Apakah Penderita Hipospadia Bisa Memiliki Keturunan?

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Tinjauan Medis : dr. Maria Arlene, Sp.Ak
Hipospadia adalah suatu kondisi abnormal dari perkembangan penis dan uretra (saluran urin dan sperma pada pria). Pada kondisi ini, lubang uretra yang seharusnya berada di ujung penis, dapat terletak di... bagian lain yang tidak normal, seperti di bagian bawah kepala penis, skrotum, atau perineum. Hipospadia tidak secara langsung menyebabkan infertilitas. Namun pria dengan kondisi hipospadia berat dapat mengalami infertilitas karena adanya masalah dengan testis. Hipospadia juga tidak menghambat proses rangsangan seksual atau orgasme. Namun pada kasus dengan posisi lubang uretra yang jauh dari normal atau bentuk penis yang melengkung, hal ini dapat mempengaruhi proses ejakulasi sehingga menghambat pertemuan sel sperma dengan sel telur. Masalah fertilitas dapat diatasi jika hipospadia telah dikoreksi dengan pembedahan. Operasi dapat memperbaiki bentuk penis sehingga ejakulasi pun dapat terjadi dengan normal. Read more

Hipospadia adalah kelainan bawaan lahir pada bayi laki-laki dimana bukaan urethra, atau lubang untuk buang air kecil dan sperma, tidak terletak di ujung penis. [1, 2, 3, 4]

Pada bayi laki-laki yang mengalami hipospadia, bukaan yang tidak normal ini bisa terbentuk di mana saja, mulai dari bagian bawah penis hingga skrotum atau kantung zakar.

Pembentukan urethra yang tidak normal ini terjadi pada saat janin berusia 8-14 minggu di dalam kandungan. Ada beberapa tingkatan hipospadia, mulai dari minor hingga yang berat.

Akibat dari hipospadia

Anak laki-laki yang mengalami hipospadia kadang-kadang memiliki penis yang melengkung. Kondisi ini bisa menyebabkan mereka kesulitan menyemprotkan urin sehingga harus buang air kecil sambil duduk atau jongkok. [1, 2, 3, 4]

Jika tidak dirawat atau diobati, kondisi ini bisa menyebabkan masalah lain di kemudian hari, seperti kesulitan melakukan hubungan seksual atau kesulitan buang air kecil sambil berdiri.

Menjaga kebersihan penis yang mengalami kelainan ini juga akan lebih sulit. Bukaan urethra-nya bisa lebih besar dari normal, dan jika terletak di bagian bawah penis maka akan sulit untuk dilihat kebersihannya atau jika mengalami iritasi atau infeksi.

Apakah hipospadia bisa mempengaruhi kesuburan pria?

Perkembangan penis yang benar adalah salah satu tanda perkembangan seksual yang paling penting pada pria. Pada penderita hipospadia, ukuran penis yang lebih kecil mungkin menjadi satu-satunya alasan terjadinya ketidakpuasan terhadap penampilan penis dan bisa terjadi akibat beberapa faktor seperti rendahnya kadar hormon androgen serta tidak turunnya buah zakar. [2]

Hipospadia bisa secara negatif mempengaruhi kesuburan pria: [1, 2, 3, 4]

  • Karena urethra bertugas menjadi jalan keluar bagi sperma dari tubuh, maka bila lokasinya berada di tempat yang tidak seharusnya, pria dengan hipospadia akan mengalami kesulitan untuk ejakulasi ke arah yang benar.
  • Melengkungnya penis bisa membuat hubungan seks menjadi sulit atau terasa sakit.
  • Pria yang mengalami hipospadia juga cenderung lahir dengan testis yang tidak turun ke dalam kantung zakar dan kondisi ini bisa mempengaruhi jumlah sperma.

Memasukkan sperma dalam jumlah yang memadai ke dalam saluran kelamin wanita adalah tahap yang sangat penting untuk proses pembuahan sel telur. Tahap ini ditentukan oleh bagaimana pria melakukan ejakulasi.

Pria dengan tingkat hipospadia yang paling berat, yaitu proximal atau penoscrotal, memiliki urethra di pertemuan antara batang penis dengan skrotum atau bahkan di dalam skrotum. Pria dengan kondisi ini akan mengalami ejakulasi yang lemah. [2]

Proximal hipospadia juga menyebabkan kualitas sperma menurun serta mempengaruhi jumlah sperma, total sperma dalam tiap milliliter, serta kekuatan sperma.

Dari seluruh jenis hipospadia, penderita tipe proximal adalah yang memiliki kemungkinan tidak subur paling tinggi. Tetapi bila melakukan operasi koreksi atau perbaikan, pasien bisa mengalami peningkatan dalam hal ukuran penis serta fungsi ereksi. [2, 3]

Selain itu, perbaikan dalam hal jumlah sperma juga terjadi setelah dilakukan operasi koreksi sehingga pasien bisa melakukan ejakulasi proyektil sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya kehamilan.

Secara umum, pada semua pria yang mengalami hipospadia dengan berbagai tipe, setelah mereka menjalani operasi – baik itu ketika masih anak-anak maupun setelah dewasa – tidak memiliki perbedaan yang signifikan dalam hal memiliki keturunan bila dibandingkan pria yang tidak mengalami hipospadia. [1, 2, 3]

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment