Makanan, Minuman dan Herbal

Jagung: Manfaat – Efek Samping dan Tips Konsumsi

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Fakta Unik Jagung

Jagung alias zea mays adalah salah satu sereal gandum yang paling terkenal di dunia. Jagung masih termasuk dalam keluarga rumput yang berasal dari Amerika tengah dan tumbuh di berbagai negara.

Jagung manis adalah varian jagung yang paling terkenal namun bukan berarti jenis jagung biasa tidak digunakan sama sekali.

Justru banyak orang yang memanfaatkan jagung biasa untuk diolah menjadi makanan yang nantinya dijual dan menghasilkan banyak keuntungan, seperti keripik kentang, tepung jagung, sirup jagung, minyak jagung, dan masih banyak lagi.

Jagung adalah salah satu tanaman yang paling menyehatkan seperti layaknya sereal gandum lainnya hanya saja jagung lebih kaya serat, mineral, anti-oksidan, dan berbagai vitamin.

Jagung juga tersedia dalam berbagai warna seperti merah, oranye, ungu, biru, putih, dan hitam meskipun yang paling sering dikenal adalah jagung berwarna kuning [4].

Kebutuhan akan jagung selalu bertambah dari waktu ke waktu dan pada tahun 2008 tercatat jika 750 juta ton jagung diproduksi oleh beberapa negara sekaligus seperti Amerika Serikat, Eropa, China, Brazil, Meksiko, dan India [1].

Jagung

Kandungan Gizi Jagung

Berikut ini adalah kandungan gizi dalam 100 gram berat jagung kuning mentah berdasarkan AKG 2000 kalori.

IDNmedis.com Info Gizi (Per 100 Gram)
Jagung, manis, kuning, mentah
Kalori: 86 Kalori Dari Lemak: 9.9
%Kebutuhan Harian
Total Lemak1.2      g 1.82 %
Lemak Jenuh0.2      g 0.91 %
Lemak Trans0        0    %
Kolesterol 0        mg 0   %
Sodium15       mg 0.62 %
Total Karbohidrat19       g 6.34 %
Serat2.7      g 10.8 %
Gula3.2      g
Protein3.2      g 6.44 %
Vitamin A3.74 %Vitamin c11.33 %
Kalsium0.2 %Zat besi2.89 %
© IDNmedis.com

Src : Jagung, manis, kuning, mentah

*Kebutuhan harian berdasarkan diet 2,000 kalori. Kebutuhan anda bisa lebih besar/kecil.

Top 10 Gizi
Penyajian 100gr%Kebutuhan Harian
Tiamin0.2      mg13 %
Vitamin C6.8      mg11 %
Folat46       mcg11 %
Serat makanan2.7      g11 %
Magnesium37       mg9 %
Niasin1.7      mg9 %
Fosfor89       mg9 %
Mangan0.2      mg8 %
Asam Pantotenat0.8      mg8 %
Kalium270      mg8 %
© IDNmedis.com

Src : Jagung, manis, kuning, mentah

Jagung adalah salah satu tanaman yang kaya akan kandungan kalori, kalium, magnesium, dan fosfor [23].

Kalori dibutuhkan oleh tubuh untuk melakukan berbagai rutinitas sehari-hari, sedangkan kalium baik untuk kesehatan jantung dan tekanan darah.

Magnesium dan fosfor dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang dan gigi serta meminimalisir timbulnya berbagai penyakit tulang ataupun sendi ketika memasuki masa tua.

Manfaat Jagung Untuk Kesehatan

1. Mencegah terjadinya sembelit

Mengonsumsi satu mangkok jagung sudah memenuhi kebutuhan serat pada tubuh sebanyak 18,4% dan hal ini berarti juga akan meminimalisir timbulnya berbagai gangguan pencernaan seperti diare, sembelit, bahkan penyakit kronis seperti kanker usus besar yang disebabkan karena kurangnya asupan nutrisi sehari-hari.

Sebuah penelitian juga membuktikan jika kebutuhan nutrisi yang terpenuhi karena mengonsumsi jagung juga ampuh untuk mengurangi resiko terjadinya diare ataupun mengurangi rasa nyeri pada perut karena proses pembuangan kotoran pada saluran pencernaan berjalan dengan lancar [10,11].

2. Melindungi kinerja hati

Sebuah penelitian yang berjalan selama 42 hari dan melibatkan 54 partisipan membuktikan jika minyak jagung lebih efektif untuk mengembalikan kadar kolesterol ke dalam batas normal dengan mengurangi kolesterol jahat (LDL) daripada partisipan yang mengonsumsi minyak zaitun (Olive oil).

Adanya kandungan phytosterol pada minyak jagung terbukti mampu menurunkan kadar kolesterol lebih efektif sebanyak 38% daripada kandungan asam folatnya dan akan meminimalisir resiko penyumbatan pada arteri, menurunkan kadar gula darah, serangan jantung, atherosclerosis, serta stroke [17,20].

Mengonsumsi minyak jagung bisa menjadi pilihan yang tepat untuk melindungi kinerja hati setiap saat dan meminimalisir datangnya berbagai penyakit kronis yang bisa menyerang siapa saja. 

3. Mencegah terjadinya divertikulitis

Sebuah penelitian yang dilakukan dari tahun 1986 sampai 2004 dan melibatkan lebih dari 47 ribu pria berusia 40 sampai 75 tahun menunjukkan jika mengonsumsi popcorn mampu menurunkan resiko divertikulitis sebanyak 0,72% daripada orang yang jarang mengonsumsi popcorn. Kacang juga terbukti mampu menurunkan resiko divertikulitis namun dengan persentase yang lebih rendah, yaitu hanya 0.80% [8].

Divertikulitis adalah salah satu penyakit kronis pada pencernaan yang sampai sekarang belum diketahui pasti apa penyebabnya. Gejalanya bisa berupa rasa nyeri pada perut, sembelit, ataupun pendarahan.

4. Mencegah terjadinya anemia

Mengonsumsi jagung secara rutin juga dapat mencegah terjadinya anemia karena kandungan vitamin dan mineralnya yang tinggi. Jagung juga kaya akan kandungan zat besi yang merupakan salah satu mineral yang berfungsi untuk memproduksi sel darah merah, dimana anemia adalah kondisi tubuh yang kekurangan sel darah merah [18].

5. Mendukung pertumbuhan

Jagung adalah salah satu sayuran yang kaya akan kandungan vitamin B, terutama tiamin dan niasin dimana kedua zat ini berfungsi untuk menjaga kesehatan saraf dan kognitif.

Ketika tubuh kekurangan niasin maka bisa berujung pada penyakit pellagra, yaitu suatu penyakit yang dicirikan dengan diare, demensia, dan dermatitis yaitu peradangan pada kulit yang berupa ruam kemerahan.

Selain itu, jagung juga kaya akan kandungan asam folid dan ketika tubuh kekurangan zat ini bisa mengakibatkan gangguan pada bayi yang baru lahir [12].

Vitamin E yang terkandung pada jagung pun turut berperan sebagai anti-oksidan yang berfungsi untuk menjaga kesehatan tubuh dan meminimalisir datangnya berbagai penyakit terutama penyakit kronis.

Beberapa penelitian yang melibatkan hewan sekalipun juga membuktikan jika mengonsumsi jagung secara rutin akan meminimalisir resiko tubuh terserang penyakit kronis yang berhubungan dengan kinerja kardiovaskular, diabetes tipe II, ataupun obesitas dan kandungan amylose pada jagung inilah yang berfungsi untuk melindungi kinerja usus besar [15].

Tingginya kandungan vitamin B dan E pada jagung berperan penting untuk pertumbuhan janin dan meminimalisir resiko kanker usus besar yang bisa berujung pada kematian. 

6. Meminimalisir resiko terserang penyakit kronis

Sebuah penelitian menunjukkan jika mengonsumsi gandum secara rutin dapat mengurangi resiko terserang berbagai penyakit kronis dan hal ini karena tingginya kandungan fitokimia, yaitu salah satu zat yang ada dalam tumbuhan dan berfungsi untuk mencegah berbagai penyakit.

Kandungan fitokimia ini juga berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan meminimalisir tubuh Anda terserang berbagai jenis kanker, baik kanker pencernaan, kanker payudara, ataupun kanker usus [2].

7. Menjaga kesehatan mata

Degenerasi makula dan katarak adalah salah satu masalah faktor terbesar yang menyebabkan seseorang kehilangan penglihatannya, baik karena infeksi, usia tua, dan kekurangan nutrisi.

Jagung adalah salah satu sayuran mengandung lutein dan zeaxanthin sebanyak 70 persen, yaitu kedua zat gizi yang berperan sebagai antioksidan ini bisa menurunkan resiko kebutaan karena sifat antioksidan yang mampu melindungi mata dari kerusakan akibat sinar matahari, asap rokok, ataupun polusi udara [3].

Manfaat dari lutein dan zeaxanthin dibuktikan pada sebuah penelitian yang dilakukan lebih dari 10 tahun ini menunjukkan jika makanan yang mengandung kateronoid seperti lutein dan zeaxanthin memang mampu menurunkan resiko kebutaan, terutama pada orang tua.

Hal ini juga didukung dengan sebuah penelitian yang menunjukkan jika mengonsumsi sayuran yang kaya akan kandungan lutein dan zeaxanthin seperti bayam, brokoli, telur, maupun jagung memang terbukti mampu menurunkan resiko katarak karena kedua zat ini memang lebih melindungi fungsi makula daripada bagian mata lainnya [3,5].

Tingginya kandungan beta-karotin pada jagung akan memenuhi kebutuhan vitamin A pada tubuh yang berfungsi untuk menjaga kesehatan mata dan tubuh serta meningkatkan imunitas sehingga akan menjauhkan tubuh dari berbagai penyakit.

Meskipun begitu, perokok tidak dianjurkan untuk mengonsumsi jagung terlalu banyak karena bertemunya kandungan rokok dan beta-karotin bisa berbahaya dan menyebabkan kanker paru-paru yang berujung pada kematian [19].

Berbagai kandungan pada jagung seperti beta-karotin, lutein, dan zeaxanthin terbukti ampuh untuk menjaga kesehatan mata bahkan meminimalisir resiko katarak yang biasanya terjadi di masa tua. 

8. Menjaga kesehatan kulit

Tepung jagung sering digunakan sebagai bahan utama kosmetik karena mampu mengurangi peradangan dan iritasi pada kulit. Berbeda dengan kosmetik yang menggunakan petroleum jelly dan bisa menyebabkan pori-pori tersumbat.

Kosmetik yang mengandalkan jagung sebagai bahan utamanya terbukti ampuh untuk mengangkat minyak berlebih pada kulit dan mencegah terjadinya penuaan dini deperti timbulnya keriput [22].

9. Menjaga kesehatan tulang

Jagung kaya akan kandungan mineral seperti fosfor, magenisum, mangan, zinc, zat besi, dan juga tembaga di mana fosfor berperan penting untuk menjaga kesehatan tulang, mendukung pertumbuhan anak, dan mengoptimalkan kinerja ginjal.

Magensium diperlukan tubuh untuk menjaga ritme detak jantung tetap dalam batas normal dan mendukung pertumbuhan tulang sehingga meminimalisir timbulnya penyakit tulang di kemudian hari seperti osteoporosis ataupun radang sendi [16].

10. Mengurangi resiko diabetes

Sebuah penelitian membuktikan jika mengonsumsi jagung secara rutin terbukti efektif untuk meminimalsiir resiko terserang diabetes tipe II karena kandungan pada jagung mampu untuk menyerap dan melepaskan insulin yang tidak lagi dibutuhkan oleh tubuh sehingga kesehatan pun lebih terjaga [21].

Cara Mengonsumsi Jagung

Memilih jagung terbilang mudah karena hanya ada dua jenis jagung yaitu jagung manis dan jagung biasa, di mana jagung manis lebih banyak dikonsumsi sedangkan jagung biasa cenderung diolah menjadi tepung.

Pastikan jika kulit jagung belum kering karena hal ini menandakan jika jagung masih muda dan memiliki citarasa yang manis dan jagung bisa disimpan beberapa hari di lemari ataupun kulkas sebelum diolah [22].

Jagung bisa diolah menjadi berbagai jenis makanan dan seperti direbus, digoreng ataupun menjadi minuman beralkohol, roti, bubur, bahkan bisa juga sebagai kue [1].

Jagung paling sering diolah menjadi popcorn yang ternyata mengandung banyak kandungan bergizi seperti mangan, fosfor, magnesium, zinc yang berguna untuk menjaga keseimbangan tubuh, dan ada juga tembaga yang berfungsi untuk meningkatkan produksi kolagen alias meminimalisir resiko terjadinya penuaan dini.

Baik jagung manis ataupun biasa diolah menjadi berbagai jenis hidangan lezat dan cocok disantap bersama orang lain. Pastikan jika cara menyimpan jagung sudah tepat sehingga jagung tidak mudah busuk. 

Efek Samping Mengonsumsi Jagung

Meskipun mengonsumsi jagung termasuk aman, kandungan asam fitat pada jagung bisa menyebabkan timbulnya masalah pencernaan karena asam fitat menghambat penyerapan mineral pada tubuh.

Mengonsumsi jagung secara berlebihan juga berpotensi menyebabkan kinerja ginjal terganggu dan menurunkan kadar gula darah dari batas normal [6].

Jagung yang sudah diolah menjadi sereal biasanya akan terkontiminasi dengan jamur dan menyebabkan timbulnya mycotoxin yang berpotensi menyerang kesehatan tubuh.

Terlalu banyak mengonsumsi jagung yang terkontaminasi akan menyebabkan kanker dan permasalahan pada kelahiran anak yang bisa berujung pada kematian.

Hal ini didukung dengan sebuah penelitian di Afrika Selatan yang membuktikan bahwa penyebab kanker esophagus atau kerongkongan bukan hanya kebiasaan merokok namun terlalu banyak mengonsumsi margarin ataupun olahan jagung [7,9].

Meskipun terbilang jarang, terdapat beberapa orang yang alergi jagung karena intoleran gluten, yaitu kondisi di mana imun tubuh menolak gluten yang terdapat pada tepung dan gejala yang biasanya muncul antara lain adalah berat badan yang menurun drastis, diare, kecapekan, ataupun nyeri pada perut.

Sebuah penelitian yang diikuti 45 partisipan juga membuktikan jika mengonsumsi jagung secara berlebihan bisa menyebabkan timbulnya gangguan pencernaan, dimana 43% di antaranya mengalami diare, 35% mengalami konstipasi, dan 22% mengeluhkan permasalahan pencernaan lainnya [13, 14].

Orang yang memiliki penyakit jantung tidak disarankan untuk mengonsumsi minyak jagung karena tingginya kandungan asam folat pada jagung bisa menyebabkan ritme jantung tidak beraturan.

Jagung yang diolah menjadi sirup pun tidak disarankan untuk dikonsumsi terlalu sering karena tingginya kandungan fruktosa pada sirup jagung jauh lebih manis daripada gula biasa dan berpotensi menyebabkan obesitas [22].

Jagung adalah salah satu tanaman yang memiliki banyak manfaat kesehatan dan perlu dikonsumsi dengan batas wajar untuk meminimalisir timbulnya efek samping yang hanya akan membahayakan diri sendiri. Sebaiknya jagung tidak lagi dikonsumsi apabila sudah menunjukkan gejala alergi tertentu seperti diare, nyeri pada perut, ataupun rasa lelah yang berlebih.  

1) Emily T.Nuss, Sherry A.Tanumihardjo. 2010. Comprehensive Reviews 2010 August. Maize: A paramout staple crop in the context of global nutrition
2) Adom KK, Liu RH. 2002. Journal of agricultural and food chemistry 2002 Oct 9; 50(21): 6182-7. Antioxydan activity of grains
3) Abdel-Aal el-SM, Akhtar H, Zaheer K, Ali E. 2013. Nutrients 2013 April 9, 5(4): 1169-85. Dietary sources of lutein and zeaxanthin carotenoids and their role in eye health
4) Atli Anarson, PhD. 2019. Healthline. Corn 101: Nutritions and benefits.
5) Moeller SM, Jacques PE, Blumberg JB. 2000. Journal of the American College of Nutrition 2000 October; 19(5): 5225-5275
6) Schlemmer U, Frelich W, Prieto RM, Grases F. 2009. Molecular nutrition & food research 2009 September; 53 Suppl 2: S330-75. Phytate in foods and significance for humans: food resources, intake, processing, bioavalibility, protective role and analysis
7) Van Rensburg SJ, Bradshaw ES, Bradshaw D, Rose EF. 1985. British journal of cancer 1985 March; 51 (3): 399-405. Oesophageal cancer in Zulu men, South Africa: a case-control study
8) Strate LL, Liu YL, Syngal S, Aldoori WH, Giovanucci EL. 2008. JAMA August 27;300(8): 907-14
9) Agnieszka Waskiewicz, Monika Besxterda, Piotr Golinski. 2012. Food Control 2012 August 26 (2): 491-499. Occurrence of fumonisins in food – An interdisciplinary approach to the problem
10) Graham DY, Moser SE, Estes MK. 1982. The American Journal of Gastroenterology 1982 September, 77(9): 599-603. The effect of bran on bowel fuction in constipation
11) Arthur Schatzkin, Traci Mouw, Yikyung Park, Amy F Subar, Victor Kipnis, Albert Hollenbeck, Michael F Leitzmann, Frances E Thompson. 2007. The American journal of clinical nutrition 2007 May, 85(5): 1353-1360. Dietary fiber and whole-grain concumption in relation to colorectal cancer in the NIH-AARP diet and health study
12) B.H.Yu, C.Kies. 1993. Plants Foods for human nutrition 1993 (43): 87-95. Niacin, thiamin, and pantothenic acid bioavailability to humans from maize bran as affected by milling and particle size
13) Bernadette Capili, Joyce K.Anastasi, Michelle Chang. 2016. Journal nurse practicum 2016 May; 12 (5): 324-329. Addressing the role of food in irritable bowel syndrome symptom management
14) Naiyana Gujral, Hugh J Freeman, Alan BR Thomson. 2012. World Journal of Gastroenterology 2012 Nov 14; 18(42): 6036-6059. Celiac disease: Prevelance, diagnosis, pathogenesis, and treatment
15) Siyuan, Sheng, Tong, Li, RuiHai Liu. 2018. Food science and human wellness 2018 September 7 (3): 185-195. Corn phytochemicals and their health benefits
16) P.R.Warman, K.A.Harvard. 1998. Agriculture, ecosystem, & environment 2008 April 68(3): 207-216. Yield, vitamin, and mineral contents of organically and conventionally grown potatoes and sweet corn
17) Richard E Ostlund, Susan B Racette, Alred Okeke, William F Stenson. 2002. The American journal of clinical nutrition 2002 June 75(6): 1000-1004. Phytosterols that are naturally present in commercial corn oin significantly reduce cholesterol absorption in humans
18) Garcia-Casal MN, Layrisse M, Solano L, Baron MA, Arquello F, Liovera D, Ramirez J, Leets I, Trooper E. 1998. Journal of nutrition 1998 March; 128 (3) 646-50. Vitamin A and beta-carotene can improve nonheme iron absorption from rice, wheat, and corn by humans
19) Tanvetyanon T, Bepler G. 2008. Cancer 2008 Jul 1; 113(1): 150-7. Beta-carotene in multivitamins and the possiblerisk of lungh cancer among smokers versus former smokers: a meta-anaylysis and evaluation of national brands
20) Maki KC, Lawless AL, Kelley KM, Kaden VN, Geiger CJ, Palacios OM, Dicklin MR. 2017. European journal of clinical nutrition 2017 January, 7(1): 33-38. Corn oil intake favorably impacts lipoprotein cholesterol, apolpoprotein and lipoprotein particle levels compared with extra-virgin oilve oil
21) Aldona Dembinska-Klec, Otto Mykkanen, Beata Kiec-Wilk, Hannu Mykkanen. 2008. British journal of nutrition 2008 May 99: 109-117
22) Meenakshi Nagdeve. 2020. Organic Facts. Health benefits of corn
23) Anonim. 2019. United States Department of Agriculture. Corn.

Share