Penyakit & Kelainan

Hipertensi Emergensi: Gejala, Penyebab dan Pengobatan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Apa itu Hipertensi Emergensi?

Hipertensi, atau tekanan darah tinggi, adalah kondisi yang umum terjadi di dunia. Menurut Centers for Disease Control and Prevention, satu dari tiga orang di Amerika mengalami hipertensi. [3]

Tekanan darah tinggi dapat terdiagnosis saat anda mengalami salah satu atau kedua pernyataan berikut, yaitu [3]:

  • Tekanan darah sistolik diatas 130
  • Tekanan darah diastolik diatas 80

Tekanan darah tinggi secara umum dapat ditangani jika anda mengikuti saran dokter dengan baik. [3]

Walaupun jarang terjadi, beberapa penderita tekanan darah tinggi dapat mengalami peningkatan tekanan darah tinggi hingga 180/120 mm/Hg. Kondisi ini disebut dengan hipertensi krisis. [3]

Jika seseorang dengan tekanan darah l80/120 mmHg atau lebih tinggi dan memiliki gejala baru, misalnya yang berhubungan dengan mata, otak, jantung, ginjal, maka kondisi ini disebut dengan hipertensi emergensi. Hipertensi emergensi pada beberapa kasus juga disebut dengan hipertensi malignan. [3]

Hipertensi emergensi memerlukan pertolongan medisi dengan segera. Gejala yang terjadi dapat mengindikasi adanya kerusakan organ. Jika anda tidak mendapatkan tindakan emergensi dengan segera, anda dapat mengalami [3] :

Hipertensi emergi juga dapat mengancam nyawa. [3]

Fakta Hipertensi Emergensi

Beberapa fakta hipertensi emergensi adalah sebagai berikut [2,3]

  • Acuan mengenai diagnosis dan pengobatan tekanan darah tinggi yang dibuat oleh American College of Cardiology and American Heart Association telah mengalami perubahan. Sekarang, para ahli telah memprediksi bahwa setengah penduduk Amerika dewasa mengalami tekanan darah tinggi. [3]
  • Hipertensi dapat terjadi tanpa gejala atau tanda yang jelas. [2]
  • Hipertensi lebih sering terjadi pada wanita dan penderita obesitas. [2]
  • Diestimasikan hanya 1 hingga 3 persen penderita hipertensi yang mengalami hipertensi emergensi selama hidupnya. [2]

Gejala Hipertensi Emergensi

Penderita hipertensi emergensi dapat mengalami gejala [2] :

Beberapa gejala fisik yang dialami penderita hipertensi emergensi adalah [2] :

  • Penurunan kemampuan melihat
  • Kejang
  • Penurunan kesadaran atau tidak responsif
  • Peningkatan laju pernapasan
  • Muntah
  • Bengkak, termasuk edema perifer (bengkak pada pergelangan kaki)

Penyebab Hipertensi Emergensi

Hipertensi emergensi merupakan komplikasi ringan dari hipertensi. Hal ini berarti setiap penderita hipertensi memiliki risiko hipertensi emergensi, termasuk hipertensi malignan. [1]

Penyebab lain dari hipertensi malignan adalah [1] :

  • Berhenti minum obat secara tiba-tiba, terutama obat emergensi
  • Menggunakan obat tertentu, misalnya amfetamin
  • Memiliki kondisi yang mempengaruhi sistem saraf pusat
  • Memiliki penyakit yang mempengaruhi pembuluh darah ginjal, misalnya stenosis arteri ginjal
  • Memiliki penyakit ginjal tertentu, misalnya glomerulonefritis
  • Memiliki gangguan sistem endokrin, misalnya sindrom Cushing
  • Memiliki diseksi aorta

Komplikasi Hipertensi Emergensi

Secara umum, tekanan darah tinggi yang terus menerus (persisten) dapat mempengaruhi kerja organ, dimana pada akhirnya akan menyebabkan kerusakan organ. Beberapa kerusakan organ yang berhubungan dengan hipertensi emergensi adalah [2] :

  • Kebingungan atau perubahan status mental lainnya
  • Pendarahan di otak, menyebabkan stroke hemoragik
  • Gagal jantung
  • Nyeri dada (angina yang tidak stabil)
  • Edema pulmoner (penumpukan cairan di paru-paru)
  • Serangan jantung
  • Aneurisma (diseksi aorta)
  • Eklamsia, dimana berhubungan dengan kejang saat kondisi hamil

Diagnosis Hipertensi Emergensi

Tekanan darah tinggi diatas 180/120 mmHg merupakan tanda awal dari hipertensi emergensi. Jika angka tersebut muncul pada hasil pembacaan tekanan darah anda, segeralah mencari pertolongan gawat darurat. [1]

Anda perlu menghubungi dokter anda jika [1] :

  • Memiliki tekanan darah tinggi, sekitar 130/80 mmHg atau lebih tinggi, dan tidak memiliki gejala lain
  • Ingin berhenti menggunakan obat tekanan darah tinggi atau pengobatan yang digunakan tidak bekerja dengan baik
  • Memiliki gejala baru yang berhubungan dengan tekanan darah tinggi, misalnya gejala mata

Dokter akan menanyakan riwayat kesehatan anda, termasuk pengobatan yang telah anda lakukan terhadap tekanan darah tinggi yang anda alami. Dokter juga akan mengukur tekanan darah dan mendiskusikan gejala lain yang anda alami, termasuk perubahan penglihatan, nyeri dada, dan sesak napas. Hal-hal tersebut dapat membantu dokter untuk menentukan apakah kondisi yang anda alami memerlukan tindakan emergensi atau tidak. [3]

Tes lain yang dapat dilakukan untuk mengetahui apakah kondisi anda telah menyebabkan kerusakan organ atau tidak. Umumnya, tes darah yang mengukur kadar urea nitrogen (BUN) dan kreatinin dapat dilakukan. [3]

Tes BUN dapat mengukur jumlah produk sisa hasil pemecahan protein dalam tubuh. Kreatinin merupakan senyawa kimia yang dipecah oleh otot. Ginjal anda perlu membersihkan kedua senyawa tersebut dari dalam tubuh. Sehingga, jika ginjal anda tidak berfungsi dengan benar, tes BUN dan kreatinin dapat menunjukan hasil yang abnormal. [3]

Tes lain yang dapat dilakukan adalah [3] :

  • Tes darah untuk memeriksa serangan jantung
  • Ekokardiogram atau ultrasonografi untuk melihat fungsi hati
  • Tes urin untuk memeriksa fungsi jantung
  • Elektrokardiogram (EKG) untuk memeriksa fungsi elektrik jantung
  • Ultrasonografi ginjal untuk memeriksa gangguan ginjal tambahan
  • Pemeriksaan mata untuk melihat kerusakan mata
  • CT scan atau MRI otak untuk memeriksa pendarahan atau stroke
  • X-ray rongga dada untuk melihat jantung dan paru

Pengobatan Hipertensi Emergensi

Hipertensi emergensi dapat mengancam nyawa dan memerlukan pertolongan medis dengan segera. Anda memerlukan pengobatan secara cepat untuk menurunkan tekanan darah dan menghindari komplikasi berbahaya. [3]

Pengobatan yang dilakukan umumnya menggunakan obat-obatan tekanan darah tinggi, atau obat anti hipertensi, secara intravena, termasuk [1,3] :

Kondisi hipertensi emergensi memerlukan perawatan intensif sehingga anda mungkin akan dipindahkan dari unit gawat darurat ke unit perawatan intensif. [3]

Saat tekanan darah anda sudah stabil, dokter akan meresepkan obat tekanan darah tablet atau kapsul. Pengobatan ini dapat membantu anda untuk mengontrol tekanan darah dirumah. [3]

Jika anda terdiagnosis hipertensi emergi, anda perlu mengikuti saran dokter dengan baik. Kondisi ini termasuk melakukan pemeriksaan tekanan darah rutin dan terus mengonsumsi obat sesuai anjuran. [3]

Untuk mengurangi tekanan darah, anda dapat melakukan beberapa tips berikut, yaitu [3] :

  • Melakukan pola hidup sehat untuk mengurangi tekanan darah
  • Membatasi asupan garam
  • Berolahraga secara rutin
  • Mengurangi berat badan jika berat badan anda berlebih
  • Mengatur stres dengan baik
  • Berhenti merokok
  • Membatasi asupan alkohol
  • Memeriksa tekanan darah secara rutin dirumah

1. Alana Biggers, M.D., MPH & Zawn Villines. Hypertensive Emergency: What to Know. Medical News Today; 2021.
2. Brandon Peters, MD & Jeffrey S. Landers, MD. An Overview of Hypertensive Emergency. Verywell Health; 2021.
3. Judith Marcin, M.D. & Darla Burke. What Is Malignant Hypertension? (Hypertensive Emergency). Healthline; 2019.

Share