Tinjauan Medis : dr. Maria Arlene, Sp.Ak
Aneurisma adalah pembesaran arteri yang disebabkan oleh kelemahan dinding pembuluh darah. Seringkali kondisi ini tidak bergejala, namun anerisma yang pecah dapat menyebabkan kondisi yang fatal. Tidak semua
Daftar isi
Aneurisma adalah kondisi ketika dinding arteri melemah dan kemudian menyebabkan arteri membesar atau melebar yang kerap terjadi tanpa gejala.
Dinding arteri yang melemah menyebabkan timbulnya tonjolan yang berasal dari arteri di mana kelihatannya tidak berbahaya karena ketiadaan gejala.
Namun seiring berjalannya waktu, kondisi dapat bertambah parah dan tonjolan tersebut mengalami pecah dan kebocoran.
Kebocoran ini memicu perdarahan internal yang artinya terjadi di dalam tubuh serta memiliki risiko mengancam nyawa penderitanya.
Aneurisma ini dapat terjadi di bagian tubuh manapun, hanya saja kaki, aorta, limpa serta otak adalah bagian tubuh paling umum yang mengalaminya.
Aneurisma terbagi menjadi 3 jenis menurut lokasinya di dalam tubuh, yakni meliputi aneurisma aorta, aneurisma otak dan aneurisma perifer.
Aneurisma aorta adalah jenis yang banyak dijumpai. Aorta sendiri merupakan arteri berukuran besar berdiameter normal 2-3 cm yang berawal dari bilik kiri jantung lalu melewati rongga perut serta dada.
Meski ukurannya 2-3 cm saja, aorta dapat mengalami pembengkakan sehingga ukurannya mencapai 5-6 cm lebih.
Aneurisma aorta abdominal adalah jenis aneurisma aorta yang paling banyak diderita, yang artinya aorta yang melalui perutlah yang mengalami aneurisma.
Aneurisma aorta abdominal dapat berakibat fatal, apalagi ketika penderitanya tidak menjalani operasi untuk menanganinya.
Hanya sekitar 20% kelangsungan hidup pasien aneurisma aorta abdominal dengan ukuran aorta 6 cm tanpa dioperasi, namun peluang selamat dapat meningkat menjadi 50% bila ditangani dengan benar.
Aneurisma aorta paling jarang adalah jenis aorta toraks, yakni aneurisma yang berdampak pada aorta yang mengalir melalui dada. Jika dioperasi, maka tingkat kelangsungan hidup pasien bisa sampai 85%.
Aneurisma otak adalah kondisi aneurisma yang terjadi pada arteri pemasok darah menuju otak. Istilah lain untuk kondisi ini adalah aneurisma intrakranial.
Dalam 24 jam tanpa penanganan, aneurisma otak yang pecah akan mengakibatkan suatu kondisi fatal pada penderitanya. Bahkan 66% dari penderita yang masih bertahan hidup tetap akan mengalami kecacatan neurologis.
Perdarahan subaraknoid adalah istilah bagi jenis stroke yang disebabkan oleh pecahnya aneurisma otak.
Aneurisma yang terjadi pada arteri perifer ini masih terklasifikasi lagi menjadi beberapa jenis untuk dikenali.
Risiko pecah pada aneurisma perifer tidaklah sebesar pada kondisi aneurisma jenis aorta. Justru pada kondisi ini, risiko penggumpalan darah lebih tinggi sehingga menghambat aliran darah menuju otak, kaki dan lengan.
Pelebaran atau pembesaran arteri oleh melemahnya dinding arteri dapat disebabkan oleh kondisi bawaan pembuluh darah arteri yang sejak lahir sudah lemah.
Hanya saja, tak seluruh kasus aneurisma terjadi karena kondisi arteri bawaan, sebab ada pula yang terjadi karena penyakit tertentu serta gaya hidup tak sehat.
Umumnya, ada 2 kondisi yang paling kerap menyebabkan dinding arteri melemah, yaitu tekanan darah tinggi atau hipertensi dan aterokslerosis.
Semakin tinggi kadar tekanan darah, maka pembuluh darah dapat menjadi makin lemah sekaligus makin lebar.
Hal tersebut dapat terjadi karena jumlah tekanan pada dinding arteri menjadi pengukur kekuatan darah saat mengalir melalui pembuluh darah.
Semakin tinggi kadar tekanan darah, sirkulasi darah akan terganggu. Hal ini turut meningkatkan pula risiko gangguan pembuluh darah serta penyakit jantung.
Aneurisma dapat pula terjadi karena plak yang berasal dari penumpukan kolesterol serta lemak menghambat jalannya aliran darah pada arteri.
Hipertensi dan aterosklerosis biasanya tak terjadi begitu saja, sebab ada pula beberapa faktor yang berkaitan dengan pola hidup buruk menjadi pemicunya.
Bahkan merokok adalah aktivitas yang paling berisiko memicu pecahnya aneurisma, di mana hal ini umum terjadi pada para perokok tembakau.
Beberapa kondisi lainnya pun bisa saja meningkatkan risiko aneurisma, seperti :
Aneurisma jarang disadari lebih awal karena ketiadaan gejala. Perkembangan kondisinya sendiri berjalan lambat selama bertahun-tahun.
Namun saat perkembangan sudah semakin serius, barulah gejala seperti pembengkakan serta timbulnya nyeri di area permukaan kulit.
Pada kondisi di mana aneurisma berkembang dan hampir atau telah mengalami pecah atau kebocoran, beberapa gejala ini yang patut diwaspadai.
Aneurisma yang awalnya tidak ada gejala tentu sulit untuk terdeteksi, namun ketika gejala telah muncul, memeriksakan diri langsung ke dokter adalah keputusan tepat.
Saat beberapa gejala mencurigakan dari yang telah disebutkan dialami, pemeriksaan-pemeriksaan inilah yang perlu ditempuh oleh penderita.
Walaupun aneurisma awalnya tak menunjukkan tanda-tanda abnormal sama sekali, hati-hati karena justru perkembangannya berjalan diam-diam dan tiba-tiba bisa alami kebocoran.
Banyak orang yang sebenarnya sedang memiliki kondisi aneurisma tapi tak sadar. Dengan gaya hidup yang tak sehat, perkembangan kondisi aneurisma dapat makin cepat.
Bila tak disadari atau bahkan sudah muncul gejala namun tetap diabaikan, bahaya-bahaya komplikasi umum inilah yang dapat mengancam kesehatan :
Ada kemungkinan komplikasi lainnya yang dapat terjadi saat aneurisma tidak segera diberi penanganan tepat. Tergantung lokasi terjadinya aneurisma, inilah komplikasi yang berisiko tinggi:
Dokter dapat menentukan pengobatan yang paling baik bagi penderita aneurisma ketika sudah mengetahui lokasi dan tingkatkeparahan aneurisma.
Untuk kasus aneurisma aorta abdominal, dokter biasanya akan meresepkan obat pengendali tekanan darah jika pasien alami hipertensi.
Namun, tak jarang dokter pun menganjurkan langkah operasi untuk memperbaiki pembuluh darah apabila memang diperlukan.
Angka kematian pada kasus aneurisma aorta abdominal yang pecah rupanya mencapai 50% lebih.
Untuk aneurisma aorta toraks, dokter memberi resep obat hipertensi. Namun bila diperlukan, dokter pun mungkin memberi saran untuk operasi untuk memperbaiki pembuluh darah maupun katup jantung sekaligus.
Ketika jenis aneurisma aorta toraks ini sampai pecah, maka penderitanya tak akan bertahan hidup lama. Dalam beberapa menit usai pecahnya aneurisma, penderita dapat meninggal.
Untuk kasus aneurisma otak, penanganan yang umum diberikan adalah pemasangan stent usai dokter memotong aneurisma lewat jalur operasi.
Ada kalanya aneurisma otak sampai pecah dan pasien harus rawat inap selama 21 hari untuk mengantisipasi komplikasi seperti hidrosefalus dan vasospasme.
Hanya 30% saja jumlah penderita aneurisma otak yang dapat bertahan hidup dengan kondisi normal usai pecahnya aneurisma. Sementara itu, 1/3 penderita aneurisma otak pecah akan meninggal.
Aneurisma terjadi rata-rata disebabkan oleh kondisi tekanan darah tinggi serta aterosklerosis. Aterokslerosis dan hipertensi terjadi karena gaya hidup yang kurang sehat.
Maka sebagai langkah pencegahan aneurisma, perubahan gaya hidup adalah yang paling penting.
Dalam menjaga kesehatan fungsi pembuluh darah supaya terhindar dari kondisi aneurisma dan juga menjaga kelancaran aliran darah yang tersuplai ke seluruh tubuh, perbaikan pola hidup perlu dilakukan.
James Beckerman. 2019. WebMD. What Is an Aneurysm?
Markus MacGill & Seunggu Han, M.D. 2017. Medical News Today. Causes and treatments of aneurysm.
Brindles Lee Macon, Matthew Solan & Debra Sullivan, PhD, MSN, RN, CNE, COI. 2018. Healthline. Aneurysm
Anonim. Heart org. What is an Aneurysm?
Anonim. 2013. Betterhealth vic gov au. Aneurysm.
Anonim. Wexner Medical Ohio State University. Peripheral Aneurysm.
Tim CNN Indonesia. 2019. CNN Indonesia com. Perempuan Lebih Berisiko Aneurisma.
Giovani Dio Prasasti. 2019. Liputan6 com. Kenali Aneurisma Otak, Penyebab Stroke yang Sering Tanpa Gejala.