Penyakit & Kelainan

5 Penyebab Demam dan Kaki Dingin

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Demam adalah kondisi gangguan kesehatan yang umum terjadi ditandai dengan suhu tubuh yang meningkat dan tubuh yang panas saat disentuh [1].

Meski tubuh terasa panas atau hangat ketika disentuh, demam biasanya disertai dengan menggigil karena penderita merasa kedinginan [2].

Pada beberapa kasus, demam disertai dengan kaki dingin dan berikut ini merupakan sejumlah kemungkinan penyebabnya [2].

1. Sinusitis

Sinusitis merupakan sebuah kondisi radang lapisan sinus yang menyebabkan keluhan menyerupai pilek [3].

Alergi atau virus mampu menjadi sebab utama sinusitis terjadi sehingga biasanya gejala seperti hidung tersumbat, hidung berair, bersin-bersin, hingga sakit kepala bisa terjadi [3].

Selain itu, beberapa gejala lain turut menyertai pada kasus sinusitis, yakni seperti [1,3,4] :

  • Demam
  • Rasa dingin pada kaki dan tangan khususnya pada malam hari
  • Nyeri pada wajah
  • Sakit gigi
  • Fungsi penciuman menurun
  • Bau mulut
  • Tenggorokan sakit
  • Area mata mengalami pembengkakan

Pilek biasanya terjadi selama kurang lebih 7-10 hari pada orang dewasa maupun anak-anak [5].

Jadi jika gejala lebih dari 10 hari tidak menunjukkan tanda-tanda membaik atau bahkan justru memburuk, segera ke dokter.

Demam lebih dari 3 hari pun perlu segera memperoleh perawatan medis, termasuk demam tinggi disertai sakit kepala berat dan penurunan kesadaran.

2. Faringitis

Faringitis atau radang tenggorokan adalah kondisi yang umum, namun juga kerap menyebabkan demam hingga kaki dingin pada penderitanya [1,6].

Infeksi virus adalah penyebab faringitis, mulai dari virus Epstein-Barr, Coronavirus, Influenza, Rhinovirus, dan Adenovirus [6].

Namun, faringitis dapat juga terjadi sebagai efek dari adanya penyakit lain, seperti cacar, campak dan batuk rejan [7,8,9].

Selain demam dan tubuh kedinginan (termasuk bagian kaki), beberapa gejala lain yang perlu diwaspadai mengarah pada radang tenggorokan adalah [6] :

  • Tenggorokan sakit
  • Tenggorokan gatal
  • Sakit kepala
  • Disfagia atau sulit menelan
  • Mual dan muntah
  • Kelenjar getah bening membengkak (terutama di bagian leher)
  • Tubuh terasa pegal
  • Batuk
  • Perubahan suara menjadi lebih parau
  • Pembengkakan atau radang di bagian amandel

Faringitis bukan kondisi yang tergolong berat secara umum dan penderita bisa sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan apapun [6].

Namun, ada kalanya gejala tidak kunjung mereda atau bahkan memburuk setelah 1 minggu.

Ketika hal ini terjadi, maka sudah saatnya pergi ke dokter dan memeriksakan diri supaya kondisi segera memperoleh penanganan tepat.

3. Meningitis

Meningitis merupakan kondisi radang pada lapisan pelindung penyelimut otak serta saraf tulang belakang yang disebut meningen [10].

Demam dan sakit kepala adalah dua gejala utama pada kondisi meningitis yang terkadang bisa juga disertai rasa dingin di bagian kaki dan tangan [1,10,11].

Penyebab meningitis sendiri pun beragam, mulai dari bakteri (Staphylococcus aureus, Streptococcus pneumoniae, Listeria monocytogenes, Haemophilus influenza, atau Neisseria meningitidis) hingga virus (mumps, West Nile, HIV, atau herpes simplex) dan jamur [10,11].

Meningitis umumnya terjadi pada anak-anak, meski tidak menutup kemungkinan orang dewasa bisa mengalaminya [10,11].

Untuk penderita di atas 2 tahun, berikut ini adalah beberapa gejala selain demam, sakit kepala dan kaki dingin untuk diwaspadai [10,11] :

  • Penurunan nafsu makan
  • Penurunan daya konsentrasi
  • Mudah linglung
  • Mual disertai muntah
  • Kekakuan di bagian leher
  • Peningkatan sensitivitas mata terhadap cahaya
  • Tubuh kejang
  • Gangguan tidur

Anak akan lebih rewel dari biasanya saat mengalami sejumlah gejala tersebut dan jika mengkhawatirkan, segera periksakan ke dokter anak supaya penanganan bisa diperoleh secepatnya.

4. Flu

Flu adalah penyakit yang sangat umum ditandai dengan bersin-bersin, hidung tersumbat, hidung berair, hingga mata berair [12].

Penyakit yang disebabkan oleh virus influenza ini mudah menular, terutama melalui hirupan percikan air liur dari penderitanya [12].

Selain beberapa gejala tersebut, demam dan kedinginan dapat dialami oleh penderita flu (termasuk dingin di bagian kaki dan tangan) [1,12].

Tanda lainnya yang juga perlu diwaspadai sebagai penyakit flu antara lain adalah [12] :

  • Tubuh menggigil
  • Batuk
  • Mual dan muntah
  • Nafsu makan hilang
  • Tubh terasa pegal
  • Tubuh lemas
  • Sakit kepala
  • Sakit tenggorokan

Karena gejala flu kini mirip dengan gejala Covid-19, maka bila terjadi beberapa gejala tersebut, sebaiknya segera lakukan tes antigen atau PCR untuk mengonfirmasinya [13].

Memperbanyak istirahat dan asupan cairan adalah dua hal utama untuk mengembalikan kekuatan imun tubuh dan mempercepat kesembuhan [14].

5. Syok Hipovolemik

Syok hipovolemik adalah sebuah kondisi saat tubuh kehilangan banyak cairan maupun darah sehingga organ-organ penting dalam tubuh tidak berfungsi dengan baik [15].

Patah tulang, komplikasi saat melahirkan, endometriosis, kecelakaan berat, gangguan pencernaan (hingga terjadi perdarahan internal), dan gangguan pada jantung bisa menjadi penyebab utama syok hipovolemik [15,16,17].

Demam, kaki dan lengan dingin, diare dan muntah-muntah adalah keempat tanda utama dari syok hipovolemik [1,15,17].

Selain itu, gejala yang perlu diwaspadai sebagai tanda seseorang mengalami syok hipovolemik adalah [15,17] :

  • Mual
  • Pusing
  • Berkeringat lebih banyak dari biasanya
  • Linglung
  • Lemas
  • Nafas pendek
  • Kulit pucat
  • Jantung berdetak lebih kencang dari biasanya
  • Denyut nadi lemah
  • Frekuensi buang air kecil menurun
  • Kepala terasa ringan atau melayang
  • Kuku dan bibir berpotensi membiru

Jika terjadi perdarahan internal, maka biasanya ditandai dengan beberapa keluhan seperti [17] :

Terdapat berbagai kemungkinan penyebab demam dan kaki dingin; maka jika gejala lain seperti yang telah disebutkan di atas terjadi atau dalam beberapa hari tidak kunjung membaik, temui dokter untuk memeriksakan diri.

1. Tyler Wheeler, MD. Cold Feet And Fever. MedicineNet; 2020.
2. Swetha Balli & Shweta Sharan. Physiology, Fever. National Center for Biotechnology Information; 2021.
3. Amanda S. Battisti; Pranav Modi; & Jon Pangia. Sinusitis. National Center for Biotechnology Information; 2022.
4. Physicians Immediate Care. How to know if you have a Sinus Infection or Cold. Physicians Immediate Care; 2020.
5. Derek L. DeBoer & Edward Kwon. Acute Sinusitis. National Center for Biotechnology Information; 2021.
6. Robert W. Wolford; Amandeep Goyal; Shehla Yasin Belgam Syed; & Timothy J. Schaefer. Pharyngitis. National Center for Biotechnology Information; 2022.
7. Folusakin Ayoade & Sandeep Kumar. Varicella Zoster. National Center for Biotechnology Information; 2021.
8. Conrad Krawiec & Joshua W. Hinson. Rubeola (Measles). National Center for Biotechnology Information; 2022.
9. Larry Lutwick & Jana Preis. Pertussis. Emerging Infectious Diseases; 2014.
10. Kenadeed Hersi; Francisco J. Gonzalez; & Noah P. Kondamudi. Meningitis. National Center for Biotechnology Information; 2021.
11. National Health Service. Symptoms-Meningitis. National Health Service; 2019.
12. Sameh W. Boktor & John W. Hafner. Influenza. National Center for Biotechnology Information; 2021.
13. Masoud Dadashi, Saeedeh Khaleghnejad, Parisa Abedi Elkhichi, Mehdi Goudarzi, Hossein Goudarzi, Afsoon Taghavi, Maryam Vaezjalali, & Bahareh Hajikhani. COVID-19 and Influenza Co-infection: A Systematic Review and Meta-Analysis. Frontiers in Medicine (Lausanne); 2021.
14. Better Health Channel. Influenza (flu). Better Health Channel; 2022.
15. Sharven Taghavi & Reza Askari. Hypovolemic Shock. National Center for Biotechnology Information; 2022.
16. Jiun-Nong Lin, Hsing-Lin Lin, Chun-Kai Huang, Chung-Hsu Lai, Hsing-Chun Chung, Shiou-Haur Liang, & Hsi-Hsun Lin. Endometriosis presenting as bloody ascites and shock. Journal of Emergency Medicine; 2010.
17. Anne Machalinski & James Beckerman, MD, FACC. Hypovolemic Shock. WebMD; 2020.

Share