Nanas: Manfaat – Efek Samping dan Tips Konsumsi

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Nanas adalah tumbuhan berbuah yang mudah ditemukan di negara tropis dan subtropis, seperti Filipina, Thailand, Indonesia, Malaysia, Kenya, dan India.

Senyawa utama dalam nanas, dikenal sebagai bromelain, mulai dikenal sejak tahun 1875 dan digunakan pengobatan herbal. [1].

banyak berperan dalam pengobatan sebagai anti-peradangan, membantu mengurangi efek samping antibiotik, dan beberapa penyakit kardiovaskular, seperti penyakit jantung [1, 15].

Fakta Unik Nanas

  • Nanas dikenal sebagai sumber utama bromelain, enzim yang dapat mengurangi peradangan. Nanas memiliki kandungan kalium, zat besi, vitamin C, mangan dan serat [2, 3]
  • Buah nanas ditemukan oleh penjelajah Christoper Colombus pada tahun 1493 di Kepulauan Karibia [3]
  • Dalam tradisi Cina, nanas dipercaya sebagai simbol keberuntungan sehingga banyak dipakai sebagai dekorasi rumah atau kantor, bahkan sebagai hadiah peresmian bisnis [2]
  • Enzim dalam nanas dapat digunakan untuk melunakan daging, sama seperti kiwi dan daun pepaya [2]
  • Tanaman nanas butuh waktu kurang lebih 1,5 tahun untuk panen.
  • Satu tanaman hanya bisa menghasilkan satu buah nanas dalam sekali panen.
  • Nanas dapat berkembang biak secara generatif dan vegetatif.

Kandungan Gizi

Nanas termasuk dalam buah-buahan tinggi antioksidan karena memiliki kandungan vitamin C yang tinggi.

Berikut data kandungan gizi per 100 gram nanas dengan kebutuhan diet 2000 kalori.

IDNmedis.com Info Gizi (Per 100 Gram)
Nanas, mentah, semua varietas
Kalori:50Kalori Dari Lemak:1
  %Kebutuhan Harian
Total Lemak0.1      g 0.18 %
Lemak Jenuh0        g 0.05 %
Lemak Trans0        0    %
Kolesterol0        mg 0   %
Sodium1        mg 0.04 %
Total Karbohidrat13.1     g 4.37 %
Serat1.4      g 5.6  %
Gula9.8      g  
Protein0.5      g 1.08 %
Vitamin A1.16 %Vitamin c79.67 %
Kalsium1.3 %Zat besi1.61 %
© IDNmedis.com

Src : Nanas, mentah, semua varietas

*Kebutuhan harian berdasarkan diet 2,000 kalori. Kebutuhan anda bisa lebih besar/kecil.

Top 10 Gizi
Penyajian 100gr%Kebutuhan Harian
Vitamin C47.8     mg80 %
Mangan0.9      mg46 %
Serat makanan1.4      g6 %
Tiamin0.1      mg5 %
Vitamin B60.1      mg6 %
Tembaga0.1      mg6 %
Total Karbohidrat13.1     g4 %
Folat18       mcg5 %
Magnesium12       mg3 %
Kalium109      mg3 %
© IDNmedis.com

Src : Nanas, mentah, semua varietas

Nilai plus dari Gizi Nanas

  • Kalori rendah, cocok dipilih sebagai variasi konsumsi buah saat diet penurunan berat badan
  • Kaya akan antioksidan yang dapat melawan radikal bebas
  • Tidak memiliki kandungan kolesterol sehingga aman bagi tubuh

Manfaat Nanas

Nanas sebagai tanaman obat tidak lepas dari kandungan enzim Bromelain yang dikenal sebagai anti-inflamasi [1, 4, 6, 7].

Bukan hanya meredakan peradangan, nanas juga bermanfaat dalam mencegah penyakit-penyakit berbahaya. Berikut beberapa manfaat nanas yang telah diteliti.

  • Mencegah Penyakit Kardiovaskular

Penyakit kardiovaskular adalah penyakit yang berkaitan dengan pembuluh darah dan jantung [1].

Penyakit kardiovaskular diantaranya penyakit jantung koroner, stroke, hipertensi, penyakit arteri perifer, gagal jantung, dan penyakit jantung bawaan.

Stroke dan penyakit jantung adalah salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Bromelain memiliki sifat anti-platelet, yang dapat mencegah keping darah untuk menggumpal [1].

Sifat anti-platelet bromelain berpotensi dapat meminimalisir terjadinya trombosis dan emboli [1].

Meskipun demikian, efektivitas bromelain dari nanas sebagai obat dalam penanganan penyakit kardiovaskular masih membutuhkan studi klinis lebih lanjut [18].

  • Meningkatkan Imunitas Tubuh

Penelitian dalam Journal of Nutrition and Metabolism menyelidiki efek konsumsi nanas kalengan terhadap sistem imun, status gizi, dan kesehatan fisik anak-anak usia sekolah berusia 8 tahun.

Sebanyak 98 anak dibagi menjadi 3 kelompok, kelompok A tidak mengonsumsi nanas kalengan, kelompok B mengonsumsi sebanyak 140 gram, dan kelompok C mengonsumsi nanas kalengan sebanyak 280 gram selama 9 minggu.

Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan granulosit dan CD16+56 sebagai penanda kekebalan tubuh pada kelompok B dan C [5].

Peningkatan granulosit dan CD16+56 ini mungkin terjadi karena kandungan Vitamin C yang cukup tinggi pada nanas.

Bromelain yang bersifat anti-inflamasi berpotensi mengobati penyakit yang berhubungan dengan sistem imun dan peradangan, seperti radang tenggorokan dan radang usus.

Penelitian yang dilakukan di tahun 2000 terhadap dua pasien radang usus ringan yang tidak merespon pengobatan konvensional justru membaik setelah mengonsumsi bromelain oral [7].

Konsumsi jangka panjang nanas segar maupun jus nanas terbukti aman dan secara signifikan dapat meredakan peradangan pada penelitian menggunakan tikus dengan kolitis kronis [7].

  • Mencegah Tumbuhnya Tumor dan Kanker

Berbagai penemuan, baik tradisional maupun penelitian, merujuk kemungkinan nanas sebagai agen antikanker yang efektif.

Penelitian secara in vivo menunjukan bromelain yang diambil dari batang nanas dapat menghambat terjadinya metastatis pada sel karsinoma dan melanoma [10].

Penelitian in vitro yang dilakukan pada tikus juga menunjukan adanya penghambatan pertumbuhan sel kanker [11].

Orang yang mengalami obesitas memiliki kecenderungan lebih besar terkena penyakit yang lebih serius seperti diabetes tipe-2, osteoarthritis, dan penyakit jantung [1, 8].

Nanas juga termasuk dalam buah-buahan yang mengandung antioksidan yang dapat digunakan untuk mencegah terakumulasinya lemak dalam tubuh.

Penelitian dalam Journal Food Science and Biotechnology (2018) menunjukan konsumsi jus nanas dapat menurunkan jumlah lemak, berat badan, dan akumulasi lemak pada hati tikus yang mengalami obesitas [8].

Pemberian jus nanas menurunkan kadar insulin dan leptin, sementara adiponektin pada tikus percobaan meningkat [8].

Hasil penelitian ini dapat menjadi tanda bahwa nanas berpotensi sebagai alternatif diet dengan cara mengurangi lipogenesis dan meningkatkan lipolisis.

  • Mempercepat Penyembuhan Luka Bakar

Luka bakar merupakan salah satu trauma kulit terparah. Sekitar 30%-60% kasus luka bakar pada tangan membutuhkan perawatan dan penanganan khusus. [12, 13].

Prosedur paling utama dalam penanganan luka bakar adalah membuang jaringan kulit yang mati agar jaringan dibawahnya dapat beregenerasi. Prosedur ini dinamakan debridemen.

Studi pada 154 kasus menunjukan penggunaan debridemen enzimatik yang diturunkan dari bromelain dapat mengurangi persentase prosedur pencangkokan kulit [13].

Selain itu, penggunakan debridemen enzimatik berpotensi meningkatkan efisiensi dalam pengangkatan kulit mati untuk mempercepat penanganan luka bakar [12].

  • Mengobati Osteoarthritis

Osteoarthritis merupakan penyebab terbesar nyeri sendi yang dialami penderita usia 45 tahun keatas.

Studi pada tahun 2004 menemukan bromelain terbukti mampu mengobati osteoarthritis karena sifat anti-inflamasi yang dimiliki [1, 14, 15, 16].

Meskipun demikian penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengetahui efektifitas dan dosis yang tepat [15, 16].

  • Menjaga Kesehatan Pencernaan

Bromelain dapat menetralisir enterotoksin yang dihasilkan oleh bakteri patogen seperti Vibrio cholera dan E. coli [1]. Enterotoksin diketahui menjadi penyebab diare pada beberapa jenis hewan.

Studi pada tahun 2019 menemukan jus nanas berpotensi untuk dikembangkan sebagai minuman probiotik [22].

Minuman probiotik baik untuk meningkatkan kesehatan saluran cerna dan mencegah penyakit yang berkaitan dengan kekurangan nutisi.

Studi di tahun 2018 menemukan fermentasi jus nanas dengan M. caribbica dapat menjadi alternatif minuman probiotik dengan rasa yang lebih enak [23].

Efek Samping Nanas

Konsumsi nanas secara rutin dalam jangka waktu lama tidak menimbulkan efek samping bagi tubuh [6, 8]. Namun perlu diperhatikan banyaknya intake per hari.

Dosis yang disarankan dalam mengonsumsi nanas, baik dalam bentuk jus atau suplemen, tidak lebih dari 12 gram/hari [1, 17].

Konsumsi nanas secara berlebihan justru menimbulkan beberapa efek samping seperti:

  • Gangguan Pencernaan

Berdasarkan tabel nilai gizi, kandungan Vitamin C per 100 gram nanas sudah memenuhi 80% kebutuhan Vitamin C harian.

Konsumsi lebih dari dua potong nanas (>300gram) dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti diare, mual, dan gangguan pencernaan lain.

Diare, mual dan sakit perut adalah gejala yang umum terjadi akibat kelebihan vitamin C tidak dapat diserap oleh saluran cerna [17, 18].

  • Pendarahan

Bromelain dapat digunakan sendiri atau dikombinasikan dengan suplemen atau obat lain.

Bromelain memiliki sifat anti-platelet atau menghambat keeping darah untuk saling menempel sehingga tidak cocok digunakan bersamaan dengan obat pengencer darah seperti Enoxaparin sodium dan Dabigatran [16, 17].

Penggunaan secara bersamaan dapat mengakibatkan pendarahan berlebihan. Sifat anti-platelet bromelain juga menyebabkan peningkatan pengeluaran darah saat menstruasi [17].

Hal ini menjadi alasan wanita yang sedang menstruasi dan hamil dianjurkan untuk tidak mengonsumsi nanas secara berlebihan.

Beberapa orang memiliki tingkat sensivitas tinggi terhadap nanas. Reaksi alergi bervariasi dari ringan hingga akut, bahkan sampai menyebabkan anafilasik [17].

Segera hubungi dokter apabila mengalami gejala sesak nafas, diare, mual, pembengkakan atau ruam di kulit setelah mengonsumsi nanas.

  • Reaksi dengan Antibiotik

Bromelain dapat meningkatkan penyerapan obat, khususnya antibiotik [1, 9, 18]. Antibiotik seperti amoxicillin akan bekerja lebih optimal dengan bantuan enzim bromelain.

Disisi lain, bromelain dapat meningkatkan efek samping dari antibiotik terhadap tubuh.

Oleh karena itu, bicarakan lebih lanjut dengan dokter apabila anda sedang dalam masa pengobatan dengan antibiotik.

Tips Menyimpan dan Mengonsumsi Nanas

Nanas adalah salah satu buah-buahan tinggi antioksidan yang mudah ditemukan di Indonesia selain buah naga dan buah anggur.

Pemilihan buah, cara menyimpan dan mengolahnya akan mempengaruhi kandungan nilai gizi buah nanas.

Tips Penyimpanan

Nanas dapat dibiarkan selama 1-2 hari di suhu ruangan. Cara penyimpanan ini cocok untuk nanas matang namun tekstur masih keras.

Penyimpanan di suhu ruangan tidak membuat nanas menjadi lebih manis, hanya membuat teksturnya lebih lunak dan berair.

Apabila nanas telah matang, cara penyimpanan terbaik adalah dengan membungkusnya kemudian disimpan dalam kulkas.

Namun jika nanas sudah dipotong-potong, maka tempatkan dalam wadah rapat atau kedap udara kemudian masukan dalam kulkas [19].

Tips Mengonsumsi Nanas

  • Diet Penurunan Berat Badan

Manfaat buah nanas agar berat badan turun tidak lepas dari kandungan meis utamanya, yaitu enzim bromelain.

Selain dapat mencegah penumpukan lemak, nanas mengandung antioksidan untuk mencegah radikal bebas.

Buah nanas untuk tujuan diet sebaiknya diolah menjadi jus atau dimakan secara langsung. Tujuannya agar enzim bromelain tidak hancur saat dimasak atau dipanaskan.

  • Penderita Maag Perlu Waspada

Nanas memiliki kandungan vitamin C yang cukup tinggi. Bagi penderita maag, sebaiknya menghindari konsumsi buah nanas sebelum makan atau bersama dengan minuman yang bersifat asam seperti kopi atau soda.

  • Selingi dengan Buah Lain

Nanas aman dikonsumsi secara rutin, namun usahakan menyelingi atau memadukan nanas dengan buah lain, seperti buah anggur, semangka, atau pisang, agar kebutuhan nutrisi tubuh dapat terpenuhi.

Nanas juga dapat diolah menjadi berbagai menu kue yang enak, seperti pie apel dan nanas atau diolah menjadi selai nanas.

Konsultasikan menu dengan ahli gizi untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

  • Konsumsi Sebagai Infused Water

Selain dikonsumsi sebagai jus, cobalah membuat infused water menggunakan buah nanas. Cukup memotong buah nanas yang sudah matang kemudian menambahkan air dan diamkan selama beberapa jam.

Anda juga bisa berkreasi dengan menambahkan buah lain seperti lemon, semangka, stroberi, atau daun mint.

Infused water cocok untuk mengganti elektrolit tubuh yang hilang dan dapat mencegah terjadinya dehidrasi [20].

  • Minuman Probiotik

Minuman probiotik sangat baik untuk kesehatan saluran cerna. Sayangnya, mayoritas minuman probiotik dibuat dari bahan dasar susu.

Akibatnya, orang dengan alergi laktosa dan orang yang menganut gaya hidup vegetarian tidak bisa menikmati minuman ini [21].

Hal ini dapat disiasati dengan membuat minuman probiotik dari jus nanas [21, 22].

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment