6 Cara Mencegah Penyakit Ebola

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Penyakit virus Ebola yang dikenal dengan EVD ini merupakan salah satu penyakit cukup langka. Penyebab virus Ebola tidak lain karena adanya infeksi zaire ebolavirus yang menjadi jenis virus dan mendatangkan penyakit untuk manusia. Cara mencegah penyakit ebola bisa melalui berbagai macam langkah yang tepat. [2]

Salah satunya kontak langsung dengan kelelawar yang sudah terinfeksi virus ebola dan menyebar hingga manusia. Dalam masa inkubasi yakni interval waktunya dari infeksi virus ebola sampai terlihat timbul beberapa gejala biasanya 2 hingga 21 hari. Manusia yang terinfeksi ebola tidak bisa menyebarkan atau menularkan penyakit tersebut sebelum terdapat gejala.[2]

Beberapa gejala yang akan terlihat yakni Demam, Nyeri otot, Kelelahan, Sakit tenggorokan, Sakit kepala, Diare, Muntah, Ruam, Gangguan pada fungsi hati dan ginjal, Pendarahan internal atau eksternal. Adanya temuan dari laboratorium dengan jumlah sel darah putih serta trombosit cukup rendah serta adanya peningkatan enzim hati. [3]

Proses penyebaran virus ebola

Ebola berawal tahun 1976 yang terjadi di dekat Sungai Ebola Republik Demokratik Kongo hingga akhirnya terdapat wabah di negara Afrika. Wabah tersebut terjadi pada tahun 2014 dan sangat besar hingga banyak negara yang terdampak oleh kedatangan virus ini.

Negara-negara tersebut adalah Guinea, Liberia dan juga Sierra Leone. Sebelumnya ebola telah dilaporkan juga sudah menyebar di negara lain seperti hanya Nigeria, Senegal, Amerika Serikat, Spanyol, Mali, Italia dan Britania Raya. [4] Penyebaran virus di Afrika bisa melalui beberapa hal yakni dari hewan liar yang diburu dan dikonsumsi padahal sudah terinfeksi virus. Selain itu adanya kontak darah dari hewan yang sudah terinfeksi.

Virus ebola diyakini berasal dari beberapa populasi hewan yang tengah hidup di kawasan negara Afrika sub-Sahara. Keberadaannya di wilayah tersebut adalah yang paling umum. Sementara untuk penyebarannya terbilang dengan kecepatan rendah pada populasi hewan tertentu.

Terkadang orang yang mengalami penyakit ebola karena melakukan kontak secara langsung dengan hewan yang sudah terinfeksi virus. Sehingga bisa menyebabkan timbulnya wabah virus ebola dari setiap orang ke orang lain. Virus tersebut terbawa ke Amerika Serikat meskipun jumlahnya cukup kecil dan menyebabkan penyebaran bertambah luas.[2]

Hingga terdapat kasus seorang pasien penyakit ebola menyebarkan virus pada dua perawat yang merawatnya. Sampai sekarang ini terdapat 4 kasus EVD yang masih terdiagnosis di Amerika Serikat. Dalam memutus penyebaran penyakit berbahaya yang menular dengan ganas ini dapat dilakukan dengan beberapa cara. Saat bepergian ke suatu tempat yang mempunyai potensi besar terhadap virus ebola maka perlu untuk menghindarinya. [2]

Berikut tindakan yang dapat dilakukan untuk melakukan pencegahan dan mampu membantu dalam meminimalisir penyebaran virus ebola:

1.Menghindari kontak darah ataupun cairan pada tubuh

Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah penyebaran atau tertularnya virus ebola dengan menghindari kontak secara langsung dengan darah ataupun cairan dari dalam tubuh. Cairan tersebut bisa berupa urin, air liur, feses, keringat, ASI, muntah, air mani, cairan ketuban hingga cairan yang keluar dari vagina pasien penyakit ebola. [2]

2.Mengindari kontak air mani pria

Pencegahan yang lainnya dengan menghindari air mani dari pria meskipun sudah pulih dari penyakit ebola. Hal ini sampai pasien telah dilakukan pengujian terlebih dahulu dan hasilnya menunjukkan keberadaan virus di dalam tubuhnya sudah hilang khususnya pada air mani.

3.Menghindari kontak dengan barang pasien terinfeksi

Tidak hanya pada cairan yang keluar dari dalam tubuh pasien, pihak perawat penanganan kesehatan harus waspada dengan barang milik pasien terinfeksi. Sebisa mungkin untuk menghindari barang pasien karena kemungkinan besar sudah bersentuhan dengan darah ataupun cairan dari tubuhnya. Barang yang perlu dihindari yakni pakaian, jarum, tempat tidur hingga peralatan medisnya. [2]

4.Mengikuti prosedur pemakaman

Apabila bekerja sebagai pekerja perawatan kesehatan diharuskan untuk menggunakan alat pelindung diri secara khusus. Pelindung harus menutup seluruh bagian tubuh mulai dari kepala hingga ujung kaki. Menghindari diri dari praktik pemakaman pasien yang terinfeksi virus ebola merupakan bentuk pencegahan yang harus dilakukan. Meskipun sebagai perawat kesehatan, jangan sampai menyentuh bagian tubuh seseorang yang telah meninggal dunia karena penyakit virus ebola. [2]

5.Menghindari kontak dengan hewan liar

Hindarilah kontak dengan hewan liar baik itu dalam keadaan hidup ataupun mati. Sebab keberadaannya berpotensi untuk menularkan virus ebola. Beberapa hewan yang diketahui sebagai sumber virus ebola yakni, Monyet, Gorila, Simpanse, Kelelawar buah, Kijang hutan, Babi, Landak [4].

6.Vaksinasi

Sampai penyebarannya virus ebola meluas tidak ada vaksin yang disetujui sebagai bentuk pencegahan. Akan tetapi untuk vaksin ebola sendiri tengah dilakukan penelitian yang nantinya dapat digunakan pada keadaan khusus agar bisa mengendalikan virus.

Vaksin juga tidak disediakan untuk pelancong ataupun masyarakat Kanada yang tidak terlibat secara langsung. Alasannya tidak lain karena terbatasnya vaksin dan pencegahan secara pribadi dapat dilakukan dengan baik untuk meminimalisir risiko penularan. [4]

Pengendalian wabah ebola

Penyakit ebola dikenal sebagai demam berdarah ebola yang berdampak fatal bagi manusia. Virus ditularkan melalui hewan liar dan melakukan penyebaran ke populasi manusia. Untuk rata-rata tingkat kematian kasusnya bisa mencapai 50 persen. Tingkat kematian untuk kasus cukup bervariasi bisa 25 persen hingga 90 persen untuk wabah sebelumnya.[3]

Pengendalian wabah dapat dilakukan dengan baik tergantung dari penerapan beberapa paket intervensi. Hal itu mencakup manajemen pada kasus penyebaran, praktik untuk melakukan pencegahan, mengendalikan infeksi, mengawasi, melacak kontak secara langsung penyebaran, menyediakan laboratorium, mengubur dengan aman serta mengendalikan mobilitas sosial. [3]

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment