Penyakit & Kelainan

Apa Perbedaan Darah Rendah Dan Kurang Darah?

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Apa Itu Darah Rendah Dan Kurang Darah ?

Darah rendah dan kurang darah merupakan kondisi yang berbeda. Darah rendah atau juga disebut tekanan darah rendah merupakan suatu kondisi di mana kekuatan darah yang mendorong dinding arteri ketika jantung memompa darah lebih rendah atau kurang dari 90/60 mm Hg [1].

Sedangkan kurang darah atau bisa disebut juga sebagai anemia merupakan suatu kondisi di mana proporsi sel darah merah mengalami penurunan [2].

Gejala Darah Rendah Dan Kurang Darah

Gejala Darah Rendah

Darah rendah yang terjadi secara tiba-tiba umumnya akan disertai dengan beberapa gejala berikut ini [3]:

  • Pusing
  • Pingsan atau kehilangan kesadaran
  • Penglihatan kabur atau memudar
  • Mual
  • Kelelahan
  • Kurang konsenterasi
  • Syok

Jika darah rendah berada pada tingkatan ekstrim hingga mengancam jiwa maka gejala berikut ini mungkin akan muncul [3]:

  • Kebingungan, terutama pada orang tua
  • Kulit dingin, lembap, dan pucat
  • Pernapasan cepat dan dangkal
  • Denyut nadi lemah dan cepat

Gejala Kurang Darah

Beberapa kasus kurang darah tidak menunjukkan gejala tertentu, namun sebagian lainnya mungkin menunjukkan gejala berikut ini [4]:

  • Kelelahan
  • Kelemahan
  • Kulit pucat atau kekuningan
  • Detak jantung tidak teratur
  • Sesak napas
  • Pusing atau pusing
  • Nyeri dada
  • Tangan dan kaki dingin
  • Sakit kepala

Penyebab Darah Rendah Dan Kurang Darah

Penyebab Darah Rendah

Berikut ini merupakan beberapa penyebab darah rendah yang dikelompokkan dalam kondisi medis dan konsumsi obat tertentu [3]:

  • Kondisi Medis

Kondisi medis tertentu diketahui dapat menyebabkan darah rendah, termasuk [3]:

  1. Kehamilan
  2. Masalah jantung
  3. Masalah endokrin seperti penyakit paratiroid, insufisiensi adrenal (penyakit Addison), gula darah rendah (hipoglikemia)
  4. Dehidrasi
  5. Kehilangan banyak darah
  6. Infeksi parah (septikemia)
  7. Reaksi alergi yang parah (anafilaksis
  8. Kekurangan nutrisi dalam makanan seperti vitamin B-12, folat dan zat besi
  • Konsumsi Obat Tertentu

Berikut ini merupakan beberapa obat yang konsumsinya mungkin dapat menyebabkan tekanan darah rendah, termasuk:

  1. Pil diuretik, seperti furosemide (Lasix) dan hydrochlorothiazide (Microzide, lainnya)
  2. Penghambat alfa, seperti prazosin (Minipress)
  3. Beta blocker, seperti atenolol (Tenormin) dan propranolol (Inderal, Innopran XL, lainnya)
  4. Obat untuk penyakit Parkinson, seperti pramipexole (Mirapex) atau yang mengandung levodopa
  5. Jenis antidepresan tertentu (antidepresan trisiklik), termasuk doxepin (Silenor) dan imipramine (Tofranil)
  6. Obat untuk disfungsi ereksi, termasuk sildenafil (Revatio, Viagra) atau tadalafil (Adcirca, Alyq, Cialis), terutama bila diminum bersama obat jantung nitrogliserin (Nitrostat, lain-lain)

Penyebab Kurang Darah

Kurang darah diketahui dapat terjadi akibat darah tidak memiliki cukup sel darah merah berbagai kondisi termasuk [4]:

  • Tubuh tidak menghasilkan cukup sel darah merah
  • Pendarahan yang menyebabkan kehilangan sel darah merah lebih cepat daripada yang bisa diganti
  • Tubuh menghancurkan sel darah merah

Diagnosis Darah Rendah Dan Kurang Darah

Diganosis Darah Rendah

Diagnosis darah rendah mungkin akan dilakukan dengan [3]:

  • Identifikasi riwayat kesehatan
  • Pemeriksaan fisik
  • Pengukuran tekanan darah
  • Tes darah
  • Elektrokardiogram (EKG)

Diagnosis Kurang Darah

Kurang darah mungkin akan didiagnosis melalui hitung darah lengkap (CBC) untuk menghitung jumlah sel darah dalam sampel darah [4].

Adapun kurang darah akan dapat diketahui dengan mengukur kadar sel darah merah (hematokrit) dan hemoglobin dalam darah [4].

Pengobatan Darah Rendah Dan Kurang Darah

Pengobatan Darah Rendah

Pengobatan terhadap darah rendah akan bergantung pada beberap faktor, termasuk usia, kesehatan, dan jenis tekanan darah rendah yang dimiliki [3].

Pengobatan darah rendah yang mungkin diresepkan dokter termasuk [3]:

  • Tingkatkan Asupan Garam

Kandungan natrium dalam garam diketahui dapat meningkatkan tekanan darah bahkan secara drastis.

Untuk itu, meningkatkan konsumsi garam pada orang yang darah rendah dapat meningkatkan tekanan darahnya.

Namun, hal ini harus dilakukan sesuai dengan resep dan dalam pengawasan dokter. Mengingat, kelebihan natrium dapat menyebabkan gagal jantung.

  • Minum Lebih Banyak Air

Dengan meningkatkan konsumsi air, maka cairan tubuh akan meningkat. Cairan umumnya akan meningkatkan volume darah dan mencegah dehidrasi.

Oleh karena itu, orang yang memiliki darah rendah sangat disarankan untuk meningkatkan konsumsi airnya.

  • Konsumsi Obat

Beberapa obat dapat digunakan untuk mengobati darah rendah, termasuk [3]:

  1. Obat fludrokortison untuk meningkatkan volume darah
  2. Obat midodrine (Orvaten) untuk menaikkan tingkat tekanan darah berdiri pada orang dengan hipotensi ortostatik kronis

Pengobatan Kurang Darah

Metode pengobatan kurang darah umumnya akan disesuaikan dengan penyebabnya, antara lain [5]:

  • Kurang Darah Akibat Defisiensi Zat Besi

Jika kurang darah disebabkan kurangnya zat besi dalam tubuh maka, suplemen zat besi dapat membantu mengatasi kurang darah.

Selain itu, dalam mencukupi zat besi yang dibutuhkan oleh tubuh, asupan makanan kaya akan zat besi juga harus ditingkatkan.

  • Kurang Darah Akibat Defisiensi Vitamin

Jika kurang darah disebabkan oleh kekurangan vitamin, maka suplemen makanan atau suntikan vitamin B-12 adalah pilihan yang tepat untuk mengatasi kurang darah.

Jika kurang darah disebabkan oleh thalasemia maka dokter mungkin akan merekomendasikan suplemen asam folat, kelasi besi, atau bahkan transfusi darah dan transplantasi sumsum tulang.

  • Kurang Darah Akibat Penyakit Kronis

Jika kurang darah disebabkan oleh penyakit kronis, maka pengobatan akan berfokus pada penyakit kronis yang mendasari.

  • Kurang Darah Akibat Aplastik

Jika kurang darah disebabkan oleh aplastik maka penanganan yang mungkin dilakukan ada dua cara yaitu transfusi darah atau transplantasi sumsum tulang.

  • Kurang Darah Sel Sabit

Jika kurang darah sel sabit maka perawatannya mungkin akan meliputi [5]:

  1. Terapi oksigen
  2. Obat pereda nyeri
  3. Cairan intravena
  4. Antibiotik
  5. Suplemen asam folat
  6. Transfusi darah,
  7. Obat kanker (hidroksiurea)
  • Kurang Darah Akibat Hemolitik

Kurang darah hemolitik mungkin akan melibatkan obat-obatan imunosupresan, pengobatan untuk infeksi, dan plasmaferesis, yang menyaring darah dalam pengobatannya.

Pencegahan Perbedaan Darah Rendah Dan Kurang Darah

Pencegahan Darah Rendah

Pencegahan terhadapa darah rendah dapat dilakukan dengan melakukan perubahan gaya hidup seperti [6]:

  • Memposisikan kepala lebih tinggi ketika tidur
  • Sering makan dalam porsi kecil dan istirahat setelah makan
  • Meningkatkan asupan cairan
  • Menghindari duduk atau berdiri diam dalam waktu lama
  • Menghindari tiba-tiba mengubah postur atau posisi
  • Menghindari konsumsi alkohol
  • Tidak mengonsumsi minuman berkafein di sore hari
  • Memakai stoking pendukung yang diresepkan oleh dokter jika dibutuhka

Pencegahan Kurang Darah

Kurang darah mungkin dapat dicegah atau dikelola dengan melakukan perubahan gaya hidup. Adapun mencukupi kebutuhan zat besi dan vitamin yang dibutuhkan tubuh, baik melalui suplemen atau sumber makanan akan sangat membantu [5].

1. Anonim. Low Blood Pressure. National Institutes of Health; 2021.
2. Jake Turner, Meghana Parsi & Madhu Badireddy. Anemia. National Center for Biotechnology Information, US. National Library of Medicine, National Institutes of Health; 2020.
3. Staff Mayo Clinic. Low blood pressure (hypotension). Mayo Clinic; 2021.
4. Staff Mayo Clinic. Anemia. Mayo Clinic; 2021.
5. Peter Lam & Meredith MD, FAAFP. What to know about anemia. Medical News Today; 2020.
6. Yvette Brazier & Debra Sullivan, Ph.D., MSN, R.N., CNE, COI. What to know about low blood pressure. Medical News Today; 2020.

Share