Sepsis pada Bayi: Penyebab – Gejala dan Pengobatan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Sepsis adalah disfungsi organ. Sepsis mengakibatkan syok septik, kegagalan fungsi organ dalam, dan kematian bila tidak ditangani sejak dini [1].

Fakta Sepsis pada Bayi

Fakta-fakta mengenai sepsis [1,2]:

  • Sepsis pada bayi merupakan komplikasi infeksi yang serius.
  • Umumnya terjadi di negara-negara dengan tingkat rata-rata penghasilan per kapita rendah dan menengah.
  • Sepsis dalam pandangan dunia, merupakan tanda adanya kemunduran klinis.
  • Sepsis juga dapat ditemukan pada bayi yang mengalami efek samping dari pemberian perawatan kesehatan yang keliru.
  • Anak-anak, terutama bayi yang baru lahir rentan mengalami sepsis.
  • Setiap tahun di AS, lebih dari 75.000 bayi dan anak-anak mengalami sepsis parah. Hampir 7.000 dari anak-anak ini meninggal.

Selain fakta-fakta khusus di atas, ada beberapa fakta lain tentang sepsis yang perlu Anda ketahui, di antaranya [3]:

  • Beban dunia medis terhadap sepsis sulit untuk dipastikan.
  • Publikasi ilmiah pada 2017 memastikan terdapat 48,9 juta kasus dan 11 juta kematian akibat sepsis.
  • Sepsis menyumbang hampir 20% dari seluruh kematian global.
  • Pada 2017, hampir setengah dari seluruh kasus sepsis global terjadi pada anak-anak.
  • Diperkirakan terdapat 20 juta kasus dan 2,9 juta kematian global pada anak-anak di bawah usia lima tahun.
  • Sekitar 85,0% kasus sepsis dan kematian akibat sepsis di seluruh dunia terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah.
  • Bayi yang terserang sepsis akan resisten terhadap antibiotik, maka dengan cepat kondisi klinisnya memburuk.

Gejala Sepsis pada Bayi

Gejala sepsis pada bayi tidak mudah dikenali oleh orang tua. Anda harus segera membawa anak ke rumah sakit bila mengalami infeksi yang tidak kunjung membaik atau semakin parah. Gejala sepsis dapat mencakup kombinasi dari salah satu dari berikut ini [2]:

  • Bayi mengalami demam akibat infeksi organ dalam
  • Suhu bayi sangat rendah dan semakin drastis
  • Denyut jantung bayi cepat
  • Nafas cepat yang kemudian berubah menjadi sesak nafas
  • Tangan dan kakinya dingin
  • Kulit berkeringat dan pucat
  • Timbul rasa sakit atau ketidaknyamanan yang luar biasa
  • Bayi  muntah-muntah

Penting untuk diperhatikan jika kulit bayi mendingin, pucat, ada warna atau tanda yang aneh, lalu bayi mulai tidak responsif atau kesulitan bernapas, Anda harus segera membawanya ke ruang gawat darurat [2].

Penyebab Sepsis

Ada beberapa penyebab sepsis. Masalahnya penyebab sepsis tidaklah tunggal seperti influenza yang disebabkan oleh virus flu. Penyebab sepsis bisa berupa kombinasi atau komplikasi penyakit, seperti beberapa fakta yang dijumpai pada kasus-kasus sepsis berikut ini [3]:

  • Pada tahun 2017, penyumbang terbesar kasus sepsis pada semua umur ialah diare dan saluran pernapasan bawah.  
  • Penyakit menular juga ikut menyumbang penyebab sepsis di hampir sepertiga dari kasus sepsis.
  • Di samping itu, pada 2017, kasus sepsis juga dipicu oleh cedera atau penyakit kronis yang mendasarinya.
  • Kasus sepsis pada bayi dapat disebabkan pula oleh gangguan ibu yang menderita penyakit menular hingga berkembang menjadi komplikasi sepsis.
  • Di antara anak-anak, penyebab kematian terkait sepsis yang paling umum adalah gangguan neonatal, infeksi saluran pernapasan bagian bawah, dan penyakit diare.

Kapan Harus ke Dokter

Jika bayi menunjukkan tanda-tanda tidak wajar segera pergi ke ruang gawat darurat. Mengidentifikasi dan tidak meremehkan tanda dan gejala yang telah disebutkan di atas dapat menyelamatkan jiwa bayi Anda [4].

Diagnosis sepsis pada bayi sejak dini sangat penting untuk mengidentifikasi patogen utama penyebab infeksi yang menyebabkan sepsis. Identifikasi faktor utama penyebab sepsis ini penting untuk memandu pengobatan antimikroba yang ditargetkan [4].

Setelah sumber infeksi ditemukan, pengendalian terhadap sumber dapat dilakukan oleh petugas medis, seperti drainase abses, sangat penting. Sebab resistensi antimikroba (AMR) dapat mengganggu manajemen klinis sepsis[4].

Selain itu, tindakan klinis seperti vasopresor mungkin diperlukan untuk meningkatkan dan mempertahankan perfusi jaringan. Ujian dan penilaian berulang, termasuk pemantauan tanda-tanda vital, memandu manajemen sepsis yang tepat dari waktu ke waktu harus dilakukan oleh dokter [4].

Pengobatan Sepsis pada Bayi

Pengobatan sepsis pada bayi atau pun orang dewasa tidak bisa hanya dengan satu metode. Dokter akan menggunakan kombinasi tes untuk mengumpulkan gambaran lengkap infeksi [5].

Akan dilakukan tes darah dan urin, serta tes untuk infeksi atau pembengkakan yang diakibatkan bakteri tertentu. Tes cairan tulang belakang, X-ray, atau ultrasound juga mungkin diperlukan [5].

Sampel urin dapat memberikan informasi tentang infeksi saluran kemih (ISK) atau masalah ginjal. Tes darah dapat menyoroti kondisi tersebut. Hasil tes urine dan darah mampu menunjukkan penanda masalah peradangan atau sirkulasi, seperti berikut ini [5]:

  • Sel darah putih dalam keadaan tinggi atau rendah
  • Kondisi A=asam laktat yang dapat mengindikasikan adanya sepsis.
  • Keberadaan C-reactive protein (CRP) yang menunjukkan adanya periode peradangan parah.

Pencegahan Sepsis pada Bayi

Cara terbaik untuk mencegah sepsis pada bayi ialah dengan mencegah terjadi infeksi. Secara umum, berikut adalah beberapa cara untuk melakukannya [5]:

  • Sering mencuci tangan untuk mencegah masuknya kuman ke dalam tubuh bayi
  • Suntik Vaksin harus dilakukan pada bayi yang baru lahir  untuk mencegah infeksi
  • Bertindak cepat 

Demikian paparan tentang sepsis pada bayi. Bila muncul gejala segera ke UGD.

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment