8 Penyebab Ambeien Saat hamil dan Cara Mengatasinya

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Penyakit Ambeien atau wasir adalah salah satu penyakit yang menyerang organ sistem pencernaan manusia. Penyakit ini secara khusus menyerang bagian saluran pencernaan, tepatnya yang memiliki fungsi bagian pembuangan akhir proses defekasi (buang air besar). Beberapa organ yang termasuk pada fungsi itu di antaranya rektum (ujung akhir usus besar) dan anus (dubur).[2] 

Keluhan yang dialami para penderita Ambeien disebabkan oleh pembengkakan pembuluh darah vena (dalam istilah medis adalah pembuluh balik atau vein) pada bagian tersebut. Ini menyebabkan rasa tidak nyaman pada berbagai aktivitas yang banyak melibatkan bagian belakang, seperti duduk atau buang air (defekasi).[2]

Terdapat beberapa penyebab Ambeien, seperti gangguan proses defekasi, ketidakbugaran fisik, kurangnya asupan-asupan yang baik bagi pencernaan, dan lain-lain. Di antara banyak penyebab tersebut, yang akan dibahas pada artikel kali ini adalah Ambeien yang terjadi pada saat kehamilan dan hal-hal yang menyebabkannya. Berikut adalah beberapa penyebab Ambeien saat hamil dan cara mengatasinya:[1][4][5]

1. Konstipasi

Konstipasi atau sembelit pada kehamilan sendiri merupakan sebuah bentuk gangguan sistem pencernaan yang juga biasa dialami oleh para ibu hamil. Konstipasi sendiri merujuk pada kondisi rendahnya frekuensi defekasi, dan ditandai dengan tekstur feses yang lebih alot dari  kondisi normalnya.[1]

Apabila tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menimbulkan komplikasi di mana salah satunya adalah Ambeien. Dengan tingkat kealotan feses yang jauh lebih keras, tentu akan mempengaruhi proses mengejan yang dilakukan pada saat defekasi. Hal inilah yang dapat berpotensi menimbulkan Ambeien.[2]

2. Perubahan anatomi tubuh pada kehamilan

Adanya perubahan anatomi yang di alami oleh sang ibu. Dengan semakin membesarnya fetus (istilah medis untuk janin) pada uterus (rahim), beban yang di alami berbagai organ serta sistem-sistem di sekitarnya pun akan bertambah. Hal ini juga di alami pada aliran pembuluh darah areal anus, sehingga akhirnya mengalami pembengkakan dan menyebabkan Ambeien.[1]

Meski Ambeien yang terjadi pada kasus-kasus seperti ini dapat dianggap sebagai suatu yang alami, namun keluhan yang ada penting untuk dikonsultasikan kepada dokter guna sebagai langkah preventif kemungkinan-kemungkinan buruk yang dapat terjadi.[5]

3. Tingginya kadar hormon dalam darah

Dari banyaknya hormon yang disekresikan (istilah medis bagi proses pemroduksian material tertentu oleh kelenjar dalam tubuh), salah satu yang amat berpengaruh adalah terlalu banyaknya kandungan hormon progesteron (hormon “keibuan”) yang disirkulasikan. Selain dikarenakan kondisi alami yang dialami seorang ibu hamil itu sendiri, meluapnya hormon ini juga dapat disebabkan aktivitas berlebih tanpa diiringi dengan pola istirahat yang cukup. [1][5]

4. Perubahan metabolisme

Diiringi dengan aktivitas produksi hormon dan perubahan anatomi tubuh, metabolisme juga ikut mempengaruhi sirkulasi darah dan jaringan yang terlibat.[1] Perubahan metabolisme yang dimaksud merujuk pada naiknya tekanan darah pada beberapa bagian tubuh. Naiknya tekanan darah pada bagian panggul sebagai respons fisik kehamilan yang di alami juga dapat menyebabkan pembengkakan pada jaringan pembuluh.

5. Kurangnya asupan serat

Selain ibu hamil perlu untuk menjaga asupan nutrisi yang baik bagi kesehatan kandungannya, konsumsi makanan serta minuman yang dapat menunjang kesehatan sistem pencernaan jugalah penting. Asupan-asupan yang baik bagi pencernaan adalah konsumsi dengan kadar serat yang cukup.[3]

Buah-buahan, sayur-sayuran, beberapa dairy product (produk olahan susu) seperti yoghurt, dan sejenisnya, dapat dijadikan pilihan.[3] Namun, sebelum mulai mengonsumsinya, ada baiknya untuk selalu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter gizi dan kandungan.

6. Konsumsi buruk bagi pencernaan

Makanan dan minuman yang dapat mengganggu sistem pencernaan dapat menyebabkan Ambeien dikarenakan kesulitan dalam mengejan. Konsumsi seperti makanan-makanan yang keras dan sulit di olah oleh sistem pencernaan, serta minuman seperti alkohol yang juga dapat mengganggu kinerja organ-organ pencernaan adalah beberapa contohnya. Khusunya bagi ibu hamil, disarankan juga untuk menghindari konsumsi tersebut.[1][3][5]

7. Zat asing dan benda keras

Selain bisa mengganggu kesehatan janin dan sang ibu hamil sendiri, tertelannya berbagai hal tersebut juga akan membuat proses defekasi menjadi terganggu. Insiden semacam itu amatlah mengkhawatirkan apabila terjadi pada ibu hamil. Ini dikarenakan upaya mengejan yang dilakukan saat defekasi dapat menghasilkan Ambeien.[4][5] Selain itu skenario terburuk yang bisa muncul juga termasuk terjadinya keguguran pada kandungan. Konsultasikan pada tenaga medis apabila terjadi insiden yang dapat mengancam keselamatan ibu dan janin.

8. Perilaku sex menyimpang

Penetrasi berbagai benda keras dari luar ke dalam dubur, dapat menyebabkan tidak hanya Ambeien tetapi juga kerusakan jaringan yang lebih parah pada organ. Sangat tidak dianjurkan apabila perilaku sex seperti ini dilakukan, selain juga guna menjaga kesehatan kehamilan. Konsultasi lebih lanjut dengan tenaga medis profesional sangat dianjurkan mengenai anjuran aktivitas sex yang diperbolehkan selama kehamilan.[1][2][3][4][5]

Cara Mengatasi Ambeien pada kehamilan

Cara yang paling mudah adalah dengan dengan banyak mengonsumsi asupan-asupan yang membantu proses pencernaan. Hal ini merupakan langkah preventif yang dapat membantu menghindari berbagai penyebab di atas, baik terjadinya konstipasi, perubahan metabolisme secara drastis, hingga menyeimbangkan produksi hormon pada masa kehamilan. Jumlah konsumsi air putih serta serat yang cukup tentu sangat dianjurkan, selain juga diimbangi dengan asupan nutrisi-nutrisi yang lain.[4]

Selain itu pola defekasi yang baik juga dapat membantu menghindari dari terjadinya Ambeien. Dengan menulifikasi terjadinya kealotan dalam mengejan dikarenakan konstipasi, kemungkinan inflamasi (peradangan) pada areal anus pun dapat dihindari.[5]

By: Sir Lord Artaz Gang

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment