Obat

Zafirlukast : Manfaat – Dosis dan Efek Sampingnya

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Tinjauan Medis : dr. Jessica S. Raditia, MDCH, RPSGT
Zafirlukast digunakan untuk mengontrol dan mencegah gejala asma seperti mengi (nafas yang berbunyi) dan sesak nafas. Walaupun dapat mengontrol gejala, obat ini tidak menyembuhkannya dan tetap diminum walaupun

Zafirlukast adalah jenis obat yang digunakan untuk pengobatan asma kronik dan pencegahan serangan asma baik pada orang dewasa maupun anak-anak berusia 5 tahun atau lebih. [1,2]

Apa Itu Zafirlukast?

Obat ini dikenal efektif mengatasi penyakit asma karena kemampuannya yang dapat menghambat aktivitas leukotriene yakni, suatu bahan kimia yang menyebabkan pembengkakan pada paru-paru dan penyempitan saluran udara sehingga dapat menimbulkan gejala terjadinya penyakit asma. [2]

Berikut ini info mengenai Zafirlukast, mulai dari indikasi hingga peringatannya: [1]

Indikasi Profilaksis dan pengobatan asma kronik
Kategori Obat ethical (Obat Keras). Harus dengan resep dokter.
Konsumsi Dewasa dan anak – anak usia 5 tahun atau lebih
Bentuk Tablet
Dosis Dewasa:
20 mg. Sebanyak 2 kali sehari setiap 1 jam sebelum atau 2 jam setelah makan.
Anak –anak :
5 – 11 tahun : 10 mg.
≥ 12 tahun: 20 mg.
Pemberian:
Berikan 2 kali sehari setiap 1 jam sebelum atau 2 jam setelah makan
Kontraindikasi Hipersensitif. Gangguan hati termasuk sirosis hati.
Peringatan   Pasien dengan kondisi berikut, wajib berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan Zafirlukast:  
– Pasien yang memiliki alergi
– Pasien yang  menderita serangan asma akut
– Pasien yang tengah menjalani operasi dan pasien penderita stress berat.
– Pasien yang ketergantungan alkohol
– Pasien dengan gangguan hati Pasien dengan Phenylketonuria (PKU)
– Anak – anak, ibu hamil atau menyusui dan lansia.
Kategori Obat pada Kehamilan & Menyusui Kategori B: Penelitian pada reproduksi hewan tidak menemukan risiko pada janin. Belum ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil.
Tinjauan 
Zafirlukast adalah obat penyakit asma kronis untuk anak-anak dan dewasa yang tergolong dalam kategori obat keras.

Dosis Zafirlukast

Pemberian Zafirlukast dapat di bagi menjadi 2 bagian utama yaitu untuk dewasa dan anak-anak: [2]

Dosis Zafirlukast Dewasa :

Oral / diminum:
– Sebanyak 20 mg diberikan 2 kali sehari dalam keadaan perut kosong (1 jam sebelum atau 2 jam setelah makan).

Dosis Zafirlukast Anak-Anak :

Oral / diminum:
– Kurang dari 5 tahun: Keamanan dan efektifitas belum ditemukan.
– 5 – 11 tahun: 10 mg. Diberikan 2 kali sehari dalam keadaan perut kosong (1 jam sebelum atau 2 jam setelah makan).
– ≥ 12 tahun: 20 mg. Diberikan 2 kali sehari dalam keadaan perut kosong (1 jam sebelum atau 2 jam setelah makan).

Manfaat Zafirlukast

Zafirlukast digunakan untuk mengontrol dan mencegah gejala yang disebabkan oleh asma seperti sesak napas.

Penggunaan obat ini secara teratur efektif dalam membantu Anda mengurangi penggunaan alat bantu nafas sehingga segala aktivitas Anda pun dapat berjalan dengan normal [3].

Efek Samping Zafirlukast

Beberapa efek samping berikut mungkin membutuhkan pertolongan medis, namun adapula yang tidak.

Efek samping dapat hilang seiring perawatan karena tubuh akan menyesuaikan diri dengan obat.

Konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda apabila efek samping terus berlanjut/apabila Anda memiliki pertanyaan seputar efek samping tertentu [2] .

Efek yang kurang umum adalah:

  • Batuk atau suara serak
  • Demam atau kedinginan
  • Sakit punggung bagian bawah atau samping
  • Sakit saat buang air kecil

Efek yang jarang terjadi (beritahu dokter jika anda mengalaminya):

Info efek Zafirlukast tenaga medis :

Umum

Efek samping yang paling umum biasanya dikaitkan dengan gejala – gejala ringan seperti:

  • Sakit kepala,
  • Gangguan pencernaan,
  • Diare,
  • Lemas,
  • Pusing,
  • Nyeri otot,
  • Radang tenggorokan
  • dan pilek.

Hati

  • Sebagian besar gejala pada pasien mereda setelah dihentikannya penggunaan obat ini
  • Umum (1% hingga 10%): Peningkatan SGPT (1,5%), AST (1,4%)
  • Jarang (kurang dari 0,1%): Peningkatan Hiperbilirubinemia; hepatitis fulminan atau berkembang menjadi gagal hati, transplantasi hati dan kematian
  • Laporan pasca pemasaran: Hepatitis simptomatik (dengan atau tanpa hiperbilirubinemia; disfungsi hati.

Muskuluskeletal

  • Umum (1% to 10%): Myalgia (1.6%), sakit punggung (1.5%)
  • Frekuensi tidak dilaporkan: Arthralgia

Pernafasan

  • Umum (1% hingga 10%): Infeksi saluran pernapasan (3,5%). Infeksi biasanya ringan atau sedang, sebagian besar mempengaruhi saluran pernapasan dan tidak memerlukan terapi.
  • Dalam uji klinis, dilaporkan peningkatan proporsi pasien di atas usia 55 tahun menderita infeksi ini. Infeksi terjadi secara merata pada wanita maupun laki – laki dan dikaitkan dengan pemberian bersama kortikosteroid inhalasi.

Kardiovaskular

 Dermatologis

  • Jarang (kurang dari 0,1%): Alopecia
  • Frekuensi tidak dilaporkan: Memar dan pruritus

 Hematologi

  • Jarang (0,01% hingga 0,1%): Granulomatosis
  • Sangat jarang (kurang dari 0,01%): Agranulositosis

Imunologis

  • Sistem Eosinofilia  juga dapat melibatkan berbagai sistem tubuh termasuk ruam vaskulitis, gejala paru – paru yang memburuk, komplikasi jantung, atau neuropati.
  • Jarang (kurang dari 0,1%): Sistem eosinofilia, pneumonia eosinofilik, atau gambaran klinis vaskulitis yang konsisten dengan sindrom Churg-Strauss.

Sistem saraf

  • Sangat umum (10% atau lebih): Sakit kepala (hingga 12,9%)
  • Umum (1% hingga 10%): Pusing (1,6%)
  • Frekuensi tidak dilaporkan: Neuropati, kejadian neuropsikiatrik

 Saluran pencernaan

  • Umum (1% hingga 10%): Mual (hingga 3,1%), diare (hingga 2,8%), sakit perut (hingga 2,8%), muntah (hingga 1,5%), dispepsia (1,3%)

Hipersensitif

  • Frekuensi tidak dilaporkan: Urtikaria, angioedema, ruam (dengan atau tanpa lepuh)

Psikiatrik

Lain

  • Umum (1% hingga 10%): Nyeri menyeluruh (1,9%), asthenia (hingga 1,8%), cedera karena kecelakaan (1,6%), demam (1,4%)
  • Jarang (kurang dari 0,1%): Peningkatan kadar teofilin dengan atau tanpa tanda-tanda klinis atau gejala toksisitas teofilin ketika obat ini ditambahkan.
  • Frekuensi tidak dilaporkan: Edema, malaise.

Detail Zafirlukast

Untuk memahami lebih detil mengenai zafirlukast, seperti overdosis, penyimpanan, cara kerja zafirlukast, interaksi dengan obat lain serta dengan makanan berikut datanya [1].

Penyimpanan Simpan antara 20–25°C. Lindungi dari sinar matahari dan tempat lembab.  
Cara Kerja Deskripsi: Zafirlukast adalah leukotrien-reseptor antagonis selektif dan kompetitif (LTRA) dari leukotrien D4 dan E4 (LTD4 dan LTE4), komponen dari yang disebut dengan slow-reacting substance of anaphylaxis (SRSA). Obat ini bermanfaat sebagai obat asma kronik dengan menghambat aktivitas dari cysteinyl leukotriene.
Penyerapan: Diserap dengan cepat dari saluran GI. Makanan mengurangi laju dan tingkat penyerapan. Waktu untuk memuncak konsentrasi plasma: Sekitar 3 jam.  
Distribusi: Besar volume distribusi sekitar 70 L. Pengikatan protein plasma: Sekitar 99% (terutama untuk albumin).  
Metabolisme: Dimetabolisme di hati terutama oleh isoenzim CYP2C9.  
Ekskresi: Terutama melalui feses (sekitar 90%) sebagai obat tidak yang berubah dan urin (sekitar 10%) sebagai metabolit. Waktu paruh eliminasi terminal: Kira-kira 10 jam.
Overdosis Gejala: Ruam dan gangguan perut.
Manajemen: Pengobatan suportif dan simtomatik. Kosongkan perut dengan menginduksi emesis. Dapat memberikan arang aktif untuk mencegah penyerapan obat yang belum pulih.
Interaksi dengan obat–obat lain Dapat meningkatkan aktivitas antikoagulan warfarin yang menghasilkan peningkatan Protrombin Time (PT). Menurunnya kadar plasma jika diberi bersamaan dengan teofilin, terfenadin, dan eritromisin. Peningkatan kadar plasma jika dikonsumsi bersamaan dengan flukonazol dan aspirin dosis tinggi.
Interaksi dengan makanan Makanan mengurangi laju dan tingkat absorbsi

Pertanyaan Seputar Zafirlukast

Apakah Ibu hamil dan menyusui boleh minum Zafirlukast?

Zafirlukast masuk dalam kategori B artinya Penelitian pada reproduksi hewan tidak menemukan adanya risiko pada janin atau belum ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil. Oleh karena itu disarankan untuk konsultasi ke dokter terlebih dahulu sebelum pemakaian obat yang mengandung Zafirlukast selama masa kehamilan.[4]

Apa yang terjadi jika saya melewatkan waktu minum obat Zafirlukast?

Segeralah ambil dosis obat yang terlewat begitu Anda ingat. Namun apabila sudah hampir waktunya untuk dosis obat berikutnya, maka lewati dosis yang terlewat dan lanjut ke jadwal dosis seperti biasa.

Jangan menambahkan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Dilarang untuk menambah atau mengurangi dosis atau menghentikan penggunaan obat ini tanpa berkonsultasi dengan dokter. Pada beberapa kasus overdosis zafirlukast bisa menyebabkan terjadinya gejala seperti ruam, sakit perut, mual, dll. [5]

Apakah Zafirlukast bisa untuk mengobati serangan asma mendadak?

Tidak bisa

Apakah obat-obat lain bisa mengganggu kerja obat Zafirlukast?

Obat-obatan lain diketahui dapat berinteraksi dengan zafirlukast, termasuk obat dengan resep dan obat-obatan bebas, vitamin, dan produk herbal. Diantaranya: [2]

– Teofilin
– Terfenadin
– Eritromisin
– Aspirin
– Warfarin
– Symbicort
Montelukast
– Flukonazol

Beri tahukanlah kepada dokter atau apoteker Anda mengenai obat yang sedang Anda gunakan sekarang dan obat apa pun yang baru Anda mulai atau hentikan penggunaannya. Dokter mungkin dalam kasus ini akan memberikan peringatan tertentu atau mengubah dosis obat tersebut. [2]

Apakah hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum mengkonsumsi Zafirlukast?

Untuk memastikan Zafirlukast aman untuk Anda konsumsi sebaiknya beritahukan kepada dokter bila Anda memiliki hal-hal berikut ini: [2,3]
– Alergi terhadap obat tertentu
– Memiliki riwayat penyakit gangguan hati
– Sedang mengkonsumsi obat-obatan lain terutama teofilin, terfenadin, eritromisin dan yang sudah disebutkan sebelumnya.
– Sedang menyusui, hamil atau berencana untuk hamil selama masa pengobatan.

Contoh obat bermerek yang mengandung Zafirlukast adalah Accolate.[1]

1) Anonim. Diakses 2020. Mims Indonesia. Zafirlukast.
2) Anonim. Diakses 2020. Drugs.com. Zafirlukast.
3) Anonim. Diakses 2020. webmd. Zafirlukast.
4) Anonim. Diakses 2020. AstraZeneca. Accolate (Zafirlukast) Tablets
5) Anonim. Diakses 2020. medlineplus.gov. Zafirlukast

Share