Penyakit & Kelainan

Penyebab Kulit Pucat

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Tinjauan Medis : dr. Maria Arlene, Sp.Ak
Kulit yang pucat bisa terjadi pada seluruh tubuh, atau hanya pada satu area tubuh saja. Seringkali kulit pucat juga disertai oleh konjungtiva, bagian dalam mulut, atau permukaan lidah yang juga pucat.

Ketika pucat, kulit akan tampak lebih terang daripada biasa. Istilah untuk kondisi ini adalah pallor dan bisa terjadi pada segala jenis dan warna kulit.

Bila seseorang tampak pucat, hal tersebut bisa disebabkan oleh kurangnya hemoglobin di dekat permukaan kulit karena berbagai sebab. Hemoglobin adalah protein dalam sel-sel darah merah yang bertugas mengirimkan oksigen. [1, 2, 3, 4]

Kulit pucat berbeda dari warna kulit yang terang akibat rendahnya kadar pigmen di kulit.

Beberapa kelainan genetik, misalnya albino dan vitiligo, mempengaruhi jumlah pigmen kulit. Perubahan kadar pigmen juga bisa disebabkan oleh rusaknya kulit, misalnya karena luka atau terbakar. Pada kasus-kasus seperti ini, melanosit, yaitu sel yang menghasilkan pigmen kulit, mengalami gangguan. [2, 3]

Berikut adalah sebab-sebab memucatnya kulit:

Anemia

Anemia adalah istilah untuk sekelompok gangguan kesehatan yang membuat sel darah merah yang sehat dalam tubuh berkurang. Sel darah merah mengandung hemoglobin yang mengandung oksigen. Tanpa hemoglobin dan oksigen yang cukup, kulit akan menjadi pucat. [1, 2, 3, 4]

Anemia akibat kekurangan zat besi adalah jenis yang paling umum dan bisa disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh menyerap zat besi atau karena suatu perdarahan.

Jenis-jenis anemia lainnya termasuk:

  • Anemia aplastik yang terjadi bila sumsum tulang berhenti menghasilkan sel darah merah
  • Anemia hemolitik yang disebabkan oleh sel-sel darah merah yang rusak di dalam aliran darah
  • Sickle cell anemia, juga disebut thalassemia, yang bersifat genetik dan disebabkan oleh masalah pada kepadatan sel darah merah dalam tubuh

Beberapa penyakit tertentu, termasuk kanker, juga bisa menyebabkan anemia.

Bukan hanya tampak pucat, orang yang mengalami anemia juga biasanya mudah lelah dan nafasnya pendek-pendek. Anemia membutuhkan perawatan segera oleh dokter.

Perdarahan

Jenis perdarahan berat apapun bisa mengakibatkan tubuh kekurangan cadangan zat besi dan kemudian menurunkan kadar hemoglobin sehingga kulit tampak pucat.

Perdarahan yang berat dan mengakibatkan kulit memucat harus segera ditangani secara medis.

Beberapa contoh perdarahan yang bisa membuat kulit pucat termasuk: [2]

  • Menstruasi yang sangat deras hingga membuat pembalut harus diganti setiap jam selama dua jam berturut-turut
  • Perdarahan berat pasca melahirkan
  • Perdarahan gastrointestinal akibat luka atau ulkus
  • Perdarahan dalam akibat cedera
  • Perdarahan setelah menjalani operasi

Kekurangan vitamin

Kekurangan gizi yang berat bisa membuat tubuh kesulitan memproduksi sel-sel darah yang sehat.

Anemia akibat kekurangan vitamin bisa terjadi bila tubuh seseorang kekurangan asupan vitamin B-12, atau disebut juga folat. Orang dengan anemia jenis ini bisa tampak sangat pucat dan kelelahan. [1, 2, 3, 4]

Kekurangan B-12 bisa terjadi bila saluran cerna tidak bisa menyerap vitamin dengan baik. Jika ini adalah kasusnya, maka konsumsi suplemen vitamin hanya akan sedikit membantu dan harus diperiksakan ke dokter.

Infeksi

Salah satu jenis infeksi yang paling serius, disebut sepsis, adalah infeksi yang disebabkan masuknya bakteri ke dalam aliran darah. Jika bakteri sampai merusak sel-sel darah merah maka akan menyebabkan kulit menjadi pucat. [2]

Sepsis adalah kondisi darurat yang biasanya mengharuskan penderitanya untuk mengonsumsi antibiotik dan dirawat di rumah sakit.

Infeksi penyebab kulit pucat juga bisa termasuk:

  • Infeksi dari flu atau selesma
  • Demam
  • Masalah pernafasan yang berkaitan dengan infeksi sehingga menyebabkan kadar oksigen dalam darah turun

Kelelahan

Kelelahan juga bisa menyebabkan orang terlihat pucat. Tetapi, kaitan diantara keduanya masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Sebuah studi di tahun 2013 mencatat bahwa kelelahan juga bisa menyebabkan mata seseorang tampak kuyu dan merah. [2]

Pada beberapa kasus, kelelahan terutama yang bersifat kronis, adalah suatu gejala dari gangguan kesehatan, salah satunya anemia.

Gangguan pernafasan

Gangguan pernafasan bisa membuat penderitanya kesulitan mendapatkan oksigen yang cukup, dan hal ini bisa menyebabkan kulit pucat. Penyakit pernafasan kronis dan kanker paru-paru adalah dua contoh dari kondisi ini.

Gangguan pernafasan akut, misalnya yang disebabkan oleh serangan asma, juga bisa menurunkan kadar oksigen dalam darah. Selain itu, beberapa orang juga mengalami rona biru di kulit mereka yang disebut cyanosis. [2]

Gangguan pernafasan, baik yang bersifat kronis maupun akut, harus mendapatkan perawatan dari dokter.

Kelainan genetik

Beberapa kelainan genetik yang langka bisa mempengaruhi sel-sel darah merah, atau hemoglobin khususnya, dan menyebabkan kulit pucat yang kronis atau berlangsung dalam waktu lama. Biasanya orang dengan kelainan seperti ini akan tampak pucat seumur hidupnya.

Salah satu kondisi yang langka ini adalah G6PD (glucose-6-phosphate dehydrogenase deficiency). Kelainan ini hampir selalu terjadi pada pria, dan menyebabkan sel-sel darah merah pecah lebih cepat dari seharusnya sehingga mengakibatkan anemia hemolitik. [2]

Orang dengan kelainan genetik seperti ini akan tampak sangat pucat dengan warna kuning di kulit sekitar matanya.

Kanker

Beberapa jenis kanker bisa menyebabkan kulit pucat. Misalnya, kanker paru-paru yang bisa mengganggu kemampuan bernafas dan menyebabkan tubuh kekurangan oksigen.

Selain itu, leukemia juga mempengaruhi kemampuan tubuh untuk menghasilkan sel-sel darah merah, menyebabkan kulit pucat serta menurunkan kadar oksigen darah.

Penyebab-penyebab lain

Selain dari sebab-sebab diatas, kulit pucat juga bisa diakibatkan oleh: [1]

  • Kurangnya paparan sinar matahari
  • Terpapar udara dingin dan radang dingin (frostbite)
  • Shock (tekanan darah sangat rendah dan berada di angka yang berbahaya)
  • Penyumbatan di pembuluh darah arteri salah satu bagian tubuh

1. Verneda Lights, Alana Biggers, M.D., MPH. Paleness. Healthline; 2019.
2. Zawn Villines, Dr. Payal Kohli, M.D., FACC. What to know about skin paleness. Medical News Today; 2019.
3. Melissa Conrad Stöppler, MD. Pale Skin: Symptoms & Signs. Medicine Net.
4. Dr AG Hall. Pallor. Mediclinic Infohub.

Share