Cara Menyapih Anak

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Tinjauan Medis : dr. Maria Arlene
Menyapih adalah sebuah proses dimana bayi yang tadinya bergantung penuh pada ASI atau susu formula, mulai diperkenalkan pada makanan padat. Usia 6 bulan direkomendasikan untuk mulai penyapihan karena pada... usia ini bayi mulai memerlukan zat gizi tambahan yang tidak ada pada susu, seperti zat besi dan zinc. Namun ada juga yang merekomendasikan bayi mulai disapih pada usia 4-6 bulan. Konsultasikanlah kepada dokter untuk mengetahui usia penyapihan yang tepat bagi bayi Anda. Read more

Menyapih adalah tahap alami dalam setiap masa perkembangan bayi. Ini adalah proses bertahap melepas bayi dari ASI untuk berpindah ke susu formula dan makanan lainnya mulai dari usia 6 bulan hingga 2 tahun.

Menyapih bisa menyebabkan perasaan campur aduk pada ibu, antara senang karena anak sudah bisa mulai mandiri namun juga sedih karena harus melepaskannya ke tahap hidup selanjutnya dimana dia tidak lagi bergantung pada ASI.

Kesulitan lain yang biasanya dihadapi ibu saat menyapih adalah tantrum atau rewel, terutama pada bayi yang sangat bergantung pada ASI. Tidak jarang rencana menyapih gagal karena ibu tidak tega dan akhirnya masih terus menyusui.

Kapan sebaiknya anak mulai disapih?

Ikatan Dokter Anak Indonesia dan merekomendasikan pemberian ASI eksklusif hingga bayi berusia 6 bulan, setelah itu bisa mulai diberi MPASI (Makanan Pendamping ASI) sambil masih terus menyusui yang jadi tahap pertama dari proses menyapih. [1, 2, 3, 4, 5]

Setelah ini secara bertahap asupan makanan dan minuman untuk bayi akan semakin beragam dan bertambah hingga akhirnya di usia 2 tahun ibu bisa sepenuhnya menghentikan pemberian ASI yang dikenal sebagai menyapih itu sendiri.

Tetapi, keputusan untuk menyapih bisa berbeda pada tiap ibu. Ada yang memutuskan untuk menyapih lebih awal, ada yang lebih lambat dari usia 2 tahun. Ini adalah pilihan pribadi.

Setiap bayi juga berbeda, dan masing-masing punya cara sendiri untuk menerima proses disapih. Beberapa bayi bisa lepas dari ASI dengan mudah dan segera beralih ke botol, namun ada juga yang sangat sulit disapih hingga membuat ibu dan anak sama-sama stres.

Setiap ibu tahu apa yang terbaik bagi bayinya dan insting akan memberi tahu ibu kapan bayi benar-benar siap untuk disapih. Melepaskan bayi dari ASI adalah proses yang tidak ada standar waktunya. Setiap ibu berbeda.

Jenis-Jenis Menyapih

Ada beberapa jenis dan metode menyapih, mana yang terbaik tentu tergantung dari kondisi bayi: [1, 2, 4]

  • Menyapih dengan panduan bayi (baby-led weaning): kadang-kadan bayi berhenti menyusui dengan sendirinya. Tetapi, bayi yang masih kecil jarang melakukan ini. Menyapih diri sendiri biasanya terjadi bertahap dan ketika anak sudah berusia diatas satu tahun.
  • Menyapih bertahap: ini adalah proses menyapih yang pelan, bisa berlangsung beberapa minggu, bulan, bahkan tahun.
  • Menyapih sebagian (partial): menyapih cara ini adalah alternatif yang baik jika ibu tidak bisa secara eksklusif menyusui bayi tetapi juga tidak mau sepenuhnya berhenti.
  • Menyapih tiba-tiba: cara ini mungkin hanya bisa diterapkan oleh ibu yang bisa mengatur stres dan bertekad kuat untuk menyapih bayi karena dilakukan secara mendadak, tanpa tahapan.
  • Menyapih sementara: hal ini dilakukan bila ibu harus berhenti menyusui sementara waktu kemudian mulai menyusui lagi. Menyapih sementara biasanya terjadi bila ibu mengalami gangguan kesehatan atau harus menjalani pembedahan.

Cara Menyapih yang Terencana

Jika ibu berencana untuk menyapih bayi dengan segera, berikut adalah beberapa saran yang bisa dicoba agar proses menyapih jadi lebih nyaman dan tidak menyebabkan stres bagi ibu maupun bayi.

Suplai ASI akan pelan-pelan berkurang seiring semakin jarangnya bayi menyusu. [4]

  • Tergantung dari usia bayi dan seberapa banyak ia terbiasa menghisap, ibi bisa mengalihkan kebiasaan ini ke botol atau cangkir bayi.
  • Mulai kurangi frekuensi menyusui, sekali dalam sehari, sehari dalam seminggu, lalu terus bertambah hingga akhirnya berhenti.
  • Pada hari-hari dimana ibu tidak menyusui, ganti asupan susu dengan susu formula, susu sapi murni, atau susu kedelai tergantung dari usia bayi dan makanan serta minuman apa saja yang sudah ia konsumsi. Jika bayi berusia dibawah 12 bulan dan mulai disapih, maka gunakan susu formula sebagai pengganti. Jika berusia diatas 12 bulan, ia bisa diberi susu sapi murni. Konsultasikan dengan dokter atau bidan mengenai hal ini.
  • Pastikan ibu tetap menghabiskan banyak waktu bersama anak meskipun tidak menyusui. Beri anak banyak pelukan dan curahan kasih sayang.
  • Jika payudara ibu bengkak karena tidak menyusui, gunakan pompa untuk mengurangi isinya, namun jangan hingga kosong. Perahan ASI ini bisa dipindahkan ke botol dan diberikan pada bayi juga sebagai bagian dari proses menyapih.
  • Jika bayi sudah minum susu formula bersamaan dengan ASI, maka beri susu formula dulu sebelum menyusui.
  • Susui bayi hanya dari satu payudara setiap kali menyusui, dan beri lebih banyak asupan minuman lainnya.
  • Beri bayi makan pada jam-jam yang rutin agar tubuhnya terbiasa dengan kebiasaan ini dan semakin tidak bergantung pada ASI.

Menyapih bisa membutuhkan waktu beberapa hari, minggu bahkan bulan. Bahkan ada ibu yang sudah berhasil menyapih anak di siang hari masih tetap menyusui di malam hari sebelum anak tidur untuk menjaga rasa kedekatan antara ibu dan bayi.

Menyusui adalah pengalaman yang sangat pribadi dan intim. Ibu mungkin akan mengalami berbagai perasaan saat harus menyapih. Tetapi dengan melakukan proses yang bertahap, disertai banyak curahan kasih sayang, ibu bisa membantu anak berpindah dari ASI ke susu formula.

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment