Makanan, Minuman dan Herbal

Selada Merah: Manfaat – Efek Samping dan Tips Konsumsi

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Tinjauan Medis : dr. Katya Saphira, M.Gizi
Selada merah merupakan sayuran tinggi antioksidan. Kandungan vitamin A, C, dan Knya membantu mencegah terjadinya penyakit kronis, berperan dalam kesehatan kulit, dan mata. Kandungan mineralnya berperan

Selada merupakan jenis sayuran yang paling banyak diminati sebagai lalapan. Selada juga telah berkembang dan memiliki berbagai varietas diantaranya selada merah. Berikut ini penjelasan mengenai selada merah serta manfaatnya bagi kesehatan manusia.

Tentang Selada Merah

Selada Merah

Selada merah (Lactuca sativa var. acephala) merupakan jenis selada yang memiliki warna merah keungunan pada bagian renda daunnya, sedangkan bagian bawah hingga ke pangkal masih berwarna hijau muda [1].

Selada merah memiliki beberapa keunggulan bila dibandingkan dengan varietas selada lainnya seperti [1],

  1. Mengandung tinggi vitamin K dan vitamin A
  2. Mengandung tinggi mineral mangan yang berfungsi dalam berbagai metabolisme tubuh
  3. Selada merah mengandung kolesterol dan lemak yang sangat rendah
  4. Selada merah kaya akan antioksidan
  5. Memiliki tekstur yang lembut dan renyah untuk lalapan

Selada merah berasal dari negara Italia. Tanaman ini dahulu harus tumbuh pada kondisi tempat yang sejuk dan dingin seperti di dataran tinggi [2].

Namun seiring perkembangan ilmu dan teknologi, tanaman selada merah lebih banyak dibudidayakan dengan cara hidroponik.

Hidroponik adalah salah satu teknik budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah. Media tanah diganti dengan media air untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bagi pertumbuhan tanaman.

Budidaya tanaman selada merah dengan hidroponik memiliki banyak kelebihan, salah satunya adalah tidak terkontaminasi dengan mikroorganisme tanah [2].

Namun, budidaya tanaman ini sering menggunakan pestisida untuk membasmi hama dan penyakit tanaman. Oleh karena itu, selada merah harus dicuci dengan bersih [2].

Kandungan Selada Merah

Selada merah megandung tinggi vitamin dan mineral yang baik bagi kesehatan. Berikut ini adalah kandungan lengkap selada merah berdasarkan kebutuhan harian.


IDNmedis.com Info Gizi (Per 100 Gram)
Selada, daun merah, mentah
Kalori: 16 Kalori Dari Lemak: 2
%Kebutuhan Harian
Total Lemak0.2      g 0.34 %
Lemak Jenuh0        0    %
Lemak Trans0        0    %
Kolesterol 0        0   %
Sodium25       mg 1.04 %
Total Karbohidrat2.3      g 0.75 %
Serat0.9      g 3.6  %
Gula0.5      g
Protein1.3      g 2.66 %
Vitamin A149.85 %Vitamin c6.17 %
Kalsium3.3 %Zat besi6.67 %
© IDNmedis.com

Src : Selada, daun merah, mentah

*Kebutuhan harian berdasarkan diet 2,000 kalori. Kebutuhan anda bisa lebih besar/kecil.

Top 10 Gizi
Penyajian 100gr%Kebutuhan Harian
Vitamin K140.3    mcg175 %
Vitamin A7493     IU150 %
Mangan0.2      mg10 %
Folat36       mcg9 %
Vitamin C3.7      mg6 %
Besi1.2      mg7 %
Vitamin B60.1      mg5 %
Kalium187      mg5 %
Tiamin0.1      mg4 %
Riboflavin0.1      mg5 %
© IDNmedis.com

Src : Selada, daun merah, mentah

Kandungan gizi utama dalam selada merah adalah vitamin K, vitamin A dan mangan. Vitamin K dan vitamin A berperan sebagai antioksidan yang mampu mencegah kerusakan pada sel-sel tubuh [3].

Selain itu, vitamin K berperan dalam proses pembekuan darah, mencegah diabetes dan mencegah penyakit kanker. Vitamin A berperan penting menjaga kesehatan mata, kulit dan tulang [3].

Mangan merupakan mineral yang berperan sebagai kofaktor enzim atau penunjang kinerja enzim yang sangat penting dalam proses metabolisme tubuh. Mangan juga memiliki peran dalam kesehatan tulang [3].

Manfaat Selada Merah Bagi Kesehatan

Tingginya vitamin dan mineral dalam selada merah membuatnya mengandung berbagai manfaat bagi kesehatan manusia. Berikut penjelasannya.

1. Meningkatkan Sistem Imun dan Mencegah Kanker

Salah satu keunggulan dari selada merah adalah tingkat antioksidan yang tinggi didalamnya. Antioksidan ini berasal dari kandungan beberapa vitamin seperti vitamin K, vitamin A dan vitamin C [3].

Vitamin-vitamin tersebut merupakan antioksidan alami yang mampu menangkal radikal bebas yang masuk dalam tubuh. Antioksidan merupakan merupakan suatu molekul yang mampu memperlambat dan mencegah proses oksidasi molekul dalam tubuh [3].

Radikal bebas dapat menyebabkan berbagai kerusakan sel-sel tubuh dan berisiko kanker. Radikal bebas yang begitu banyak dalam tubuh meningkatkan stress oksidatif [4]

Stress oksidatif merupakan suatu kondisi didalam tubuh yang mengandung kadar radikal bebas lebih banyak dibanding dengan antioksidan[4].

Kondisi ini akan merusak berbagai sel-sel tubuh. Kerusakan tersebut dapat berisiko terjadinya penyakit-penyakit dalam tubuh [4].

Kandungan beberapa vitamin dalam selada merah dapat meningkatkan sistem imunitas tubuh sehingga mampu melawan berbagai penyebab berbagai penyakit [3].

2. Menjaga Kesehatan Mata

Kandungan vitamin A dalam selada merah sebanyak 7493 IU atau sebanyak 150% dari kebutuhan harian. Selada merah merupakan salah satu sumber vitamin A terbanyak.

Vitamin A merupakan vitamin yang berperan penting dalam indera penglihatan. Vitamin A berperan sebagai salah satu komponen penyusun pigmen di retina [5].

Vitamin ini juga berperan sebagai antioksidan yang mencegah radikal bebas penyebab kerusakan pada lensa dan retina mata. Berbagai penyakit mata yang dapat dicegah dari konsumsi vitamin A adalah katarak dan degenerasi makula [5].

Degenerasi makula adalah kondisi mata kronis yang menyebabkan kehilangan penglihatan pusat karena adanya kerusakan pada makula di bagian tengah retina. 

Kekurangan vitamin A dapat menyebabkan penyakit xeroftalmia. Penyakit ini menyebabkan bola mata menjadi kering, kornea mengeras dan pembengkakan kelopak [5].

3. Menjaga Kesehatan Tulang dan Gigi

Selain kandungan vitamin yang tinggi, selada merah juga memiliki kandungan mineral diantaranya kalsium dan kalium. Selada merah mengandung kalsium sebanyak 3,3% dan kalium sebanyak 5%

Kalium berperan menjaga agar penyerapan kalsium dapat dilakukan dengan baik sehingga meningkatkan kepadatan tulang. Hal ini karena kalsium merupakan bagian penyusun dari tulang serta gigi [6,7].

Kekurangan kalsium dalam tubuh dapat menyebabkan pengapuran atau lebih dikenal dengan nama osteoporosis [7].

Selain itu, selada merah juga mengandung mineral mangan yang turut berfungsi dalam menjaga kepadatan tulang. Sebagian besar mineral mangan terdapat dalam jaringan tulang [8].

4. Mencegah Penyakit Diabetes

Selada merah mengandung gula yang sangat rendah. Hal ini dapat mencegah naiknya kadar glukosa dalam darah yang berisiko penyakit diabetes. [9].

Selada merah juga mengandung tinggi mangan. Mineral ini mampu mengurangi resiko hiperglikemia (darah glukosa darah tinggi). Mineral mangan bekerja sebagai pengendali kadar glukosa dalam darah [8].

Selain itu, selada merah mengandung serat sebanyak 3,6% dari kebutuhan harian manusia. Kandungan serat didalam selada merah berperan dalam mencegah diabetes [14].

Serat yang masuk dalam sistem pencernaan akan dicerna cukup lama. Hal ini akan mencegah terjadinya penyerapan glukosa dengan cepat sehingga kadar glukosa dalam darah dapat normal [14].

5. Meningkatkan Produksi Sel Darah Merah

Selada merah mengandung zat besi sebanyak 7% dari kebutuhan harian manusia. Kandungan zat besi ini sangat berperan dalam proses pembentukan sel darah merah dan hemoglobin pada darah [10].

Selain itu, vitamin B2 atau riboflavin yang terkandung sebanyak 5% dalam selada merah juga turut membantu dalam pembentukan molekul sel darah merah [11].

Tubuh yang kekurangan sel darah merah dan hemoglobin di dalamnya akan menyebabkan penyakit anemia. Penyakit ini memiliki gejala antara lain tubuh sering lemas dan hilangnya koordinasi tubuh [12].

Gejala tubuh yang sering lemas disebabkan oleh kurangnya pasokan oksigen yang seharusnya dibawa oleh hemoglobin dalam sel darah merah. Kondisi ini menyebabkan organ-organ tubuh tidak bekerja dengan maksimal [12].

Selain itu, vitamin lainnya yang berperan dalam mencegah anemia dalah vitamin K. Vitamin ini sangat banyak terkandung di dalam selada merah [13].

Vitamin K berperan dalam proses pembekuan darah apabila mengalami cedera luka. Proses pembekuan darah sangat penting agar menghindari pendarahan dan mencegah anemia [13].

Protein, ion kalsium dan vitamin K akan membentuk trombin lalu menjadi fibrinogen yang merupakan kumpulan benang-benang fibrin. Benang-benang inilah yang nantinya akan menutup luka dan mencegah pendarahan [13].

6. Menjaga Kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah

Selada merah memiliki memiliki kolestrol sebanyak 0%. Hal ini berarti bahwa selada merah bebas dari kandungan kolestrol [15].

Kolestrol yang berasal dari bahan makanan akan dicerna dan diserap serta dibawa oleh protein melalui darah. Kolestrol dalam tubuh yang banyak dapat menumpuk dalam pembuluh darah dan menyebabkan hipertensi (tekanan darah yang tinggi) [15].

Selain itu, terdapat mineral tubuh yang rawan mengendap di dalam pembuluh darah yaitu mineral kalsium. Penyerapan kalsium yang tidak baik oleh tulang dan gigi dapat menyebabkan penumpukan kalsium dalam pembuluh darah [16].

Untuk menghindari kondisi tersebut, tubuh perlu memenuhi asupan kalium. Hal ini karena kalium mampu memastikan kalsium dapat diserap baik oleh tulang [16].

Plak kolestrol maupun kalsium dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan berisiko hipertensi dan atrosklerosis dan berujung pada penyakit jantung dan stroke [16].

Aterosklerosis adalah suatu kondisi rusaknya pembuluh darah karena aliran darah terhambat. Apabila atrosklerosis terjadi pada pembuluh darah otak, maka dapat menyebabkan stroke. Sedangkan,  apabila terjadi pada pembuluh darah jantung akan mengakibatkan jantung koroner [16].

Efek Samping Selada Merah

Manfaat selada merah memang begitu banyak. Namun, perlu diperhatikan bahwa selada merah juga memiliki efek samping apabila dikonsumsi secara berlebihan dan tidak tepat. Berikut penjelasannya.

  • Nutrisi yang tidak seimbang

Selada merah memang tinggi akan beberapa vitamin dan mineral yang diperlukan tubuh. Namun selada merah sangat sedikit mengandung karbohidrat, lemak dan protein.

Apabila dikonsumsi secara terus menerus sebagai salad dan tidak dikonsumsi bersama bahan makanan lain dapat menyebabkan nutrisi yang tidak seimbang. Tubuh yang kekurangan protein, lemak dan karbohidrat akan menyebabkan berbagai gangguan [17].

Contohnya saja, tubuh yang kekurangan protein dapat menyebabkan gangguan fungsi otak. Kekurangan asupan karbohidrat dalam tubuh dapat membuat tubuh menjadi lemas [17].

  • Resiko terpapar residu pestisida

Pembudidayaan selada merah sering menggunakan pestisida untuk membasmi hama dan penyakit yang dapat merusak kualitas selada merah.

Apabila dalam pengolahan, selada merah tidak dicuci dengan bersih sebelum dikonsumsi dapat menyebabkan residu pestisida masuk dalam tubuh [18].

Residu pestisida dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang bersifat kronis maupun akut. Dampak yang bersifat akut antara lain iritasi pada mata dan kulit, sakit kepala, kejang otot hingga hilangnya koordinasi tubuh [18].

Sedangkan dampak yang bersifat kronis antara lain parkinson (kerusakan pada sistem saraf), pubertas dini (seseorang yang mengalami pubertas sebelum waktunya), gangguan sistem reproduksi dan kanker pada beberapa organ tubuh [18].

Tips Penyimpanan Selada Merah

Selada merah merupakan jenis sayuran yang memiliki kandungan air yang tinggi. Oleh karena itu, perlu tindakan yang tepat dalam menyimpan selada merah. Berikut ini adalah tips menyimpan selada merah [19].

  1. Belilah selada merah secukupnya. Hal ini karena selada merah tidak memiliki umur simpan yang lama.
  2. Jangan mencuci selada merah jika hendak disimpan. Hal ini bertujuan agar tidak menambah kandungan air didalamnya yang berisiko busuk.
  3. Simpan selada merah dalam kertas tissue dan masukkan dalam wadah atau plastik.
  4. Jangan menyimpan selada merah dengan jenis sayuran lain dalam satu tempat atau wadah.
  5. Simpan di dalam kulkas pada bagian rak bawah agar kelembabannya terjaga.

Tips Konsumsi Selada Merah

Selada merah sangat bergizi dan lezat jika dikonsumsi. Selada merah dapat dikonsumsi sebagai lalapan, salad sayur, tambahan dalam pecal dan lain-lain [3].

Namun, dalam mengolah selada merah perlu memperhatikan cara mencucinya. Selada merah memiliki bentuk daun yang banyak lipatan-lipatan dan sangat halus.

Residu pestisida dan telur-telur cacing kemungkinan berada pada lipatan-lipatan daun selada merah. Berikut ini cara membersihkan selada merah [20].

  • Bersihkan dan cuci tangan dengan sabun terlebih dahulu.
  • Potonglah bagian akar dan batang selada yang keras dengan pisau yang bersih
  • Cuci setiap lembaran daun dengan air yang mengalir secara perlahan. Mencucinya dengan cara menggosok-gosok permukaan daun bagian luar maupun bagian dalam dengan tangan
  • Teliti dalam membersihkannya. perhatikanlah area yang berada dipangkal batang. Tempat tersebut rentan menempel telur cacing dari tanah
  • Jika sudah yakin bersih, kibas-kibaskan daun selada agar airnya berkurang
  • Hindari mencuci selada didalam baskom. Hal ini tetap membuat bakteri, residu pestisida dan telur cacing masih menempel.
Selada merah merupakan jenis sayuran yang sangat tinggi akan vitamin A, vitamin K dan mangan. Manfaat selada merah antara lain adalah menjaga kesehatan jantung, tulang, kulit dan mencegah kanker.

1). E Degl'Innocenti, L Guidi, A Pardossi, F Tognoni. 2005. Journal of Agricultural and Food Chemistry 53(26):9980-4. Biochemical Study of Leaf Browning in Minimally Processed Leaves of Lettuce (Lactuca Sativa L. Var. Acephala)
2). H Mennan, M Ngouajio, D Isik, B Kose, E Kaya. 2006. Communications in Agricultural Applied Biological Science 71(3 Pt A):709-14. The Effects of Cover Crop on Weed Control in Collard (Brassica Olerecea Var Acephala) and Lettuce (Lactuca Sativa L.)
3). Dae-Eun Kim, Xiaomin Shang, Awraris Derbie Assefa, Young-Soo Keum, Ramesh Kumar Saini. 2018. Food Research International 105:361-370. Metabolite Profiling of Green, Green/Red, and Red Lettuce Cultivars: Variation in Health Beneficial Compounds and Antioxidant Potential
4). Patrik Poprac, Klaudia Jomova, Miriama Simunkova, Vojtech Kollar, Christopher J Rhodes, Marian Valko. 2017. Trends in Pharmacological Science 38(7):592-607. Targeting Free Radicals in Oxidative Stress-Related Human Diseases
5). C D Bridges, R A Alvarez, S L Fong. 1982. Investigative Ophthamology and Visual Science ;22(6):706-14. Vitamin A in Human Eyes: Amount, Distribution, and Composition
6). Connie M Weaver. 2013. Advances in Nutrition 4(3):368S-77S. Potassium and Health
7). Thibault Lemaire, Salah Naili. 2012. Medical Hypotheses 78(3):367-9. Possible Role of Calcium Permselectivity in Bone Adaptation
8). Pan Chen, Julia Bornhorst, Michael Aschner. 2018. Frontiers in Bioscience 23:1655-1679. Manganese Metabolism in Humans
9). Diana M Cheng, Natalia Pogrebnyak 1, Peter Kuhn 1, Christian G Krueger 2, William D Johnson 3, Ilya Raskin. 2014. PLoS One 9(3):e91571. Development and Phytochemical Characterization of High Polyphenol Red Lettuce With Anti-Diabetic Properties
10). Veni Pillay, Sreekanth B Jonnalagadda. 2007. Journal of Environmental Science and Health ;42(4):423-8. Elemental Uptake by Edible Herbs and Lettuce (Latuca Sativa)
11). Shanti Balasubramaniam, John Christodoulou, Shamima Rahman. 2019. Journal of Inherited Metabolic Disease 42(4):608-619. Disorders of Riboflavin Metabolism
12). Jacqueline B Broadway-Duren, Hillary Klaassen. 2013. Critical Care Nursing Clinics of North America 25(4):411-26. Anemias
13). Rasha Khatib, Maja Ludwikowska, Daniel M Witt, Jack Ansell, Nathan P Clark, Anne Holbrook, Wojtek Wiercioch, Holger Schünemann, Robby Nieuwlaat. 2019. Blood Advances 3(5):789-796. Vitamin K for Reversal of Excessive Vitamin K Antagonist Anticoagulation: A Systematic Review and Meta-Analysis
14). Csanad Gurdon, Alexander Poulev, Isabel Armas, Shukhratdzhon Satorov, Meg Tsai, Ilya Raskin. 2019. Science Reports 9(1):3305. Genetic and Phytochemical Characterization of Lettuce Flavonoid Biosynthesis Mutants
15). Jeung Hee Lee, Penelope Felipe, Yoon Hyung Yang, Mi Yeon Kim, Oh Yoon Kwon, Dai-Eun Sok, Hyoung Chin Kim, Mee Ree Kim. 2009. The British Jorunal of Nutrition 101(8):1246-54. Effects of Dietary Supplementation With Red-Pigmented Leafy Lettuce (Lactuca Sativa) on Lipid Profiles and Antioxidant Status in C57BL/6J Mice Fed a High-Fat High-Cholesterol Diet
16). Christodoulos Stefanadis, Christos-Konstantinos Antoniou, Dimitrios Tsiachris, Panagiota Pietri. 2017. Journal of The American Heart Association 6(3):e005543. Coronary Atherosclerotic Vulnerable Plaque: Current Perspectives
17). Bricia López Plaza, Laura María Bermejo López. 2017. Nuticion Hospitalaria 34(Suppl 4):68-71. Nutrition and Immune System Disorders
18). Ki-Hyun Kim, Ehsanul Kabir, Shamin Ara Jahan. 2017. The Science of The Total Environment 575:525-535. Exposure to Pesticides and the Associated Human Health Effects
19). Jung-Soo Lee, Dulal Chandra. 2018. Journal of Food Science and Technology 55(5):1685-1694. Effects of Different Packaging Materials and Methods on the Physical, Biochemical and Sensory Qualities of Lettuce
20). Elisabeth Uhlig, Crister Olsson, Jiayi He, Therese Stark, Zuzanna Sadowska, Göran Molin, Siv Ahrné, Beatrix Alsanius, Åsa Håkansson. 2017. Food Science and Nutrition 5(6):1215-1220. Effects of Household Washing on Bacterial Load and Removal of Escherichia coli From Lettuce and "Ready-To-Eat" Salads

Share