Obat

Alendronic Acid + Colecalciferol: Manfaat, Fungsi dan Efek Samping

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Alendronic acid + colecalciferol adalah kombinasi obat yang digunakan untuk menangani osteoporosis dan meningkatkan massa tulang. [1, 2, 3]

Apa itu Alendronic Acid + Colecalciferol?

Aledronic acid + colecalciferol mengandung dua bahan aktif yaitu alendronic acid dan colecalciferol yang dikenal sebagai vitamin D3.

Alendronic acid, atau sering disebut sebagai alendronate, termasuk golongan bifosfat yang berfungsi mencegah hilangnya massa tulang. Vitamin D merupakan nutrisi yang diperlukan tubuh untuk penyerapan kalsium dan kesehatan tulang [3].

Berikut informasi mengenai alendronic acid + colecalciferol [1, 4]:

Indikasi Osteoporosis pasca menopause, peningkatan massa tulang pada pria dengan osteoporosis
Kategori Obat Keras (K)
Konsumsi Dewasa
Kelas Agen yang mempengaruhi metabolisme tulang
Bentuk Tablet
Kontraindikasi Hipersensitif terhadap bifosfonat dan derivat vitamin D. Hipokalsemia. Gangguan esophagus (seperti akalasia atau penyempitan). Tidak dapat berdiri atau duduk tegak selama 30 menit.
PeringatanPasien dengan kondisi berikut wajib berkonsultasi dengan dokter sebelum menerima pengobatan alendronic acid + colecalciferol:
→ Pasien yang mengalami penyakit pada saluran gastrointestinal bagian atas
→ Pasien dengan gangguan fungsi hati dan gangguan ginjal berat
→ Pasien yang sedang mengandung dan menyusui
Peringatan untuk tenaga medis:
→ Sebelum memulai pengobatan dianjurkan untuk mengkoreksi defisiensi vitamin D dan hipokalsemia terlebih dahulu
→ Berisiko memperburuk hipercalciuria dan hiperkalsemia pada pasien dengan penyakit yang berhubungan dengan produksi calcitriol tidak terkontrol (seperti leukemia, limfoma, sarkoidosis)
Kategori Obat pada Kehamilan & Menyusui Kategori C: Studi pada reproduksi hewan menunjukkan efek buruk pada janin. Tidak ada studi memadai dan terkendali pada manusia. Obat boleh digunakan jika nilai manfaatnya lebih besar dari risiko terhadap janin.

Manfaat Alendronic Acid + Colecalciferol

Obat alendronic acid + colecalciferol digunakan untuk mengatasi beberapa kondisi berikut [1, 2, 3]:

  • Osteoporosis pasca menopause pada wanita dengan risiko kekurangan vitamin D
  • Meningkatkan massa tulang pada pria dengan osteoporosis
  • Menurunkan risiko fraktur pada tulang belakang dan hip

Osteoporosis didefinisikan sebagai kelainan skeletar sistemik progresif yang ditandai dengan rendahnya massa tulang dan kemunduran jaringan tulang, yang mengakibatkan tulang menjadi rapuh dan rentan terhadap fraktura. [5].

Tingginya risiko osteoporosis pada wanita pasca menopause diduga disebabkan oleh penurunan kadar estrogen yang berpengaruh pada sel-sel tulang. Estrogen juga diduga mempengaruhi homeostasis kalsium ekstraskeletal dan menginduksi hilangnya lebih banyak kalsium yang dibutuhkan untuk mineralisasi tulang[5].

Vitamin D berfungsi untuk membantu penyerapan kalsium oleh usus halus dari makanan. Selain itu vitamin D juga dapat dihasilkan oleh sel-sel tubuh dengan memanfaatkan cahaya UV dari sinar matahari [6].

Dosis Alendroic Acid + Colecalciferol

Obat alendronic acid + colecalciferol digunakan pada pasien dewasa dengan dosis sebagai berikut [1, 2]:

Oral (Diminum)
⇔ Osteoporosis pasca menopause, peningkatan massa tulang pada laki-laki
→ Setiap tablet mengandung alendronate 70 mg dan colecalciferol 2800 IU atau 5600 IU: diminum 1 tablet per minggu
→ Pasien usia lanjut: tidak perlu penyesuaian dosis
→ Diminum pagi hari setelah bangun tidur atau setidaknya 30 menit sebelum makan pagi.
→ Tablet diminum bersama dengan air putih dan ditelan secara utuh. Tidak dianjurkan memecah, mengunyah atau melarutkan tablet.
→ Pasien harus tetap dalam posisi duduk tegak selama 30 menit setelah mengkonsumsi obat.

Efek Samping Alendronic Acid + Colecalciferol

Berikut beberapa efek samping alendronic acid + colecalciferol yang dilaporkan [1]:

  • Sakit perut
  • Dispepsia
  • Ulserasi esophagus
  • Disfagia
  • Distensi perut dan regurgutasi asam
  • Fraktura diafisis tulang dan subtrochanteric femur
  • Sakit pada otot, tulang dan sendi yang teramat
  • Iritasi mukosa saluran gastrointestinal bagian atas
  • Osteonekrosis rahang
  • Kanker esophagus
  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Vertigo
  • Alopesia
  • Asthenia
  • Edema perifer

Info Efek Samping Alendronic Acid + Colecalciferol untuk Tenaga Medis [2]:

  • Sistem Imun
    • Jarang (≥ 0,01% hingga < 0,1%): reaksi hipersensitif meliputi urtikaria dan angioedema
  • Metabolik
    • Jarang(≥ 0,01% hingga < 0,1%) : hipokalsemia simptomatik, seringkali berkaitan dengan kondisi predisposisi
  • Sistem Saraf
    • Umum (≥ 1% hingga <10%):  sakit kepala, pusing
    • Tidak umum (≥0,1% hingga <1%): disgeusia
  • Okuler
  • Telinga, Hidung, Tenggorokan
    • Umum (≥ 1% hingga <10%):  vertigo
    • Jarang (≥ 0,01% hingga < 0,1%): osteonekrosis saluran pendengaran eksternal (efek samping kelas bifosfonat)
  • Gastrointestinal
    • Umum (≥ 1% hingga <10%):  sakit perut, dispepsia, konstipasi, diare, perut kembung, ulserasi esofagus, disfagia, distensi perut, regurgitasi asam
    • Jarang (≥ 0,01% hingga < 0,1%): penyempitan esofagus , ulserasi esofagus, gangguan saluran gastrointestinal bagian atas (perforasi, ulserasi, pendarahan)
  • Dermatologis
    • Umum (≥ 1% hingga <10%):  alopesia, pruritus
    • Tidak umum (≥0,1% hingga <1%): ruam, eritema
    • Jarang (≥ 0,01% hingga < 0,1%): ruam dengan fotosensitivitas, reaksi kulit berat termasuk sindrom Stevens-Johnson dan nekrolisis epidermal toksik
  • Muskuloskeletal
    • Sangat umum (≥ 10%): sakit pada tulang, otot, atau sendi yang kadang teramat parah
    • Umum (≥ 1% hingga <10%):  pembengkakan sendi
    • Jarang (≥ 0,01% hingga < 0,1%): osteoekrosis rahang, fraktura atipikal tulang pada diafisis femur dan subtrochanteric (efek samping kelas bifosfonat)
  • Lain-lain
    • Umum (≥ 1% hingga <10%): asthenia, edema perifer
    • Tidak umum (≥0,1% hingga <1%): gejala sementara yang menyerupai respon fase akut (myalgia, malaise, dan kadang demam) umumnya berhubungan dengan inisiasi pengobatan

Detail Alendronic Acid + Colecalciferol

Untuk mengetahui mengenai penyimpanan, cara kerja, interaksi dengan obat lain, interaksi dengan makanan dan overdosis alendronic acid + colecalciferol berikut informasinya [1]:

Penyimpanan → Simpan pada suhu 20-25°C.
Cara Kerja Deskripsi: Alendronate Na merupakan bifosfonat sintetik yang menghambat resorpsi tulang termediasi osteoklas yang mengarah pada peningkatan secara tidak langsung pada kepadatan mineral tulang. Colecalciferol dihasilkan pada kulit dengan mengubah 7-dehydrocholesterol menjadi terpecah (seco) sterol pre-vitamin D3 dan kemudian menjadi colecalciferol (vitamin D3) menggunakan sinar UV. Vitamin D3 merupakan nutrisi diet esensial ketika tidak terdapat paparan sinar matahari yang mencukupi. Vitamin D3 merupakan prekursor alami dari hormon yang memobilisasi Ca 1,25-dihydroxyvitamin D3 (calcitriol). Calcitriol meningkatkan absorpsi usus untuk Ca dan fosfat sekaligus mengatur serum Ca, ekskresi Ca dan fosfat oleh ginjal, pembentukan tulang dan resorpsi tulang.
Farmakokinetik:
→ Absorpsi: Alendronate: kurang terabsorsi dan absorpsi menurun dengan adanya makanan.
→ Bioavaibilitas: ± 0,4%
→ Distribusi: Alendronate; Volume distribusi: 28 liter (secara eksklusif pada tulang). Pengikatan protein plasma: ± 78%
Colecalciferol: didistribusikan terutama di dalam hati. Pengikatan protein plasma: berikatan secara kuat pada protein pengikat vitamin D
→ Metabolisme: Colecalciferol: terutama secara hepatis dan hidroksilasi ginjal; glukoronidasi minimal
→ Ekskresi: Alendronate:melalui urin, feses (sebagai obat yang tidak diubah). Paruh waktu eliminasi: >10 tahun. Colecalciferol: melalui urin (2,4%) dan feses (4,9%) sebagai metabolit. Paruh waktu: 14 jam
Interaksi dengan obat lain → NSAID (non-steroid anti-inflammatory drug) dapat meningkatkan resiko ulserasi gastrointestinal dan neefrotoksisitas dari alendronate.
→ Antasid dan garam-garam Ca dapat menurunkan konsentrasi serum dari alendronate.
→ Minyak mineral, orlistat, cholestyramine, dan colestipol dapat mengganggu penyerapan vitamin D.
→ Antikonvulsan, diuretik cimetidine dan thiazide dapat meningkatkan katabolisme vitamin D.
Interaksi dengan makanan → Makanan, air mineral, kopi, teh, dan jus dapat mempengaruhi penyerapan alendronate
Overdosis ⇔ Alendronate: Gejala: mulas, gastritis, ulserasi, sakit perut dan esofagitis, hipokalsemia, hipofofatemia.
⇔ Cara Mengatasi: pemberian antasid atau susu

Pertanyaan Seputar Alendronic Acid + Colecalciferol

Apakah konsumsi obat dapat dihentikan setelah merasa baikan?

Tidak. Pasien dianjurkan mengikuti resep yang diberikan dokter dan penghentian konsumsi juga dilakukan setelah berkonsultasi dengan dokter. [3]

Bagaimana jika terlupa satu dosis alendronic acid + colecalciferol?

Sebaiknya segera minum obat di pagi hari saat mengingatnya. Hindari mengkonsumsi dua tablet dalam satu hari. Kembali ke konsumsi obat satu kali seminggu pada hari yang dijadwalkan [3].

Apakah aman untuk mengemudikan kendaraan saat mengkonsumsi obat ini?

Tidak. Obat alendronic acid + colecalciferol berpotensi menimbulkan efek samping seperti penglihatan kabur, pusing dan sakit pada tulang atau otot yang dapat membahayakan saat mengemudikan kendaraan [2].

Apakah obat ini aman digunakan untuk anak-anak?

Keamanan dan efisiensi obat belum diketahui untuk penggunaan pada anak berusia di bawah 18 tahun. Penggunaan tidak dianjurkan [2].

Contoh Obat (Merek Dagang) Alendronic Acid + Colecalciferol

Berikut beberapa obat dengan kandungan alendronic acid + colecalciferol: [1,4]

Brand Merek Dagang
Fosamax Plus

1. Anonim. Alendronic Acid + Colecalciferol. MIMS; 2020.
2. Anonim. Alendronic Acid/Colecalciferol 70 mg/2800 IU Tablets. Electronic Medicines Compendium; 2020.
3. Anonim. Alendronic Acid/Colecalciferol Tablet 70 mg/2800 IU. Drugs; 2020.
4. Anonim. Fosamax Plus. Pusat Informasi Obat Nasional, Badan Pengawas Obat dan Makanan; 2020.
5. Yogiraj Vaijanathrao Chidre dan Amir Babansab Shaikh. Association of Vitamin D and Osteocalcin Levels in Post-Menopausal Women with Osteoporosis. Vol 6, No 4 (2017). International Journal of Reproduction, Contraception, Obestetrics and Gynecology; 2017.
6. Anonim. Vitamin D for Osteoporosis. WebMD; 2020.

Share