Penyakit & Kelainan

Kanker Darah A-Z – Penyebab – Gejala – Pengobatan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Tinjauan Medis : dr. Hadian Widyatmojo, SpPK
Sel darah manusia terdiri atas tiga jenis sel besar, yaitu sel darah merah, sel darah putih dan keping darah (trombosit). Kanker darah adalah istilah umum untuk kondisi abnormalitas produksi salah satu

Kanker darah adalah suatu kondisi ketika sel darah abnormal mengganggu proses produksi sel darah normal sehingga fungsi sel darah pun bermasalah.

Jaringan Darah Normal vs Kanker Darah

Tak hanya sel darah normal, sumsum tulang tempat produksi sel-sel darah ikut terpengaruh. Kinerja sel darah menjadi berubah tidak normal.

Fakta Tentang Kanker Darah

  1. Setiap tahun, kurang lebih 10% kasus kanker baru di Amerika Serikat adalah kanker darah.
  2. Di Amerika Serikat, setiap 4 menit seseorang didiagnosa dengan satu jenis kanker darah.
  3. Di Amerika Serikat lebih dari 1,2 juta orang mengidap kanker darah
  4. Jenis kanker paling umum pada anak-anak adalah leukemia.
  5. Leukemia masuk 10 besar sebagai jenis kanker yang paling sering terjadi dan dialami oleh berbagai ras maupun etnis.
  6. Orang-orang yang terdiagnosa leukemia sebanyak 63% dapat bertahan hidup selama 5 tahun atau bahkan lebih lama dari itu.
  7. Di Amerika Serikat, setiap 9 menit ada satu orang meninggal karena kanker darah.
  8. Di Amerika Serikat, Limfoma Non-Hodgkin menjadi kanker paling umum ke-6 pada pria dan kanker paling umum ke-7 pada wanita.
  9. Orang-orang dengan usia 67 tahun ke atas memiliki risiko kanker darah paling tinggi.
  10. Orang-orang dengan usia di bawah 45 tahun jarang menderita kanker darah
  11. Tingkat kelangsungan hidup dalam 5 tahun pada penderita leukemia dan limfoma non-Hodgkin pada etnis Afrika-Amerika lebih rendah 10% dibandingkan dengan orang Kaukasia.
  12. Kematian akibat leukemia lebih tinggi 31% pada pria dibandingkan wanita.

Jenis-Jenis Kanker Darah

Kanker darah menjadikan sel darah yang seharusnya normal dan sehat tidak lagi berfungsi seperti seharusnya.

Kanker darah memiliki berbagai macam jenis tergantung dari jenis sel yang mengalami gangguan. Diantara jenis tersebut, kanker darah dapat dibagi menjadi tiga besar dengan gejala dan manifestasi yang berbeda.

1. Leukemia

Penderita leukemia umumnya akan memiliki lebih banyak jumlah sel darah putih dengan disertai gangguan produksi pada sel darah merah dan trombosit.

Leukemia dibagi menjadi 4 jenis yang ditentukan oleh jenis sel darah yang mengalami abnormalitas serta oleh tingkat keparahan penyakitnya.

  • Leukemia Limfoblastik Akut : Jenis sel darah putih yang disebut limfosit terproduksi berlebihan dan mengalahkan sel darah putih sehat. Umumnya, penderitanya adalah usia 3-5 tahun serta 75 tahun ke atas.
  • Leukemia Limfositik Kronik : Jenis leukemia ini berawal dari produksi limfosit di sumsum tulang dengan pertumbuhan yang lambat. Orang dewasalah yang paling rentan menderita jenis leukemia ini bahkan tanpa menyadari gejalanya sampai bertahun-tahun.
  • Leukemia Myeloblastik Akut : Jenis leukemia ini berawal dari sel myeloid di mana sel ini normalnya tumbuh menjadi trombosit, sel darah merah maupun putih. Hanya saja, keberadaan sel abnormal satu ini berkembang terlalu cepat lalu membuat jumlah ketiga sel darah sehat tadi menurun. Pria yang usianya sudah lebih dari 65 tahun memiliki risiko lebih tinggi menderita leukemia ini.
  • Leukemia Myelositik Kronik : Jenis leukemia ini tumbuhnya tidak secepat tahap akut dan tetap lebih rentan terjadi pada pria dewasa. Jenis leukemia ini mudah terjadi pada orang-orang yang terpapar radiasi dalam jumlah besar dan intens.

2. Myeloma

Jenis kanker darah kedua adalah myeloma, yakni kanker sel plasma yang terdapat di sumsum tulang belakang.

Sel plasma sendiri merupakan salah satu jenis sel darah putih yang membentuk antibodi dalam tubuh.

Saat penyebaran sel myeloma terjadi lewat sumsum tulang, akibatnya tulang mengalami kerusakan dan mengalahkan pula sel-sel darah sehat.

Pria berusia lebih dari 50 tahun memiliki risiko tinggi menderita myeloma. Selain itu, orang-orang Afrika-Amerika juga lebih rentan terkena jenis kanker darah ini.

3. Limfoma

Jenis kanker darah ini dapat terjadi pada orang-orang dengan rentang usia antara 15 sampai 35 tahun atau yang sudah berada di atas 50 tahun.

Kanker ini dapat menyerang organ limfatik diantaranya,  kelenjar timus, limpa, dan juga kelenjar getah bening. Hal ini melibatkan jaringan pembuluh limfatik pada sistem getah bening.

Jaringan pembuluh tersebut pada dasarnya memiliki fungsi sebagai penyimpan sekaligus pembawa sel darah putih agar mampu melawan infeksi yang menyerang tubuh.

Namun, keberadaan limfosit abnormal yang menjadi sel limfoma akhirnya harus berkembang di jaringan-jaringan pembuluh tadi secara tidak terkontrol dan mengganggu fungsinya.

Ada 2 jenis limfoma yang perlu dikenali dan diwaspadai, yaitu :

  • Limfoma Non-Hodgkin : Kanker darah limfoma jenis ini berkembang di sistem limfatik dari sel-sel limfosit (jenis sel darah putih yang bertugas melawan infeksi)
  • Limfoma Hodgkin : Kanker ini berkembang juga di sistem limfatik yang asalnya dari limfosit, namun untuk limfoma ini ditandai dengan sel Reed-Sternberg (limfosit abnormal).

Penyebab Kanker Darah

Perubahan atau mutasi DNA dalam sel-sel induk pada sumsum tulang belakang penghasil sel-sel darah mampu menyebabkan sel darah berkembang secara tidak normal.

Tak hanya alami gangguan bentuk dan struktur, namun, sel ini juga memiliki gangguan pematangan. Inilah perkembangan dari sel kanker dalam darah.

Lebih dari itu, ada faktor-faktor tertentu yang dapat membuat risiko kanker darah meningkat pada tubuh seseorang dan berikut ini adalah faktor yang dimaksud :

1. Virus Tertentu

Tubuh yang terserang oleh virus tertentu, seperti HTLV-1 (Human T-lymphtropic Virus) dapat memperbesar kemungkinan seseorang terkena leukemia.

2. Faktor Usia

Seiring bertambahnya usia, risiko terjadinya mutasi DNA semakin besar. Hal ini dapat berujung pada kanker darah. Itulah mengapa usia tua termasuk salah satu yang rentan menderita kanker darah

3. Riwayat Keluarga Mengidap Kanker Darah

Risiko seseorang meningkat dalam menderita kanker darah apabila ada anggota keluarga inti yang menderita penyakit ini seperti pada kasus kanker otak, hingga kanker paru-paru dan lainnya.

4. Paparan Radiasi

Seperti halnya kanker kulit yang risikonya lebih tinggi terjadi karena paparan radiasi dan bahan kimia. Kanker darah pun demikian, namun harus dalam kadar tinggi untuk bisa menyebabkan kanker darah terjadi.

5. Faktor Jenis Kelamin

Pria maupun wanita dapat mengalami kanker darah tanpa diduga. Hanya saja, risiko yang dimiliki pria dengan usia lanjut jauh lebih besar daripada wanita.

6. Efek Kemoterapi

Beberapa jenis obat kemoterapi bukannya menyembuhkan kanker tertentu, namun justru menaikkan risiko kanker darah.

Topoisomerase II inhibitors, platinum agents dan juga alkylating agents adalah contoh obat kemoterapi yang ada hubungannya dengan risiko kanker darah.

Gejala Kanker Darah

Pada jenis kanker tertentu seperti leukemia limfositik kronis, gejala tak mudah disadari karena tubuh terasa dan tampak begitu normal walau kanker sudah berkembang.

Namun, ada berbagai gejala umum kanker darah terlepas dari jenisnya yang bisa dikenali dan diwaspadai.

  • Anemia
  • Berkeringat terus-menerus, khususnya di malam hari.
  • Perdarahan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya.
  • Terjadi memar yang tanpa sebab.
  • Pembengkakan atau benjolan muncul di bagian tubuh tertentu.
  • Infeksi yang tak kunjung sembuh, persisten, bertambah parah, atau terus berulang.
  • Sesak nafas atau kesulitan saat bernafas.
  • Tubuh kecapekan walau sudah tidur atau istirahat cukup.
  • Nyeri pada area perut, otot, dan tulang.
  • Kulit terasa gatal tanpa sebab.
  • Kulit muncul ruam tanpa sebab.
  • Demam yang tiba-tiba terjadi.
  • Tubuh menggigil di kala suhu tubuh meningkat.
  • Mual dan kehilangan selera makan.
  • Kelemahan tubuh yang persisten.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Sakit kepala.
  • Perut tidak nyaman.
  • Berat badan turun tanpa sebab yang jelas.

Kapan waktu yang tepat untuk sebaiknya menemui dokter? Segera setelah merasakan gejala yang tak wajar dan tak biasa, segera periksakan diri.

Infeksi berulang atau tak kunjung membaik, perdarahan tiba-tiba, ruam kulit yang terasa tidak normal dapat menjadi tanda untuk segera menemui dokter spesialis kulit.

Dokter akan meminta untuk pasien menempuh beberapa langkah pemeriksaan agar mampu menentukan pengobatan yang paling tepat.

Selain pemeriksaan fisik dan mengajukan pertanyaan seputar riwayat kesehatan keluarga maupun pribadi pasien, ada metode diagnosa lain yang diterapkan.

  • Leukemia : Untuk kasus leukemia, dokter harus mengidentifikasi kadar dan morfologi abnormal sel darah putih, sel darah merah dan trombosit dengan melakukan tes hitung darah lengkap termasuk morfologi darah tepi.
  • Myeloma : Untuk kasus myeloma, tes darah lengkap diperlukan bersama dengan tes urine, biopsi sumsum tulang, elektroforesis protein serum, CT scan, PET scan, hingga MRI untuk menilai tingkat penyebaran sel kanker dan mendeteksi adanya gangguan protein pada myeloma.
  • Limfoma : Dokter akan melakukan biopsi (pengambilan sampel jaringan) diikuti dengan PET scan, CT scan atau sinar-X guna mendeteksi kelenjar getah bening yang mengalami pembengkakan.

Pengobatan Kanker Darah

Usai hasil pemeriksaan keluar, dokter akan memberikan penjelasan mengenai kondisi pasien sebelum kemudian memberikan beberapa opsi pengobatan.

Untuk perawatan intensif bagi penderita kanker darah, dokter mempertimbangkan tingkat penyebaran kanker, jenis kanker darah, serta usia pasien. Namun, umumnya dokter memberikan pilihan seperti berikut :

  • Imunoterapi

Pengobatan yang juga dikenal dengan istilah terapi biologis ini memanfaatkan sistem imun untuk melawan dan menghancurkan sel-sel kanker darah.

  • Radioterapi

Untuk upaya membunuh sel-sel kanker, dokter memerlukan sinar berenergi tinggi. Umumnya, kanker darah jenis limfoma yang membutuhkan pengobatan dengan metode ini.

  • Kemoterapi

Obat-obatan antikanker diberikan kepada pasien dalam bentuk pil yang diminum sesuai anjuran dokter ataupun dalam bentuk injeksi yang disuntikkan ke dalam pembuluh darah.

Sel punca yang sehat melalui proses transplantasi ini akan dimasukkan ke dalam tubuh. Tujuan prosedur ini adalah supaya produksi sel darah yang sehat bisa berlanjut.

Transplantasi ini biasanya adalah prosedur pengobatan lanjutan setelah operasi ataupun terapi lainnya dalam membunuh sel-sel kanker darah bersifat ganas.

  • Operasi

Pada kasus kelenjar getah bening yang sudah terkena, operasi diperlukan untuk mengangkatnya. Splenektomi adalah jenis operasi bedah yang bertujuan mengangkat limpa.

  • Terapi Target

Pengobatan dengan terapi ini biasanya melalui pemberian obat-obatan yang bertujuan membunuh sel-sel kanker ganas.

Pemberian obat ini pun tidak akan membahayakan sel-sel normal dan pada umumnya lebih sering diberikan kepada pasien leukemia.

Komplikasi Kanker Darah

Kanker darah dapat menimbulkan berbagai komplikasi kesehatan yang serius, termasuk juga kanker darah pasca mendapat perawatan, yakni antara lain :

  • Perdarahan Serius : Komplikasi ini termasuk umum terjadi khususnya saat trombosit berjumlah sangat rendah. Perdarahan intrakranial, perdarahan gastrointestinal dan perdarahan paru adalah adalah contohnya.
  • Infeksi Serius : Ini karena sel-sel darah putih yang berkurang membuat kemampuan tubuh melawan infeksi menjadi terganggu. Jadi saat infeksi menyerang tubuh, kondisi ini dapat mematikan.
  • Anemia : Komplikasi ini dapat terjadi pada pasien kanker darah leukemia atau sebagai efek dari perawatan yang dijalani.
  • Limfoma Agresif : Pada 3-5% kasus leukemia limfositik kronis, karakteristik dari sel-sel dapat berubah yang disebut dengan transformasi Richter. Transformasi ini menandakan bahwa limfoma bersifat agresif.
  • Gagal Ginjal : Sel-sel leukemia yang dihancurkan secara cepat justru memicu fosfat dalam jumlah lebih besar terlepas. Sebagai akibatnya, gagal ginjal dapat terjadi karena tubuh mengalami kelainan metabolisme.
  • Timbul Kanker Jenis Lain : Baik itu kelanjutan dari kondisi kanker darah itu sendiri maupun efek dari perawatan yang dijalani pasien, ada kemungkinan risiko kanker lain justru meningkat.

Pencegahan Kanker Darah

Penyebab dari banyaknya kasus kanker darah sendiri belumlah diketahui jelas, bahkan oleh para ilmuwan.

Namun, ada sejumlah faktor peningkat risiko kanker darah yang penting untuk dihindari. Ditambah dengan gaya hidup benar, hal ini bisa meminimalisir kanker darah.

  • Makan makanan penuh gizi dan menyehatkan untuk mengurangi risiko kanker apapun, termasuk kanker darah.
  • Selalu bergerak aktif dengan rajin berolahraga.
  • Hindari paparan radiasi, khususnya bahan-bahan kimia, termasuk benzena serta pestisida.
  • Hindari aktivitas merokok dan juga menghirup asap rokok terlalu sering karena bahaya perokok pasif pun cukup besar.
  • Lakukan pengecekan kesehatan rutin.

Dengan menerapkan diet sehat, aktivitas fisik rutin, dan juga menjauhi paparan zat-zat berbahaya bagi tubuh, setidaknya dapat menurunkan potensi kanker darah walau tak mampu mencegahnya secara total.

Neha Pathak, MD. 2018. WebMD. Types of Blood Cancer.
Anonim. 2015. Maxhealthcare.in. Blood Cancer Treatment in India.
Emily Downward. 2018. Blood-cancer com. Blood Cancer Risk Factors & Causes.
Anonim. 2019. Yalemedicine org. Blood Cancers: Symptoms, Diagnosis and Treatment.
Anonim. Bloodwise org uk. Blood cancer.
Anonim. Do Something org. 11 Facts About Leukemia and Other Blood Cancers.
Robyn Stoller. 2017. National Foundation for Cancer Research. 7 Facts You Need to Know About Blood Cancers.
Susan M. Constantino, MD. 2018. Orlando health. Blood Cancers: Steps for Prevention.

Share