Penyakit & Kelainan

Polimialgia Reumatik: Gejala – Penyebab dan Pengobatan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Tinjauan Medis : dr. Maria Arlene, Sp.Ak
Reumatik polimialgia adalah gangguan peradangan yang menyebabkab nyeri dan kaku otot, terutama pada bahu dan panggul. Gejala nyeri ini umumnya muncul pada kedua sisi tubuh, seperti lengan atas, leher,

Apa Itu Polimialgia Reumatik

Polimialgia Reumatik merupakan suatu kondisi di mana kelainan rematik berupa nyeri dan kaku yang terasa di sekitar area leher, bahu dan pinggul [1].

Polimialgia Reumatik merupakan kelainan rematik yang paling umum terjadi pada orang berkulit putih dengan usia lanjut, diatas 50 tahun [1, 2].

Polimialgia Reumatik ini juga mengindikasikan pengobatan jangka panjang dengan glukokortikosteroid pada pasien secara umum [2].

Gejala Polimialgia Reumatik

Berikut ini merupakan beberapa gejala yang mungkin dialami oleh seseorang yang memiliki Polimialgia Reumatik [3]:

  • Sakit atau nyeri di bahu
  • Sakit atau nyeri di leher, lengan atas, pantat, pinggul, atau paha
  • Kekakuan di area yang terkena, terutama di pagi hari
  • Rentang gerak di area yang terpengaruh menjadi terbatas
  • Nyeri atau kaku di pergelangan tangan, siku, atau lutut
  • Demam ringan
  • Kelelahan
  • Perasaan umum tidak sehat (malaise)
  • Kehilangan selera makan
  • Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan
  • Depresi

Penyebab Polimialgia Reumatik

Penyebab Polimialgia Reumatik secara pasti hingga kini masih belum diketahui, namun ada dua faktor yang memiliki keterkaitan dengan perkembangannya, termasuk [3]:

  • Genetika

Gen dan variasi gen tertentu diketahui meningkatkan kerentanan seseorang mengembangkan Polimialgia Reumatik.

  • Paparan Lingkungan

Beberapa kasus Polimialgia Reumatik  menunjukkan adanya kecenderungan siklus tertentu yang terjadi secara musiman. Hal ini menunjukkan adanya faktor pemicu dari lingkungan yang mempengaruhi perkembangan Polimialgia Reumatiz.

Dalam hal ini, faktor lingkungan tersebut termasuk juga virus. Meskipun demikian, hingga kini belum diketahui dan terbukti jenis virusnya secara spesifik.

Faktor Risiko Polimialgia Reumatik

Berikut ini merupakan beberapa faktor yang mungkin dapat meningkatkan risiko seseorang mengembangkan Polimialgia Reumatik  3]:

  • Usia

Polimialgia Reumatik umumnya lebih sering terjadi pada orang dewasa yang memiliki usia tua, yaitu antara 70 dan 80 tahun.

  • Jenis Kelamin

Perempuan lebih berisiko mengembangkan Polimialgia Reumatik dibandingkan laki laki, perbandingannya yaitu dua dan tiga kali.

  • Ras

Ras ternyata juga berkaitan dengan perkembangan Polimialgia Reumatik, di mana orang yang berkulit putih khususnya dari Skandinavia atau Eropa utara lebih berisiko mengembangkan Polimialgia Reumatik.

Komplikasi Polimialgia Reumatik

Polimialgia Reumatik  diketahui dapat menyebabkan komplikasi tertentu seperti [4]:

Selain itu, jika penderita Polimialgia Reumatik  juga mengembangkan Giant Cell Arthitis maka komplikasi lain berikut ini juga dapat terjadi [4]:

Kapan Harus Kedokter ?

Segera periksakan diri kedokter jika mengalami gejala gejala berikut ini [3]:

  • Nyeri atau kaku
  • Nyeri atau kekakuan yang sudah mulai mengganggu tidur
  • Nyeri atau kekakuan yang sudah mulai membatasi kemampuan untuk melakukan aktivitas biasa (seperti berpakaian)

Diagnosis Polimialgia Reumatik

Polimialgia Reumatik umumnya akan didiagnosis dengan melakukan beberapa hal berikut ini [4]:

  • Pemeriksaan fisik
  • Identifikasi riwayat kesehatan dan gejala
  • Tes darah

Selain itu, tes lain berikut ini juga akan dilakukan untuk menyingkirkan kondisi lain [4]:

  • Anticyclic citrullinated peptide untuk mendeteksi antibodi yang ditemukan pada penderita rheumatoid arthritis
  • Antibodi antinuklear untuk menunjukkan adanya lupus, Sjogren, atau penyakit autoimun lainnya
  • Hitung darah lengkap untuk mengevaluasi sel darah putih, sel darah merah, dan tingkat trombosit
  • Protein C-reaktif untuk dapat mengidentifikasi adanya peradangan
  • Laju sedimentasi eritrosit (ESR): Ini juga disebut sebagai laju sed dan mendeteksi adanya peradangan.
  • Faktor reumatoid untuk mendiagnosis rheumatoid arthritis
  • Hormon perangsang tiroid untuk mengevaluasi seberapa baik tiroid bekerja
  • Creatinine kinase untuk mencari kerusakan otot

Pengobatan Polimialgia Reumatik

Berikut ini merupakan beberapa metode pengobatan yang mungkin akan disarankan dokter untuk mengobati Polimialgia Reumatik [3]:

  • Konsumsi Obat Obatan Tertentu

Berikut ini merupakan beberapa jenis obat yang akan digunakan dalam pengobatan Polimialgia Reumatik [3]:

  1. Kortikosteroid oral dosis rendah, seperti prednisone (Rayos) mungkin dapat memberikan kelegaan dari rasa sakit dan kekakuan dalam dua atau tiga hari pertama
  2. Kalsium dan vitamin D dapat membantu mencegah keropos tulang akibat pengobatan kortikosteroid
  3. Metotreksat dengan kortikosteroid pada beberapa pasien dapat menjadi obat penekan kekebalan dan mungkin berguna di awal pengobatan atau nanti, jika kambuh atau tidak merespons kortikosteroid
  • Terapi Fisik

Jika sudah lama mengalami aktivitas fisik yang terbatas akibat Polimialgia Reumatik, terapi fisik mungkin akan dapat membantu untuk kembali mulai beraktivitas.

Konsulatasikan kepada dokter terapi fisik yang tepat, agar dapat memperoleh manfaat yang lebih maksimal untuk aktif kembali.

  • Perubahan Gaya Hidup

Perubahan gaya hidup berikut ini mungkin dapat mengelola efek samping yang disebabkan oleh pengobatan Polimialgia Reumatik menggunakan kortikosteroid [3]:

  1. Makan makanan yang sehat seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan protein rendah lemak, produk susu serta batasi garam (natrium) untuk mencegah penumpukan cairan dan tekanan darah tinggi
  2. Berolahragalah secara teratur dengan pilihan kegiatan olahraga yang tepat untuk menjaga berat badan yang sehat dan memperkuat tulang serta otot
  3. Istirahat yang cukup agar tubuh pulih dari olah raga dan aktivitas sehari-hari
  4. Gunakan alat bantu untuk membantu mempermudah tugas sehari-hari jika dibutuhkan

Pencegahan Polimialgia Reumatik

Penyebab Polimialgia Reumatik yang belum diketahui secara pasti menyebabkan kesulitan dalam pencegahannya.

Terlepas dari hal ini, makanan yang bergizi dapat memberikan manfaat yang baik bagi kesehatan, khususnya dalam mendukung sistem kekebalan tubuh [5].

Adapun berikut ini merupakan beberapa sumber gizi yang mungkin perlu diperhatikan dalam pengelolaan Polimialgia Reumatik khususnya agar mencegah peradangan dan agar tidak menjadi lebih parah dengan mengantisipasi efek samping pengobatan yang mungkin ditimbulkan [5]:

  • Lemak Sehat

Lemak tidak selalu merugikan, karena ada lemak yang baik bagi kesehatan, yang tidak lain adalah omega-3.

Omega-3 ini sangat bermafaat khususnya untuk mencegah peradangan jika disertai dengan pemenuhan kebutuhan gizi tubuh lainnya.

Omega-3 ini telah terbukti mampu menunjukkan efek antiinflamasi pada berbagai kondisi medis, seperti rheumatoid arthritis, penyakit radang usus, dan asma.

Sumber makanan tinggi omega-3 dapat dijumpai pada [5]:

  1. Kenari
  2. Minyak biji rami dan biji rami
  3. Telur
  4. Ikan salmon
  5. Sarden

Selain omega-3 berikut ini juga merupakan sumber makanan yang mungkin dapat mencegah peradangan termasuk [5]:

  1. Tomat
  2. Minyak zaitun
  3. Bayam
  4. Kubis
  5. Sawi
  6. Jeruk
  7. Beri
  • Kalsium Dan Vitamin D

Kalsium dan Vitamin D mungkin dapat bermanfaat untuk mencegah risiko terjadinya osteoprorosis pada penderita Polimialgia Reumatik .

Mengingat, obat yang digunakan penderita Polimialgia Reumatik diketahui dapat meningkatkan risiko osteoporosis.

Adapun sumber kalsium dapat ditemukan pada beberapa sumber makanan berikut ini [5]:

  1. Produk susu termasuk susu, yogurt, dan keju
  2. Brokoli
  3. Bayam
  4. Sarden dengan tulang

Sedangkan sumber Vitamin D dapat diserap melalui paparan sinar matahari dan dapat juga diperoleh dari beberapa sumber makanan berikut ini [5]:

  1. Ikan salmon
  2. Tuna
  3. Hati sapi
  4. Kuning telur
  5. Roti yang diperkaya
  6. Produk susu yang diperkaya
  • Air

Tubuh membutuhkan air untuk dapat memenuhi kebutuhan cairan, sehingga dapat terus terhidrasi dengan baik.

Dengan hidrasi yang baik, tubuh akan dapat melawan peradangan yang mungkin dapat ditimbulkan.

Dalam hal ini, sangat disarankan untuk minum dua hingga tiga liter cairan per hari untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi.

Jika minum air putih membuat bosan, perasan lemon, jeruk nipis atau jeruk yang dimasukkan dalam air mungkin dapat menambah nafsu minum selanjutnya.

Untuk memastikan jumlah air yang diminum telah sesuai dengan target harian, maka sangat disarankan untuk menggunakan botol air yang memiliki takaran ukuran yang tepat.

Kopi, pada sebagian orang diketahui dapat menunjukkan efek antiinflamasi yang dapat mencegah atau meringankan peradangan yang terjadi.

Namun, sebagian lainnya diketahui menunjukkan hasil yang berbeda, di mana kopi dapat meningkatkan peradangan.

Untuk itu, jika ingin mencoba menggunakan kopi untuk mencegah peradangan maka sangat disarankan untuk selalu memantau perkembangan diri.

Jika setelah minum kopi terdapat tanda peradangan membaik, maka mungkin konsumsinya dapat dilanjutkan. Namun jika sebaliknya memburuk, maka sangat disarankan untuk berhenti mengonsumsinya. Adapun kopi yang mungkin lebih disarankan yaitu kopi rendah atau tanpa kafein, maupun teh herbal.

Apapun yang mungkin akan dicoba, sebaiknya tetap berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter atau ahli kesehatan lainnya. Agar manfaat dan efek samping yang mungkin ditimbulkan dapat diketahui sebelum memulai mencoba diet maupun pengobatannya.

1. Saurav Acharya & Rina Musa. Polymyalgia Rheumatica. National Center for Biotechnology Information, US. National Library of Medicine, National Institutes of Health; 2020.
2. Michet, C. J & Matteson, E. L. Polymyalgia rheumatica. BMJ; 2008.
3. Anonim. Polymyalgia rheumatica. Mayo Clinic; 2021.
4. Lori Smith & Nancy Carteron, M.D. Polymyalgia rheumatica: What you need to know. Medical News Today; 2017.
5. Taylor Norris & Natalie Butler, R.D., L.D. Can Diet Affect Symptoms of Polymyalgia Rheumatica?. Healthline; 2018.

Share