Makanan, Minuman dan Herbal

Keledek: Manfaat – Efek Samping, dan Tips Konsumsi

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Tinjauan Medis : dr. Katya Saphira, M.Gizi
Kandungan nutrisi keledek berupa karbohidrat, kalium, vitamin A, C, beta karoten, dan senyawa antosianin menyebabkan keledek memiliki banyak manfaat. Keledek berfungsi sebagai antioksidan, mencegah penyakit

Nama keledek mungkin hanya dikenal sebagian masyarakat di Indonesia. Nama lain dari keledek adalah ubi jalar, yaitu jenis umbi-umbian yang banyak tumbuh di Indonesia. Keledek memiliki banyak sekali manfaat.

Tentang Keledek

Keledek Ungu

Keledek (Ipomoea batatas) merupakan tanaman merambat yang menghasilkan umbi-umbian. Umbi inilah yang dinamakan keledek dan di konsumsi. Keledek dalam bahasa inggris dikenal sebagai sweet potato.

Keledek terdiri dari beberapa macam berdasarkan warna umbinya. Berikut macam-macam keledek [1].

  • Keledek Cilembu. Keledek jenis ini memiliki warna daging krem dan berurat. Rasa dari keledek cilembu ini yaitu manis dan dipercaya memiliki antioksidan yang tinggi
  • Keledek Ungu. Sesuai dengan namanya, daging umbi keledek ini memiliki warna ungu. Keledek ungu ini mengandung karbohidrat yang tinggi. Selain itu, memiliki banyak vitamin seperti vitamin A, vitamin B1 dan vitamin C.
  • Keledek Oranye. Keledek ini memiliki warna oranye karena kandungan beta karoten yang tinggi. Kandungan beta karoten ini berfungsi mencegah kanker, katarak, penyakit jantung dan stroke.
  • Keledek Putih. Keledek ini memiliki tekstur yang lebih rapuh dibanding jenis keledek lainnya. Warna daging keledek ini adalah putih. Keledek ini memiliki manfaat seperti melancarkan pencernaan, mencegah diabetes, dan masih banyak lagi.
  • Keledek Kuning. Keledek ini terkadang sangat mirip bentuknya dengan keledek orange. Warna daging buahnya adalah kuning. Kandungan gizi tertinggi dalam keledek jenis ini adalah vitamin A dan vitamin C.

Keledek berasal dari negara Selandia Baru, Polinesia dan Amerika bagian tengah. Keledek mulai dikenal dan ditanam di Indonesia adalah pada abad ke-16 [1].

Kandungan Gizi Keledek

Keledek mengandung banyak nutrisi didalamnya. Kandungan gizi dalam 100 gram berat kering keledek berdasarkan AKG 2000 kalori adalah sebagai berikut [2]

NameAmountUnit
Kalori136gram
Protein1,1gram
Lemak0,4gram
Karbohidrat32,3gram
Kalsium57mg
Fosfor52mg
Zat besi0,7mg
Natrium5mg
Kalium393mg
Niacin0,6mg
Vitamin A900SI
Vitamin B10,1mg
Vitamin B20,04mg
Vitamin C35mg
Air68,5gram

Kandungan gizi utama dalam keledek adalah karbohidrat, kalium, vitamin A dan vitamin C.

Keledek juga mengandung beta karoten yang berperan dalam mengendalikan hormon melatonin. Hormon ini berperan dalam menyebabkan rasa kantuk sehingga mengurangi terjadinya penyakit insomnia [2].

Keledek mengandung senyawa antosianin yaitu senyawa yang mampu mencegah kerusakan dari sel radikal bebas.

Antosianin juga berfungsi mencegah penuaan dini, penyakit jantung, kepikunan dan mencegah penyakit kanker.

Antosianin memiliki kemampuan sebagai antimutagenik serta antikarsinogenik, yang berfungsi melawan mutagen dan zat karsinogenik yang menyerang dalam tubuh. 

Manfaat Keledek

Kandungan gizi yang banyak dalam keledek membuat umbi ini memiliki banyak manfaat . Berikut penjelasannya.

1. Mencegah Kanker

Keledek mengandung senyawa beta karoten yaitu salah satu karotenoid yang menjadi zat pigmen bagi sayuran atau buahan.

Senyawa ini memiliki fungsi sebagai antioksidan yang efektif mencegah penyakit kanker, terutama untuk kanker usus, usus besar, ginjal, prostat, dan kanker lainnya [4].

Keledek dikenal kaya akan antosianin (khususnya keledek yang berwarna ungu).

Antosianin adalah senyawa golongan flavonoid yang berfungsi sebagai anti-kanker. Keledek memiliki kandungan antosianin sebesar 61,85 mg/100 g [3].

Keledek juga mengandung selenium yang berfungsi juga dalam pencegahan sel kanker.

Selenium merupakan mineral yang biasanya terdapat pada sayur dan buah. Selain mencegah kanker, selenium berfungsi meningkatkan kognitif fungsi otak [3].

Semakin pekat warna keledek, semakin tinggi tingkat beta karotennya.

2. Anti-inflamasi (Anti peradangan)

Inflamasi atau peradangan merupakan reaksi sistem kekebalan alami dalam tubuh untuk  melindungi dari serangan sumber penyakit. Inflamasi terjadi ketika tubuh mengalami luka, terinfeksi bakteri, racun ataupun panas.

Kandungan beta karoten, fosfor dan vitamin B mampu mengurangi peradangan khususnya peradangan dalam pencernaan yaitu lambung dan usus [4][6].

3. Menjaga Kesehatan Kulit

Keledek mengandung antosianin yang berfungsi mencegah terjadinya penuaan dini. Kandungan beberapa vitamin dalam keledek juga mampu menyehatkan kulit dimana dapat mencegah flek hitam dan kerutan pada wajah [5].

Keledek mengandung riboflavin (vitamin B1) yang berfungsi meningkatkan kolagen dalam tubuh.

Kolagen berfungsi menjaga kesehatan kulit bahkan rambut dengan bekerja mempertahankan struktur kulit agar tetap sehat dan mencegah timbulnya kerutan pada wajah [5].

4. Menjaga Kesehatan Jantung dan Peredaran Darah

Keledek juga mengandung vitamin E. Kombinasi antara beta karoten dan vitamin E ini sangat baik bagi kesehatan jantung.

Beta karoten berfungsi mencegah terjadinya stroke, sedangkan vitamin E berfungsi mencegah terjadinya penyumbatan pada saluran pembuluh darah [4] [6].

Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan penyakit kronis, seperti stroke. Tekanan darah tinggi juga bisa mengganggu kesehatan dan menurunkan kekebalan tubuh.

Kandungan kalium dalam keledek sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung karena dapat menurunkan tekanan darah dengan menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh [11].

Kandungan kalium yang tinggi dan vitamin C efektif dalam mengendalikan tekanan darah sehingga meminimalkan terjadinya serangan jantung. Keledek juga mengandung antoisianin yang berfungsi menyehatkan jantung.

5. Mencegah Diabetes

Keledek sama halnya dengan jenis umbi-umbian lain yang memiliki kandungan gula alami yang sangat baik bagi penderita diabetes. Sebaiknya konsumsi keledek dengan cara dikukus atau direbus.

Keledek kukus atau keledek rebus dipercaya mampu mengatur kadar gula darah yang bekerja dengan mengatur fungsi hormon yang menghasilkan insulin [3].

6. Menjaga Kesehatan Gigi dan Tulang

Keledek mengandung beta karoten, fosfor, vitamin B kompleks yang mampu mencegah terjadinya penyakit arthritis. Penyakit arthritis merupakan penyakit radang sendi yang biasanya dialami oleh pria atau wanita berusia lanjut

Selain keledek yang dikonsumsi, air rebusan dari keledek bisa meringankan penyakit tersebut dengan cara mengkompreskannya pada bagian yang sakit [6].

Selain mineral fosfor dan kalium, keledek juga mengandung mineral mangan. Kandungan mangan dalam keledek adalah sekitar 44% berdasarkan AKG.

Mangan berfungsi menjaga kekuatan tulang dan sendi. Mengonsumsi keledek yang kaya akan mineral mampu mencegah penyakit osteoporosis di masa lansia.

7. Menjaga Kesehatan Pencernaan

Keledek mengandung serat yang lebih tinggi dari jenis umbi lainnya seperti kentang. Serat sangat berfungsi dalam melancarkan pencernaan.

Selain itu, makanan dengan kandungan serat yang tinggi sangat bagus untuk menurunkan berat badan [3].

Tekstur keledek yang halus sangat baik untuk kesehatan lambung dan usus. Kandungan anti-inflamasi yang terdapat pada keledek juga mampu mengurangi peradangan yang terjadi pada lambung dan usus.

Efek Samping Keledek

Konsumsi keledek yang berlebihan dan tidak tepat akan menyebabkan efek samping. Berikut efek samping yang dapat disebabkan saat mengonsumsi keledek [7].

1. Kekurangan Nutrisi

Keledek kaya akan karbohidrat sehingga sangat baik sekali menjadi pengganti nasi bagi orang diet dan diabetes.

Namun, apabila tidak dibarengi dengan mengonsumsi makanan lain seperti sayuran dan buah lainnya, maka tubuh dapat kekurangan nutrisi [7].

2. Kerusakan ginjal

Jika akhir-akhir ini sedang mengonsumsi obat yang mengandung kalium, sebaiknya tidak mengonsumsi keledek.

Hal ini karena keledek memiliki kandungan kalium yag cukup tinggi. Kelebihan kalium dalam tubuh dapat menurunkan kesehatan ginjal [7] [8].

3. Kencing batu

Keledek mengandung asam oksalat. Senyawa ini dapat mengkristal menjadi batu oksalat pada saluran kemih.

Jangan mengonsumsi keledek secara berlebihan jika memiliki riwayat kencing batu. Disarankan untuk meminum banyak air putih saat mengonsumsi keledek [8].

Cara Penyimpanan Keledek

Keledek sebaiknya disimpan ditempat yang sejuk dan gelap. Keledek sangat sulit disimpan didalam kulkas.

Hal ini dikarenakan, apabila keledek disimpan lama dalam kulkas dan hendak dimasak, maka bagian tengah dari keledek akan terasa sangat keras [9].

Bagian tengah keledek yang keras disebabkan oleh enzim dementhylase. Enzim ini akan ber-hibernasi atau “tertidur” apabila berada pada lingkungan dengan suhu dibawa 12,7o C dalam waktu yang lama [9].

Disarankan apabila hendak memasak keledek yang sudah disimpan dalam kulkas, lebih baik diamkan terlebih dahulu disuhu ruangan [9].

Berikut beberapa tips memilih dan menyimpan dengan baik keledek agar tidak merusak kandungan gizi didalamnya [9].

  1. Pilihlah keledek yang segar atau masih baru dipanen dan tekstur kulitnya juga baik
  2. Pilihlah keledek yang tidak memiliki bau yang menyengat.
  3. Bersihkan keledek dengan mencuci dan mengeringkannya.
  4. Jangan menyimpan keledek secara bertumpuk-tumpuk. Hal ini dapat menyebabkan keledek bertunas
  5. Simpanlah keledek pada tempat yang sejuk, gelap dan jauh dari bau menyengat.
Keledek sebaiknya disimpan tidak lebih dari 3 minggu. Keledek yang telah sangat lama disimpan dapat menyebabkan tumbuhnya tunas dan perubahan struktur keledek.

Cara Konsumsi Keledek

Keledek dikonsumsi oleh semua kalangan usia, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia. Mengonsumsi keledek tidak boleh dengan cara sembarangan karena akan menghilangkan nutrisi yang terkandung dalam keledek [9] [10].

Keledek dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan. Dimulai dari mengonsumsi keledek rebus dan dikukus sebagai sumber karbohidrat pengganti nasi, digoreng sebagai camilan hingga menjadi keripik.

Keledek yang direbus, kukus, atau digoreng sebaiknya memperhatikan lama waktu memasak agar kandungan nutrisi dalam keledek tidak hilang.

Tips Mengolah Keledek untuk Anak-anak

Namun olahan konsumsi diatas membuat anak-anak kurang menyukainya. Anak-anak dapat mengonsumsi keledek dengan cara lain seperti berikut.

  • Agar-agar keledek. Keledek dapat dibuat menjadi agar-agar atau dessert yang sangat lembut dan disukai oleh anak-anak. Agar-agar ini dapat menggunakan keledek berwana ungu atau oranye. Dengan warna yang dihasilkan keledek pada agar-agar mampu menarik perhatian si kecil untuk mengonsumsi keledek.
  • Smoothies Keledek. Keledek sebelumnya dibekukan, lalu ditumbuk atau dihancurkan. Diberi tambahan susu kedelai yang mampu menambah nutrisi didalamnya.
  • Es krim Keledek. Keledek ternyata dapat dijadikan sebagai es krim yang disukai anak-anak. Keledek yang sangat cocok dijadikan eskrim adalah keledek berwarna ungu. Selain memberikan rasa manis pada es krim, juga memberikan warna yang menarik [8].
  • Jus Keledek. Selain menjadi bahan makanan, keledek dapat dijadikan bahan minuman. Sebelum menghaluskan keledek menjadi jus, pastikan keledek sudah direbus atau kukus terlebih dahulu.
Keledek merupakan jenis umbian yang banyak ditanam dan dikonsumsi di Indonesia. Keledek mengandung serat, karbohidrat dan kalori yang tinggi. Selain itu, kandungan mineral dan vitamin dalam keledek juga sangat banyak. Manfaat keledek antara lain yaitu mencegah kanker, antiinflamasi, menyehatkan jantung, tulang dan gigi serta pencernaan. 

1). Remya Mohanrai, Subha Sivasankar. 2014. Journal of Medical Food 17(7):33-41. Sweet Potato (Ipomoea batatas L.) a Valuable Medicinal Food: A Review.
2). Arthey, D. dan Ashurst, P.R. 2001. An Aspen Publication, Maryland. Fruit Processing, Nutrition Product, and Quality Management, 2nd edition.
3). Suda, I., Oki, T., Masuda, M., Kobayashi, M., Nishiba, Y. dan Furuta, S. 2003. Japan Agricultural Research Quarterly 37:167-173. Review: Physiological functionality of purple-fleshed seet potatoes containing anthocyanins and their utilization in foods.
4). Dixon, B.M., Dixon, A.G.O. dan Semakula, G. 2007. International Journal and Food Science + technology, 44(12): 2350-2375. Changes in total carotenoid content at different stages of traditional processing of yellow-fleshed cassava genotypes.
5). Furuta, S., Suda, I., Nishiba, Y. dan Yamakawa, O. 1998. Food Science and Technology International of Tokyo 4: 33-35. High tert-butylperoxyl radical scavenging activities of sweet potato cultivars with purple flesh.
6).Teow, C.C., Truong, V.D., McFeeters, R.F., Thompson, R.L., Pecota, K.V. dan Yencho, G.C. 2007. Food Chemistry 103: 829-838. Antioxidant activities, phenolic and β-carotene contents of sweet potato genotypes with varying flesh colours.
7). Yang, J. dan Gadi, R.L. 2008. American Journal of Food Technology 3: 224-234. Effect of steaming and dehydration on anthocyanins, antioxidant activity, total phenols and color caracteristics of purple-fleshes sweet potatoes (Ipomea batatas).
8).Wrolstad, R.E., Durst, R.W. dan Lee, J. 2005. Trends in Food Science and Technology 16: 433-428. Tracking color and pigment changes in anthocyanin products.
9).Adelia C Bovell, Benjamin. 2007. Advances in Food Nutrients Research 51:1-59. Sweet Potato: A Review of Its Past, Present, and Future Role in Human Nutrition.
10). Aly Farag El Sheikha, Ramesh C Ray. 2017. Critical Review in Food Science and Nutrition Feb 57(3): 455-471. Potential Impacts of Bioprocessing of Sweet Potato: Review
11).Aristea Binia, Jonathan Jaeger, Youyou Hu, Anurag Singh, Diane Zimmermann. 2015. Journal of Hypertension. 33(8): 1509-20. Daily Potassium Intake and Sodium-To-Potassium Ratio in the Reduction of Blood Pressure: A Meta-Analysis of Randomized Controlled Trials

Share