Makanan, Minuman dan Herbal

Semangka: Manfaat – Efek Samping dan Tips Konsumsi

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Buah satu ini termasuk salah satu buah yang sangat digemari terutama di Indonesia. Dengan kandungan air yang berlimpah, semangka sangat cocok dikonsumsi sebagai makanan pencuci mulut.

Dibalik rasanya yang manis dan menyegarkan, buah satu ini memiliki kandungan nutrisi yang beragam dan bermanfaat untuk kesehatan tubuh.

Untuk mengenali apa saja kandungan nutrisi serta manfaat buah semangka bagi kesehatan, berikut ulasan lebih lanjut:

Fakta Menarik Buah Semangka

Berikut fakta menarik tentang buah semangka, yang patut anda ketahui [1, 2, 9] :

  • Kandungan air pada semangka yang sangat besar dapat mencegah dehidrasi.
  • Kandungan vitamin dan mineral utama pada buah semangka adalah vitamin C, A, dan juga Kalium.
  • Kandungan nutrisinya yang meliputi vitamin dan mineral lainnya dapat mencegah serangkain penyakit termasuk penyakit kardiovaskular dan juga kanker.
  • Semangka mengandung antioksidan alami yang disebut dengan likopen.
  • Antioksidan likopen memiliki peranan penting dalam mencegah penyakit diabetes terutama diabetes tipe 2.
  • Buah semangka memiliki kandungan antioksidan yang beragam sehingga memiliki aktvitas alami sebagai anti-aging untuk melawan penuaan dini.
  • Meskipun aman dikonsumsi, namun buah semangka memiliki 3 alergen yang perlu diwaspadai sebagian orang karena dapat menyebabkan reaksi alergi.
  • Reaksi alergi tersebut meliputi bibir bengkak, gatal, serta kemerahan.

Kandungan Nutrisi

Semangka
IDNmedis.com Info Gizi (Per 100 Gram)
Semangka, mentah
Kalori: 30 Kalori Dari Lemak: 1.3
%Kebutuhan Harian
Total Lemak0.2      g 0.23 %
Lemak Jenuh0        g 0.08 %
Lemak Trans0        0    %
Kolesterol 0        mg 0   %
Sodium1        mg 0.04 %
Total Karbohidrat7.5      g 2.52 %
Serat0.4      g 1.6  %
Gula6.2      g
Protein0.6      g 1.22 %
Vitamin A11.38 %Vitamin c13.5 %
Kalsium0.7 %Zat besi1.33 %
© IDNmedis.com

Src : Semangka, mentah

*Kebutuhan harian berdasarkan diet 2,000 kalori. Kebutuhan anda bisa lebih besar/kecil.

Top 10 Gizi
Penyajian 100gr%Kebutuhan Harian
Vitamin C8.1      mg13 %
Vitamin A568.9    IU11 %
Kalium112      mg3 %
Tiamin0        mg2 %
Vitamin B60        mg2 %
Asam Pantotenat0.2      mg2 %
Magnesium10       mg2 %
Tembaga0        mg2 %
Total Karbohidrat7.5      g3 %
Riboflavin0        mg1 %
© IDNmedis.com

Src : Semangka, mentah

Jika dilihat dari tabel di atas, maka kandungan gizi yang paling besar pada buah semangka adalah Vitamin C, Vitamin A, dan juga Kalium.

Ketiga nutrisi tersebut memegang peranan yang sangat krusial untuk kesehatan terutama vitamin C yang mampu memberikan perlindungan dan meningkatkan sistem imun tubuh.

Selain kandungan vitamin dan juga mineral dari buah semangka, kadar air dalam buah semangka juga sangat besar bahkan mencapai 90%. Dimana per 100 gr buah semangka terdapat kandungan air sebesar 91.5 gr.

Manfaat Buah Semangka

Buah semangka memiliki kandungan nutrisi baik vitamin, mineral, maupun zat penting lainnya yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Oleh karena itu wajar jika buah semangka memiliki beragam manfaat :

Mencegah Penyakit

Semangka memiliki kandungan vitamin serta senyawa yang memiliki aktivitas antioksidan. Hal tersebut membuat semangka mampu menjadi buah yang berpotensi mencegah serangan berbaga penyakit, diantaranya :

  • Kardiovaskular

Penyakit kardiovaskular, atau penyakit yang berkaitan dengan jantung memang menjadi momok tersendiri karena dapat menyebabkan kematian. Meskipun faktor pemicu penyakit kardiovaskular sangat beragam namun ada beberapa faktor yang dapat dicegah.

Kardiovaskular sendiri biasanya muncul karena di picu oleh Hypercholesterolemia, atau kondisi dimana kadar kolesterol dalam darah sangat tinggi. Dalam sebuah penelitian diketahui bahwa konsumsi vitamin C 1000 mg per hari selama kurang lebih 4 minggu dapat menurunkan total serum kolesterol [1].

  • Kanker

Selain dapat mencegah kanker, kandungan vitamin C pada semangka juga dapat bermanfaat untuk mencegah penyakit kanker.

Kandungan vitamin C melindungi tubuh kita melalui berbagai mekanisme termasuk menghambat oksidasi DNA. Salah satu mekanisme yang memiliki potensi besar adalah chemoprotection, atau perlindungan melawan senyawa mutagenik seperti nitrosamines [1].

Selain itu kandungan vitamin C juga dapat mengurangi karsinogenesis atau permulaan formasi sel kanker. Mekanisme tersebut terjadi melalui stimulasi terhadap sistem imun tubuh [1].

Penyakit ini seringkali menyerang orang lanjut usia, dengan gejala penurunan penglihatan yang sangat mengganggu. Studi epidemiologis membuktikan bahwa terdapat hubungan antara konsumsi vitamin C dengan katarak [1].

Percobaan menunjukkan bahwa konsumsi vitamin C lebih dari 300 mg per hari, erat kaitannya dengan penurunan risiko penyakit katarak sebesar 70%. Begitu pula dengan percobaan lain yang menunjukkan konsumsi lebih dari 490 mg dapat menurunkan risiko sebesar 75% dibandingkan konsumsi di bawah 125 mg [1].

Selain vitamin C, kandungan vitamin A pada buah semangka juga memegang peranan penting untuk menjaga kesehatan mata. Banyak sistem pada tubuh kita yang membutuhkan vitamin A agar dapat berjalan dengan optimal tidak terkecuali mata dan juga jaringan yang berhubungan dengan organ tersebut [6].

Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko yang dapat mencetuskan perkembangan penyakit stroke, jantung koroner, gagal jantung, serta penyakit ginjal stadium akhir [7].

Asupan kalium (yang juga terdapat pada buah semangka) dalam jumlah tertentu memiliki pengaruh signifikan terhadap hipertensi. Dimana, kalium mampu memberikan efek terhadap penurunan tekanan darah [7].

Penurunan tekanan darah tersebutlah yang disinyalir mampu mencegah penyakit hipertensi. Meskipun berdasarkan percobaan lain, tingginya asupan kalium juga harus diimbangi dengan penurunan asupan sodium untuk memberikan efek yang lebih optimal [7].

Asupan kalium juga dipercaya mampu mengatasi masalah yang terdapat pada tulang seperti osteoporosis. Hal tersebut ada kaitannya antara kalium dan juga kalsium secara bersamaan.

Kalium dalam hal ini dapat menurunkan eksresi kalsium melalui urin serta memainkan peran positif dalam menekan resorpsi kalsium serta pelepasan mineral pada tulang [7].

  • Ginjal

Kandungan kalium pada buah semangka juga memiliki potensi untuk menghambat serta memperlambat perkembangan penyakit ginjal [7].

  • Diabetes Melitus

Buah semangka bersamaan dengan tomat mengandung antioksidan alami yang disebut dengan likopen. Likopen memiliki kemampuan tertentu untuk mengurangi oksidasi kolesterol yang biasanya terdapat pada penderita diabetes [8].

Likopen juga mengurangi diabetes secara linear dengan mengontrol abnormalitas pada glukosa. Kemampuan tersebut membuat likopen mampu menurunkan kadar glukosa dalam darah serta meningkatkan level insulin pada penderita diabetes tipe 2 [8].

Imunitas

Kandungan vitamin pada buah semangka memegang peranan penting dalam menjaga imunitas atau kekebalan tubuh terhadap serangan berbagai penyakit.

Berikut beberapa manfaat semangka yang berkaitan dengan imunitas tubuh kita :

  • Masa Kehamilan

Ibu hamil dan juga menyusui sangat membutuhkan asupan vitamin C dalam jumlah yang jauh lebih tinggi dibandingkan yang tidak. Hal ini berkaitan dengan kebutuhan akan vitamin C yang bertambah karena adanya janin pada ibu hamil.

Vitamin C yang telah dikonsumsi akan lebih dipusatkan pada area tali pusar dan janin dibandingkan pada ibunya. Oleh karena asupan vitamin C pada ibu hamil perlu dijaga melalui konsumsi buah, sayuran, dan juga susu [1].

  • Antioksidan Alami

Kandungan pada buah semangka baik vitamin C, A, riboflavin, serta kandungan lainnya memiliki sifat antioksidan yang sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk mencegah proses oksidasi [1, 2, 4, 6].

Sebagai antioksidan, kandungan tersebut bermanfaat untuk mencegah penyakit salah satunya penurunan memori, kemampuan kognitif akibat usia, serta mencegah efek radikal bebas pada kulit (kemampuan sebagai antiaging) dan sebagainya [1, 2].

  • Mencegah Infeksi

Baik kandungan vitamin A maupun vitamin C pada buah semangka memiliki kemampuan dalam mencegah infeksi yang disebabkan oleh bakteri, virus, dan juga protozoa [3, 6].

Vitamin C contohnya mampu mencegah infeksi yang berhubungan dengan pneumonia dan juga flu [3]. Sedangkan vitamin A memiliki potensi untuk meningkatkan fungsi perbaikan sel dan jaringan pada tubuh agar dapat berjalan dengan maksimal [6].

Manfaat Lain

Selain beberapa manfaat di atas, berikut manfaat lain dari konsumsi buah semangka yang patut anda ketahui :

Konsumsi semangka ternyata juga memiliki manfaat untuk menjaga berat badan kita. Semangka masuk ke dalam salah satu snack atau cemilan sehat yang sederhana dan cocok untuk digunakan sebagai menu diet [5].

Studi menunjukkan bahwa kandungan antioksidan setelah mengkonsumsi buah semangka meningkat setelah 4 minggu masa konsumsi. Selama 4 minggu konsumsi buah semangka, berat badan serta tekanan darah menurun [5].

Konsumsi buah semangka juga meningkatkan rasa kenyang lebih lama, mengurangi nafsu makan, serta menurunkan risiko penyakit kardiovaskular [5].

Efek Samping Buah Semangka

Meskipun relatif aman untuk dikonsumsi, namun anda juga perlu waspada terhadap buah semangka. Hal tersebut dikarenakan terdapat potensi reaksi alergi pada sebagian orang terhadap buah semangka. Reaksi alergi mulai dari rasa gatal atau bengkak pada area mulut, lidah, dan juga tenggorokan.

Berdasarkan studi ditemukan beberapa macam alergen pada buah semangka yang berpotensi memicu serangkaian reaksi alergi. Ketiga macam alergen tersebut adalah maalte dehydrogenase, triose phosphate isomerase dan profilin [9].

Tips Penyimpanan

Rasa buah semangka yang manis dan segar tidak akan anda dapatkan jika anda tidak menyimpannya dengan benar. Berikut beberapa hal yang perlu anda perhatikan ketika menyimpan buah semangka [10] :

  • Buah semangka yang sudah masak memiliki warna yang cenderung merah gelap.
  • Buah semangka yang sudah dipetik biasanya tidak akan terus menjadi masak dan melunak.
  • Jika buah dipetik sebelum matang dengan sempurna, maka buah semangka tersebut tidak akan berkembang secara maksimal dari segi rasa.
  • Buah semangka yang telah untuk dapat anda simpan dalam kulkas setelah dibersihkan dengan air.
  • Buah yang disimpan utuh dalam kulkas dapat bertahan kurang lebih seminggu.
  • Buah semangka yang telah dipotong sebaiknya anda bungkus dengan plastik pembungkus makanan dan segera konsumsi dalam jangka waktu 3 sampai dengan 5 hari.
  • Jika ingin memperpanjang usia buah semangka, buah semangka juga dapat dipotong-potong untuk kemudian disimpan dalam freezer untuk dibekukan.
  • Namun buah semangka beku akan kehilangan tekstur sehingga lebih cocok untuk dikonsumsi menjadi jus atau smoothies.

Tips Konsumsi

Buah semangka memiliki kandungan air yang sangat besar, sehingga dapat dijadikan sajian yang menyegarkan untuk mengusir dahaga. Selain itu anda juga dapat membuat berbagai macam sajian lain dari buah semangka diantaranya [10, 11] :

  • Konsumsi semangka secara langsung dengan dipotong-potong dan sajikan saat dingin.
  • Anda juga dapat membuat campuran buah dengan semangka, berry, maupun nanas yang dicampur dalam satu mangkuk dan disajikan bersamaan.
  • Buah semangka juga seringkali diolah menjadi jus hanya dengan menambahkan air dan sedikit gula, atau susu kental manis, atau susu segar jika ingin dibuat smoothies.
  • Anda juga dapat membuat minuman buah dengan mencampurkan air dingin, es, susu, dan potongan semangka, ditambahkan dengan madu.
  • Buah semangka dan buah lain seperti nanas, kiwi dan stroberi dapat anda sajikan sebagai pelengkap barbeque.
  • Anda juga bisa sajikan buah semangka menjadi salad buah dengan topping salad dengan tambahan madu dan perasan lemon.

1. Anitra C Carr and Balz Frei. Toward a new recommended dietary allowance for vitamin C based on antioxidant and health effects in humans. Volume 69 (6). The American Journal of Clinical Nutrition; 1999.
2. Farris, Patricia K. Topical vitamin C: a useful agent for treating photoaging and other dermatologic conditions. Volume 31 (7). American Society for Dermatologic Surgery; 2005.
3. Harri Hemilä. Vitamin C and Infections. National Center for Biotechnology Information, US. National Library of Medicine; 2017.
4. Anitra C. Carr, and Silvia Maggini. Vitamin C and Immune Function. National Center for Biotechnology Information, US. National Library of Medicine; 2017.
5. Tiffany Lum, Megan Connolly, Amanda Marx, Joshua Beidler, Shirin Hooshmand, Mark Kern, Changqi Liu, and Mee Young Hong. Effects of Fresh Watermelon Consumption on the Acute Satiety Response and Cardiometabolic Risk Factors in Overweight and Obese Adults. National Center for Biotechnology Information, US National Library of Medicine; 2019.
6. Clare Gilbert. What is vitamin A and why do we need it? National Center for Biotechnology Information, US. National Library of Medicine.
7. Connie M. Weaver. Potassium and Health. National Center for Biotechnology Information, US. National Library of Medicine; 2013.
8. Ambreen Naz, Masood Sadiq Butt, Muhammad Tauseef Sultan, Mir Muhammad Nasir Qayyum, and Rai Shahid Niaz. Watermelon Lycopene and allied health claims. National Center for Biotechnology Information, US. National Library of Medicine; 2014.
9. Carlos Pastor, Javier Cuesta-Herranz, Barbara Cases, Marina Pérez-Gordo, Elena Figueredo, Manuel de las Heras, & Fernando Vivanco. Identification of Major Allergens in Watermelon. National Center for Biotechnology Information, US. National Library of Medicine; 2009.
10. Peggy Trowbridge Filippone. Choosing a Ripe Watermelon and Keeping it Fresh. The Spruce Eats; 2019.
11. Carina Wolff. 8 Clever Ways to Serve Watermelon This Summer. Simplemost : Food Recipes; 2016,

Share