Obat

Papaverine: Manfaat – Dosis dan Efek Samping

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Papaverine adalah vasodilator yang melemaskan otot polos di pembuluh darah untuk membantu pelebarannya (melebar).[1]

Papaverine dapat digunakan untuk menurunkan tekanan darah dan memungkinkan darah mengalir lebih mudah melalui vena dan arteri Anda.[1]

Apa Itu Papaverine?

Berikut informasi mengenai Papaverine, dimulai dari indikasi hingga peringatannya:[1][2]

Indikasi Obat otot jantung
Kategori Obat Keras
Konsumsi Dewasa
Kelas Vasodilator perifer
Bentuk Tablet, Infus
Kontraindikasi Blok atrioventrikular lengkap
→ Fibrosis penis
→ Deformasi penis (misalnya angulasi, fibrosis kavernosus, penyakit Peyronie).
→ Implan penis
→ Kondisi yang mempengaruhi priapisme (misalnya anemia sel sabit, mieloma multipel, leukemia).
PeringatanPasien dengan kondisi berikut, wajib berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan Papaverine:
→ Pasien dengan glaukoma.
→ Gangguan konduksi jantung.
Penyakit kardiovaskular yang tidak stabil.
→ Penurunan motilitas saluran pencernaan.
→ Gangguan hati.
→ Kehamilan dan menyusui.
→ Tidak diindikasikan sebagai pengobatan impotensi dengan injeksi intracorporeal.
Kategori Obat pada Kehamilan & Menyusui Cara Pemberian Obat:
↔ Melalui IM/Intra-arterial/IV/Parenteral/PO:
Kategori C: Menurut studi pada reproduksi hewan menunjukkan efek buruk pada janin. Tidak ada studi memadai dan terkendali pada manusia. Obat boleh digunakan jika nilai manfaatnya lebih besar dari risiko terhadap janin.

Manfaat Papaverine

Papaverine digunakan untuk mengobati banyak kondisi yang menyebabkan kejang otot polos, termasuk nyeri dada, masalah sirkulasi, serangan jantung, atau gangguan pada perut atau kandung empedu.[1]

Papaverine tidak untuk digunakan dalam mengobati disfungsi ereksi (impotensi) dan tidak boleh disuntikkan ke penis. Tindakan ini dapat mengakibatkan ereksi yang menyakitkan atau berkepanjangan yang mungkin memerlukan pembedahan untuk memperbaikinya.[1]

Dosis Papaverine

Papaverine hanya dapat dikonsumsi dewasa, berikut keterangan dosis:[2]

Dosis Dewasa

Intracavernosal
Disfungsi ereksi
→ Dosis awal, 5mg (jika karena cedera sumsum tulang belakang) atau 15mg (jika karena penyebab umum), disesuaikan hingga 60mg sesuai dengan respon tiap pasien.
→ Kisaran dosis biasa: 2.5-60mg.
→ Kurangi dosis jika ereksi berlanjut >4 jam.
Parenteral
Gangguan pembuluh darah perifer dan serebral, kejang visceral
→ 30-120mg tiap 3 jam sebagai injeksi intravena selama 1-2 menit atau sebagai injeksi intramuskular.
→ Jika terjadi ekstrasistol jantung, dapat diberikan 2 dosis dengan selang waktu 10 menit.

Efek Samping Papaverine

Berikut efek samping langka dari Papaverine, beritahu dokter atau medis apabila Anda mengalami gejala berikut:[1]

  • Pusing
  • Ereksi berlanjut selama lebih dari 4 jam atau ereksi yang menyakitkan
  • Benjolan di penis

Berikut efek samping dari Papaverine yang tidak perlu tindakan medis:[1]

  • Memar atau berdarah di tempat suntikan
  • Terbakar (ringan) di sepanjang penis
  • Kesulitan dalam ejakulasi
  • Bengkak di tempat suntikan

Berikut efek samping merugikan dari Papaverine, segera beritahu dokter atau medis apabila Anda mengalami gejala berikut:[2]

  • Signifikan:
    • Priapisme, fibrosis penis, aritmia.
  • Sistem saraf:
    • Pusing, sinkop, malaise.
  • Kardiovaskular:
  • Saluran pencernaan:
  • Hati:
    • Sirosis.
  • Genitourinari:
    • Hilangnya sensasi pada penis, kesulitan ereksi, nyeri dan distorsi penis.
  • Dermatologis:
    • Ruam, diaphoresis.
  • Lainnya:
    • Rasa tidak nyaman umum, reaksi pada tempat inj (misalnya nyeri, trombosis).
  • Berpotensi Fatal:
    • Apnea (injeksi intravena cepat).

Detail Papaverine

Untuk memahami Papaverine lebih detail, berikut datanya:[2]

Penyimpanan Tablet/Infus:
→ Simpan antara 20-25 °C.
→ Jauhkan dari jangkauan anak
→ Lindungi dari cahaya dan kelembaban.
Cara Kerja Deskripsi: Papaverine adalah alkaloid benzylisoquinoline yang menghambat fosfodiesterase, menyebabkan efek spasmolitik pada otot polos arteri koroner, serebral, pulmonal, dan perifer. Papaverine juga mempengaruhi otot polos saluran pencernaan, empedu, dan ureter. Selain itu, Papaverine menginduksi ereksi penis dengan relaksasi arteriol, meningkatkan aliran dan volume darah karena relaksasi dinding sinusoidal corpora cavernosa dan kompresi berikutnya dari saluran vena antara sinusoid dan tunika albuginea.
Onset: dalam 10 menit.
Durasi: ≥1 jam.
Farmakokinetik:
Distribusi: Disebarkan ke seluruh tubuh, terutama di hati dan timbunan lemak. Pengikatan protein plasma: Sekitar 90%.
Metabolisme: Dimetabolisme dengan cepat di hati.
Ekskresi: Terutama melalui urin, sebagai konjugat glukuronida dari metabolit fenolik. Waktu paruh eliminasi: 30-120 menit.
Interaksi dengan obat lain → Efek depresan SSP yang poten
sial dengan morfin.
→ Dapat mengurangi efek terapeutik levodopa.
→ Peningkatan risiko pusing dan sinkop dengan alprostadil dan phentolamine.
→ Peningkatan risiko perdarahan dengan antikoagulan (misalnya warfarin atau heparin) sesudah injeksi intracavernosal.
Overdosis ⇔ Gejala: Ketidakstabilan vasomotor, mual, muntah, kelemahan, depresi SSP, pusing, nistagmus, diplopia, diaphoresis, flushing, sinus takikardia
Priapisme (intracavernosal).

⇔ Cara Mengatasi: Pastikan jalan napas yang memadai dan dukung ventilasi dan perfusi. Pantau tanda-tanda vital, gas darah, dan kimia darah. Jika terjadi kejang, dapat diberikan diazepam, fenobarbital, atau fenitoin. Untuk kejang refrakter, dapat memberikan tiopental atau halotan untuk menghasilkan anestesi umum dan penghambat neuromuskular untuk menyebabkan kelumpuhan. Obati hipotensi dengan cairan intravena, vasopressor inotropik (misalnya dopamin), dan elevasi tungkai. Untuk efek kardiovaskular toksik, kalsium glukonat mungkin berguna dengan pemantauan konsentrasi kalsium plasma dan EKG.

Pertanyaan Mengenai Papaverine

Apa yang harus diperhatikan sebelum menggunakan Papaverine?

Anda tidak boleh menerima Papaverine jika Anda memiliki kondisi jantung yang serius seperti “blok AV”.[1]

Bagaimana cara menggunakan Papaverine?

Papaverine disuntikkan ke dalam otot, atau ke pembuluh darah melalui infus. Tenaga medis akan memberi Anda suntikan ini.
Saat disuntikkan ke pembuluh darah, Papaverine harus diberikan secara perlahan (selama 1 atau 2 menit) untuk mencegah iritasi pembuluh darah atau efek samping lainnya.[1]

Apa yang harus dihindari selama menggunakan Papaverine?

Papaverine dapat mengganggu pemikiran atau reaksi Anda. Berhati-hatilah jika Anda mengemudi atau melakukan sesuatu yang mengharuskan Anda waspada.
Minum alkohol dapat meningkatkan efek samping Papaverine tertentu.[1]

Contoh Papaverine (Merek Dagang) di Pasaran

Brand Merek Dagang
Pavacot
Papacon
Para-Time SR

1. Cerner Multum. Papaverine. Drugs;2020
2. Anonim. Papaverine. MIMS Indonesia;2020

Share