Angina: Gejala – Penyebab dan Pengobatan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Tinjauan Medis : dr. Maria Arlene, Sp.Ak
Angina atau angina pektoris adalah kondisi nyeri dada yang diakibatkan oleh berkurangnya aliran darah ke otot jantung. Rasa nyeri ini dideskripsikan sebagai rasa tertekan, berat, sesak, dan nyeri pada... dada. Gejala ini perlu segera dikonsultasikan kepada dokter sesegera mungkin. Jika angina berlangsung lebih lama dari beberapa menit, maka terdapat kemungkinan bahwa kondisi ini merupakan serangan jantung. Hindari angina dan penyakit jantung dengan menerapkan hidup sehat seperti berhenti merokok, melakukan pemeriksaan rutin terhadap kesehatan seperti tekanan darah, kadar kolesterol dan gula darah, diet sehat dan mempertahankan berat badan ideal, menjaga aktivitas fisik teratur, menurunkan stres, dan membatasi konsumsi alkohol. Read more

Apa Itu Angina ?

Angina merupakan salah satu gejala penyakit jantung iskemik yang paling umum, berupa nyeri dada atau ketidaknyamanan ketika area otot jantung tidak mendapatkan cukup darah kaya oksigen [1, 2].

Oleh karena itu, Angina ini juga disebut sebagai salah satu jenis nyeri dada akibat berkurangnya aliran darah ke jantung [3].

Angina diketahui juga sebagai salah satu jenis penyakit nyeri dada yang menjadi penyebab utama mobiditas dan mortalitas di seluruh dunia [1].

Beberapa orang yang menderita Angina menyebutkan adanya rasa seperti dada diremas atau tertekan beban berat yang nyerinya dapat terjadi secara berulang [3].

Untuk mengetahui lebih lanjut terkait Angina ini, simak gejala hingga cara pencegahan selangkapnya berikut ini.

Gejala Angina

Berikut ini merupakan beberapa gejala Angina yang paling umum terjadi hingga beberapa gejala tambahan yang mungkin juga dapat terjadi [3]:

  • Dada terasa nyeri
  • Dada terasa tidak nyaman
  • Dada terasa tertekan
  • Dada terasa seperti diremas
  • Dada terasa terbakar
  • Dada terasa penuh atau sesak
  • Pusing
  • Kelelahan
  • Mual
  • Sesak napas
  • Berkeringat

Penyebab Angina

Berikut ini merupakan beberapa hal yang secara biologis dapat menjadi penyebab terjadinya Angina [4]:

Angina dapat terjadi akibat adanya penyakit arteri koroner, di mana zat yang disebut plak menumpuk di dinding arteri jantung sehingga dinding arteri jantung tersebut menjadi menyempit.

  • Penyakit Mikrovaskuler Koroner

Penyakit mikrovaskuler koroner di mana arteri kecil jantung menjadi rusak, diketahui dapat menyebabkan aliran darah berkurang hingga terjadi Angina.

  • Kejang

Angina diketahui dapat terjadi akibat adanya kejang arteri yang datang secara tiba-tiba di sekitar jantung hingga arteri menyempit dan membatasi aliran darah.

Gumpalan atau bekuan darah yang terbentuk di arteri jantung dapat menghalangi sebagian atau seluruh aliran darah di arteri hingga mengakibatkan Angina tidak stabil / infark miokard.

Selain itu, gumpalan darah ini kemungkinan juga dapat menyebabkan serangan jantung jika jantung mengalami kerusakan.

Faktor Risiko Angina

Berikut ini merupakan beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Angina dapat berkembang [5]:

  • Penggunaan alkohol atau narkoba secara berlebihan
  • Merokok
  • Paparan polusi di tempat kerja
  • Aktivitas fisik yang kurang
  • Konsumsi makanan yang tidak sehat
  • Kadar kolesterol tinggi
  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Faktor genetik
  • Kondisi seperti penyakit jantung, diabetes, tekanan darah rendah, sindrom metabolik, dan anemia
  • Usia di atas 45 tahun, untuk pria, atau 55 tahun, untuk wanita
  • Perawatan dan prosedur medis tertentu

Karakterisik Angina

Angina memiliki beberapa jenis yang dapat dibedakan berdasarkan karakteristiknya, seperti [3]:

  • Angina Stabil

Karakteristik angina stabil ini antara lain :

  1. Berkembang saat jantung bekerja lebih keras, seperti saat berolahraga atau menaiki tangga
  2. Biasanya bisa diprediksi dan rasa sakitnya biasanya mirip dengan jenis nyeri dada yang pernah dialami sebelumnya
  3. Berlangsung dalam waktu singkat, mungkin lima menit atau kurang
  4. Dapat hilang lebih cepat dengan istirahat atau menggunakan obat angina
  • Angina Tidak Stabil

Karakteristik angina tidak stabil antara lain :

  1. Terjadi saat istirahat
  2. Bentuk perubahan pola angina stabil
  3. Gejala terjadi secara tidak terduga
  4. Gejala lebih parah
  5. Gejala berlangsung lebih lama dari angina stabil (30 menit atau lebih lama)
  6. Gejala mungkin tidak hilang dengan penggunaan obat angina
  7. Penanda serangan jantung
  • Angina Varian atau Angina Prinzmetal

Adapun karakteristik Prinzmetal’s angina meliputi :

  1. Biasanya terjadi saat Anda sedang istirahat
  2. Seringkali parah
  3. Bisa lega dengan pengobatan angina
  • Angina Mikrovaskular

Karakteristik angina mikrovaskular antara lain [2] :

  1. Terjadi setelah mengalai stres fisik atau emosional
  2. Gejala nyeri tidak segera hilang bahkan setelah konsumsi obat-obatan
  3. Gejala berlangsung lama
  4. Gejala muncul bahkan ketika melakukan aktivitas sehari-hari secara teratur
  5. Gejala parah
  6. Sesak napas

Komplikasi Angina

Angina diketahui dapat mengakibatkan beberapa komplikasi seperti serangan jantung yang akan ditandai dengan gejala[3]:

  • Dada terasa tertekan
  • Dada terasa penuh
  • Bagian tengah dada terasa nyeri selama beberapa menit
  • Nyeri dada menyebar ke bahu, lengan, punggung, atau bahkan ke gigi dan rahang
  • Nyeri dada meningkat
  • Mual dan muntah
  • Nyeri berkepanjangan di perut bagian atas
  • Sesak napas
  • Berkeringat
  • Pingsan

Angina Pada Wanita

Angina yang terjadi pada wanita diketahui akan memberikan gejala yang berbeda jika dibandingkan dengan laki laki [3].

Selain nyeri di dada, Angina pada wanita juga dapat ditunjukkan oleh gejala lain seperti [3]:

  • Mual
  • Sesak napas
  • Sakit perut
  • Ketidaknyamanan di leher, rahang, atau punggung
  • Nyeri menusuk, bukan tekanan dada

Oleh karena gejala yang agak berbeda ini, Angina pada wanita cenderung lebih berisiko terlambat didiagnosis. Dengan demikian, proses penanganannya mungkin terlambat diberikan [3].

Kapan Harus Kedokter ?

Jika mengalami beberapa hal berikut ini, maka sangat disarankan untuk segera memeriksakan diri kedokter [3]:

  • Nyeri dada terjadi lebih lama dari beberapa menit
  • Nyeri dada tidak kunjung hilang saat beristirahat atau setelah mengonsumsi obat angina
  • Mengalami ketidaknyamanan dada atau gejala baru

Diagnosis Angina

Diagnosis Angina umumnya akan dilakukan dengan beberapa langkah meliputi [4]:

  • Mengidentifikasi Riwayat Kesehatan

Dalam tahap ini, Dokter akan mengidentifikasi gejala, lama terjadi gejala, waktu gejala muncul dan riwayat kesehatan termasuk penyakit jantung atau faktor risiko penyakit jantung.

  • Melakukan Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan fisik juga akan dilakukan untuk mendiagnosis Angina, yang umumnya akan meliputi mendengarkan jantung, mengukur detak jantung, dan mengukur tekanan darah.

  • Melakukan Tes Diagnostik

Langkah selanjutnya yaitu melakukan beberapa tes diagnostik Angina yang meliputi :

  1. Tes darah, untuk mengukur protein tertentu yang dilepaskan selama serangan jantung, kadar kolesterol dan lipid
  2. Rontgen dada, untuk menghilangkan kondisi paru-paru atau tulang yang mungkin menyebabkan gejala
  3. Elektrokardiogram (EKG), untuk mengukur impuls listrik yang dihasilkan saat jantung berdetak dan menunjukkan aliran darah yang terganggu
  4. Tes stress, untuk mengevaluasi fungsi jantung selama berolahraga
  5. Ekokardiogram, untuk menghasilkan gambar jantung yang digunakan melihat adanya masalah fungsi meremas atau relaksasi jantung atau katup jantung
  6. Angiografi koroner, untuk membantu dokter melihat arteri yang tersumbat dan untuk mengobati penyumbatan (jika kondisi sesuai)
  7. Angiografi CT koroner, untuk membantu menentukan arteri menyempit
  8. Stres MRI, untuk menghasilkan gambar detail jantung dan pembuluh darahnya saat sedang stres

Pengobatan Angina

Angina diketahui dapat diobati dengan beberapa cara atau metode sebagai berikut [4]:

  • Konsumsi Obat

Konsumsi obat obatan tertentu diketahui dapat diresepkan untuk membantu meredakan gejala Angina. Adapun jenis obat yang dapat diresepkan akan bergantung pada jenis Angina yang dialami.

Obat obatan Angina tersebut antara lain [4]:

  1. Nitrat, seperti nitrogliserin untuk membantu pembuluh darah menjadi rileks dan melebar
  2. Beta-blocker, untuk membuat jantung berdetak lebih lambat dan tidak terlalu kuat sehingga dapat mengurangi kebutuhan oksigen.
  3. Penghambat saluran kalsium, untuk membantu mengendurkan pembuluh darah
  4. Penghambat ACE, untuk membantu menurunkan tekanan darah
  5. Obat pencegah gumpalan untuk mencegah pembentukan gumpalan darah, seperti aspirin
  6. Statin untuk membantu menurunkan kadar kolesterol
  7. Ranolazine, untuk membantu mengurangi kuantitas terjadinya gejala
  • Perubahan Gaya Hidup

Perubahan gaya hidup diketahui juga dapat dilakukan untuk membantu membatasi gejala Angina. Di mana perubahan gaya hidup tersebut meliputi :

  1. Makan makanan yang menyehatkan jantung
  2. Menghindari makanan besar atau berat
  3. Berolahraga secara teratur sesuai anjuran dokter dengan istirahat secukupnya
  4. Menjaga berat badan yang sehat
  5. Meluangkan waktu melakukan hal yang disukai agar tidak stres
  6. Berhenti merokok
  7. Berhenti mengonsumsi vaping atau mariyuana
  8. Berhenti mengonsumsi alkohol
  9. Menghindari paparan suhu yang sangat panas atau dingin
  10. Memastikan kondisi kesehatan lain seperti tekanan darah tinggi atau diabetes ditangani dengan benar
  • Operasi

Angina yang tidak dapat diobati bahkan setelah mengonsumsi obat obatan dan melakukan perubahan gaya hidup serta jenis Angina tidak stabil mungkin memerlukan metode pengobatan berupa operasi.

Adapun berikut ini merupakan beberapa jenis prosedur operasi yang dapat digunakan sesuia dengan kondisi pasien :

  1. Intervensi koroner perkutan (PCI), untuk membantu membuka atau memperlebar arteri danmenjaga arteri tetap terbuka
  2. Bypass coroner, untuk membantu melewati arteri di jantung yang tersumbat dengan menggunakan pembuluh darah dari tempat lain di tubuh (biasanya pembuluh darah di kaki atau arteri di dada)

Pencegahan Angina

Berikut ini merupakan beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah Angina [3]:

  1. Memantau dan mengontrol tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes
  2. Makan makanan yang sehat dan menjaga berat badan yang sehat
  3. Meningkatkan aktivitas fisik setelah mendapatkan persetujuan dokter
  4. Mengurangi tingkat stres
  5. Berhenti mengonsumsi alkohol
  6. Mendapatkan vaksinasi flu tahunan untuk menghindari komplikasi jantung akibat virus
fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment