Entomophobia: Gejala – Penyebab dan Pengobatan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Entomophobia adalah ketakutan ekstrim pada serangga yang dialami oleh para penderitanya. Oleh sebab itu, entomophobia juga dikenal sebagai insectophobia. Fobia terhadap serangga ini berbeda dengan rasa tidak suka pada serangga. [1,2]

Jenis fobia ini sangat umum ditemukan di Amerika Serikat. Alasannya karena masyarakat beberapa daerah di sana sangat jarang berinteraksi dengan alam. Jadi bertemu dan mengenal serangga sangat tidak umum terjadi. [3]

Beberapa jenis serangga yang umum ditakuti oleh penderita entomophobia adalah kecoa, semut, lalat, lebah, dan kupu-kupu. Apa saja gejala yang ditunjukkan seseorang yang mengidap entomophobia? [3]

Gejala Entomophobia

Penderita entomophobia akan menunjukkan gejala-gejala entomophobia walau hanya dengan melihat serangga saja. Berikut ini gejala entomophobia yang perlu dikenali:

Walau hanya melihat serangga yang ditakuti saja, penderita entomophobia bisa langsung mengalami serangan panik. Bahkan bisa hanya ketika memikirkannya saja. [1,4]

Kepanikan yang dialami akan membuat penderita gelisah dan ketakutan setengah mati. Sehingga sulit untuk berfungsi sebagaimana ketika normal. [1,4]

  • Peningkatan Detak Jantung

Rasa takut muncul ditandai dengan detak jantung yang meningkat lebih cepat. Peningkatan detak jantung ini akan semakin cepat dan semakin cepat ketika jarak serangga yang ditakuti semakin dekat. [1,4]

Begitu juga yang terjadi walau serangga yang ditakuti hanya muncul di bayangan. Semakin intens kedekatan serangga dengan penderita dalam bayangannya, maka detak jantung tersebut akan semakin sulit untuk dikendalikan. [1,4]

  • Kesulitan Bernafas

Salah satu efek dari gejala panik yang disebutkan sebelumnya adalah kesulitan bernafas. Saat seseorang ketakutan dan dikuasai rasa panik, terjadi disfungsi organ pernapasan, sehingga bernapas menjadi aktivitas yang sulit dilakukan. [1,4]

Kondisi yang parah bahkan bisa menyebabkan pasien mengalami penurunan oksigen. Sehingga harus segera ditenangkan dengan bantuan medis. [1,4]

  • Keinginan untuk Melarikan Diri

Entomophobia pada penderitanya juga menimbulkan gejala ingin melarikan diri. Apapun bisa dilakukan oleh si penderita asalkan serangga yang ditakutinya itu hilang dari pandangan atau bayangannya. [1,4]

Oleh sebab itu, penderita entomophobia biasanya akan sangat anti pergi ke tempat yang ditumbuhi banyak tanaman. Misalnya, taman, hutan, dan juga tempat lembab seperti basement. [1,4]

  • Kehilangan Kontrol Diri

Sebagian lain penderita entomophobia juga bisa menunjukkan gejala yang lebih kompleks. Misalnya ketika melihat serangga yang sebenarnya tidak membahayakannya, penderita entomophobia bisa langsung pingsan. [1,4]

Kontrol diri untuk bisa berfungsi sebagaimana mestinya hilang. Hal ini terjadi karena rasa takut yang dialaminya sudah di luar batas normal. [1,4]

Penyebab Entomophobia

Sebagaimana jenis fobia lain, penyebab spesifik seseorang mengalami entomophobia tidak bisa dipastikan. Namun beberapa faktor dalam diri seseorang bisa meningkatkan resikonya menjadi seorang yang entomophobia. [1,3]

Berikut ini beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab entomophobia pada diri seseorang:

  • Faktor Genetik

Entomophobia dapat disebabkan oleh faktor genetik. Beberapa hasil penelitian sudah mendukung informasi mengenai hal ini. [1]

Berdasarkan penelitian itu, seseorang yang berasal dari keluarga yang memiliki entomophobia berpeluang tiga kali lebih tinggi mengidap fobia yang sama. [4]

  • Trauma

Penyebab lain entomophobia pada diri seseorang adalah trauma. Kejadian traumatis berhubungan dengan serangga adalah trigger dari banyak kasus entomophobia. [4]

Trauma biasanya akan sulit dilupakan walau telah bertahun-tahun berlalu. Misalnya, seorang anak mengalami entomophobia karena pernah digigit serangga dan rasa sakitnya luar biasa. [1]

  • Kurangnya Pengetahuan

Hasil penelitian lain yang dilakukan di negara Iran juga menunjukkan bahwa kurangnya pengetahuan masyarakat pada serangga bisa menjadi penyebab entomophobia terjadi. [2]

Pasalnya, setelah diteliti anak-anak di Iran yang menjadi sampel penelitian menjadi tidak takut pada serangga ketika dibekali pengetahuan mengenai serangga-serangga tersebut. Jadi penting untuk memiliki pengetahuan yang luas mengenai macam-macam serangga. [2]

  • Pengaruh Lingkungan

Lingkungan di mana seseorang dibesarkan juga bisa memberikan pengaruh terbentuknya fobia pada serangga. Misalnya seorang penderita entomophobia dibesarkan di lingkungan di mana pemahaman bahwa serangga akan menggigit dan menyebabkan penyakit. [3]

Pastinya dalam situasi seperti itu, anak-anak yang tadinya penasaran dengan serangga malah menjadi takut. Karena pengaruh lingkungan menanamkan pemahaman bahwa serangga dapat menggigit dan menyebabkan rasa sakit. [3]

Prosedur Diagnosa Entomophobia

Dokter akan melakukan serangkaian tes untuk melakukan diagnosa pada pasien yang menunjukkan gejala entomophobia. Diagnosa tersebut menggunakan kriteria dan panduan berdasarkan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5). [1]

Jenis tes awal yang akan diberikan adalah kuesioner. Kuesioner ini berisi serangkaian pertanyaan yang harus pasien jawab. Selanjutnya, dokter akan mengaitkan hasil dari screening test tersebut dengan gejala yang dialami. [1]

Wawancara singkat dengan dokter juga mungkin dilakukan untuk mendukung kesimpulan diagnosa yang dibuat. [1]

Pengobatan Entomophobia

Hampir semua jenis fobia dapat diobati. Termasuk juga entomophobia ini. Walau agar tidak kambuh, penderita bisa menghindari pemicu fobianya. Namun akan lebih mudah jika fobia benar-benar diobati. [2]

Berikut ini adalah beberapa teknik pengobatan entomophobia yang bisa dilakukan:

  • Pemberian Obat-obatan

Walau jarang dilakukan, pada beberapa kasus fobia mungkin perlu diberikan obat-obatan. Misalnya ketika mengalami sesak dan panik berlebih, maka dokter bisa meresepkan antidepresan atau obat tranquilizers. [1,2]

  • Self-help Therapy

Jenis pengobatan ini adalah yang paling disarankan. Penderita entomophobia dapat melakukan relaksasi untuk mengatur pernafasan dan mengatur visualisasi untuk mengalahkan rasa takut pada serangga. [1,2]

  • Cognitive Behavioral Therapy (CBT)

Pengobatan ini dilakukan dengan berbicara pada terapis, oleh karena itu dikenal juga sebagai talking therapy. Pengobatan ini sangat ampuh mengatasi fobia dan menghadapinya. [1,2]

  • Exposure Therapy

Satu lagi teknik pengobatan entomophobia yang disarankan adalah dengan mengekspos diri pada serangga yang ditakuti. Namun dapat dimulai melalui gambar dahulu, berkembang menjadi video, hingga akhirnya bisa menghadapi serangga tersebut tanpa rasa takut. [1,2]

Pencegahan Entomophobia

Selain cara pengobatan untuk mengurangi efek fobia yang dialami, penderita juga bisa mencegah fobia kambuh sewaktu-waktu. [1]

Tentunya mencegah entomophobia kambuh dapat dilakukan dengan menghindari serangga yang memicu rasa takut itu. [1]

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment