Makanan, Minuman dan Herbal

Buah Persik: Manfaat – Efek Samping dan Tips Konsumsi

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Tinjauan Medis : dr. Katya Saphira, M.Gizi
Buah persik memiliki kandungan nutrisi berupa vitamin A, C, K, asam folat, beta karoten, zeasantin, mangan, kalium serta vitamin dan mineral lainnya. Hal ini membuat buah ini bermanfaat sebagai antioksidan,

Buah persik merupakan buah berbiji yang berasal dari Cina [1, 2, 3].

Buah persik dianggap sebagai tanaman bernilai ekonomi yang penting dan memiliki beragam manfaat bagi kesehatan [1].

Fakta Menarik Buah Persik

  • Persik memiliki kekerabatan dengan buah ceri, plum, aprikot dan almond.
  • Secara komersial, buah persik dan nektarin dianggap sebagai dua buah yang berbeda. Faktanya, secara botani persik dan nektarin merupakan satu spesies. Nektarin adalah buah persik yang memiliki kulit tanpa bulu halus [3]
  • Persik merupakan tanaman buah komersial terbesar di US, setelah apel [3].
  • Buah persik mengandung vitamin C yang dibutuhkan untuk pertumbuhan, perbaikan sel dan jaringan tubuh yang rusak [2]
  • Buah persik tinggi serat dan kandungan air yang baik bagi saluran pencernaan [19]
  • Ekstrak buah persik dapat digunakan untuk menjaga kelembaban dan perawatan anti-aging kulit [5]
  • Buah persik memiliki kandungan magnesium yang dapat meringankan sakit kepala, mual, dan nyeri [2, 20].

Kandungan Gizi Buah Persik

Buah Persik

Berikut data kandungan gizi buah persik per 100 gram dengan kebutuhan diet 2000 kalori.

IDNmedis.com Info Gizi (Per 100 Gram)
Persik, mentah
Kalori: 39 Kalori Dari Lemak: 2.1
%Kebutuhan Harian
Total Lemak0.3      g 0.38 %
Lemak Jenuh0        g 0.1  %
Lemak Trans0        0    %
Kolesterol 0        mg 0   %
Sodium0        mg 0    %
Total Karbohidrat9.9      g 3.3  %
Serat1.5      g 6    %
Gula8.4      g
Protein0.9      g 1.82 %
Vitamin A6.52 %Vitamin c11 %
Kalsium0.6 %Zat besi1.39 %
© IDNmedis.com

Src : Persik, mentah

*Kebutuhan harian berdasarkan diet 2,000 kalori. Kebutuhan anda bisa lebih besar/kecil.

Top 10 Gizi
Penyajian 100gr%Kebutuhan Harian
Vitamin C6.6      mg11 %
Vitamin A326      IU7 %
Kalium190      mg5 %
Serat makanan1.5      g6 %
Niasin0.8      mg4 %
Vitamin E (Alpha Tokoferol)0.7      mg4 %
Vitamin K2.6      mcg3 %
Tembaga0.1      mg3 %
Mangan0.1      mg3 %
Total Karbohidrat9.9      g3 %
© IDNmedis.com

Src : Persik, mentah

Nilai Plus Gizi Buah Persik

  • Buah persik berkalori rendah. Sebagian besar kalori buah persik berasal dari karbohidrat, sehingga cukup mengenyangkan saat dikonsumsi.
  • Buah persik merupakan sumber vitamin A, C, dan K [2]. Bahkan kandungan Vitamin C dari buah persik yang dikeringkan mencapai 157% dari kebutuhan harian.
  • Buah persik juga mengandung mineral kalium, mangan, dan magnesium [2].

Manfaat Buah Persik

Buah persik dikonsumsi karena rasanya dan kandungan gizi yang dipercaya baik bagi tubuh.

Buah persik merupakan sumber potensial bagi senyawa bioaktif, senyawa yang memiliki manfaat kesehatan bagi tubuh [1].

Sayangnya, studi tentang potensi manfaat dari mengonsumsi buah persik bagi tubuh sendiri masih baru dimulai [4].

Kandungan buah persik yang telah diteliti baik secara in vitro, ex vivo maupun yang telah diuji coba ke manusia sebagai berikut.

  • Kandungan Glucosylceramide

Ceramide secara alami terbentuk didalam kulit. Ceramide, bersama dengan kolesterol, dan asam lemak membentuk struktur lamelar di stratum korneum yang penting untuk menjaga kelembaban dan kekenyalan kulit [5].

Produksi optimum ceramide ada pada tahap remaja dan berkurang seiring dengan bertambahnya usia.

Oleh karena itu ceramide yang diekstrak dari tumbuhan biasanya ditambahkan secara oral maupun perawatan kulit dari luar.

Ceramide dapat diekstrak dari tumbuhan seperti padi, jagung, gandum, dan konjak, tetapi buah persik memiliki kandungan ceramide paling besar [5].

Studi pada tahun 2017 menunjukkan konsumsi glucosylceramide dari buah persik oleh 26 orang dewasa selama 20 hari berturut-turut memberikan efek positif dalam menjaga kelembaban dan tekstur kulit [5].

Selain itu, konsumsi glucosylceramide berturut-turut dengan 4,5-9 kali asupan yang direkomendasikan terbukti tidak memberikan efek samping.

  • Kaya Antioksidan

Pada dasarnya, sayuran dan buah tinggi antioksidan. Jenis antioksidan dapat berupa vitamin C dan E, selenium, dan karotenoid seperti beta-karoten, likopen, lutein, dan zeaksantin [7].

Buah persik memiliki kandungan vitamin C yang cukup tinggi. Studi tahun 2009 menemukan bahwa ekstrak buah dan kulit persik bisa dikonsumsi sebagai sumber antioksidan [6].

Antioksidan dalam buah persik berpotensi sebagai pehambat kerusakan sel akibat stres oksidatif [7].

Studi pada tahun 2017 pada 12 perokok menunjukan konsumsi 3 buah persik selama 4 hari dapat melindungi kerusakan sel akibat nikotin [8].

  • Sebagai Anti-Inflamasi

Ekstrak buah persik dan kulitnya menunjukan sifat anti-inflamasi ketika diuji secara ex vivo [4].

Penelitian pada Food Chem Toxicol membuktikan bahwa ekstrak dari buah persik menghambat peradangan alergi yang berasal dari sel mast [10].

Gejala alergi yang dimediasi sel mast diketahui berperan dalam beberapa penyakit seperti asma dan sinusitis [10].

Penelitian di Mol Mel Rep juga meneliti efek anti-inflamasi dari ekstrak buah persik [9].

Hasil penelitian ini menunjukan potensi buah persik sebagai agen terapeutik bagi penyakit neurodegeneratif dan neurotoksisitas [9].

  • Kandungan Fenolik

Senyawa fenolik dapat mempengaruhi enzim pencernaan yang terlibat dalam hidrolisis karbohidrat [12].

α-glukosidase adalah enzim kunci yang bertanggung jawab dalam hidrolisis karbohidrat [12].

Penelitian di tahun 2018 mengevaluasi buah dari 20 kultivar buah persik yang berbeda untuk senyawa bioaktifnya dan potensi untuk menghambat enzim yang relevan dengan hiperglikemia (α-amilase, α-glukosidase) [11].

Hasil penelitian menunjukkan buah persik memiliki kemampuan untuk menghambat enzim yang terkait dengan obesitas dan diabetes tipe 2 [11].

Meskipun demikian, penelitian in vitro dan ex vivo perlu dilakukan untuk mengetahui potensi buah persik sebagai pencegahan penyakit obesitas dan diabetes tipe 2.

Efek Samping Mengonsumsi Buah Persik

Berbagai studi telah membuktikan adanya sifat antioksidan, anti-inflamasi, dan fenolik dalam ekstrak buah persik [4, 9, 11].

Meskipun demikian, ada baiknya memperhatikan hal berikut.

  • Pestisida

Buah persik masuk dalam golongan buah yang memiliki residu pestisida terbanyak, selain buah anggur dan ceri [13].

Pada tahun 2009, U.S Department of Agriculture (USDA) menemukan lebih dari 50 senyawa pestisida ada pada buah persik domestik dan impor, 6 diantaranya telah dilarang penggunaannya di US [13].

Oleh karena itu, konsumsi buah persik non-organik tidak dianjurkan bagi wanita hamil dan anak-anak.

  • Kandungan Gula

Buah persik secara alami memiliki kandungan karbohidrat yang cukup tinggi. Pengolahan buah persik biasanya menambahkan gula atau pemanis.

Kandungan gula, khususnya fruktosa, adalah salah satu penyebab diare. Sebanyak 75% orang yang mengonsumsi 40-80 mg fuktosa akan mengalami diare [14].

Kandungan gula pada buah persik perlu dipertimbangkan bagi orang yang mengalami obesitas atau kadar gula tinggi.

Biji buah persik memiliki kandungan senyawa amygdalin. Amygdalin adalah anggota sianogenik glikosida yang dapat terurai menjadi sianida, glukosa dan benzaldehid oleh bantuan enzim [15].

Bagi orang dewasa, sekitar 13-15 biji persik dapat berakibat fatal jika dikonsumsi. Sedangkan konsumsi 10-12 biji persik dapat berbahaya bagi anak-anak [15].

Meskipun demikian, tidak sengaja mengunyah satu atau dua biji tidak berakibat fatal.

  • Reaksi Alergi

Alergi terhadap buah persik umum terjadi di negara Spanyol, Italia, dan Israel [16].

Orang yang alergi buah persik biasanya merasakan gejala gatal pada mulut, kerongkongan, serta pembengkakan pada bibir setelah atau saat mengonsumsi buah persik.

Mayoritas alergi terjadi setelah mengonsumsi buah persik yang dimakan bersama kulitnya.

Alergen, molekul penyebab alergi, tidak bisa bertahan apabila dimasak. Sehingga beberapa penderita tidak menunjukan reaksi alergi pada buah persik yang sudah dimasak atau dibuat jus [16].

Tips Penyimpanan Buah Persik

  • Buah yang Belum Matang

Ada beberapa tips yang dapat dilakukan untuk menyimpan buah persik yang belum matang.

  1. Pertama, disimpan dalam tempat kering dan berada pada suhu ruangan, hindari sinar matahari langsung. Sekalinya matang, persik hanya dapat bertahan hingga 5 hari [2].
  2. kedua, letakkan pisang atau apel di dekat buah persik yang belum matang. Pisang dan apel dapat mengeluarkan gas etilen, yang dapat membantu pematangan buah [17].
  3. ketiga, kurangi kontak dengan benda lain. Persik akan mudah lembek jika ditempelkan dengan buah lain. Berikan sedikit jarak ketika menyimpan buah persik. Apabila diletakkan dalam tumpukan, pastikan buah persik ada di posisi atas.
  • Menyimpan Buah Persik Didalam Kulkas

Untuk menyimpan persik dalam kulkas, bersihkan dan keringkan buah persik dengan tisu atau kain secara perlahan.

Tujuannya agak kulit buah tidak rusak oleh air saat disimpan didalam kulkas [17].

Masukkan kedalam plastik dan buah persik dapat disimpan 3-4 hari.

Apabila buah berbentuk potongan, masukan kedalam wadah rapat agar buah tidak cepat busuk.

  • Simpan Dalam Freezer

Apabila ingin menambah masa simpan buah, maka buah persik harus disimpan didalam freezer [17].

  1. Kupas kulit buah persik dengan pisau atau peeler.
  2. Potong menjadi 4 bagian.
  3. letakan potongan buah pada tempat yang datar kemudian masukan dalam freezer.
  4. Apabila sudah beku, ambil dan letakkan dalam toples/wadah rapat. Simpan kembali dalam freezer.

Buah yang disimpan dalam freezer dapat bertahan hingga berbulan-bulan.

Tips Konsumsi Buah Persik

Buah yang tinggi antioksidan seperti buah persih dianjurkan untuk dikonsumsi. Simak tips konsumsi berikut untuk memaksimalkan kandungan gizinya.

  • Apabila ingin mengonsumsi buah persik secara langsung tanpa diolah, pastikan sudah mencuci buah dengan air mengalir. Buah persik dapat dikonsumsi langsung dengan buahnya.
  • Buah persik termasuk salah satu buah yang memiliki residu pestisida terbanyak [13]. Oleh karena itu, sebaiknya pilih buah persik organik dibanding non-organik.
  • Buah persik yang dipotong biasanya mudah berubah warna menjadi cokelat. Untuk mencegah hal ini, olesi potongan buah persik dengan air lemon [17]. Air lemon memiliki kandungan asam askorbat yang dapat mencegah reaksi oksidasi pada buah persik.
  • Agar bertahan lebih lama, simpan buah persik dalam freezer.
  • Tambahkan buah persik ke dalam yogurt. Kandungan nutrisi buah persik dapat menambah nilai nutrisi yogurt [18].
  • Potongan buah persik juga dapat ditambahkan ke dalam salad, sereal, roti, pie, cake, dan beberapa jenis makanan.

Pertanyaan Tentang Buah Persik

Apakah kulit buah persik aman dikonsumsi?

Kulit buah persik aman dikonsumsi langsung bersama dengan buah. Kulit buah persik memiliki kandungan serat dan antioksidan yang baik bagi tubuh [6]. Apabila tidak menyukai tekstur kulit persik yang memiliki bulu halus, anda bisa mencoba nektarin. Nektarin adalah jenis buah persik yang memiliki tekstur kulit halus [3].

Apa buah persik beracun?

Tidak. Meskipun harus berhati-hati terhadap biji buah persik, faktanya kasus keracunan biji jarang terjadi. Diperkirakan perlu lebih dari 13 biji buah persik untuk masuk kategori berbahaya bagi tubuh [15].

Daerah di sekitar biji berwarna hijau, apakah berbahaya?

Warna hijau menunjukan buah persik belum terlalu matang. Meskipun aman dikonsumsi, rasanya buah mungkin agak pahit dan memiliki tekstur lebih keras dibanding buah yang telah matang [18].

Buah persik tidak boleh dikonsumsi oleh wanita hamil?

Buah persik memiliki kandungan serat, vitamin, dan mineral khususnya asam folat yang baik bagi wanita hamil. Buah persik juga memiliki sifat antiemetik yang dapat mengurangi rasa mual pada trisemester pertama kehamilan. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti ada resiko residu pestisida dan alergi. Konsumsi buah persik yang disarankan bagi wanita hamil tidak lebih dari 500 gram setiap harinya [20]. Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan anda sebelum mengonsumsi buah persik.

1. Kim, H. R., Kim, I. D., Dhungana, S. K., Kim, M. O., & Shin, D. H. Comparative assessment of physicochemical properties of unripe peach (Prunus persica) and Japanese apricot (Prunus mume). Asian Pacific journal of tropical biomedicine; 2014.
2. Anonim. Peach. BetterHealth; 2015.
3. Anonim. Peach. South dakota Department of Health; 2013
4. Gasparotto, J., Somensi, N., Bortolin, R. C., Moresco, K. S., Girardi, C. S., Klafke, K., Rabelo, T. K., Morrone, M., Vizzotto, M., Raseira, M., Moreira, J. C., & Gelain, D. P. Effects of different products of peach (Prunus persica L. Batsch) from a variety developed in southern Brazil on oxidative stress and inflammatory parameters in vitro and ex vivo. Journal of clinical biochemistry and nutrition; 2014.
5. Koikeda, T., Tokudome, Y., Okayasu, M., Kobayashi, Y., Kuroda, K., Yamakawa, J., Niu, K., Masuda, K., & Saito, M. Effects of Peach (Prunus persica)-Derived Glucosylceramide on the Human Skin. Current Medicinal Chemistry; 2017.
6. Rossato SB, Haas C, Raseira Mdo C, Moreira JC, Zuanazzi JA. Antioxidant potential of peels and fleshes of peaches from different cultivars. J Med Food; 2009.
7. Anonim. Antioxidants: in Depth. National Center for Complementary and Integrated Health; 2013.
8. Kim, H. J., Park, K. K., Chung, W. Y., Lee, S. K., & Kim, K. R. Protective Effect of White-fleshed Peach (Prunus persica (L.) Batsch) on Chronic Nicotine-induced Toxicity. Journal of cancer prevention; 2017
9. Seo, K. H., Choi, S. Y., Jin, Y., Son, H., Kang, Y. S., Jung, S. H., Kim, Y. I., Eum, S., Bach, T. T., Yoo, H. M., Whang, W. K., Jung, S. Y., Kang, W., Ko, H. M., & Lee, S. H. Anti‑inflammatory role of Prunus persica L. Batsch methanol extract on lipopolysaccharide‑stimulated glial cells. Molecular medicine reports; 2020.
10. Shin TY, Park SB, Yoo JS, et al. Anti-allergic inflammatory activity of the fruit of Prunus persica: role of calcium and NF-kappaB. Food Chem Toxicol; 2010.
11. Nowicka, P., Wojdyło, A., & Laskowski, P. Inhibitory Potential against Digestive Enzymes Linked to Obesity and Type 2 Diabetes and Content of Bioactive Compounds in 20 Cultivars of the Peach Fruit Grown in Poland. Plant Foods for Human Nutrition; 2018.
12. Zhang, X., Su, M., Du, J., Zhou, H., Li, X., Li, X., & Ye, Z. Comparison of Phytochemical Differences of the Pulp of Different Peach [Prunus persica (L.) Batsch] Cultivars with Alpha-Glucosidase Inhibitory Activity Variations in China Using UPLC-Q-TOF/MS. Molecules; 2019.
13. Monica, Eng. Pesticides in your peaches: Tribune and USDA studies find pesticides, some in excess of EPA rules, in the fragrant fruit. Chicago Tribune; 2009
14. Anonim. Is Something in your Diet Causing Diarrhea?. Harvard Health Publishing; 2016
15. C. Claiborne Ray. Don't Eat the Pits!. The New York Times; 1993.
16. Anonim. Allergy information for peach (Prunus persica). Manchester Academic Health Science Centre; 2006.
17. Anonim. How to Store Peaches. WikiHow; 2019
18. Anonim. How to Eat a Peach. WikiHow; 2020.
19. Anonim. Health Benefit of Peaches. WebMD; 2018
20. Rebbeca, M, Jyoti, B. Is it safe to eat peaches during pregnancy?. Mom Junction; 2019.

Share