Apa Itu Ecophobia? – Penyebab, Gejala dan Pengobatan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Jika rumah menjadi suatu tempat yang paling nyaman dan dirindukan saat seseorang berada jauh, beberapa orang merasa ketakutan berlebihan terhadap yang namanya rumah.

Bukan terhadap bangunan rumah, melainkan suasana rumah dapat menjadi begitu mengerikan bagi sebagian kecil orang penderita ecophobia ini [1,2].

Hanya memikirkan atau membayangkan suasana rumah atau kampung halaman, kecemasan dapat meningkat berkali-kali lipat [1,2].

Ecophobia adalah jenis fobia spesifik di mana seseorang mengalami ketakutan berlebihan ketika membayangkan lingkungan rumah dan sekitarnya [1,2].

Penyebab Ecophobia

Fobia spesifik seperti ecophobia hingga kini belum diketahui penyebabnya secara pasti [2,3,4].

Namun, fobia selalu dapat berawal dari faktor lingkungan penderitanya atau didasari oleh faktor genetik [2,3].

Seorang penderita ecophobia dapat mengalami fobia ini karena adanya anggota keluarga yang memiliki riwayat gangguan kesehatan mental tertentu ataupun fobia yang sama [2,3].

Umumnya, fobia spesifik dapat dialami oleh seseorang karena adanya anggota keluarga yang memiliki riwayat gangguan kecemasan maupun fobia tertentu (bisa sama maupun tidak) [2,3].

Bila bukan dikarenakan faktor genetik, biasanya fobia spesifik terjadi pada diri penderita karena pernah mengalami peristiwa traumatis [2,3,4].

Peristiwa kurang menyenangkan dapat menjadi faktor yang menyebabkan kondisi fobia berkembang di dalam dirinya, terutama bila terjadi pada masa kanak-kanak [2,3,4].

Pada kasus ecophobia, terdapat kemungkinan seseorang menderita fobia ini karena masa lalu yang pahit atau luka yang berhubungan dengan rumah dan keluarga [2,3,4].

Hal ini kemudian menyebabkan penderita ecophobia cenderung menghindar dari rumah atau kampung halamannya [2,3,4].

Berada di rumah atau kampung halaman dapat menjadikan penderita ecophobia panik, takut dan cemas berlebihan [2].

Gejala Ecophobia

Ecophobia adalah jenis fobia spesifik yang dapat membuat penderitanya mengalami hal-hal sebagai berikut [2] :

  • Mudah merasa panik, cemas, serta takut secara berlebihan walau hanya sekadar membayangkan atau memikirkan rumah dan kampung halaman.
  • Tingkat kecemasan pada penderita ecophobia dapat sampai di tahap ekstrem yang membuat seseorang mengalami serangan panik.
  • Tingkat keparahan serangan panik pada ecophobia juga bervariasi; sebab terdapat beberapa penderita yang bahkan harus sampai dirawat inap di rumah sakit.
  • Tingkat kecemasan akan semakin intens ketika penderita berada di dekat, di sekitar, maupun di dalam rumahnya.
  • Menghindari pikiran, bayangan dan bahkan kontak dengan sumber ketakutannya (dalam hal ini adalah rumah dan suasana lingkungannya.
  • Mengalami beberapa gejala fisik, seperti keringat berlebih, tubuh gemetaran, hingga ketegangan otot saat membayangkan, memikirkan, dan berada di sekitar rumah.

Pemeriksaan Ecophobia

Untuk menentukan bahwa kecemasan dan kepanikan penderita bukan hal biasa dan sudah tergolong sebagai fobia spesifik, evaluasi psikologis perlu dilakukan.

Pemeriksaan fisik tetap perlu dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat kondisi medis tertentu dibalik gejala fisik yang penderita alami.

Namun untuk membedakan rasa takut biasa dengan fobia, diperlukan pemeriksaan oleh terapis profesional (psikolog atau psikiater) berdasarkan panduan DSM-5 (Diagnostic and Statistical Manual 5th Edition).

Kondisi pasien dapat didiagnosis sebagai fobia spesifik mengarah pada ecophobia apabila memenuhi kriteria DSM-5 berikut ini [5] :

  • Pasien mengalami rasa takut tak berdasar, berlebihan, dan cenderung tak masuk akal ketika berada dalam situasi yang berhubungan dengan rumah.
  • Pasien mengalami rasa takut dengan kadar berlebihan (bahkan lebih besar daripada bahaya yang sebenarnya).
  • Pasien cenderung menghindari rumah dan segala yang berhubungan dengan rumah secara berlebihan.
  • Pasien mengalami gejala fisik dan stres berlebih ketika harus berada di sekitar dan di dalam rumah.
  • Pasien mengalami gejala-gejala tersebut selama kurang lebih 6 bulan.
  • Gejala-gejala yang dialami pasien tidak dsebabkan oleh kondisi gangguan kesehatan mental lainnya.

Pengobatan Ecophobia

Ketika ecophobia sudah ditandai dengan gejala yang sangat mengganggu dan menghambat aktivitas penderitanya, maka berikut ini adalah beberapa penanganan yang diperlukan oleh pasien.

  • Psikoterapi

Psikoterapi adalah metode pengobatan yang paling dibutuhkan oleh penderita fobia spesifik, apapun faktor yang meningkatkan risiko kondisi ini, tak terkecuali bagi penderita ecophobia [5].

Salah dua bentuk psikoterapi yang banyak dijumpai dan juga memiliki efektivitas tinggi adalah terapi eksposur dan terapi perilaku kognitif [5].

Pada terapi eksposur, pasien akan dibawa secara perlahan dan bertahap terlibat secara tidak langsung maupun langsung pada obyek atau situasi yang ia takuti (dalam hal ini adalah rumah) [6].

Terapis profesional dan terpercaya akan membantu merelaksasi pasien supaya reaksi ketakutan, serangan panik dan kecemasan berlebih pasien semakin berkurang dan hilang pada sesi-sesi berikutnya [6].

Pada terapi perilaku kognitif, terapis akan membantu pasien dalam mempelajari, memahami dan mengidentifikasi akar dari rasa takut pasien serta dasar dari reaksi negatif pasien [7].

Melalui terapi ini, pasien akan belajar secara bertahap untuk mengubah pikiran dan reaksi negatif terhadap rumah dan lingkungannya menjadi lebih positif [7].

  • Pemberian Obat-obatan

Biasanya psikoterapi dikombinasi dengan pemberian obat-obatan untuk meredakan gejala yang pasien rasakan, baik untuk gejala fisik maupun psikis [2,3,4,5].

Umumnya, pasien akan merasakan perubahan positif pada gejala yang selama ini dialami ketika menempuh psikoterapi kombinasi obat-obatan [2,3,4,5].

Fobia spesifik adalah kondisi yang sangat umum dan bisa terjadi pada siapa saja, tidak terkecuali ecophobia.

Selain menempuh terapi, penderita juga dianjurkan mengubah pola hidup menjadi lebih sehat, seperti makan makanan penuh gizi, olahraga, dan meditasi [2].

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment