Penyakit & Kelainan

18 Penyebab Badan Terasa Sakit Semua

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Terkadang kita bisa merasa sekujur badan sakit dan tidak enak tanpa penyebab yang jelas. Tidak enak badan bisa disebabkan oleh aktivitas sehari-hari, terutama jika melakukan aktivitas fisik dalam jangka waktu lama[1].

Namun badan yang terasa sakit juga dapat merupakan gejala umum dari suatu masalah kesehatan. Terutama jika badan terasa sakit dalam waktu lama, maka terdapat kemungkinan mengalami kondisi yang memerlukan penanganan medis[1].

Berikut beberapa penyebab badan terasa sakit:

1. Stress

Stress dapat mengakibatkan badan terasa sakit semua. Saat kita mengalami stress, sistem imun tubuh tidak dapat mengendalikan responnya terhadap peradangan seperti seharusnya[1, 2].

Akibatnya tubuh tidak mampu melawan infeksi atau pun penyakit seperti biasanya. Hal ini menyebabkan tubuh sakit[1].

Badan sakit yang disebabkan oleh stress biasanya ditunjukkan dengan sakit pada leher, bahu, dan punggung. Meski bisa juga sakit dirasakan pada bagian tubuh lain seperti kaki, perut, atau dada[2].

Stress juga mengakibatkan otot menjadi tegang. Setelah stress teratasi dan tubuh relaksasi, maka otot akan kembali ke posisi norma. Namun, stress yang terjadi terus menerus dapat mengarah pada terjadinya otot tegang dalam waktu yang lebih lama[2].

Suatu studi tahun 2015 menemukan korelasi antara stress dengan fungsi sistem tubuh meliputi muskuloskeletal, saraf, pernapasan, dan hormonal. Menurut studi tersebut, stress dapat berdampak negatif pada sistem-sistem tubuh dan ditunjukkan sebagai sakit fisik meliputi otot pegal dan sakit kepala[2].

Stress dan kecemasan dapat disertai gejala lain seperti[1, 2]:

  • kesulitan tidur
  • mual
  • laju jantung tinggi secara abnormal
  • peningkatan tekanan darah
  • keringat dingin
  • hiperventilasi
  • gemetar fisik abnormal
  • sakit kepala, seperti sakit kepala tensi atau migrain
  • diare
  • kelelahan
  • peningkatan atau penurunan berat badan secara tiba-tiba

2. Kurang Tidur

Tidur memegang peran penting untuk regenerasi sel, yaitu proses tubuh untuk mengganti atau memperbaiki sel-sel dan jaringan yang rusak. Tubuh kita memerlukan setidaknya 6 hingga 8 jam tidur setiap malam, termasuk tidur REM (rapid eye movement)[1, 2].

Tidur yang cukup berperan dalam memelihara kesehatan sel-sel dan jaringan tubuh. Tidur juga akan menjaga otak tetap segar dan waspada. Tubuh kita memanfaatkan tidur sebagai waktu untuk beristirahat dan memulihkan energi yang diperlukan[1, 2].

Kekurangan tidur mempengaruhi kemampuan tubuh untuk memperbaiki sel dan jaringan. Sehingga saat tubuh tidak memiliki cukup waktu untuk memperbaiki dan memulihkan diri, akibatnya badan dapat sering terasa lelah dan sakit[1, 3].

Selain badan terasa sakit, kekurangan tidur dapat mengakibatkan gejala seperti[1, 2]:

  • kesulitan berkonsentrasi
  • kebingungan atau diorientasi
  • tidur di siang hari tanpa disadari
  • perubahan mood, termasuk peningkatan perasaan depresi atau kecemasan
  • gejala gastrointestinal seperti mual dan diare
  • kesulitan memahami saat membaca atau mendengarkan orang lain
  • kesulitan berbicara dengan benar
  • kesulitan mengingat

3. Dehidrasi

Air merupakan komponen penyusun tubuh yang esensial untuk menjaga kesehatan dan fungsi normal tubuh. Air diperlukan dalam berbagai proses yang berlangsung di dalam tubuh kita.

Saat tubuh kekurangan air atau dehidrasi, maka proses-proses di dalam tubuh tidak bekerja secara normal sehingga menghasilkan rasa sakit fisik[1, 3].

Dehidrasi dapat mengakibatkan gejala seperti[1, 2]:

  • urin berwarna gelap
  • kebingungan
  • pusing
  • kelelahan
  • kehausan ekstrim

Orang dewasa dianjurkan untuk mengkonsumsi air minum sebanyak 8 gelas setiap hari. Untuk mereka yang melakukan kegiatan aktif secara fisik dan banyak berkeringat, sebaiknya minum lebih dari 8 gelas air per hari[1].

4. Flu

Flu disebabkan oleh infeksi virus yang mengakibatkan inflamasi. Saat terjadi infeksi virus, sistem imun tubuh akan melawan dan timbul reaksi inflamasi. Hal ini biasanya menimbulkan gejala seperti demam dan peradangan pada tenggorokan, dada dan paru-paru[1].

Peradangan dapat menimbulkan rasa sakit. Sakit ini dapat dirasakan hingga bagian tubuh lainnya selama tubuh berusaha melawan infeksi[1].

Badan sakit dan demam merupakan dua gejala umum infeksi virus. Namun infeksi bisa menyebabkan badan terasa sakit tanpa disertai demam[2].

Gejala umum lain yang disebabkan flu yaitu[1, 2]:

  • tenggorokan sakit
  • hidung tersumbat
  • keletihan
  • suara serak
  • bersin atau batuk
  • mukus kental berwarna
  • sakit kepala atau sakit telinga

5. Anemia

Anemia terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup sel darah merah yang berfungsi dengan normal. Darah merah berperan dalam mengangkut oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Kekurangan sel darah merah menyebabkan jaringan tubuh tidak mendapatkan suplai oksigen yang mencukupi[1].

Karena suplai oksigen yang kurang, sel-sel tubuh tidak dapat bekerja dengan seharusnya sehingga badan dapat terasa letih[1].

Anemia dapat disertai gejala berikut[1]:

  • kelelahan
  • laju detak jantung abnormal
  • pusing atau kebingungan
  • sakit kepala atau sakit dada
  • kaki atau tangan dingin
  • kulit pucat

Anemia dapat disebabkan oleh defisiensi zat besi, folat, atau vitamin B12. Untuk mengatasi anemia, dapat dilakukan dengan mengkonsumsi suplemen sesuai defisiensi yang dialami[1].

6. Defisiensi Vitamin D

Defisiensi vitamin D dapat mengarah pada hipokalsemia (kadar kalsium darah rendah). Kalsium diperlukan dalam berbagai organ tubuh untuk bekerja dengan normal, meliputi ginjal dan otot. Kalsium juga diperlukan untuk memelihara kesehatan tulang[1].

Vitamin D diperlukan untuk membantu penyerapan kalsium. Sehingga defisiensi vitamin D menyebabkan kurangnya kalsium yang mengarah pada gangguan fungsi pada berbagai sistem tubuh[1].

Defisiensi vitamin D dapat mengakibatkan gejala seperti[1]:

  • badan kram
  • otot berkedut atau spasme
  • pusing atau kebingungan
  • mati rasa
  • kejang

7. Sindrom Keletihan Kronis

Sindrom keletihan kronis merupakan kondisi yang menyebabkan keletihan dan kantuk ekstrim yang mempengaruhi kehidupan sehari-hari.

Penderita sindrom ini tetap merasa lelah dan lemah meski telah beristirahat atau tidur dalam waktu lama. Sindrom keletihan kronis juga sering kali menyebabkan insomnia[1, 2].

Karena tubuh tidak merasa mendapatkan cukup istirahat atau mengisi kembali energi, sindrom keletihan kronis juga menyebabkan sakit pada otot dan sendi di seluruh tubuh. Tingkat rasa sakit dan pegal yang dialami dapat berbeda pada masing-masing penderita[1, 2].

Sindrom keletihan kronis juga disertai gejala berikut[1, 2]:

  • kesulitan berkonsentrasi dan mengingat
  • sakit kepala
  • kelemahan otot
  • sakit tenggorokan yang terjadi secara kambuhan
  • kesulitan tidur
  • pusing atau kebingungan

Tidak terdapat obat untuk sindrom keletihan kronis, tapi gejala umumnya dapat diatasi dengan obat atau perubahan gaya hidup[2].

8. Fibromialgia

Fibromialgia merupakan suatu kondisi di mana seluruh tubuh, termasuk otot dan tulang, dapat merasa kelelahan, sakit, dan sensitif. Penyebab fibromialgia tidak diketahui dengan pasti, tapi kejadian yang menimbulkan tekanan dapat menjadi pemicunya, misalnya trauma fisik[1].

Gejala fibromialgia meliputi[1, 2]:

  • sakit kepala
  • semutan atau mati rasa di tangan dan kaki
  • keletihan
  • kesulitan berkonsentrasi
  • masalah dengan kemampuan mengingat
  • depresi dan kecemasan
  • badan kaku, terutama di pagi hari
  • sensitivitas terhadap cahaya atau suara

9. Penggunaan Obat

Beberapa obat dapat menyebabkan efek samping berupa badan terasa sakit, di antaranya[2]:

Jika penggunaan obat diduga merupakan penyebab badan terasa sakit semua, maka sebaiknya berkonsultasi dengan dokter mengenai gejala dan opsi yang tersedia untuk mengatasinya[2].

10. Pneumonia

Pneumonia merupakan infeksi pada paru-paru yang dapat mempengaruhi seluruh sistem pernapasan. Pneumonia dapat mengakibatkan ketidakmampuan untuk mendapatkan cukup oksigen[2, 3].

Tanpa suplai oksigen yang mencukupi, sel-sel darah merah dan jaringan di dalam tubuh tidak dapat berfungsi dengan normal. Kondisi ini mengarah pada sekujur tubuh yang terasa sakit[1, 3].

Gejala lain dari pneumonia meliputi[1]:

  • batuk
  • sakit pada bagian dada
  • kelelahan
  • mual
  • muntah
  • diare
  • napas pendek
  • keringat dingin

11. Mononucleosis

Mononucleosis dikenal juga sebagai mono atau the kissing disease. Kondisi ini disebabkan oleh infeksi virus Epstein-Barr. Mononucleosis merupakan penyakit yang sangat menular[1].

Gejala paling umum penyakit ini ialah badan sakit dan keletihan yang dapat disebabkan oleh peradangan di sekujur tubuh dan pembengkakan yang menyumbat saluran pernapasan[1].

Gejala lain dari mononucleosis meliputi[1]:

  • kelelahan ekstrim
  • tonsil atau nodus limfa yang membengkak
  • ruam
  • sakit tenggorokan
  • demam

12. Artritis

Artritis terjadi ketika sendi mengalami peradangan, mengakibatkan rasa sakit pada sendi dan membatasi gerakan. Artritis dapat disebabkan oleh kerusakan tulang rawan pada sendi, infeksi pada sendi, dan kondisi autoimun[1, 3].

Badan sakit yang disebabkan oleh artritis dapat disertai oleh gejala lain seperti[1]:

  • sendi terasa kaku
  • pembengkakan, sensasi hangat, atau kemerahan di sekitar sendi
  • tidak dapat menggerakkan sendi seperti biasa

Artritis rheumatoid (jenis artritis peradangan) akan berprogres secara agresif jika tidak ditangani dengan segera. Artritis rheumatoid dapat menimbulkan gejala yang tidak berkaitan dengan sakit artritis, seperti[5]:

  • sakit sendi pada kedua sisi tubuh
  • kekakuan berat pada pagi hari yang berlangsung selama setidaknya satu jam
  • otot di sekujur tubuh terasa pegal
  • otot lemah
  • merasa lelah atau depresi
  • penurunan berat badan dan tidak selera makan
  • sedikit demam
  • pembengkakan kelenjar

13. Penyakit Lyme

Penyakit Lyme disebabkan oleh infeksi bakteri Borrelia burdorferi yang ditularkan melalui gigitan kutu. Badan sakit dan pegal termasuk gejala umum dari penyakit ini, terutama pada otot dan sendi[1, 2].

Gejala lain dari penyakit Lyme meliputi[1, 2]:

  • kelelahan
  • keringat dingin
  • demam
  • sakit kepala
  • nodus limfa membesar
  • ruam
  • menggigil
  • keletihan

Penanganan penyakit Lyme dilakukan menggunakan antibotik. Jika penyakit Lyme tidak diobati, maka dapat mengarah pada kondisi neuromuskuler dan sendi, seperti artritis dan kelumpuhan wajah[1, 2].

14. Histoplasmosis

Histoplasmosis merupakan infeksi jamur yang disebabkan oleh spora yang menyebar melalui udara dari tanah atau kotoran burung dan kelelawar. Infeksi umum terjadi di sekitar lokasi konstruksi, ladang pertanian, atau gua, di mana sejumlah besar spora dilepaskan ke udara[1].

Selain badan terasa sakit, histoplasmosis dapat menimbulkan gejala seperti[1]:

  • menggigil
  • demam
  • sakit dada
  • sakit kepala
  • batuk

15. Hipotiroidisme

Hipotiroidisme ialah kondisi di mana produksi hormon kelenjar tiroid mengalami penurunan. Hipertidoidisme biasanya tidak menimbulkan gejala pada tahap awal penyakit, tapi seiring waktu menyebabkan sakit pada otot dan sendi, disertai pembengkakan[4, 6].

Penderita dapat merasa lelah dan mengalami gejala seperti[4, 6]:

  • masalah mengingat
  • penipisan rambut
  • kulit kering
  • kolesterol tinggi
  • laju detak jantung melambat
  • peningkatan sensitivitas terhadap dingin
  • konstipasi
  • peningkatan berat abdan
  • wajah bengkak
  • otot lemah
  • periode menstruasi yang lebih berat dari biasanya atau periode yang tidak teratur
  • laju detak jantung lebih lambat
  • pembesaran kelenjar tiroid

Saat kelenjar tiroid tidak dapat memproduksi cukup hormon, maka keseimbangan reaksi kimia di dalam tubuh akan terganggu. Seiring waktu, kondisi ini dapat mengarah pada timbulnya masalah kesehatan lain mulai dari obesitas, infertilitas, dan penyakit jantung[6].

16. Polymyositis

Polymiositis terjadi ketika faktor tertentu (kemungkinan virus atau masalah pada sistem imun) menyebabkan peradangan pada otot di sekujur tubuh, terutama pada perut, bahu, lengan atas, pinggul, dan jantung[4].

Seiring waktu polimiositis dapat mengakibatkan otot mengalami kerusakan sehingga penderita mengalami kesulitan untuk menelan atau menghirup napas[4].

Kondisi ini dapat ditangani dengan pengobatan untuk menenangkan sistem imun dan terapi fisik untuk membantu mengembalikan kekuatan otot[4].

17. Lupus

Lupus ialah suatu kondisi di mana sistem imun tubuh menyerang jaringan sehat, termasuk pembuluh darah, organ, dan sendi. Kerusakan dan inflamasi yang ditimbulkan akan mengarah pada gejala seperti badan sakit dan pegal[1, 2].

Gejala lain dari lupus meliputi[1]:

Gejala khas dari lupus ialah ruam wajah yang menyerupai sayap kupu-kupu yang terbuka pada kedua pipi. Ruam ini banyak ditemukan pada penderita lupus, tapi tidak semua penderita mengalami ruam[2].

18. Multiple Sclerosis

Multiple sclerosis ialah suatu kondisi di mana sistem imun tubuh menyerang selubung mielin yang melindungi serabut saraf pada otak dan tulang belakang.

Kerusakan pada selubung mielin menyebabkan terganggunya kemampuan sistem saraf untuk meneruskan impuls secara normal. Akibatnya, timbul gejala seperti sakit, pegal, kesemutan, dan sensasi abnormal lainnya[1, 2].

Multiple sclerosis juga menimbulkan gejala lain seperti[1]:

  • kelemahan
  • kelelahan
  • penglihatan kabur
  • kebutaan sementara atau permanen, biasanya pada salah satu mata
  • kesulitan berjalan atau menjaga keseimbangan
  • kesulitan mengingat atau berpikir

1. Tim Jewell. Why Does My Body Ache? Healthline; 2017.
2. Erin Heger. 10 Common Causes of Body Aches Without a Fever, and When to See a Doctor. Insider; 2021.
3. Bethany Cadman, reviewed by Gregory Minnis, DPT, Physical Therapy. Why Does My Body Ache? Medical News Today; 2019.
4. Anonim, reviewed by Michael W. Smith, MD. Why Does My Body Ache? WebMD; 2021.
5. Diana Rodriguez and Beth Levine, reviewed by Alexa Meara, MD. What Does Arthritis Pain Feel Like? Everyday Health; 2021.
6. Anonim. Hypothyroidism (underactive thyroid). Mayo Clinic; 2020.

Share