Obat

Bambuterol : Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Tinjauan Medis : dr. Shinta Pradyasti
Bambuterol adalah obat sediaan tablet yang termasuk dalam kelas obat anti asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Bambuterol memiliki indikasi pengobatan penyakit obstruksi (sumbatan) saluran

Bambuterol adalah sebuah obat bronkodilator yang digunakan untuk menangani penyakit asma dan masalah pernapasan lainnya[2].

Obat ini merupakan sebuah prodrug atau bakal obat dari terbutaline yang digunakan untuk mengurangi gejala dari serangan asma. Obat ini dianjurkan untuk serangan asma akut[1,3,4].

Apa itu Bambuterol?

Berikut ini info mengenai Bambuterol, mulai dari indikasi hingga peringatannya, yaitu[1,2,3] :

Indikasi Obat penyumbatan saluran pernapasan
Kategori Resep dokter
Konsumsi Anak-anak dan dewasa
Kelas Anti Asma dan Pencegahan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)
Bentuk Tablet
Dosis Dewasa :
→ 10 – 20 mg / hari
→ diminum satu kali dalam sehari sebelum tidur malam
Anak Anak :
→ 2 – 5 tahun : 10 mg / hari
→ 6 – 12 tahun : 10 – 20 mg / hari
→ diminum satu kali dalam sehari sebelum tidur malam
Kontraindikasi Hipersensitif. Gangguan hati berat atau penyakit hati aktif dan gangguan ginjal.
Peringatan Pasien dengan kondisi berikut, wajib berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan Bambuterol :
→ Pasien yang memiliki alergi terhadap Bambuterol
→ Pasien dengan penyakit sirosis hati dan penyebab lain dari gangguan fungsi hati.
→ Pasien dengan penyakit epilepsi.
→ Pasien yang memiliki kelenjar tiroid yang terlalu aktif (tirotoksikosis) dan berpotensi dengan penyakit hipertiroid.
→ Pasien dengan penyakit jantung (iskemia, aritmia, maupun penyakit jantung parah) dan gangguan ginjal sedang maupun akut.
→ Pasien dengan tekanan darah tinggi (hipertensi) dan penyakit diabetes mellitus.
→ Pasien dengan kecenderungan glaukoma dan hipokalemia.
→ Pasien dengan penyakit kardiomiopati dan hipertrofik.
→ Pasien dengan bronkospasme akut dan penyakit pernapasan yang tidak stabil.
→ Pasien yang sedang menjalani perawatan dan penggunaan obat atau inhaler.
→ Anak-anak dibawah usia 2 tahun, ibu hamil dan menyusui.
Kategori Obat pada Kehamilan & Menyusui Cara Pemberian Obat:
↔ Melalui PO (diminum)
Belum ada penelitian untuk pemberian obat ini pada wanita hamil & menyusui.
Obat ini tidak direkomendasikan untuk kehamilan & menyusui kecuali benar – benar diperlukan. Jika obat ini ingin dikonsumsi, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terkait dengan efek dan diawasi dengan serius.
Tinjauan
Bambuterol adalah obat yang berbentuk tablet dan digunakan untuk pencegahan bronkospasme pada anak-anak dan pencegahan gejala asma pada penderita asma dewasa dan penyakit pernapasan lainnya[5].

Manfaat Bambuterol

Bambuterol disebut dengan bronkodilator karena obat ini mampu membuka dan melebarkan saluran udara di paru – paru sehingga udara dapat mengalir ke paru – paru lebih bebas[2].

Untuk penderita asma, obat ini digunakan untuk meredakan beberapa gejala asma yaitu[2]:

Tinjauan 
Bambuterol dapat digunakan sendiri atau kombinasi dengan obat lain (sesuai dengan arahan dokter) untuk pengobatan asma dan gangguan pernapasan lainnya[5].

Dosis dan Cara Penggunaan Bambuterol

Pemberian Bambuterol dapat dibagi menjadi dua yaitu dewasa dan anak-anak[1,3]. Selain itu, ada beberapa cara penggunaan bambuterol agar memberikan manfaat yang terbaik[2,5].

Dosis Bambuterol Dewasa

Tablet / Diminum
→ 10 – 20 mg / hari
→ diminum satu kali dalam sehari sebelum tidur malam
→ Jika pasien mengalami gangguan ginjal, sebaiknya dosis dikurangi menjadi setengah dosis dari pasien biasa.

Dosis Bambuterol Anak

Anak Anak :
→ 2 – 5 tahun : 10 mg / hari
→ 6 – 12 tahun : 10 – 20 mg / hari
→ diminum satu kali dalam sehari sebelum tidur malam.
→ Sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Cara Penggunaan Bambuterol

Berikut ini beberapa cara yang dilakukan untuk mendapatkan hasil terbaik dari penggunaan obat ini adalah[5] :

  • Memberitahukan seluruh kondisi kesehatan dan obat yang sedang dikonsumsi kepada dokter atau ahli kesehatan.
  • Sebaiknya menggunakan obat ini sesuai dengan saran dokter.
  • Selama masa pengobatan, sebaiknya memiliki kunjungan dan konsultasi dengan dokter secara teratur khususnya pasien dengan penyakit hati, ginjal dan diabetes mellitus.
  • Jika gejala asma tidak membaik dan membutuhkan tambahan inhaler selama masa pengobatan, maka segera berkonsultasi dengan dokter.
  • Tidak merokok selama masa pengobatan. Merokok menyebabkan iritasi dan kerusakan pada paru – paru dan akan memperburuk keadaan. Sebaiknya berkonsultasi dengan dokter jika mengalami kesulitan berhenti merokok.
  • Jika menderita diabetes, maka sebaiknya memeriksa gula (glukosa) secara berkala, karena bambuterol dapat memengaruhi kadar gulda dalam darah.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mengkonsumsi Bambuterol adalah[2] :

  • Pemantauan terhadap kadar hormon tiroid, penyesuaian dosis yang tepat, atau penggantian dengan alternatif yang sesuai mungkin diperlukan berdasarkan kondisi klinis.
  • Pemantauan terhadap fungsi jantung, tanda-tanda vital, atau kadar elektrolit mungkin diperlukan berdasarkan kondisi klinis.
  • Pemantauan terhadap kadar glukosa darah, penyesuaian dosis yang tepat, atau penggantian dengan alternatif yang sesuai mungkin diperlukan dalam beberapa kasus berdasarkan kondisi klinis.
  • Pemantaun terhadap segala gejala seperti sesak napas, kelemahan otot, perubahan detak jantung, dan sebagainya. Tindakan penanggulangan yang tepat, penyesuaian dosis, atau penggantian dengan alternatif yang sesuai mungkin diperlukan berdasarkan kondisi klinis.

Efek Samping Bambuterol

Bambuterol biasanya memberikan efek samping kepada beberapa orang, tetapi bukan efek samping serius[1,2,4].

Efek yang sering dilaporkan adalah[1,2] :

Efek yang jarang terjadi (segera menghubungi dokter)[2,4] :

  • Kelemahan otot,
  • Tremor (gerakan tidak terkontrol),
  • Gangguan perilaku (menjadi mudah gelisah),
  • Palpitasi (kondisi jantung berdetak kencang),
  • Hipokalemia (kekurangan kalium),
  • Hiperglikemia (kelebihan kadar gula dalam darah),
  • Masalah pada jantung seperti takikardia (detak jantung melebihi 100 kali per menit), aritmia jantung (gejala dari gangguan detak jantung), iskemia miokardium (aliran darah berhenti pada sebagian jantung),
  • Bronkospasme (pengencangan otot-otot pada paru-paru).

Gejala Overdosis Bambuterol dan segera pergi ke Emergency atau IGD[1] :

  • Mual dan muntah,
  • Tremor (gerakan yang berlebihan),
  • Takikardia (detak jantung melebihi 100 kali per menit),
  • Aritmia jantung (gejala dari gangguan detak jantung),
  • Palpitasi (kondisi jantung berdetak kencang),
  • Kram otot dan tidak sadarkan diri.

Detail Bambuterol

Untuk lebih memahami Bambuterol secara rinci, berikut ini akan dijelaskan tentang cara penyimpanan, overdosis, cara kerja, dan interaksi dengan obat lainnya[1,2,4,5].

Penyimpanan Tablet
→ Simpan pada suhu maksimal 30 ° C.
→ Simpan di tempat kering.
→ Lindungi dari cahaya dan panas.
→ Jauhkan dari jangakuan anak.
Cara Kerja Deskripsi : Bambuterol adalah prodrug atau bakal obat dari terbutaline. Ini melemaskan otot polos bronkial dengan bertindak selektif pada reseptor β2 (beta 2).
Efek farmakologis dari bambuterol sebagian disebabkan oleh stimulasi melalui reseptor beta-adrenergik (reseptor beta 2) dari adenyl cyclase intraseluler, enzim yang mengkatalisis konversi adenosin trifosfat (ATP) menjadi AMP siklik.
Durasi : setidaknya 24 jam.
Farmakokinetik
Penyerapan : diserap sekitar 20% oleh saluran pencernaan.
Ketersediaan Hayati : sekitar 10%
Waktu untuk memaksimalkan konsentrasi plasma adalah sekitar 4 – 7 jam (terbutaline).
Distribusi : Pengikatan protein plasma sebanyak 40% sampai 50%.
Metabolisme : Perlahan dimetabolisme di hati menjadi metabolit aktifnya, terbutalin melalui hidrolisis dan oksidasi.
Ekskresi : waktu paruh biologis yaitu sekitar 9 – 17 jam.
Interaksi dengan obat lain → Efek relaksasi otot yang berkepanjangan dari simpatomimetik lainnya misalnya Suxamethonium.
→ Peningkatan risiko hipokalaemia dengan kortikosteroid, diuretik, atau turunan xanthine.
→ Penghambatan sebagian atau secara keseluruhan dari efek dengan penghambat beta yang tidak selektif.
Overdosis ⇔ Gejala : Sakit kepala, gelisah, termor, mual, kram otot tonik, palpitasi, takikardia, dan aritmia jantung.
⇔ Cara Mengatasi :
→ Mempertimbangkan bilas lambung dan arang aktif dalam kasus yang sudah parah.
→ Menentukan keseimbangan asam-basa, glukosa darah dan elektrolit.
→ Memantau tekanan darah, detak jantung, dan ritme jantung.
→ Untuk aritmia jantung yang secara hemodinamik signifikan, penangkal yang disukai adalah penahan beta kardioselektif, tetapi harus digunakan dengan hati-hati pada pasien dengan riwayat bronkospasme.
→ Mencatat volume yang terjadi ketika pengurangan oleh mediasi beta 2 pada resistensi vaskular perifer yang berkontribusi secara signifikan terhadap penurunan tekanan darah.

Pertanyaan Seputar Bambuterol

Apakah wanita hamil dan menyusui dapat mengkonsumsi Bambuterol?

Belum ada penelitian pasti untuk efek dari Bambuterol bagi wanita hamil dan menyusui, tetapi sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter dan obat ini digunakan jika dalam keadaan terdesak[2].

Apakah Bambuterol memberikan rasa mengantuk?

Ya, obat ini memberikan rasa kantuk[2].

Apa yang dilakukan jika ada dosis yang terlewat?

Segera minum obat dengan dosis yang terlewat ketika diingat. Jika waktunya sudah mendekati waktu untuk mengkonsumsi dosis berikutnya, sebaiknya dilewatkan saja dosis yang sudah terlewat. Jangan menggandakan dosis yang sudah terlewatkan[2].

Apa hal yang harus dihindari ketika mengkonsumsi obat ini?

Disarankan untuk tidak melakukan kegiatan apa pun seperti mengendarai kendaraan atau mengoperasikan mesin selama perawatan dengan obat ini. Obat ini dapat menyebabkan gejala seperti kantuk, pusing, goyangan lengan dan kaki, kram pada otot, dan sebagainya pada beberapa pasien[2].

Apakah obat ini berbahaya untuk anak-anak?

Berdasarkan hasil penelitian, obat ini aman bagi anak-anak berusia di atas 2 tahun. Tetapi, sebaiknya berkonsultasi dulu kepada dokter sebelum penggunaan obat ini[3].

Apakah obat ini menyebabkan ketergantungan?

Tidak ada penelitian yang membuktikan bahwa obat ini menyebabkan ketergantungan.[2]

Apakah obat ini aman dikonsumsi dengan alkohol?

Belum ada penelitian yang membuktikan bahwa ini berbahaya dikonsumsi dengan alkohol[2].

Apakah obat ini dapat dikonsumsi sebelum makan?

Obat ini dapat dikonsumsi sebelum dan sesudah makan[2].

Apa hal yang harus dilakukan sebelum minum Bambuterol?

Hal pertama yang dilakukan adalah membaca petunjuk penggunaan Bambuterol dan berkonsultasi dengan dokter. Jika tubuh memberikan reaksi alergi, maka berkonsultasi dengan dokter untuk penggunaan obat. Saat berkonsultasi dengan dokter, sebaiknya memberitahu kondisi kesehatan secara detail dan obat lain yang sedang dikonsumsi[5].

Apa saja jenis obat lainnya yang berbahaya jika dikonsumsi bersama dengan Bambuterol?

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa jenis obat yang berbahaya jika dikonsumsi dengan Bambuterol adalah prednisolone, propranolol, furosemide, clozapine, carvedilol, labetalol dan moxifloxacin[2].

Apa yang harus dilakukan jika overdosis?

Jika terjadi overdosis seperti gejala yang diberikan pada detail Bambuterol , segera memberikan pertolongan pertama yaitu memberi susu dan air dan segera menghubungi dokter dan membawa ke rumah sakit agar diberikan perawatan intensif[2].

Contoh Obat Bambuterol di Pasaran

Berikut ini beberapa contoh obat Bambuterol di pasaran adalah[6] :

Brand Merek Dagang
BambuterolBetaday
AsthmecBaburol
BambecBambair

1) Anonim. Diakses 2020. MIMS Indonesia. Bambuterol.
2) Anonim. Diakses 2020. Practo.com. Bambuterol.
3) Zarkovic JP1, Marenk M, Valovirta E, Kuusela AL, Sandahl G, Persson B, Olsson H, 2000. US National Library of Medicine National Institutes of Health. One-year safety study with bambuterol once daily and terbutaline three times daily in 2-12-year-old children with asthma. The Bambuterol Multicentre Study Group.
4) Anonim. Diakses 2020. Drugbank.com. Bambuterol
5) Anonim. Diakses 2020. Patient-Info.com. Bambuterol Tablets.
6) Anonim. Diakses 2020. Drugs.com. Bambuterol.

Share