Manfaat Sikap Asertif dan Cara Melatihnya

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Asertif adalah perilaku yang penting mengingat kita sebagai manusia hidup bersosial. Lalu seperti apa sikap asertif itu ? Seseorang yang memiliki sikap asertif dapat mengkomunikasikan kebutuhannya, keinginannya, posisinya dan memiliki batasan sikap terhadap orang lain. [1]

Sikap asertif berkaitan juga dengan kemampuan seseorang untuk meraih tujuannya di dalam sebuah interaksi sosial serta dapat dikomuikasikan secara efektif. Namun sikap yang asertif juga mampu menghormati pikiran dan keinginan orang lain. [2]

Seseorang yang memiliki sikap asertif yang tinggi tidak ragu untuk mempertahankan argumen serta tujuannya dengan cara komunikasinya yang baik. [1]

Mengapa Sikap Asertif Penting

Sikap asertif dibutuhkan dan penting di kehidupan sosial, karena jika seseorang memiliki sikap asertif artinya juga dapat berkomunikasi dengan lancar tentang keinginannya, tetapi tidak memaksa atau menuntut orang lain agar keinginan atau pendapatnya dapat terpenuhi.[3]

Sikap asertif juga penting bagi sekitar kita, karena dengan memiliki sikap asertif maka seseorang juga lebih peka akan kebutuhan, keinginan dan hak orang lain. [3]

Alasan penting yang lain untuk memiliki sikap yang asertif yaitu baik bagi hubungan dan interaksi sosial. Karena memiliki sikap asertif berarti juga mampu mendengarkan dan melihat sudut pandang orang lain. Orang yang asertif dapat mengkontrol emosi dan mampu mengakui jika dirinya melakukan kesalahan. Dengan begitu hubungan sosial dapat menjadi harmonis. [1]

Manfaat Sikap Asertif

Sikap yang asertif dapat membuat komunikasi yang lebih sehat, karena komunikasi adalah peran utama dalam segala jenis hubungan. Berikut beberapa manfaat jika kita memiliki sikap yang asertif. [3]

  • Membantu meningkatkan rasa percaya diri dan juga harga diri
  • Memahami dan mengenali perasaan kita
  • Dihormati oleh orang lain
  • Meningkatkan komunikasi dengan orang lain
  • Dapat menciptakan win-win situation
  • Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan
  • Menciptakan hubungan yang didasari dengan kejujuran
  • Meningkatkan kepuasan dalam pekerjaan
  • Membantu kita untuk mengekspresikan diri atau berpendapat dalam suatu perbincangan tentang suatu permasalahan.

Sikap asertif ini juga dapat menyelamatkan diri sendiri dari pengaruh buruk teman atau kolega yang berkaitan dengan narkoba atau penggunaan obat terlarang, sikap asertif yang dimiliki seseorang dapat menjadi bantuan diri sendiri untuk menolak tegas ajakan yang buruk tersebut. [2]

Sikap Asertif VS Sikap Agresif

Jangan ragu menjadi seseorang yang asertif, seperti telah diungkapkan sebelumnya bahwa sikap atau perilaku asertif memiliki banyak nilai positif terutama bagi kualitas komunikasi. Sikap asertif dan agresif sangat berbeda, perbedaan ini dapat dilihat dan dirasakan dalam sebuah komunikasi.

Sikap atau perilaku yang agresif lebih mengarah pada keinginannya untuk menang sendiri, apapun akibatnya bagi orang lain. Hal ini ditunjukkan dengan sikap yang memaksa, superior, mengintimidasi dan kadang juga disertai ejekan atau perundungan yang diutarakan kepada orang lain. [1]

Komunikasi yang disampaikan dengan sikap agresif dapat dilihat dari cara komunikasi yang cenderung menggunakan suara yang keras, mendominasi percakapan, menyalahkan orang lain, disertai kritikan dan mengintimidasi. Seseorang yang agresif tidak mendengarkan pendapat atau tidak menanyakan pendapat orang lain. [4]

Salah satu contoh sikap agresif di dalam sebuah komunikasi biasanya menggunakan kalimat ”Anda salah, saya benar” atau ”Ini semua kesalahanmu”.

Seseorang yang memiliki sikap asertif dapat mengutarakan keinginan dan pendapatnya dengan komunikasi yang lebih baik dibandingkan sikap agresif, karena sikap asertif tidak menggesampingkan untuk mendengar dan menghargai pendapat orang lain. [4]

Salah satu yang membedakan sikap asertif di dalam komunikasi antara lain menggunakan kalimat yang tidak melukai atau menyinggung perasaan orang lain, seperti ”Saya menyadari kita memiliki hak yang sama untuk mengutarakan pendapat” atau ”Aku menghormati caramu berpikir”. [4]

Komunikasi dengan sikap yang asertif berpandangan untuk menyeimbangkan masing-masing hak dan mencari kemenangan bagi kedua belah pihak, hal ini bertolak belakang dengan tujuan sikap agresif.

Sikap Asertif VS Sikap Pasif

Seseorang yang memiliki sikap pasif sulit untuk mengungkapkan keinginan, pendapat dan kebutuhannya. Sikap pasif terlihat menghindari terjadinya konflik yang muncul, biasanya dengan membiarkan lawan bicara mengutarakan pendapatnya lalu menyetujuinya. [4]

Komunikasi sikap pasif ini dapat menciptakan kesalah pahaman akan suatu hal, karena hanya ada komunikasi satu arah. Salah satu ciri seseorang yang memiliki sikap pasif yaitu kurangnya kontak mata dengan lawan bicara, gestur yang menunjukkan keengganan dan sulit atau ragu-ragu mengatakan ”tidak”.

Salah satu sikap pasif yang muncul di dalam sebuah komunikasi antara lain mengikuti pendapat orang lain begitu saja tanpa argumen dan juga dengan ungkapan ”Hal itu tidak terlalu penting untuk saya” atau ”Aku hanya ingin menjaga kedamaian”. [3, 4]

Sikap pasif bertolak belakang dengan sikap asertif, asertif dapat secara efektif mengutarakan ide, pendapat dan keinginannya namun juga tetap mendengarkan dan menghargai hak orang lain untuk berpendapat. Sikap pasif membuat kemenangan bagi orang lain tanpa melibatkan pendapat dan keinginannya. [1]

Cara Melatih Sikap Asertif

Sikap asertif tentu saja tidak dapat begitu saja muncul di dalam sebuah komunikasi. Dibutuhkan latihan dan pembiasaan diri terutama untuk mengubah cara berkomunikasi. [3]

Beberapa tips berikut dapat membantu untuk meningkatkan sikap asertif: [3]

  • Buat penilaian kepada diri sendiri, contohnya apakah anda sudah memberikan opini atau tetap diam? apakah seseorang terlihat takut berbicara dengan anda? apakah anda mengatakan ”ya” meskipun sebenarnya ada keneratan?
  • Gunakan kata ”Saya” sebagai statemen. Misalnya, “Saya keberatan” bukan “Anda salah!” atau ”Saya minta tolong…” bukan ”Buatkan saya…”
  • Berlatih mengatakan ”Tidak” jika anda memang tidak sanggup melakukan yang diminta rekan anda. Kemudian disusul dengan mengatakan alasan secara jujur dan efektif.
  • Gunakan bahasa tubuh yang percaya diri. Komunikasi tidak hanya diungkapkan secara verbal, namun juga melalui bahasa tubuh. Terutama jangan menghindari kontak mata.
  • Kendalikan emosi. Hal ini penting meskipun sedikit sulit tidak mencampur adukkan perasaan seperti sedang sedih atau sedang marah. Intinya adalah tetap tenang saat melakukan komunikasi.
  • Mulailah latihan di level yang ringan. Lakukan tips yag sudah disebutkan di dalam komunikasi yang tidak beresiko. Misalnya saat sedang bercakap-cakap membahas hal yang ringan dengan teman.

Memang tidak mudah mengubah kebiasaan dan melakukan hal yang baru. Namun memiliki sikap asertif menambah kualitas komunikasi yang berujung pada hubungan yang lebih sehat.

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment