Makanan, Minuman dan Herbal

Pinang: Manfaat – Efek Samping dan Tips Konsumsi

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Tinjauan Medis : dr. Katya Saphira, M.Gizi
Buah pinang dapat dikonsumsi namun perlu hati-hati. Buah ini memiliki kandungan nutrisi berupa vitamin A, B, kalium, kalsium serta vitamin dan mineral lainnya. Kandungan nutrisi ini dapat berfungsi dalam

Tentang Pinang

Buah Pinang

Pinang merupakan biji dari salah satu pohon jenis Areca Catechu yang berasal dari Malaysia. Saat ini pinang dibudidayakan di daerah tropis seperti kepulauan Pasifik, Asia, dan Afrika [1].

Pinang dapat dibudidayakan dengan menggunakan biji dan dibutuhkan waktu sekitar 7 tahun untuk menunggu pohon pinang menghasilkan buah [1].

Masyarakat benua Asia terdahulu biasa mengunyah pinang dengan merebus pinang yang kemudian dibungkus dengan daun sirih [1].

Buah pinang dianggap dapat menjaga kesehatan mulut, nafsu makan, dan produksi air liut. Namun, buah ini juga dapat memberikan dampak yang berbahaya bagi manusia [1].

Kanker mulut dan dampak kesehatan yang tidak baik bagi bayi dalam rahim adalah merupakan salah satu dampak berbahaya yang ditemukan dalam buah ini [1].

Fakta Menarik tentang Pinang

Berikut adalah beberapa fakta menarik tentang pinang yang mungkin belum kita tahu [2, 3] :

  • Negara India merupakan memiliki tingkat produksi dan konsumsi buah pinang tertinggi di dunia.
  • Buah ini dapat dipotong dengan mudah saat kulitnya masih berwarna hijau dan jika buah ini mengering, daging buah akan ikut mengeras seperti kacang.
  • Buah pinang merupakan zat psikoaktif terpopuler keempat setelah nikotin, alkohol, dan kafein, lebih dari 600 juta orang menggunakannya.
  • Buah pinang memiliki dampak berbahaya bagi manusia, diantaranya adalah kanker mulut, gangguan rahang, masalah reproduksi, dan efek ketergantungan.
  • Mengunyah buah pinang secara berlebih juga dapat mengakibatkan kerusakan pada gigi dan penyakit gusi. Serta akan muncul noda gigi merah tua atau hitam.
  • Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat memasukkan buah pinang ke dalam database tanaman beracun karena dianggap tidak aman untuk dimakan.

Kandungan Gizi Pinang

Walaupun buah pinang dianggap berbahaya jika dikonsumsi manusia, buah ini juga memiliki beberapa kandungan gizi yang baik untuk kesehatan manusia.

Tabel di bawah ini akan menunjukkan kandungan gizi dalam buah pinang dalam 100g [4] :

Kandungan GiziJumlahUnit
Kalori339k
Protein5.2gram
Lemak10.2gram
Thiamine/B119miligram
Riboflavin/B210-12part per million
Niacin/B31.1miligram
Sodium76miligram
Potasium450miligram
Kalsium400miligram
Fosfor89miligram
Besi4.9miligram
Karbohidrat56.7gram
Kandungan Gizi Pinang per 100g

Kelebihan dari kandungan gizi buah pinang :

  • Buah pinang mengandung vitamin B2 yang memiliki manfaat baik bagi kesehatan mata manusia.
  • Buah pinang juga mengandung protein dan kalsium yang baik untuk tulang dan otot tubuh manusia.
  • Kalium yang ada pada buah ini dapat membantu manusia mengontrol cairan, kontraksi otot, dan mengirim sinyal pada tubuh.

Manfaat Pinang

Beberapa bagian dari pohon pinang dapat digunakan sebagai obat untuk menyembuhkan beberapa penyakit pada manusia, terutama pada bagian akar dan daunnya.

Buah pinang juga dapat digunakan dalam beberapa pengobatan penyakit, namun buah ini dilarang dipetik ketika masih belum matang.

Berikut adalah beberapa manfaat pinang untuk kesehatan manusia :

  • Sifat Anti-Mikroba

Serat kulit buah pinang sering digunakan oleh masyarakat di daerah pedesaan untuk membersihkan gigi mereka. Ternyata hal ini memiliki dampak yang baik untuk mereka [5].

Sifa-sifat anti-mikroba dalam buah ini selain memiliki sifat untuk membersihkan mulut, juga dapat meningkatkan kesehatan mulut [5].

Terdapat penelitian yang menggubakan ekstrak alkohol dan air dari kulit buah pinang. Hasilnya, ekstrak ini menunjukkan efek penghambatan dengan zona 5-9mm [5].

  • Mengatasi Skizofernia

Skizofernia merupakan gangguan kejiwaan pada manusia yang dapat menyebabkan sering mengalami halusinasi [6].

Gangguan ini dapat terjadi pada pria usia belasan hingga awal 20-an, jika wanita pada usia akhir 20-an dan awal 30-an [6].

Terdapat penelitian terhadap 70 orang pengidap skizofrenia. Kemudian dibagi sebanyak 40 orang merupakan pengunyah buah pinang dan 30 orang tidak mengunyah buah pinang [7].

Hasilnya, pengunyah buah pinang memiliki angka skala sindrom yang jauh lebih rendah dibanding orang yang tidak mengunyah. Hal ini menunjukkan perbaikan dalam gejala skizofrenia [7].

Orang yang memiliki kebiasaan untuk mengunyah buah pinang akan memproduksi saliva dalam jumlah yang besar.

Saliva merupakan cairan yang dapat membantu manusia untuk menelan dan mengunyah makanan, serta dapat membantu mengatasi mulut yang kering [8].

  • Mengatasi Cacing dalam Perut

Terdapat penelitian yang dilakukan di wilayah Timur Laut Thailand, memeriksa efek samping dari buah pinang dalam pengobatan infeksi cacing pada manusia [9].

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa obat yang dihasilkan dari buah pinang dapat mengobati pasien yang terinfeksi cacing pada sistem pencernaan mereka [9].

  • Sifat Anti-Depresan

Anti-Depresan merupakan obat yang digunakan untuk mengobati gangguan depresi dengan kelas mayor. Anti-Depresan juga dapat mengobati kondisi kecemasan [19].

Penelitian yang dilakukan untuk menyelidiki aktivitas antidepresan dengan menggunakan tes perilaku dan biokimia menunjukkan terjadi peningkatan serotonin dan noradrenalin [10].

Akibat dari peningkatan serotonin dan noradrenalin tersebut, ekstrak dari buah pinang potensial memiliki efek antidepresan [10].

  • Euphoria

Mengunyah buah pinang dapat menghasilkan rasa euforia yang dapat meningkatkan kapasitas untuk bekerja [11].

Dengan mengunyah buah pinang dapat meningkatkan detak jantung, tekanan darah, berkeringat dan suhu tubuh, serta meningkatkan konsentrasi norepinefrin dan epinefrin dalam plasma [11].

  • Mengandung Imunomodulator

Imunomodulator merupakan obat yang bersifat sebagai imunosupresan dan imunostimulan [20].

Imunosupresan merupakan obat yang dapat menekan atau mengurangi kekuatan pada sistem kekebalan tubuh manusia dan juga dapat menolak organ yang ditransplantasikan [20].

Buah ini ditemukan mengandung senyawa-senyawa yang dapat menghilangkan racun dalam tubuh. Analisis yang dilakukan mengungkapkan keberadaan katekin dan quercetin pada buah ini [12].

Keberadaan katekin dan quercetin terbukti dapat meningkatkan jumlah leukosit dan meningkatkan aktivitas dan kapasitas makrofag secara signifikan [12].

Glaukoma adalah kondisi dimana saraf optik pada mata manusia tidak berfungsi dengan baik [13].

Penyakit ini dapat mengganggu pengiriman informasi visual dari mata ke otak, yang jika akan dibiarkan akan mengakibatkan kebutaan [13].

Kandungan nutrisi yang terdapat buah ini, yaitu vitamin A, dapat membantu Anda mengatasi atau mencegah terkena penyakit glaukoma. Namun, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan.

Buah pinang juga dikenal karena dapat meningkatkan energi pada tubuh manusia. Hal ini terjadi karena buah pinang mengandung alkaloid yang melepaskan adrenalin [14].

Beberapa negara di dunia menggunakan buah ini untuk meningkatkan energi dalam melakukan kegiatan mereka sehari-hari [18].

Buah ini mengandung arecoline dan alkaloid yang berkolaborasi dengan stimulan untuk meningkatkan kewaspadaan serta peningkatan kemampuan menangani tugas [18].

Adrenalin yang dilepaskan menyebabkan munculnya perasaan sejahtera dan euforia. Ini dapat membuat tetap terjaga untuk waktu yang lama [14].

  • Mencegah Tumor

Tidak hanya buah pinang saja yang dapat bermanfaat bagi manusia. Ekstrak daun pinang menunjukkan efek yang baik dalam mengurangi tingkat pertumbuhan tumor [15].

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ektrak daun pinang dapat menghambat munculnya karsinogenesis yang diinduksi DMBA [15].

Efek kemopreventif daun pinang menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun pinang menurunkan benzo[a] pyrene yang diinduksi papilloma [15].

Stroke terjadi karena kondisi pembuluh darah yang ada di otak pecah sehingga mengganggu penyaluran darah ke otak. Hal ini mengakibatkan oksigen tidak sampai ke otak [21].

Tidak adanya oksigen yang masuk ke otak menyebabkan sel-sel dan jaringan pada otak menjadi rusak dan mati hanya dalam waktu singkat [21].

Penelitian yang dilakukan baru-baru ini menyarankan bahwa buah pinang dapat menjadi solusi untuk melakukan penyembuhan penyakit stroke [14, 18].

Ekstrak buah pinang ini dapat meningkatkan bicara, kekuatan, dan fungsi kandung kemih pada orang yang menderita penyakit stroke [14, 18].

Buah pinang juga terbukti dapat meningkatkan kemampuan bicara dan juga menambah kekuatan otot pada orang-orang yang mengalami gegar otak [18].

  • Penyembuhan Gangguan Pencernaan

Mengonsumsi buah pinang dapat membantu penyembuhan beberapa gangguan pencernaan, diare, dan sakit perut lainnya [18].

Hal tersebut dikarenakan buah pinang memiliki beberapa kandungan yang berdampak baik bagi sistem pencernaan manusia.

Efek Samping Pinang

Buah pinang dikenal sebagai buah yang lebih memiliki efek yang berbahaya dibanding manfaat untuk manusia [14].

Berkut adalah beberapa efek samping ketika mengonsumsi buah pinang secara berlebihan [14, 16] :

  • Mengunyah buah pinang terlalu sering dapat berisiko terkena kanker mulut (oral submucous fibrosis) dan kanker kerongkongan, yang jika dikonsumsi dengan tembakau akan semakin memperparah penyakit.
  • Orang yang mengonsumsi buah pinang sebanyak 8-30 gram berpotensi menyebabkan kematian.
  • Sering mengunyah buah pinang akan meninggalkan noda merah pada mulut, bibir, bahkan feses Anda.
  • Sering mengunyah buah pinang juga dapat membuat produksi saliva meningkat yang dapat mengakibatkan Anda akan sering membuang ludah atau bahkan muntah.
  • Buah pinang memiliki efek stimulan yang mirip dengan kafein dan tembakau, jika dikonsumsi secara berlebih akan berdampak pada kesehatan manusia.
  • Buah pinang dapat membuat penyakit asma akan semakin buruk.
  • Untuk orang yang memiliki penyumbatan pada usus, sebaiknya hindari mengonsumsi buah ini karena akan memperburuk penyumbatan.
  • Mengonsumsi buah pinang berlebih dapat meningkatkan sekresi pada sistem pencernaan manusia, dikhawatirkan berdampak buruk pada luka pada pencernaan.
  • Buah pinang dapat meningkatkan cairan di paru-paru yang dapat membahayakan kondisi paru-paru dan memicu penyakit paru-paru seperti asma atau emfisema.
  • Seing mengonsumsi buah pinang juga dapat meningkatkan risiko terkena kejang.
  • Sekresi pada saluran kemih juga berdampak jika mengonsumsi buah pinang secara berlebih. Hal ini dapat membuat penyumbatan pada urin.
  • Mengonsumsi buah pinang secara berlebih juga dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, sindrom metabolik, dan juga obesitas.
  • Mengonsumsi buah pinang dengan intensitas waktu yang sering dapat menyebabkan gejala ketergantungan.

Bagaimana Cara Menyimpan Pinang

Berikut beberapa cara yang baik dan benar untuk menyimpan buah pinang [17] :

  • Anda dapat menyimpan buah pinang di dalam tempat yang kedap udara pada suhu ruangan tertutup (kamar) dan akan bertahan sekitar 7-10 hari.
  • Semakin lama Anda menyimpan buah tersebut, kulit dan isi buah pinang akan menjadi kering, karena kadar air buah akan berkurang.
  • Anda juga dapat meletakkan buah ini di dalam freezer, namun rasa dari buah akan menjadi pahit dan tidak enak.
  • Untuk mengatasi hal tersebut, Anda dapat merebus buah tersebut selama 1-3 menit sebelum menaruh buah tersebut ke dalam freezer.

Tips Konsumsi Pinang

Berikut beberapa cara yang baik dan benar untuk menyimpan buah pinang [18] :

  • Anda dapat mengonsumsi daun pinang dengan beberapa potongan kacang yang dicampur dengan kalsium hidroksida, kapulaga, cengkeh, dan katechu.
  • Buah pinang dapat Anda konsumsi secara langsung tanpa diolah apapun atau Anda dapat memasak buah ini untuk dikonsumsi sebagai sayuran.

1. Niloufer Sultan Ali & Ali Khan Khuwaja. Betel Nut (Areca catechu) Usage and Its Effects on Health. ScienceDirect; 2011.
2. Sonuhoney. Facts About Hard Nutty Betel Nut. Blog Nurserylive; 2016.
3. Anonim. 7 Betel Nuts Facts Parents Need to Know About. Projectknow; 2020.
4. Anonim. Betel Nut Fruit. Fruits Info; 2020.
5. Maria Bobby Cyriac, Pai Vidya, Ipe Varghese, Manjula Shantaram & Maji Jose. Antimicrobial properties of Areca catechu (Areca nut) husk extracts against common oral pathogens. ResearchGate; 2012.
6. Valencia Higuera. What Do You Want to Know About Schizophrenia?. Healthline; 2018.
7. R J Sullivan, J S Allen, C Otto, J Tiobech & K Nero. Effects of Chewing Betel Nut (Areca Catechu) on the Symptoms of People With Schizophrenia in Palau, Micronesia. Cambridge University Press; 2000.
8. Santos-Longhurst. Artificial Saliva for Dry Mouth and More. Healthline; 2019.
9. Supachai Samappito, Buavaroon Srichaikul, Jaruwan Viroj & Gordon Bakker. Comparative study of double blind clinical trial in side-effects among Areca catechu l., Thai traditional herbal formula and mebendazole. National Center for Biotechnology Information; 2012.
10. Ghulam Abbas, Sabira Naqvi, Shaista Erum, Shakil Ahmed, Atta-ur-Rahman & Ahsana Dar. Potential Antidepressant Activity of Areca Catechu Nut via Elevation of Serotonin and Noradrenaline in the Hippocampus of Rats. Wiley; 2013.
11. N S Chu. Effects of Betel Chewing on the Central and Autonomic Nervous Systems. National Center for Biotechnology Information; 2001.
12. Liza Meutia Sari, Rachmi Fanani Hakim, Zaki Mubarak & Andriyanto Andriyanto. Analysis of phenolic compounds and immunomodulatory activity of areca nut extract from Aceh, Indonesia, against Staphylococcus aureus infection in Sprague-Dawley rats. National Center for Biotechnology Information; 2020.
13. Kimberly Holland. Glaucoma. Healthline; 2017.
14. Madigan Talmage-Bowers. How Dangerous Is Betel Nut?. Healthline; 2018.
15. Rajendra Toprani & Daxesh Patel. Betel leaf: Revisiting the benefits of an ancient Indian herb. National Center for Biotechnology Information; 2013.
16. Anonim. Betel Nut. WebMD; 2020.
17. Kim J. EVALUATION OF VARIOUS PRESERVATION METHODS OF BETEL NUT IN THE CNMI. REEIS USDA; 2012.
18. Anonim. Betel nuts facts and benefits. Health Benefits Times; 2020.
19. Adda Bjarnadottir. A Guide to Common Antidepressant Side Effects. Healthline; 2018.
20. Stephanie Faris & Erica Cirino. Immune System Suppressors for Crohn’s Disease. Healthline; 2019.
21. Kimberly Holland. Everything You Need to Know About Stroke. Healthline; 2019.

Share