Hindari Kandungan Skincare yang Tidak Boleh untuk Ibu Menyusui

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Menggunakan skincare atau perawatan kulit rasa-rasanya sudah menjadi hal yang wajib, tujuannya tentu bukan sekedar menginginkan kulit yang glowing seperti promosi yang digemborkan para brand ambassador produknya, melainkan untuk menjaga kesehatan kulit agar tetap bersih.

Penggunaan skincare tidak hanya ditujukan bagi kalangan perempuan muda yang memiliki karir dan dituntut untuk tampil menarik, skincare adalah produk perawatan kulit yang bisa menjangkau siapa saja pemakainya, entah itu siswa sekolah, perempuan maupun laki-laki, ibu hamil bahkan ibu menyusui juga bisa memakai skincare.

Mencari skincare yang cocok untuk wajah kita masing-masing nyatanya tak semudah apa yang kita bayangkan, melihat produk skincare sudah bertebaran sangat banyak.

Hal ini menjadi kesulitan yang berarti karena setiap produk memiliki keunggulan dan kekurangannya sendiri, kita selaku pemakai harus lebih jeli dan sabar sampai menemukan skincare yang benar-benar cocok di kulit kita.

Terlebih lagi bagi ibu hamil dan ibu menyusui. Seringkali tatkala akan menggunakan skincare harus berpikir ulang dan menambah ekstra tingkat kehati-hatian mereka karena takutnya kandungan dalam skincare yang dipakai akan berpengaruh buruk bagi bayinya. Oleh karena hamil dan menyusui memiliki kontak langsung dari ibu ke si bayi, perlu adanya kecermatan untuk memilih skincare yang aman dan menghindari beberapa produk skincare.

  • Paraben

Meskipun dalam batas wajar paraben aman untuk digunakan, dan BPOM sendiri juga sudah mengizinkan pemakaiannya, namun untuk pemakaian di ibu menyusui sebaiknya dihindari [1].

Zat yang memiliki nama lain isopripylparaven atau methylparaben ini tidak dipungkiri sudah banyak sekali produk skincare yang masih memakai paraben sebagai salah satu kandungannya, hal itu karena paraben bisa dengan mudah diserap oleh kulit wajah. [1]

Paraben sebaiknya dihindari karena jika ibu menyusui memakainya, maka akan berpengaruh pada sistem endokrin bayi, hal itu karena paraben dapat berakumulasi di dalam tubyh dan membentuk zat kimia yang abnormal [3].

  • Formadaheyde

Kandungan formadaheyde/formaldehida dalam skincare berfungsi sebagai bahan pengawet [1]. Banyak orang yang sudah menyadari untuk tidak menggunakan skincare yang mengandung formaldehida, sehingga nama formaldehida jarang dicantumkan secara terang-terangan pada komposisi yang tertera di produk skincare. Efeknya jika digunakan oleh ibu menyusui adalah bisa menyebabkan alergi yang serius pada si bayi [2].

Butuh kejelian yang lebih tinggi untuk memastikan apakah skincare tersebut mengandung formaldehida atau tidak. Jika ada nama-nama seperti DMDM-hidantoin, hidroksimetiglisinat dan methenesmine, sebaiknya segera hindari karena produk tersebut bisa dipastikan mengandung formaldehida dan tidak aman digunakan oleh ibu menyusui [1].

  • Petroleum

Sama seperti formaldehida, nama petroleum juga jarang ditampilkan secara langsung pada kemasan di produk skincare. Oleh karenanya kita harus meneliti sendiri beberapa zat yang terkandung dalam skincare [2].

Jika komposisi di produk skincare mengandung propilen glikol, petralatum, paraffin, mineral oil, dan isopropyl alcohol sebaiknya lekas dihindari, karena produk yang mencantumkan nama-nama zat tersebut bisa dipastikan mengandung petroleum [1].

Bayi memiliki kulit yang lembut dan sensitif sehingga ibu menyusui tidak dianjurkan memakai skincare yang mengandung petroleum karena dapat menyebabkan kulit bayi mengalami iritasi [2].

Salicylic acid juga merupakan salah satu bahan kimia yang sering digunakan sebagai komposisi di produk skincare, terutama produk skincare yang berfungsi untuk mengatasi kulit berjerawat dan sel kulit mati. Sebenarnya salicylic acid tidak sebahaya tiga zat sebelumnya jika digunakan ibu menyusui, namun tetap tidak disarankan apabila menempel di kulit dalam jumlah yang banyak dan waktu yang lama. [2]

Seperti contohnya pada penggunaan krim peeling (untuk mengelupaskan sel kulit mati) dan masker wajah. Selain penyebutan nama salicylic acid, nama-nama seperti BHA dan hydroxy acid juga kerap digunakan untuk dicantumkan pada produk skincare, dan ibu menyusui sebaiknya menghindari skincare tersebut. [2].

  • Retinoid

Dalam panduan penggunaan skincare yang paling dasar, yaitu CTMP (Cleanser, Toner, Moisturizer, Protection), kandungan retinoid juga bisa ditemukan di salah satu produk skincare tersebut, yaitu di protection atau yang lebih kita kenal sebagai sun screen [1].

Selain sun screen bisa melindungi kulit dari paparan matahari, kandungan retinoid di dalamnya juga bisa mengurangi keriput pada wajah dan mempercepat produksi vitamin A. Menurut laporan yang dikeluarkan oleh BabyCentre di Inggris, retinoid dapat menyebabkan cacat lahir pada ibu hamil jika retinoid tersebut berbentuk oral [2].

Untuk ibu menyusui sebaiknya menghindari juga sun screen yang komposisi di produknya tertulis Retin-A, differin, retinol, tazorac, retinyl, oxybenzone dan oktinoxate [1].

Sunscreen yang mengandung bahan-bahan tersebut berpotensi menyebabkan alergi pada kulit. Untuk menyiasatinya, ibu menyusui bisa memilih sunscreen yang yang mempunyai kandungan aman seperti zinc oxide atau titanium dioxide [3].

  • Vitamin A

Bagi ibu yang sedang menyusui sebaiknya menghindari dulu penggunaan skincare berbahan dasar vitamin A. Kandungan vitamin A pada skincare biasanya digunakan pada produk krim anti-aging. [3]

Untuk alternatifnya bisa menggunakan skincare anti-aging yang berbahan dasar vitamin C mencakup sodium ascorbyl phospate, magnesium ascorbyl phospate, I-ascorbic acid, ascorbyl glucosamine dan tetrahyxl ascorbate. Selain vitamin C, penggunaan produk probiotik juga dinilai lebih aman dibandingkan skincare yang berbahan dasar vitamin A, karena probiotik dapat menyeimbangkan bakteri baik dan bakteri buruk pada kulit ibu menyusui [3].

  • Beberapa Kandungan di Produk Kecantikan

Selain skincare untuk perawatan kulit, perempuan dan termasuk ibu menyusui juga kerap menggunakan make up paling tidak saat acara-acara tertentu, kandungan di dalam produk kecantikan itu juga harus diperhatikan karena tidak semuanya aman bagi ibu menyusui. [1]

dapun beberapa zat dalam produk kecantikan yang harus dihindari adalah asam retinoat, Retin-A, diferun, retinol, retinil linoleat, razarotene dan avage. Jika menemukan nama-nama tersebut dalam produk kecantikan yang dimiliki ibu menyusui, sebaiknya untuk tidak dipakai dahulu [1].

Salah satu saran dari Dr. Jennifer MacGregor selaku dokter kulit di Union Square Laser Dermatology, sebaiknya ibu menyusui untuk berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter sebelum memutuskan untuk memakai skincare atau produk kecantikan, sehingga dokter bisa merekomendasikan apa saja produk yang aman digunakan bagi si ibu dan tidak berpengaruh untuk bayinya [3].

“Untuk ibu hamil dan menyusui yang hendak memakai skincare, kedepannya lebih baik untuk berkonsultasi sebelum hamil, saat hamil, dan sesudah melahirkan demi keamanan bersama. Konsultasi juga bisa dilakukan pada dokter anak terkait pengaruhnya,” jelas dokter Jennifer MacGregor [3].

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment