya saat buang air kecil, pria akan merasakan nyeri ketika sedang ejakulasi, termasuk nyeri yang timbul di bagian panggul [12].

Peradangan biasanya disebabkan oleh bakteri yang sama dengan yang menyebabkan infeksi  saluran kencing dan radang kandung kemih [12].

Keluhan lain yang perlu diperhatikan dan menjadi tanda bahwa kondisi perlu segera diperiksakan ke dokter adalah [1,11,12] :

  • Nokturia atau frekuensi buang air kecil di malam hari meningkat
  • Melemahnya aliran urine
  • Tubuh menggigil menyertai demam
  • Area perut, perineum, testis, pangkal paha, punggung bawah dan penis terasa sakit
  • Urine keluar bersama darah saat buang air kecil
  • Sperma keluar bersama darah saat ejakulasi
  • Urine bau belerang dan cukup menyengat
  • Urine berbusa

9. Efek Obat Tertentu

Selain karena gangguan kesehatan dalam tubuh, bau urine yang seperti belerang bisa jadi karena penggunaan obat atau suplemen tertentu [1,11].

Obat sulfa atau sulfonamida adalah salah satunya, yakni obat antibiotik yang digunakan utamanya sebagai obat infeksi bakteri dan infeksi jamur Candida [13].

Tak hanya obat sulfa, penggunaan vitamin B dalam bentuk suplemen seringkali juga memberi efek samping berupa urine berbau tak sedap [14].

Ini karena kedua jenis obat mengganggu keseimbangan zat-zat dalam tubuh sehingga berpengaruh pada bau urine ketika buang air kecil [11].

10. Cystinuria

Cystinuria adalah sebuah kondisi bawaan di mana kadar sistein di dalam tubuh mengalami akumulasi atau penumpukan [1,14].

Ketika hal ini terjadi, batu kemih terbentuk di ginjal dan memengaruhi saluran kencing [1,14].

Karena sistein memiliki komponen belerang atau sulfur tinggi, cystinuria akan menyebabkan urine berbau belerang setiap buang air kecil [1,14].

Cara Mengatasi Urine Bau Belerang

Dalam mengatasi urine bau belerang, sebaiknya ketahui lebih dulu penyebab pastinya agar dapat menangani dengan benar.

Penanganan sesuai dengan kondisi yang mendasari akan mempercepat dan mempermudah pemulihan.

  • Jika dehidrasi, maka artinya konsumsi air putih harus lebih banyak dengan meminum setidaknya 8 gelas setiap hari dan membatasi alkohol maupun kafein (minuman berkandungan diuretik) [1,2,11].
  • Jika makanan tertentu (asparagus, bawang bombay dan bawang putih) menjadi penyebabnya, minum lebih banyak air putih setiap usai mengonsumsi makanan tersebut agar kandungan-kandungan dari makanan tersebut tidak berkadar lebih tinggi di dalam tubuh [11].
  • Jika hipermetionimenia, penanganan dokter sangat diperlukan dan biasanya dokter akan menganjurkan diet rendah methionine (komponen asam amino sulfur) dan diet rendah protein agar gejala berkurang [11].
  • Jika penyakit liver, dokter akan menyarankan pembatasan konsumsi alkohol serta diet sehat seimbang; dokter juga akan meresepkan obat antivirus ketika diperlukan dan meminta pasien menjaga berat badan. Bila penyakit liver pada tahap serius, kemungkinan operasi transplantasi liver akan direkomendasikan [1,6,7,11].
  • Jika infeksi saluran kencing, dokter akan memberi resep obat antibiotik karena infeksi disebabkan oleh bakteri. Sebagai penanganan mandiri dalam menurunkan risiko infeksi berulang, perbanyak konsumsi air putih serta minum jus cranberry [1,8,11,15].
  • Jika fistula, kemungkinan besar dokter akan merekomendasikan operasi untuk mengangkat fistula atau memperbaiki posisi atau letaknya karena fistula terbentuk sebagai kondisi bawaan lahir [9].
  • Jika cystitis, dokter akan menangani dengan pemberian antibiotik (sama seperti kondisi infeksi saluran kencing). Mengonsumsi jus cranberry juga akan sangat membantu menurunkan risiko cystitis yang berkaitan dengan infeksi saluran kencing [1,10,11,15].
  • Jika prostatitis, dokter akan memberi obat antibiotik dan pasien akan diminta untuk minum air putih lebih banyak agar lebih sering buang air kecil [1,11,12].
  • Jika karena obat tertentu, meminum lebih banyak air putih sangat dianjurkan agar zat-zat kimia dari obat tidak menumpuk terlalu banyak dalam tubuh (penyebab urine bau belerang) [1,11].
  • Jika cystinuria, pola hidup lebih sehat dengan diet yang tepat dapat membantu, namun terkadang prosedur operasi dibutuhkan sesuai kondisi [1,14].

Urine yang memiliki bau belerang sebenarnya bukan masalah serius dan biasanya bersifat sementara, namun jika terdapat gejala-gejala lain menyertai dan dalam beberapa hari urine tetap demikian, segera periksakan diri ke dokter.

1. Elaine K. Luo, M.D. & Jon Johnson. Why does my urine smell like sulfur?. Medical News Today; 2018.
2. Kory Taylor & Elizabeth B. Jones. Adult Dehydration. National Center for Biotechnology Information; 2021.
3. Marcia Levin Pelchat, Cathy Bykowski, Fujiko F Duke, & Danielle R Reed. Excretion and perception of a characteristic odor in urine after asparagus ingestion: a psychophysical and genetic study. Chemical Senses; 2011.
4. Izabella Mogilnicka, Pawel Bogucki, & Marcin Ufnal. Microbiota and Malodor—Etiology and Management. International Journal of Molecular Sciences; 2020.
5. Bruna M Schweinberger & Angela T S Wyse. Mechanistic basis of hypermethioninemia. Amino Acids; 2016.
6. Ashish Sharma & Shivaraj Nagalli. Chronic Liver Disease. National Center for Biotechnology Information; 2021.
7. Daniella Lopes & Hrishikesh Samant. Hepatic Failure. National Center for Biotechnology Information; 2020.
8. Michael J. Bono & Wanda C. Reygaert. Urinary Tract Infection. National Center for Biotechnology Information; 2020.
9. National Association for Continence. Fistula. National Association for Continence; 2021.
10. Raymund Li & Stephen W. Leslie. Cystitis. National Center for Biotechnology Information; 2021.
11. Suzanne Falck, M.D., FACP & Ana Gotter. What Causes Urine to Smell Like Sulfur and How Is This Treated?. Healthline; 2018.
12. J. Curtis Nickel, MD, FRCSC. Prostatitis. Canadian Urological Association Journal; 2011.
13. M. G. Sevag, M. Shelburne, & Stuart Mudd. The Action of Sulfonamides on the Respiration of Bacteria and Yeast. Journal of General Physiology; 1942.
14. Stephen W. Leslie; Hussain Sajjad; & Lama Nazzal. Cystinuria. National Center for Biotechnology Information; 2021.
15. Marcelo Hisano, Homero Bruschini, Antonio Carlos Nicodemo, & Miguel SrougiI. Cranberries and lower urinary tract infection prevention. Clinics; 2012.

Share