Penyakit & Kelainan

10 Cara Menghilangkan Benjolan Ambeien Stadium 4 Secara Alami

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Ambeien atau dalam istilah kedokteran disebut sebagai hemoroid, merupakan kondisi pembesaran pembuluh darah vena pada anus atau rektum bagian bawah. Ambeien dapat terbagi menjadi 4 stadium berdasarkan tingkat keparahannya, yaitu :

  • Stadium 1, ambeien yang menonjol pada saluran anus bagian dalam dan belum terlihat di luar
  • Stadium 2, ambeien yang muncul atau menonjol pada anus hanya bila mengedan dan dapat menghilang kembali tanpa intervensi apapun.
  • Stadium 3, ambeien dengan tonjolan yang dapat terus dirasakan dan terlihat namun masih bisa didorong menggunakan tangan.
  • Stadium 4, pada tingkat ini ambeien sudah tidak dapat didorong dengan bantuan apapun.

Bila melalui konsultasi dengan dokter ahli, hemoroid stadium 4 ini akan dirujuk untuk melakukan pembedahan. Namun terdapat cara yang dapat dilakukan untuk menghilangkan benjolan ambeien stadium 4 secara alami.

1. Berendam air hangat (sitz bath)

Sitz bath merupakan kegiatan berendam dalam air hangat untuk untuk menjaga kebersihan perineum yaitu anus dan area genital serta dapat melancarkan aliran darah serta meringankan rasa nyeri. [3]

Berikut langkah-langkah yang perlu dilakukan saat melakukan Sitz bath:

  • Menyiapkan baskom besar atau bathup bersih.
  • Isi baskom dengan air hangat kuku setinggi 10 cm (pastikan air cukup hingga merendam perineum). Anda dapat menambahkan garam tanpa yodium atau minyak zaitun untuk menghindari infeksi.
  • Berendam selama 10-20 menit.
  • Keringkan menggunakan handuk yang lembut dan bersih secara perlahan.

Sitz bath dapat dilakukan setiap hari bahkan dua sampai tiga kali sehari bila diperlukan. Selain untuk menghindari nyeri akibat ambeien, kegiatan ini juga dapat dilakukan sebagai relaksasi. [5]

2. Konsumsi makanan tinggi serat

Dengan konsumsi makanan tinggi serat, mampu melancarkan pencernaan dengan mengurangi waktu transit feses dalam usus, sehingga dapat menurunkan intensitas meneran dan jongkok/duduk di toilet yang terlalu lama. [1]

Makanan tinggi serat yang murah dan mudah ditemukan di pasar atau swalayan terdekat contohnya adalah:

Selain itu Anda juga dapat menggunakan suplemen serat, namun tidak dapat menggantikan sepenuhnya kebutuhan terhadap sayuran dan buah-buahan.[1]

3. Hindari menahan Buang Air Besar terlalu lama

Saat sedang di mal, sekolah atau kantor terkadang ada rasa malas untuk pergi ke toilet dan memilih untuk menahan BAB hingga sampai rumah. Namun dengan menahan BAB terlalu lama, usus akan menyerap lebih banyak air sehingga menyebabkan feses yang lebih keras dan sulit untuk dikeluarkan. [7]

Feses yang keras juga menyebabkan durasi berjongkok/ duduk di toilet serta intensitas meneran semakin sering, dan berisiko menimbulkan atau memperparah kondisi ambeien. [7]

4. Menggunakan salep berdasarkan resep dokter

Saat mengunjungi dan berkonsultasi dengan dokter, Anda akan menerima salep yang berfungsi untuk mengurangi peradangan, ukuran dan rasa nyeri pada ambeien. [6]

Salep ini juga mampu menghindarkan ambeien dari infeksi, serta mengurangi risiko terjadinya iritasi akibat gesekan dengan pakaian dalam. [6]

Sebelum penggunaan salep, sebaiknya ada membersihkan anus dengan air tanpa sabun, kemudian keringkan dengan handuk bersih. Gunakan secara rutin sesuai resep yang diberikan. [6]

5. Konsumsi air yang cukup

Konsumsi air yang disarankan sesuai berat badan atau minimal sebanyak 8 gelas per hari. Minum air yang cukup, selain dapat membantu menurunkan berat badan, juga dapat meringankan dan mencegah terjadinya ambeien[4].

Sama halnya dengan konsumsi serat yang rendah, kurangnya konsumsi air dapat menimbulkan gangguan pencernaan yaitu kesulitan buang air besar. Seperti yang Anda ketahui, konstipasi atau kesulitan BAB dapat meningkatkan frekuensi meneran dan berjongkok/duduk di toilet.  [7]

6. Mengurangi kebiasaan berjongkok atau duduk terlalu lama

Kebiasaan berjongkok/duduk terlalu lama di toilet dapat menyebabkan peningkatan tekanan pada pembuluh darah vena di sekitar anus dan memperparah ambeien. Selain itu, berduduk terlalu lama juga dapat aliran darah menjadi terhambat. [3]

7. Berolahraga ringan

Aktivitas atau olahraga ringan seperti berjalan santai, yoga, dan senam aerobik dapat menurunkan tekanan pada pembuluh vena anus. Selain itu, pastikan untuk melakukan peregangan ringan dan rutin saat duduk terlalu lama. [2]

Olahraga ringan juga mampu melancarkan pergerakan usus sehingga mencegah terjadinya konstipasi. Bila anda hendak melakukan olahraga angkat beban, anda perlu melakukan teknik pernapasan yang benar. [7]

Karena saat anda mengangkat beban dengan teknik pernapasan yang kurang tepat, akan menyebabkan tekanan terhadap organ pada abdomen sehingga memperparah dan memperlambat proses penyembuhan ambeien. Saat ambeien terasa nyeri atau berdarah, pastikan untuk tidak mengangkat beban apapun. [7]

8. Gunakan obat pereda nyeri

Terkadang ambeien dapat menimbulkan rasa nyeri, terutama setelah BAB atau setelah duduk terlalu lama. Jangan memaksakan diri, anda perlu beristirahat dari aktifitas yang sedang anda lakukan agar otot di sekitar anus relaks.[2]

Anda juga bisa mengkonsumsi obat pereda nyeri seperti parasetamol. Bila anda memiliki kesempatan, anda dapat melakukan sitz bath. [2]

9. Kompres dingin

Melakukan kompres dingin pada ambeien yang membengkak dapat meringankan pembengkakan dan inflamasi. Saat melakukan kompres dingin, lapisi es batu dengan menggunakan handuk atau kain yang bersih dan lembut. [6]

10. Menjaga kebersihan

Pastikan bahwa anus tidak lembab atau kotor. Setelah dari toilet, keringkan dengan menggunakan handuk. Sebaiknya menghindari penggunaan tisu toilet yang kasar, karena hal tersebut dapat menimbulkan iritasi dan infeksi. [6]

Anda perlu menghindari penggunaan pakaian (celana) yang terlalu ketat, karena akan menyebabkan terjadinya gesekan sehingga meningkatkan risiko ambeien berdarah dan infeksi. Kegiatan tersebut perlu dilakukan secara rutin dan teratur untuk mendapatkan hasil yang maksimal serta memuaskan. [6]

Bila terjadi pendarahan atau terdapat nyeri yang tidak biasa, sebaiknya Anda segera mengonsultasikan hal tersebut dengan dokter untuk menghindari infeksi serta untuk menerima pengobatan dan penanganan lebih lanjut. Dokter dapat merekomendasikan pembedahan atau ligasi rubber band. [7]

Setelah ambeien mengecil, sebaiknya Anda terus mengonsumsi makanan berserat, minum air yang cukup, menghindari terlalu banyak duduk dan perilaku sedentari lainnya, serta berolahraga secara teratur dengan teknik yang tepat untuk mengurangi risiko cedera. [2,3,4]

1) Pablo Alonso-Coello, Ed Mills. pubmed.ncbi.nlm.nih.gov. Fiber for treatment of hermorrhoids complications: a systematic review and meta-analysis. 2006.
2) Varut Lohsiriwat. ncbi.nlm.nih.gov. Hemorrhoids: From basic pathophysiology to clincal management. 2012.
3) Lawrence A, Mc Laren ER. ncbi.nlm.nih.gov. External Hemorrhoid. 2021
4) RF Fontem. ncbi.nlm.nih.gov. Intenal Hemorrhoid. 2020
5) Amy Capetta. WebMD. Sitz Bath. 2020.
6) A Hardy. The acute management of haemorrhoids. ncbi.nlm.nih.gov. The annals. 2014.
7) Steven R. Brown. Haemorrhoids: an update on management. ncbi.nlm.nih.gov. Therapeutic Advances in Chronic Disease. 2017

Share