Photoaging: Gejala, Penyebab dan Pengobatan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Apa itu Photoaging?

Kulit terkomposisi dari tiga lapisan, yaitu epidermis, dermis, dan jaringan subkutan. Lapisan dermis mengandung protein, termasuk kolagen, elasitin, dan serat penting lainnya yang membantu menguatkan elastisitas kulit. Radiasi sinar UV akan merusak protein penting ini dan menyebabkan photoaging. [3]

Photoaging adalah penuaan dini kulit yang disebabkan oleh paparan sinar matahari yang berlebihan. Saat kulit mengalami penuaan dini, kulit akan menunjukan gejala-gejala penuaan yang lebih cepat dari usia yang seharusnya. Penelitian mengatakan bahwa hampir 90% gejala penuaan dini kulit disebabkan oleh paparan UV. [2]

Dokter spesialis kulit menjelaskan kerusakan kulit akibat matahari dalam beberapa nama, termasuk photoaging, photodamage, solar damage, ataupun sun damage. Kondisi ini terjadi saat sinar ultraviolet mengenai kulit yang tidak terlapisi tabir surya, menyebabkan perubahan DNA dibawah kulit. [1]

Fakta Photoaging

Beberapa fakta tentang photoaging adalah sebagai berikut [1,2] :

  • Volume kolagen dapat berkurang saat photoaging, menyebabkan garis halus dan kerutan.
  • Photoaging tergolong dalam penuaan ekstrinsik yang disebabkan karena faktor diluar tubuh yang sulit dikontrol.
  • Kerusakan kulit akibat sinar UV lebih terlihat dengan kamera UV.
  • Beberapa faktor tertentu dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena photoaging, termasuk kulit putih.
  • Photoaging yang tidak diatasi sejak dini dapat meningkatkan risiko terbentuknya kanker kulit.

Gejala Photoaging

Tidak seperti penuaan normal, dimana disebabkan akibat usia dan genetik, photoaging terjadi saat paparan sinar matahari merusak struktur kulit. Untuk melihat perbedaan penuaan dini dengan penuaan biasa, bandingkanlah area tubuh yang tidak terpapar matahari dengan area wajah anda. [1]

Gejala dari photoaging adalah [3] :

  • Kerutan
  • Penurunan elastisitas kulit
  • Lingkaran hitam dibawah mata
  • Kantung mata
  • Pembuluh darah pecah (telangeictasias)
  • Perubahan warna kulit menjadi kuning
  • Perubahan tekstur kulit
  • Bintik hitam (pigmentasi kulit)
  • Mudah ruam/lebam
  • Sindrom Favre-Racouchot (milia akibat matahari, jerawat, dan kista)

Penyebab Photoaging

Photoaging disebabkan oleh paparan sinar matahari yang berlebihan. Foton dalam sinar UVB matahari diserap sel kulit dan menyebabkan kerusakan DNA sel. UVB adalah penyebab utama dari sunburn dan kerusakan DNA langsung dapat memperbesar kemungkinan kulit mengalami kanker kulit. [2]

Sementara kerusakan DNA ini bermain peran dalam kulit photoaging, sinar UVA adalah pemeran utama dari penuaan dini di kulit. UVA juga merusak DNA sel, namun tidak secara langsung. UVA memicu pembentukan radikal bebas yang merusakan DNA dalam proses yang disebut dengan stres oksidatif. [2]

Gelombang sinar UVA yang cukup panjang dapat berpenetrasi ke lapisan dermis kulit. Sinar ini merusakan lapisan kolagen yang sudah ada dan menyebabkan peningkatkan produksi elastin. Jumlah elastin yang tidak normal menyebabkan produksi enzim yang disebut dengan metalloproteinase. Enzim ini memang berguna untuk memperbaiki kolagen yang rusak, namun lebih sering memberikan efek berbahaya ke kolagen akibat pembetulannya yang tidak sesuai. [3]

Studi terkini mengatakan bahwa sinar cahaya high energy visible (HEVIS) juga berkonstribusi terhadap penuaan dini kulit. Walaupun demikian, efek HEVIS tidak lebih kuat daripada sinar UVA. [2]

UVA tidak lebih intens dari UVB, namun UVA memiliki prevalensi 30 hingga 50 kali. Sinar UVA juga memiliki intensitas yang sama sepanjang tahun sehingga penting sekali untuk tetap menggunakan tabir surya pada musim apapun. [2]

Kapan Harus ke Dokter?

Jika anda sering mengalami masalah kulit yang disebabkan akibat paparan matahari, termasuk sunburn bergermbol saat anak-anak, pergilah ke dokter kulit untuk melakukan evaluasi kulit. Periksalah efek kerusakan matahari jangka panjang dan lihatlah tanda-tanda kanker melanoma sedini mungkin. [1]

Jika anda merasa terganggu terhadap keadaan kulit anda akibat photoaging, pergilah ke dokter kulit untuk pemeriksaan dan rekomendasi tindakan. Dokter juga dapat memberikan saran terhadap jenis tabir surya yang sesuai. [1]

Pergilah ke dokter jika anda menemukan perubahan pada kulit anda, seperti [1] :

  • Bintik atau tahi lalat berwarna cokelat, hitam, merah, atau putih
  • Bintik pada kulit berdarah secara spontan atau terasa sakit

Pengobatan Photoaging

Standar utama dari pengobatan photoaging ringan hingga moderat adalah penggunaan produk vitamin A, misalnya retinol dan retin A. Obat yang diseresepkan dokter (Retin A dan Differin) memiliki konsentrasi yang lebih tinggi daripada formulasi produk yang terjual bebas dipasaran. [3]

Vitamin A dapat mengurangi kerutan, terutama garis halus dan kerutan wajah. Retinoid bekerja dengan meningkatkan regenerasi sel. Hasil penggunaan vitamin A atau retinoid dapat terlihat dalam waktu beberapa bulan. Beberapa produk vitamin A konsentrasi tinggi dapat menghasilkan efek kemerahan saat penggunaan pertama. [3]

Beberapa kandungan lain yang dapat anda pilih untuk mengatasi photoaging adalah [2] :

  • Asam gliseretinik, karena dapat meningkatkan mekanisme perbaikan DNA.
  • Asam hyaluronat, karena dapat mengurangi tanda penuaan.
  • Thiamido, karena dapat mengatais akat penyebab hiperpigmentasi dan mengurangi mata panda.

Ada beberapa teknologi lain yang bisa digunakan untuk mengatasi photoaging, termasuk [3] :

Terapi fotodinamik adalah sebuah teknik menggunakan obat sensitasi cahaya ke kulit. Saat obat telah berpenetrasi ke kulit, area yang difokuskan akan dipaparkan dengan cahaya yang mengakvitasi obat dan mendorong produksi kolagen. Hasil dari terapi fotodinamik adalah penampakan kulit yang lebih muda dan kenyal. [3]

  • Cahaya Denyut Tinggi

Cahaya denyut tinggi adalah sebuah teknik terapi cahaya yang berguna untuk mengurangi tampilan pigmentasi dan pembuluh darah pecah setelah dalam beberapa kali tindakan. [3]

  • Terapi Laser

Terapi laser dapat mengatasi berbagai masalah kerusakan kulit bergantung pada panjang gelombang cahaya yang diterapkan ke kulit. Perbedaan panjang gelombang dapat digunakan untuk mengecilkan pembuluh darah, memudarkan bintik hitam, mengurangi kerutan, dan menghilangkan rambut wajah berlebih

Pencegahan Photoaging

Tidak ada kata terlambat untuk melakukan perlindungan kulit dari paparan matahari untuk mencegah photoaging. Dokter spesialis kulit merekomendasikan penggunakan tabir surya spektrum luas, dimana memberikan perlindungan kulit terhadap sinar UVA dan UVB. Carilah tabir surya yang mengandung SPF 30 atau lebih. Formula tabir surya tahan air lebih disarankan dan ulas ulang tabit surya setiap 2 jam. [1]

Selain penggunaan tabir surya, beberapa pencegahan lain yang perlu anda lakukan adalah [3] :

  • Hindari paparan matahari tengah hari, antara 10 pagi hingga 2 siang.
  • Berlindunglah dibawah payung atau bayangan lain sebisa mungkin.
  • Gunakan topi untuk melindungi area wajah.
  • Gunakan pakaian yang melindungi kulit, misalnya pakaian lengan panjang yang tipis dengan perlindungan SPF.
fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment