Hiperkalsemia: Penyebab – Gejala dan Cara Mengobati

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Kalsium itu penting bagi tubuh. Manusia memerlukan kalsium untuk meningkatkan kesehatan tulang, gigi, sistem kerja saraf, pembekuan darah, kontraksi otot dan lain-lain. [4]

Namun, ketika kalsium sudah melampaui takaran normal maka timbulah gejala yang dikenal hiperkalsemia. [1 ,4]

Apa itu Hiperkalsemia?

Hiperkalsemia adalah kondisi kelebihan kalsium dalam darah. Penyakit ini menyebabkan batu ginjal, gangguan sistem kerja jantung dan otak, sembelit, kebingungan, kehilangan nafsu makan dan lain-lain. [1, 2, 4]

Hiperkalsemia dicurigai disebabkan oleh kemampuan aktif yang berlebihan dari empat kelenjar kecil (kelenjar paratiroid) yang terletak di leher di dekat kelenjar tiroid. [4, 5]

Selain itu, penyakit seperti kanker, penggunaan obat-obatan tertentu, atau mengonsumsi suplemen kalsium dan vitamin D secara berlebihan adalah kondisi-kondisi yang juga turut mengembangkan hiperkalsemia. [2,4,5]

Hiperkalsemia bisa disembuhkan, namun proses penyembuhannya diperkirakan akan melewati tahap-tahap tertentu sesuai gejala yang ditimbulkan dan penyakit yang mendasari penyebabnya. [3, 4]

Untuk tahap ringan, dokter biasanya tidak memberikan obat-obatan. Namun pasien akan dipantau untuk dipastikan perkembangan kesehatannya. [1, 3, 4]

Sedangkan untuk kondisi yang berat, obat-obatan penurun kalsium diberikan untuk mengurangi kadar kalsium dalam tubuh. Bahkan dalam kasus tertentu, operasi bisa saja dilakukan,–apalagi penyebab hiperkalsium adalah tumor yang menyerang secara khusus kelenjar paratiroid. [1, 3, 4, 5]

Fakta-Fakta tentang Hiperkalsemia

Berikut ini beberapa fakta tentang hiperkalsemia: [1, 2, 3, 4, 5]

  • Hiperkalsemia adalah Kelebihan Kalsium dalam Darah yang Sangat Tinggi

Hiperkalsemia adalah penyakit yang disebabkan oleh kadar kalsium dalam darah yang sangat tinggi. Diperkirakan lebih dari 10,5 miligram per desiliter darah. Kelebihan itu bisa disebabkan karena konsumsi kalsium yang berlebihan atau juga karena tubuh tidak mampu memproses kalsium akibat pengaruh penyakit tertentu.

  • Hiperkalsemia pada Tahap Ringan Tidak Memiliki Gejala

Pada tahap ringan, hiperkalsium tidak memunculkan gejala sehingga pasien biasanya tidak menyadarinya. Gejala baru akan dirasakan setelah kalsium makin meningkat tanpa ada pengendalian.

  • Hiperkalsemia Hanya Dapat Didiagnosis Melalui Tes Darah

Hiperkalsemia dapat diketahui melalui kelebihan kalsium dalam darah, namun kondisi tersebut tidak menentu karena kemungkinan masih ada penyebab lain yang mendasari.

Maka langkah untuk mengetahui hiperkalsemia hanya dengan melalui tes darah. Hal ini karena kadar kalsium seringkali dipengaruhi oleh senyawa lain dalam darah yang mungkin bergabung dengan kalsium.

  • Wanita Lebih Rentan Terhadap Hiperkalsemia

Wanita (khususnya berusia di atas 50 tahun) dicurigai lebih rentan terhadap hiperkalsemia. Kemungkinan karena Hiperparatiroidisme, yakni terlampau aktifnya kelenjar paratiroid yang seringkali lebih umum pada kaum wanita.

  • Hiperkalsemia dapat Menimbulkan Aritmia Jantung

Pada kasus berat, hiperklasemia bisa menyebabkan impuls listrik di jantung tidak bekerja dengan baik sehingga timbulah gangguan yang terjadi pada irama jantung. Keadaan ini dapat menciptakan komplikasi-komplikasi serius yang bisa membahayakan kesehatan.

  • Hiperkalsemia Tidak Hanya Disebabkan oleh Kelebihan Kalsium

Walaupun kelebihan kalsium diketahui sebagai penyebab umum hiperkalsemia, namun penyakit tersebut bisa timbul karena pasien mengidap kanker, mengonsumsi obat-obatan tertentu dan hiperparatiroidisme primer yakni kelenjar paratiroid yang terlalu aktif.

  • Perawatan Hiperkalsemia Tergantung pada Gejala dan Kondisi yang Mendasari

Pengobatan hiperkalsemia umumnya didasarkan pada tingkat kadar kalsium dalam darah dan penyebab lain meningkatnya kadar kalsium. Pada tahap ringan, dokter cukup memantau perkembagan kondisi dan memeriksa penyebab yang mendasari peningkatan kalsium.

Pada tahap berat, pasien biasanya disarankan untuk rawat inap dan menjalani beberapa tes. Pada kasus berat, operasi biasanya dilakukan.

Penyebab Hiperkalsemia

Tubuh biasanya membutuhkan interaksi antara kalsium, vitamin D dan hormon paratiroid (parathyroid hormone/PTH) untuk menjaga keseimbangan kadar kalsium dalam darah. [4]

Hormon paratiroid (PTH) berfungsi membantu tubuh untuk mengontrol berapa banyak jumlah kalsium yang masuk ke aliran darah melalui usus, ginjal, dan tulang. [4,5]

Umumnya PTH mengalami peningkatan pada saat kadar kalsium dalam darah turun dan sebaliknya PTH bisa mengalami penurunan saat kadar kalsium naik. [1, 3, 4]

Hiperkalsemia terjadi ketika kalsium dalam aliran darah meningkat dan tubuh tidak mampu mengatur kadar kalsium yang tinggi tersebut secara normal. [1, 3]

Beberapa penyebab kondisi ini antara lain; [1, 2, 3, 4, 5]

  • Hiperparatiroidisme

Kondisi ini terjadi ketika satu dari keempat kelenjar paratiroid terlalu aktif kemudian melepaskan terlalu banyak PTH. Akibatnya ketidakseimbangan kalsium tidak dapat diperbaiki oleh tubuh sendiri lalu mengakibatkan hiperkalsemia–terutama pada wanita berusia di atas 50 tahun.

Penyakit paru-paru seperti granulomatosa, tuberkulosis, sarkoidosis, adalah kondisi-kondisi yang diyakini dapat meningkatkan kadar vitamin D–yang kemudian bisa menciptakan penyerapan kalsium yang berlebihan dalam darah. Hiperkalsemia timbul karena kondisi tersebut.

Selain itu, beberapa jenis kanker, seprti kanker paru-paru, kanker payudara dan kanker darah diketahui meningkatkan risiko hiperkalsemia.

  • Efek Samping Obat

Beberapa obat terutama obat-obatan diuretik diketahui dapat menyebabkan hiperkalsemia.

  • Penggunaan Suplemen Vitamin D dan Obat-obat Bebas

Mengonsumsi terlalu banyak vitamin D atau kalsium dalam bentuk suplemen dapat meningkatkan kadar kalsium. Dan kondisi ini dicurigai sebagai penyumbang ketiga untuk kasus hiperkalsemia.

Dehidrasi dicurigai dapat menyebabkan meningkatkan kadar kalsium karena rendahnya jumlah cairan yang terdapat di dalam darah. Hiperkalsemia yang timbul karan dehidrasi biasanya bergejala ringan–tergantung tingkat kesehatan ginjal.

Pada pasien dengan gejala ginjal yang parah besar kemungkinan bisa tercipta dehidrasi yang lebih parah. Akibatnya gejala hiperkalsemia bertambah ke kondisi parah.

  • Genetika

Kelainan genetik yang disebut hipokalsiurik hiperkalsemia (hypocalciuric hypercalcemia/FHH) seringkali dikaitkan dengan masalah hiperkalsemia. Pasalnya, kondisi tersebut dapat menyebabkan peradangan di pankreas sehingga memicu kenaikan kadar kalsium dalam darah.

Gejala Hiperkalsemia

Pada tahap ringan hiperkalsemia tidak menghasilkan gejala namun pada tahap yang lebih parah, gejala akan timbul seturut penyebab yang mendasari timbulnya hiperkalesemia. [2,3]

Gejela umumnya:

Berikut beberapa penyebab timbulnya hiperkalsemia beserta gejalanya: [1, 2, 3, 4]

1. Ginjal

Kalsium yang berlebihan dalam darah memaksa ginjal bekerja keras untuk menyaringnya, kondisi ini kemudian menimbulkan masalah, seperti:

  • Rasa haus yang berlebihan.
  • Frekuensi buang air kecil bertambah.
  • Nyeri punggung dan perut karena batu ginjal.

2. Sistem Pencernaan

Hiperkalsemia bisa menyebabkan beberapa gangguan pada sistem pencernaan:

  • Mual
  • Muntah
  • Sakit perut
  • Nafsu makan berkurang
  • Sembelit

3. Jantung

Hiperkalsemia mempengaruhi sistem kelistrikan jantung sehingga menyebabkan irama jantung menjadi tidak normal.

4. Otot

Hiperkalsium bisa memengaruhi otot sehingga menyebabkan kondisi seperti:

Dan beberapa gejala lain yang timbul seperti:

  • Osteoporosis.
  • Depresi.
  • Hilang ingatan.
  • Mudah tersinggung.
  • Kebingungan.
  • Koma.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter apabila Anda merasakan gejala karena kelebihan kalsium atau menderita beberapa penyakit yang dicurigai sebagai penyebab yang mendasari timbulnya hiperkalsemia seperti kanker, dan penyakit jantung. [1]

Komplikasi Hiperkalsemia

Pada kasus berat, hiperkalsemia dicurigai bisa menyebabkan berbagai macam komplikasi yang membahayakan kesehatan: [1, 2, 3, 4]

1. Osteoporosis

Hiperkalsium bisa menyebabkan tulang melepaskan kalsium terus menerus ke dalam darah. Akibatnya, timbulah beberapa kondisi seperti:

  • Pengoroposan tulang karena tulang sudah kehilangan kepadatan.
  • Patah tulang.
  • Lengkungan tulang belakang.
  • Penurunan tinggi badan.

2. Batu Ginjal

Jika urin mengandung terlalu banyak kalsium, maka besar kemungkinan akan tercipta lebih banyak zat pembentuk kristal dibanding cairan dalam urin. Seiring bertambahnya waktu, kristal-kristal yang terbentuk itu bisa mengeras sehingga terjadilah batu ginjal. Gejala yang timbul dari kondisi ini misalnya:

  • Sering buang air kecil.
  • Kesakitan saat buang air kecil.
  • Jumlah urine yang keluar sedikit atau urine tidak keluar sama sekali.

3. Gagal Ginjal

Sebab hiperkalsemia yang parah bisa membatasi kemampuan ginjal untuk membersihkan darah dan menghilangkan cairan yang berlebihan itu, maka besar kemungkinan gagal ginjal bisa saja terjadi.

4. Masalah Sistem Saraf

Hiperkalsemia yang berat dapat menyebabkan keadaan seperti:

5. Aritmia Jantung

Pada tahap yang lebih parah, hiperkalsemia bisa menyebabkan impuls listrik di jantung tidak bekerja dengan baik sehingga terciptalah gangguan pada irama jantung (aritmia). Pasien akan merasakan beberapa gejela seperti:

  • Takikardia
  • Bardikardia.
  • Nyeri dada.
  • Napas tersendat-sendat.
  • Cepat lelah.

Diagnosis Hiperkalsemia

Hiperkalsium hanya dapat didiagonisis melalui tes darah. Tes ini dilakukan untuk memeriksa kadar kalsium dalam darah. [3,4]

Selain tes darah, pemeriksaan urin juga barangkali diperlukan untuk mengukur kalsium, protein dan zat lainnya yang turut mendukung terbentuknya. [4]

Tes darah dan urin umumnya membantu dokter untuk mendiagnosis hiperparatiroidisme dan kondisi lain–yang mendasari timbulnya hiperkalsemia. [3, 4]

Berikut ini beberapa pemeriksaan yang barangkali akan dilakukan dokter, bila ditemukan penyebab lain timbulnya hiperkalsemia, misalnya kanker ataupun penyakit jantung: [1, 2, 3, 4]

  • Rontgen dada
    Rontgen dada diperlukan untuk mengetahui ada atau tidaknya kanker paru-paru.
  • Mammogram
    Tes ini dilakukan untuk membantu mendiagnosis kanker payudara.
  • CT scan
    Prosedur pembentuk gambar tubuh pasien yang lebih detail.
  • Pemindaian MRI
    Tes yang menghasilkan gambar detail dari organ tubuh pasien dan struktur lainnya.
  • Tes kepadatan mineral tulang DEXA
    Tes ini diperlukan untuk mengevaluasi kekuatan tulang.

Hasil diagnosis membantu dokter untuk memberikan pengobatan yang tepat. Pengobatan biasanya diberikan sesuai dengan tingkat keparahan gejala dan beberapa penyakit yang mendasari timbulnya hiperkalsemia. [3,4]

Pengobatan Hiperkalsemia

Sebagaimana diuraikan sebelumnya, pilihan pengobatan untuk hiperkalsemia selalu bergantung pada tingkat keparahan kondisi dan penyebab yang mendasari timbulnya penyakit ini. [4]

Hal ini karena peningkatan kadar kalsium pada tubuh, seringkali tidak hanya berhubungan dengan tingkat kalsium yang ada, tetapi dari berbagai macam penyakit yang menyerang tubuh. [3,4]

Berikut ini beberapa teknik pengobatan hiperkalsemia berdasarkan tahap-tahap perkembangan dan penyakit lain yang mendasari; [1,2,3,4]

  • Tahap Ringan

Pasien yang mengalami hiperkalsemia ringan, kemungkinan besar tidak diberikan obat atau perawatan. Namun dokter akan menyarankan kepada pasien untuk selalu memantau perkembangan kesehatan. Hal ini untuk mengetahui apakah ada penyebab lain dari hiperkalsemia.

  • Tahap Sedang Hingga Parah

Pada tahap ini, pasien disarankan untuk melakukan perawatan inap di rumah sakit. Tujuannya agar para medis bisa membantu pengobatan yang dapat mengembalikan kadar kalsium ke normal dan sekaligus menghindari komplikasi terakait hiperkalsemia.

Apabilan pasien menjalani rawat inap, maka beberapa perawatan yang akan diberikan meliputi: [1,3,4]

  • Perawatan umum
    • Perawatan kalsitonin, yakni merawat hormon yang diproduksi di kelenjar tiroid untuk memperlambat keropos tulang.
    • Pemberian cairan intravena untuk menghidrasi dan menurunkan kadar kalsium dalam darah.
    • Obat-obat kortikosteroid adalah obat anti inflamasi diberikan untuk menetralkan kelebihan vitamin D dalam tubuh.
    • Obat diuretik loop diberikan juga untuk membantu ginjal mengeluarkan cairan dan membuang kalsium ekstra—terutama jika pasien mengalami gagal jantung.
    • Pemberian bifosfonat secara intravena untuk menurunkan kadar kalsium darah dengan mengatur kalsium tulang.
    • Perawatan dialisis barangkali dilakukan untuk membersihkan darah dari kalsium dan limbah ekstra–dalam hal ini jika ginjal rusak (gagal ginjal).
  • Perawatan hiperparatiroidisme primer

Dalam kasus hiperkalsemia yang disebabkan oleh hiperparatiroidisme maka pasien perlu melakukan operasi. [3,4]

Operasi biasanya didasarkan pada usia, fungsi ginjal, dan efek tulang pasien. Prosedur operasi umumnya menyembuhkan sebagian besar kasus hiperkalsemia yang disebabkan oleh hiperparatiroidisme. [2,3]

Namun jika operasi bukanlah pilihan yang tepat untuk pasien, maka dokter umumnya akan merekomendasikan alternatif lain, seperti; [1,2,3,4]

  • Pemberian obat yang disebut cinacalcet (Sensipar). Obat ini bekerja menurunkan tingkat kalsium dengan menurunkan produksi hormon paratiroid (PTH).
  • Dan jika pasien menderita osteoporosis, dokter barangkali merekomendasikan Bifosfonat untuk menurunkan risiko patah tulang.
  • Kanker
    Jika Pasien menderita kanker, dokter akan mendiskusikan pilihan pengobatan terbaik untuk mengobati hiperkalsemia.

Pencegahan Hiperkalsemia

Hiperkalsemia tidak dapat dicegah atau dihilangkan sepenuhnya. Yang dapat dilakukan adalah meminimalisasi perkembangannya. [1, 3, 4]

Untuk mengetahui perkembangan hiperkalsemia, maka deteksi secara dini kadar kalsium dalam tubuh harus diperlukan. [1]

Selain itu, rutin melakukan pemeriksaan diri secara dini terhadap risiko perkembangan kanker, terutama kanker paru-paru, kanker payudara dan penyakit jantung bisa membantu Anda untuk mengontrol perkembangan hiperkalsemia ke tahap yang lebih parah. [3, 4]

Mengubah gaya hidup, seperti berhenti atau tidak merokok (merokok dapat mempercepat pengeroposan tulang dan menambah masalah kesehatan lainnya) dan rutin melakukan latihan fisik serta latihan kekuatan bisa membantu menjaga kesehatan tulang. [3, 4]

Pastikan untuk selalu menjaga dan mengikuti prosedur kesehatan yang direkomendasikan dokter serta memperhatikan dosis obat ataupun suplemen yang diberikan pihak rumah sakit kepada Anda. [3, 4]

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment