Makanan, Minuman dan Herbal

Pakcoy : Manfaat-Efek Samping dan Tips Konsumsi

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Sekilas Tentang Pakcoy

Pakcoy atau bokchoy merupakan tanaman yang berasal dari keluarga brassica atau kubis-kubisan yang memiliki nama latin Brassica rapa subsp. chinensis. Pakcoy juga dikenal dengan nama kubis china karena sering kali dipakai dalam berbagai macam masakan China.

Pakcoy memiliki karakteristik yang berbeda dari beberapa sayuran yang lain. Pakcoy memiliki batang yang tebal dan berwarna putih pucat atau kehijau-hijauan.

Pakcoy

Pada bagian daunnya, pakcoy memiliki daun yang membentuk oval atau lonjong dan membentuk formasi spiral dan rapat. Tanaman pakcoy dapat tumbuh tegak dengan tinggi 15-20 cm [2]

Perbedaan Pakcoy Dengan Sawi

Sering Kali masyrakat hampir tidak bisa membedakan antara sawi hijau dengan pakcoy karena kemiripan fisik yang hampir sama. Namun, jika di lihat lebih seksama kedua sayuran ini memiliki beberapa perbedaan.

Salah satu yang paling membedakan adalah pada bagian batangnya. Batang pakcoy lebih besar dan teksturnya lebih keras, sedangkan sawi hijau memiliki batang yang lebih panjang dan memiliki tekstur lebih lembut.

Pada bagian daunnya, pakcoy memiliki daun lebih tebal dan berbentuk seperti sendok yang sering kali pakcoy juga disebut sawi sendok. Sedangkan sawi hijau daunnya lebih tipis dan memanjang [3]

Yang paling membedakan antara pakcoy dan sawi adalah bagian batangnya, batang sawi lebih panjang sedangkan pakcoy lebih pendek.

Kandungan Gizi Pada Pakcoy

Berikut ini kandungan gizi pada 100 gram pakcoy mentah :

IDNmedis.com Info Gizi (Per 100 Gram)
Kubis, Cina (pak-choi), mentah
Kalori: 13 Kalori Dari Lemak: 1.7
%Kebutuhan Harian
Total Lemak0.2      g 0.31 %
Lemak Jenuh0        g 0.13 %
Lemak Trans0        0    %
Kolesterol 0        mg 0   %
Sodium65       mg 2.71 %
Total Karbohidrat2.2      g 0.73 %
Serat1        g 4    %
Gula1.2      g
Protein1.5      g 3    %
Vitamin A89.37 %Vitamin c75 %
Kalsium10.5 %Zat besi4.44 %
© IDNmedis.com

Src : Kubis, Cina (pak-choi), mentah

*Kebutuhan harian berdasarkan diet 2,000 kalori. Kebutuhan anda bisa lebih besar/kecil.

Top 10 Gizi
Penyajian 100gr%Kebutuhan Harian
Vitamin A4468     IU89 %
Vitamin C45       mg75 %
Vitamin K45.5     mcg57 %
Folat66       mcg16 %
Kalsium105      mg11 %
Vitamin B60.2      mg10 %
Kalium252      mg7 %
Mangan0.2      mg8 %
Serat makanan1        g4 %
Riboflavin0.1      mg4 %
© IDNmedis.com

Src : Kubis, Cina (pak-choi), mentah

Kandungan kalium pada pakcoy memberikan manfaat yang baik bagi tubuh, terutama pada organ ginjal. Hal ini dikarenakan kalium berperan dalam proses penarikan cairan berlebih di dalam tubuh oleh ginjal.

Selain itu, kandungan vitamin B6 yang terdapat pada pakcoy berfungsi memaksimalkan kinerja otak terutama dalam hal mengingat.

Kandungan Senyawa Pada Pakcoy

Pakcoy memiliki berbagai macam kandungan senyawa di dalamnya, salah satunya adalah kandungan fosfor di dalamnya yang bermanfaat dalam merelaksasi otot-otot yang kecapaian.

Selain itu, pakcoy juga memiliki zat besi yang bermanfaat dalam menjaga terjadinya anemia. Hal ini dikarenakan zat besi merupakan komponen utama dalam pembuatan sel darah merah

Pakcoy juga memiliki kandungan senyawa niasin di dalamnya yang berperan dalam menurunkan kadar kolesterol atau lemak jahat di dalam tubuh [2,3]

Pakcoy memiliki berbagai macam senyawa yang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh.

Manfaat Pakcoy Untuk Kesehatan

Pakcoy seringkali dipercaya dapat menyembuhkan beberapa penyakit tertentu berkat kandungan gizi yang terdapat di dalam pakcoy. Berikut ini beberapa macam manfaat kesehatan yang didapatkan apabila mengonsumsi pakcoy :

  • Mencegah Penyakit Kanker

Pakcoy dipercaya dapat mencegah terjadinya penyakit kanker pada tubuh. Hal ini dikarenakan di dalam pakcoy terdapat kandungan fosfor yang melimpah. Senyawa fosfor dapat mencegah terjadinya mutasi pada DNA dikarenakan fosfor merupakan senyawa pembentuk DNA dan RNA pada tubuh.

Selain itu, pakcoy juga memiliki senyawa antioksidan di dalamnya yang bernama selenium. Selenium berfungsi merangsang tubuh untuk memproduksi selenoprotein yang berfungsi mengubah zat beracun di dalam tubuh menjadi cairan netral [4,5]

Pakcoy baik untuk menjaga kesehatan mata dikarenakan terdapat kandungan vitamin A yang tinggi pada pakcoy. Vitamin A berperan sebagai zat pengubah cahaya yang ditangkap oleh retina menjadi impuls listrik untuk dialirkan melalui saraf menuju ke otak [6]

Selain itu, pakcoy juga tinggi akan kandungan beta-karoten di dalamnya. Beta-karoten merupakan provitamin A yang berperan sebagai penjaga mata agar tidak terkena penyakit degenerasi makula yang disebabkan oleh efek radikal bebas.

Selain itu, kandungan lutein juga terdapat di dalam pakcoy juga bermanfaat menjaga jaringan mata dari kerusakan yang diakibatkan oleh cahaya matahari [8]

Zat kalsium dibutuhkan oleh tubuh untuk memperkuat tulang. Kalsium merupakan salah satu zat yang dibutuhkan oleh tubuh untuk membentuk osteocalcin yang merupakan senyawa kimia non-kolagen yang berperan dalam proses pengerasan tulang atau mineralisasi tulang dan pakcoy salah satu sayuran yang mengandung zat kalsium yang tinggi.

Pakcoy juga memiliki kandungan vitamin K yang berperan dalam menjaga ketersedian atau kestabilan zat kalsium di dalam tulang agar tulang tidak mengalami pengikisan atau tulang keropos [7]

  • Mengandung Antioksidan

Sebut saja beberapa macam zat antioksidan, seperti selenium, lutein, zeaxanthin, beta-karoten dan vitamin A terdapat pada satu sayuran, yaitu pakcoy. Pakcoy memang memiliki kandungan antioksidan yang bermacam-macam jenis dan manfaatnya.

Misalnya, senyawa lutein yang berperan dalam menjaga mata dari kerusakan yang diakibatkan efek radikal bebas dan juga dapat mengurangi kadar kolesterol yang terdapat pada tubuh.

Selain itu, senyawa antioksidan lainnya, yaitu selenium yang berperan dalam mengubah zat beracun di dalam tubuh menjadi cairan yang bersifat netral dan tidak membahayakan [5,8]

  • Baik Bagi Ibu Hamil

Beberapa kandungan gizi pada pakcoy sangat bermanfaat bagi ibu hamil dan janinnya, seperti asam folat, kalsium dan zat besi. Kandungan asam folat dibutuhkan oleh ibu hamil guna perkembangan jaringan saraf pada janin. Asam folat juga berguna bagi janin untuk mencegah terjadinya cacat pada sistem saraf janin.

Sedangkan, kalsium berperan dalam pembentukan tulang dan gigi pada janin agar lebih maksimal dan juga kuat. Selain itu, kandungan zat besi juga membantu ibu hamil agar tidak kekurangan darah, karena zat besi merupakan senyawa utama dalam pembentukan sel darah merah.

Pakcoy tanpa disadari ternyata memiliki berbagai macam kandungan antioksidan yang dapat menjaga tubuh dari efek buruk radikal bebas.

Efek Samping Pakcoy

Pakcoy selain memiliki berbagai macam kandungan gizi yang memberikan kesehatan bagi tubuh, pakcoy juga memiliki kandungan gizi yang dapat menyebabkan efek samping pada tubuh. Berikut ini beberapa macam efek samping pada tubuh :

  • Tanaman Goitrogenik

Pakcoy termasuk di dalam keluarga brassica atau kubis-kubisan yang merupakan jenis tanaman yang mengandung zat goitrogenik. Goitrogenik merupakan senyawa isotiosinat dan tiosinat yang dapat menahan aliran tiroid iodida yang apabila dibiarkan terlalu dapat mengurangi penyimpanan yodium dan menyebabkan penyakit gondok.

Artinya, mengonsumsi pakcoy terlalu banyak dapat menghentikan produksi hormon tiroid pada tubuh dan berakibat munculnya penyakit gondok yang ditandai dengan gejala rambut yang rapuh dan menipis, kulit kering serta detak jantung yang melambat [10]

  • Penyebab Batu Ginjal

Sayuran hijau sering kali mengandung asam oksalat yang begitu tinggi, tak terkecuali dengan pakcoy. Asam oksalat merupakan senyawa alami yang terdapat pada tubuh setiap mahluk hidup, keberadaannya sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh namun apabila berlebihan dapat menjadi penyebab dari penyakit batu ginjal.

Asam oksalat yang berlebih akan berikatan dengan kalsium yang juga berlebih dan akan membentuk senyawa tak larut dan tak dapat dicerna berupa benda padat seperti batu yang akan mengendap pada organ ginjal dan menyebabkan penyakit batu ginjal dan pakcoy merupakan sayuran yang memiliki kedua senyawa ini [11]

Mengonsumsi pakcoy terlalu banyak bukan memberikan manfaat kesehatan pada tubuh, akan tetapi akan mendatangkan efek samping yang buruk bagi tubuh.

Risiko Pestisida Pada Pakcoy

Penggunaan pestisida pada pakcoy menimbulkan risiko tersendiri bagi konsumen, terutama apabila dikonsumsi secara terus menerus tanpa mencucinya dengan bersih. Penggunaan Pestisida oleh petani akan meninggal residu bagian daun ataupun batang pakcoy.

Residu pestisida ini yang akan menimbulkan risiko pada kesehatan apabila terlalu dikonsumsi. Selain risiko residu pada bagian luar, pakcoy juga memiliki risiko pestisida yang sistemik, yaitu terserapnya cairan pestisida pada bagian dalam pakcoy.

Risiko sistemik lebih berbahaya pada pakcoy karena cairan pestisida terserap dan dialirkan ke seluruh bagian pakcoy. Untuk mengurangi risiko ini akan lebih baik jika petani pakcoy menggunakan pestisida organik yang terbuat bahan alami seperti daun pepaya atau jeruk.

Pada tingkat konsumen, risiko ini dapat dikurangi dengan cara pencucian dan perendaman pakcoy menggunakan air garam untuk menetralkan residu pestisida yang masih melekat. Selain itu, konsumen juga memasak pakcoy hingga benar-benar matang untuk mengurangi risiko pestisida [12]

Cara Memilih Pakcoy

Pakcoy yang terjual di pasar memiliki berbagai macam tingkatan dan kualitas, namun terdapat beberapa cara dalam memilih pakcoy dengan kualitas yang baik dengan hanya melihatnya. Berikut ini tips memilih pakcoy dengan kualitas baik :

  • Pililah pakcoy dengan daun yang masih belum layu atau masih terlihat segar.
  • Pilihlah baby pakcoy jika ingin mengolahnya untuk anak-anak karena baby pakcoy lebih memiliki tekstur yang lembut.
  • Perhatikan batang pakcoy, jangan memilih batang yang memiliki binti-bintik.
  • Jangan memilih pakcoy dengan daun yang bolong.
  • Jangan memilih pakcoy dengan warna daun kuning [2,3]
Pemilihan pakcoy yang benar akan mendapatkan pakcoy dengan kualitas yang baik dan memiliki kandungan gizi yang sangat banyak.

Cara Menyimpan Pakcoy

Pada dasarnya ada banyak cara dalam menyimpan sayuran hijau seperti pakcoy, namun ada beberapa cara dalam penyimpanan pakcoy yang dapat mengakibatkan berkurangnya kandungan gizi pada pakcoy.

Berikut ini langkah yang benar dalam menyimpan pakcoy :

  • Pilihlah pakcoy dengan kualitas yang baik dan segar.
  • siapkan plastik ziplock atau wadah plastik yang dapat tertutup rapat.
  • Cuci bersih terlebih dahulu pakcoy dan keringkan pakcoy. Pastikan pakcoy benar-benar kering karena jika terdapat sedikit air pada pakcoy dapat mempercepat pembusukan pada pakcoy.
  • Lapisi plastik dengan tisu atau kertas kering yang berguna untuk menyerap embun.
  • Letakkan pakcoy di dalam plastik ziplock dan tutup rapat.
  • Simpan pakcoy di dalam kulkas [2.3]

Dengan cara penyimpanan seperti di atas dapat mencegah proses pembusukan dan juga berkurangnya kandungan gizi pada pakcoy karena disimpan lama.

Dengan cara penyimpanan seperti diatas juga dapat membuat pakcoy bertahan sekitar 2 minggu.

Apabila disimpan dengan cara yang benar pakcoy dapat bertahan lebih lama daripada yang tidak disimpan dengan benar.

Tips Mengonsumsi Pakcoy

Dalam mengolah pakcoy tidak diperlukan cara yang khusus dan juga tidak diperlukan waktu yang lama dalam memasaknya karena dapat menghilangkkan kandungan gizi di dalamnya.

Berikut ini tips dalam mengonsumsi pakcoy :

Tumis Udang Jamur Pakcoy

  • Siapkan pakcoy yang akan digunakan usahakan menggunakan baby pakcoy untuk dikonsumsi anak-anak dan bersihkan dengan air yang mengalir.
  • Pisahkan pakcoy menjadi perlembar.
  • Siapkan bahan lain, seperti udang yang telah dibersihkan, jamur, garam, gula, bawang merah, bawang putih, daun salam dan lengkuas.
  • Potong tipis-tipis bahan bumbu dan juga jamur.
  • Panaskan minyak secukupnya dan masukkan bahan bumbu, seperti bawang putih, bawang merah yang telah di potong tipis-tipis.
  • Tumis bahan bumbu hingga harum.
  • Masukkan lengkuas, serai, cabai rawit, garam, gula, daun salam dan juga udang.
  • Tumis sebentar dan tambahkan sedikit air.
  • Tunggu hingga air mendidih dan masukkan jamur.
  • Kemudian masukkan pakcoy dan juga tomat.
  • Aduk rata dan masak sebentar.
  • Matikan api dan tumis udang jamur pakcoy siap dihidangkan [2]

Masakan tumis udang jamur pakcoy sangat nikmat, sehat dan menarik bagi anak-anak. Selain itu, kandungan gizi pada makanan ini cukup lengkap dengan protein yang tinggi dari udang dan zat gizi lain dari pakcoy.

Salad Sayur Sehat

  • Siapkan baby pakcoy yang teksturnya tidak keras.
  • Siapkan juga bahan yang lain seperti wortel, selada, timun, bawang bombay dan bayam.
  • Potong-potong menjadi kecil bahan sayur, bawang bombay dan serut wortel.
  • Siapkan juga bahan untuk saus salad seperti mayonaise, minyak zaitun dan juga lada.
  • Campur bahan sayur menjadi satu dalam satu wadah.
  • Tuangkan mayonaise, minyak zaitun, dan juga lada pada bahan sayur.
  • Letakkan dikulkas sekitar 20 menit agar lebih segar.
  • Setelah 20 menit salad sayur siap dinikmati [2,3]
Kesimpulannya mengolah pakcoy harus disesuaikan dengan peruntukkannya agar kandungan gizi pada pakcoy di dapatkan secara maksimal

1. Archana P. Pant, Theodore J.K. Radovic, Nguyen V. Hue, and Susan C. Miyasaka. 2012. HortScience: a publication of the American Society for Horticultural Science 47(3):395–402. Pak Choi (Brassica rapa, Chinensis Group) Yield, Phytonutrient Content,
and Soil Biological Properties as Affected by Vermicompost-to-water Ratio Used for Extraction.
2. A. Balkaya, O. Aydin and S. Murat Dogru. 2018. Acta horticulturae. The adaptation of pak choi (Brassica rapa var.
chinensis) cultivars in Samsun Province, Turkey.
3. P. Yusuk, S. Thumdee1, P. Poonlarp and D. Boonyakiat. 2018. Thai Journal of Agricultural Science Vol. 51(1): 18−31. Effect of Season and Harvesting Time on Quality of Organic Pak Choi (Brassica rapa var. chinensis)
4. Mona S Calvo and Jaime Uribarri. 2013. American Journal of Clinical Nutrition 98:6–15. Public health impact of dietary phosphorus excess on bone and cardiovascular health in the general population.
5. Julia Barciela, Carlos Herrero, Sagrario García-Martín, Rosa M. Peña. 2008. Electronic Journal of Environmental, Agricultural and Food Chemistry 7 (8), 2008. [3151-3155]. A Brief Study Study Of The Role Of Selenium As Antioxidant
6. Mohd Fairulnizal Md Noh, Rathi Devi Nair Gunasegavan, Suraiami Mustar. 2019. Intech Open 84460. Vitamin A in Health and Disease.
7. Piste Pravina, Didwagh Sayaji, Mokashi Avinash. 2013. International Journal of Research in Pharmaceutical and Biomedical Sciences Vol. 4 (2). Calcium and its Role in Human Body.
8. Yu-Ping Jia, Lei Sun, He-Shui Yi, Li-Peng Liang, Wei Li, Hui Ding. 2017. Molecules 22, 610. The Pharmacological Effects of Lutein and Zeaxanthin on Visual Disorders and Cognition Diseases.
9. Abera Bekele & Takele Menna Adilo. 2019. BMC Nutrition. Prevalence of goiter and its associated factors among primary school children in Chole District, Arsi Zone, Ethiopia: a cross sectional study.
10. Énora Cléro , Françoise Doyon, Vaïana Chungue , Frédérique Rachédi c , Jean-Louis. 2012. Nutrition and Cancer 64:7, 929-936. Dietary Patterns, Goitrogenic Food, and Thyroid Cancer: A Case-Control Study in French Polynesia.
11. usan R Marengo, Andrea MP Romani. 2015. Nature Clinical Practice Nephrology vol 4 no 7. Oxalate in renal stone disease: The terminal metabolite that just won't go away.
12. Talat Parween, Sumira Jan, Sumira Mahmooduzzafar, Tasneem Fatma & Zahid Hameed Siddiqui. 2016. Critical Reviews in Food Science and Nutrition 56:1, 160-179. Selective Effect of Pesticides on Plant—A Review.

Share