Makanan, Minuman dan Herbal

10 Makanan Untuk Penderita Stroke

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Untuk seorang penderita stroke, banyak hal dalam hidup yang mengalami perubahan, termasuk makanan. Merubah pola makan dan jenis makanan yang anda konsumsi dapat mengurangi risiko penyakit stroke semakin memburuk. Makanan yang sehat juga dapat membuat nutrisi tubuh anda menjadi tercukupi untuk mendukung kerja saraf dan kesembuhan. [3]

Berikut adalah beberapa jenis makanan yang dapat dikonsumsi oleh penderita stroke. [1,2,3]

1. Flaxseed (Asam Linoleat Alfa)

Flaxseed merupakan sumber yang baik untuk nutrisi asam linoleat alfa, yang merupakan sebuah trigliserida omega 3 tumbuhan. Nutirisi ini harus ada dalam makanan setiap orang sehari-hari karena tubuh manusia tidak bisa memproduksinya sendiri. [2]

Sebuah studi terbaru mengatakan bahwa asam linoleat alfa dapat mengurangi faktor kerusakan neurotropik dan meningkatkan proteksi neuron. [2]

Tidak hanya dapat membantu penyembuhan penyakit stroke, asam linoleat alfa juga dapat melindungi penyakit stroke untuk tidak bertambah parah juga. Hal ini sangatlah penting untuk pasien stroke yang memiliki risiko tinggi untuk mengalami stroke berulang. [2]

2. Salmon (EPA)

Asam lemak omega 3 telah diketahui dapat membantu menormalisasi penurunan fungsi neurotropik otak dan menjaga penurunan neuroplasisitas. Hal ini menyebabkan asam lemak omega 3 tergolong dalam 7 nutrisi penting bagi penderita stroke. [2]

Setiap orang lebih disarankan untuk mendapatkan nutrisi esensial dari makanan daripada melalui suplemen. Ikan berlemak, misalnya salmon, mengandung omega 3 yang disebut EPA. Nutrisi ini sangat diperlukan tubuh karena tubuh hanya mampu memproduksinya dalam jumlah yang sedikit. [2]

3. Blueberry (Flavonoid)

Blueberry telah terbukti dapat meningkatkan kemampuan kognitif karena kandungan flavonoidnya. Flavonoid telah lama dikenal dapat meningkatkan meningkatkan fungsi otak. Jika dokter anda menyarankan pola makan rendah lemak untuk menjaga risiko stroke akibat kolesterol tinggi, anda dapat menambahkan blueberry ke dalam makanan anda. [2]

4. Delima (Antioksidan)

Tidak peduli anda mengonsumsinya dalam bentuk buah atau jus, delima mengandung antioksidan yang tinggi, dimana dapat melindungi tubuh anda dari kerusakan akibat radikal bebas. Otak adalah salah satu organ tubuh yang sangat sensitif terhadap kerusakan radikal bebas. Oleh karena itu, delima perlu anda tambahkan ke dalam makanan penderita stroke. [2]

5. Tomat (Likopen)

Tomat merupakan makanan yang mengandung antioksidan jenis likopen dalam jumlah yang tinggi. Likopen dapat bermanfaat untuk penderita stroke karena dapat menyediakan proteksi untuk sel saraf dan mengurangi kerusakan otak akibat stroke iskemik. [2]

Banyak suplemen likopen yang dijual di pasaran. Namun, anda tetap direkomendasikan untuk mendapatkan likopen secara langsung dari makanan, misalnya tomat. Jika anda memasak tomat menjadi sup, pastikan anda menghindari tambahan gula yang berlebih. [2]

6. Kacang-kacangan dan Biji-bijian (Vitamin E)

Kacang-kacangan dan biji-bijian merupakan sumber vitamin E terbaik. Vitamin E tergolong dalam antioksidan yang berperan untuk mengurangi penurunan kognitif pada lansia. Walaupun diperlukan lebih banyak penelitian mengenai hal ini, vitamin E tetap baik untuk ditambahkan dalam daftar makanan penderita stroke karena dapat meningatkan fungsi kerja otak. [2]

7. Alpukat (Asam Oleat)

Bagian abu-abu dalam otak bekerja memproses informasi, dengan kecepatan optimal yang dipengaruhi oleh jumlah asam oleat di dalam tubuh. Alpukat merupakan salah satu sumber asam oleat dan antioksidan yang bagus untuk tubuh. [2]

Salah satu studi mengatakan bahwa ada antioksidan unik di dalam alpukat yang dapat menjanjikan sebagai agen pelindung saraf. Anda dapat menambahkan potongan buah alpukat ke dalam roti, salad, atau jus. [2]

8. Polong-polongan (Magnesium)

Magnesium memberikan perlindungan saraf yang berbeda-beda pada setiap penderita stroke. Walaupun diperlukan lebih banyak studi untuk membuktikan manfaat polong-polongan terhadap penderita stroke, magnesium dapat bermanfaat bagi fungsi saraf dan otot. [2]

Polong-polongan merupakan makanan dengfan kandungan magnesium yang cukup tinggi. Beberapa cara lezat dalam mengonsumsi polong-polongan adalah memasaknya menjadi hummus atau saus cocolan. [2]

9. Anggur Merah (Polifenol)

Penelitian telah menunjukan bahwa risiko relatif terhadap stroke iskemik dapat berkurang dengan konsumsi alkohol dalam jumlah sedang. Walaupun demikian, sumber utama manfaat ini masih belum jelas, apakah dari alkohol itu sendiri atau dari anggurnya, yang dimana mengandung polifenol resveratrol. [2]

Salah satu studi menemukan adanya penurunan kerusakan saraf otak tikus yang diberikan pengobatan resveratrol. Sebelum menambahkan anggur merah ke dalam daftar makanan penderita stroke, anda sebaiknya bertanya dahulu ke dokter mengenai risiko dan efek sampingnya terhadap kondisi kesehatana anda. [2]

10. Buah-buahan dan Sayur-sayuran Lainnya

Penelitian mengatakan bahwa salah satu cara untuk mendapatkan pola makan sehat adalah dengan meningkatkan asupan buah dan sayur anda setiap hari. Anda dapat memilih buah-buahan yang berwarna-warni utnuk mendapatkan berbagai nutrisi berbeda yang diperlukan tubuh. Beberapa opsi sayuran lainnya yang dapat anda pilih adalah [1,3] :

Pastikan anda mengonsumsi paling tidak 5 porsi buah dan/atau sayur setiap harinya. Satu sajian tersebut setara dengan [1]

  • 1 gelas sayuran hijau mentah
  • Setengah gelas sayuran matang
  • 6 ons jus buah
  • 1 buah utuh ukuran sedang (bola tenis)
  • 1 buah pisang ukuran 10cm
  • Setengah gelas buah potong yang di jus
  • Setengah gerombolan buah anggur
  • 1 gelas melon potong
  • 1 gelas buah beri
  • 2 sendok makan buah kering
  • 4 ons jus buah segar

Makanan yang Harus dihindari Untuk Penderita Stroke

Beberapa makanan yang harus dihindari oleh penderita stroke adalah [1,3] :

  • Makanan dengan lemak dan kolesterol tinggi, termasuk
    • Mentega
    • Minyak dan makanan yang digoreng
    • Keju regular
    • Krimer
    • Susu full cream
    • Es krim regular
    • Saus alfredo dan saus krim lainnya
    • Mayonnaise
    • Daging sapi dengan kualitas premium
    • Iga sapi
    • Daging ayam dengan kulit
    • Telur utuh
  • Makanan dengan kandungan serat rendah, termasuk
    • Soda
    • Air perasan buah
    • Roti putih
    • Pasta
  • Makanan dengan kandungan gula yang tinggi, termasuk
    • Sereal instan
    • Kue
    • Gula putih
    • Gula aren
    • Madu
    • Molases
    • Jeli
    • Selai
    • Minuman manis
    • Minuman berenergi
    • Soda
  • Makanan dengan kandungan sodium (garam) yang tinggi, termasuk
    • Garam meja
    • Makanan siap saji
    • Makanan kaleng
    • Makanan beku
    • Makanan olahan
    • Keripik atau snacks yang terlalu asin

1. Cleveland Clinic Medical Professional. Eating Well After A Stroke. Cleveland Clinic; 2018.
2. Courtney Maher, OTalR/L. 9 Foods that Help Stroke Recovery (and Why BDNF Matters). Flint Rehab; 2020.
3. Madeline R. Vann, MPH & Michael Cutler, DO, PhD. How to Eat After You've Had a Stroke. Everyday Health; 2020.

Share