Penyakit & Kelainan

Osteoartritis : Penyebab – Gejala dan Pengobatan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Apa Itu Osteoartritis?

Osteoartritis merupakan masalah sendi yang terkena radang kronis sebagai dampak tulang rawan yang mengalami kerusakan [1,2,4,6,8,9].

Osteoartritis juga dikenal sebagai bentuk umum dari kondisi artritis dan menjadi salah satu jenis artritis yang paling banyak diderita di dunia.

Peradangan sendi ini umumnya ditandai dengan pembengkakan pada sendi disertai kaku dan nyeri.

Walau seluruh sendi dapat mengalami radang, sendi pinggul, jari tangan, punggung dan lutut adalah yang paling umum terjadi.

Tinjauan
Osteoartritis adalah sendi yang mengalami peradangan kronis karena rusaknya tulang rawan di mana kondisi ini ditandai dengan nyer, kaku dan membengkaknya sendi.

Fakta Tentang Osteoartritis

  1. Secara global, osteoartritis terjadi pada 3,3% hingga 3,6% populasi dan berada di peringkat ke-11 penyakit paling melemahkan di dunia dengan tingkat keparahan sedang hingga berat pada 45 juta orang penderitanya [2].
  2. Diperkirakan terdapat 80% populasi di Amerika serikat terdiagnosa osteoartritis, khususnya pada orang-orang yang sudah berusia lebih dari 65 tahun [2].
  3. 70% orang penderita osteoartritis menderita gangguan tidur, seperti selalu terbangun lebih awal dari seharusnya, susah terlelap, atau mudah terbangun [3].
  4. Prevalensi osteoartritis di Indonesia pada usia di atas 40 tahun adalah sebanyak 5%, 40-60 tahun sebanyak 30%, dan di atas 61 tahun adalah sebanyak 65% [17].
  5. Menurut Riskesdas 2013, prevalensi osteoartritis tertinggi menurut karakteristik usia adalah 54,8% pada orang-orang berusia di atas 75 tahun di mana penderita pria lebih sedikit (21,8%) daripada penderita wanita (27,5%) [17].

Penyebab Osteoartritis

Tulang rawan dan sendi yang mengalami kerusakan akan menyebabkan osteoartritis [1,2,6,9].

Kerusakan pada tulang rawan dan sendi tidak terjadi secara tiba-tiba, sebab kerusakan terjadi seiring waktu dan bertambahnya usia penderita [1,6].

Tulang rawan biasanya lebih dulu rusak, padahal fungsinya adalah sebagai bantalan pelindung tulang.

Kerusakan tulang rawan kemudian menjadi pemicu utama gesekan antara tulang secara langsung di mana jika dibiarkan terlalu lama akan menjadi penyebab radang sendi.

Selain pertambahan usia, terdapat faktor lain yang mampu memperbesar potensi seseorang menderita osteoartritis, yaitu [6] :

  • Kelainan bawaan.
  • Tulang rawan atau sendi yang mengalami kecacatan.
  • Penyakit tertentu, seperti hemokromatosis dan artritis reumatoid.
  • Faktor jenis kelamin, sebab para wanita yang sudah berusia lanjut dan telah mengalami menopause jauh lebih rentan terhadap radang sendi.
  • Anggota keluarga memiliki riwayat osteoartritis.
  • Melakukan aktivitas fisik atau kegiatan yang menimbulkan tekanan pada sendi secara berkelanjutan.
  • Cedera sendi.
  • Cedera ligamen.
  • Dislokasi sendi.
  • Tulang rawan robek.
  • Pernah menempuh operasi pada sendi dan tulang.
  • Memiliki masalah obesitas/kelebihan berat badan.
Tinjauan
- Tulang rawan yang mengalami kerusakan dapat menjadi penyebab osteoartritis karena tulang tak lagi memiliki bantalan pelindung sehingga gesekan secara langsung pun terjadi.
- Namun beberapa faktor seperti cedera, obesitas, riwayat osteoartritis dalam keluarga, efek operasi, efek obat tertentu, hingga kelainan bawaan mampu meningkatkan risiko osteoartritis.

Gejala Osteoartritis

Nyeri dan kekakuan pada sendi adalah gejala yang dirasakan penderita pada tahap awal, namun seiring waktu gejala dapat berkembang semakin serius.

Beberapa gejala umum dari osteoartritis yang perlu dikenali dan diwaspadai antara lain adalah [1,2,4,6,9] :

  • Sendi bengkak.
  • Jari tangan membengkok.
  • Timbul sendi jari tangan timbul benjolan.
  • Tulang tambahan atau taji timbul secara tiba-tiba.
  • Massa otot berkurang sehingga otot menjadi lebih lemah.
  • Saat menggerakkan sendi, terdengar suara gesekan.
  • Saat area sendi yang terkena radang disentuh, maka akan terasa lembut namun tidak nyaman.
  • Rasa nyeri akan semakin terasa intens dan buruk ketika tidak segera ditangani.

Kapan sebaiknya memeriksakan diri ke dokter?

Ketika gejala semakin sering dirasakan dan juga semakin intens, sudah saatnya untuk pergi ke dokter untuk memeriksakannya.

Setiap keluhan gejala mulai mengganggu aktivitas, ini adalah tanda bahwa penderita perlu segera menanganinya.

Bahkan dianjurkan bagi penderita osteoartritis untuk ke dokter secara rutin supaya kesehatan sendi dapat dikontrol.

Tinjauan
Nyeri pada sendi panggul, tangan, dan lutut adalah yang paling umum terjadi sebagai gejala osteoartritis. Pembengkakan pun turut dialami sebagai tanda peradangan, begitu pula tumbuhnya tulang tambahan, kekakuan sendi dan otot, hingga menurunnya massa otot serta melemahnya sendi.

Pemeriksaan Osteoartritis

Pada waktu memeriksakan diri ke dokter, awal diagnosa akan selalu dilakukan dokter dengan memeriksa fisik.

Baru setelahnya, jika diperlukan dokter akan meminta pasien menempuh sejumlah tes penunjang untuk mengonfirmasi kondisi penyakit sekaligus penyebab osteoartritis [2,6,9].

  • Sinar-X atau Rontgen : Jika pasien sebelumnya mengalami kecelakaan atau cedera sehingga mengalami patah tulang, pemeriksaan berupa rontgen atau sinar-X sangat perlu ditempuh.
  • MRI Scan : Tes pemindaian lainnya yang pasien perlu jalani adalah pemeriksaan MRI untuk memastikan bahwa kondisi gejala mengarah pada osteoartritis. Tes pemindaian ini sangat berguna dalam mengidentifikasi kondisi jaringan lunak dan tulang pasien melalui gambar yang dihasilkan.
  • Tes Darah : Untuk mengeliminasi kemungkinan penyakit lain selain osteoartritis, terutama mengeliminasi kemungkinan artritis reumatoid, tes darah perlu dilakukan.
  • Tes Cairan Sendi : Pengambilan sampel cairan sendi pasien juga kemudian dapat dibawa ke laboratorium untuk analisa lebih jauh. Tujuan pemeriksaan ini adlaha untuk menentukan apakah infeksi atau gout (penyakit asam urat) dimiliki oleh pasien sehingga peradangan sendi terjadi.
Tinjauan
Pemeriksaan untuk mengonfirmasi kondisi gejala pasien mengarah pada osteoartritis, biasanya dilakukan melalui tes fisik, sinar-X, tes darah, MRI scan, dan/atau tes cairan sendi.

Perbedaan Osteoartritis dengan Osteoporosis

Beberapa orang masih menganggap bahwa osteoartritis dan osteoporosis kondisi yang sama dan salah mengartikan keduanya sebagai penyakit tulang.

Keduanya berhubungan dengan tulang, namun memiliki jenis kondisi yang berbeda [5,8].

Osteoartritis

Osteoartritis adalah jenis artritis atau gangguan sendi di mana timbul rasa nyeri pada tangan, punggung bawah, leher, lutut atau panggul.

Penggunaan area tubuh tertentu terlalu berlebihan atau cedera mampu menyebabkan osteoartritis, bahkan obesitas pun dapat menjadi pemicu.

Faktor-faktor tersebut mampu merusak tulang rawan yang menjadi pelindung tulang dengan menjadi bantalannya.

Kerusakan yang terjadi menjadikan tulang pada sendi tak lagi memiliki pelindung dan akhirnya antar tulang bergesekan langsung.

Tulang-tulang yang bergesekan secara langsung tentunya akan menimbulkan sensasi tidak nyaman, ditambah fleksibilitas sendi ikut berkurang.

Osteoporosis

Sementara itu, osteoporosis adalah sebuah kondisi ketika kepadatan tulang berkurang dan meningkatkan potensi patah tulang.

Jaringan tulang yang hilang pada kondisi osteoporosis menyebabkan tulang tak lagi padat dan menjadi lebih rapuh, mudah retak apalagi patah.

Untuk itu, osteoporosis ditandai dengan nyeri punggung parah, tinggi badan berkurang, hingga perubahan postur tubuh yang memburuk.

Seseorang dapat mengalami osteoporosis ketika memiliki faktor-faktor risiko berikut :

  • Kurang beraktivitas fisik.
  • Kurang asupan kalsium.
  • Penggunaan obat antikejang, obat asma, obat penyakit Lupus, dan obat kekurangan tiroid secara jangka panjang.
  • Amenorrhea
  • Anggota keluarga penderita memiliki riwayat osteoporosis.

Pengobatan Osteoartritis

Dalam mengobati osteoartritis, terdapat beberapa metode, yakni meliputi pemberian obat oleh dokter, perubahan gaya hidup, perawatan secara alami, hingga opsi tindakan bedah bila memang kondisi pasien mengharuskan.

Melalui Obat-obatan

Untuk meredakan gejala yang dikeluhkan, terutama masalah pembengkakan pada sendi, maka beberapa obat di bawah ini adalah yang paling umum diresepkan oleh dokter [1,2,6] :

  • Kortikosteroid : Kortikosteroid dalam bentuk oral dapat digunakan oleh pasien osteoartritis, tentunya harus dengan resep dokter. Namun, ada pula kasus di mana dokter memberikan obat kortikosteroid dalam bentuk injeksi.
  • Anti-Inflamasi Non Steroid : Ibuprofen adalah jenis obat golongan anti-inflamasi non-steroid, begitu juga naproxen. Kedua jenis obat ini biasanya diresepkan oleh dokter untuk menjadi pereda rasa nyeri [.
  • Asam Hyaluronat : Dokter kemungkinanan akan meresepkan obat ini dan memberikannya dalam bentuk injeksi di mana cairan yang disuntikkan adalah dalam bentuk gel.
  • Analgesik Oral dan Topikal : Acetaminophen dapat dikonsumsi untuk meredakan rasa sakit (hanya saja bukan sebagai pereda bengkak). Sedangkan analgesik topikal datang dalam bentuk gel atau krim yang dapat digunakan dengan cara mengoleskannya pada area yang nyeri (namun diperuntukkan bagi nyeri artritis ringan saja).
  • Cymbalta : Duloxetine adalah jenis obat antidepresan yang kemungkinan dokter akan resepkan sebagai pereda nyeri yang cukup mengganggu aktivitas harian.
  • Platelet-rich Plasma : Dokter kemungkinan akan merekomendasikan obat yang mengandung protein ini di mana pemberiannya akan dilakukan melalui injeksi/suntikan; protein di dalamnya adalah pereda inflamasi yang efektif.

Melalui Perubahan Gaya Hidup

Radang sendi juga perlu dirawat dengan baik melalui perubahan kebiasaan dan gaya hidup yang baik serta lebih sehat.

Pada kasus osteoartritis yang gejalanya masih tergolong ringan, selain penggunaan obat-obatan beberapa kebiasaan sehat berikut dapat dimulai [1,2,4,6,7,9].

  • Menurunkan Berat Badan

Berdiet sehat merupakan cara terbaik untuk membantu menurunkan berat badan, terutama bagi pasien osteoartritis yang disebabkan oleh obesitas.

Memiliki berat badan ideal dan sehat sangat bermanfaat pula dalam menurunkan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes selain mengurangi gejala osteoartritis.

  • Terapi Panas Dingin

Untuk mengurangi kekakuan pada sendi serta nyeri yang terus terasa, mencoba terapi panas atau dingin tidak ada salahnya.

Aplikasikan kompres panas atau dingin pada area sendi yang terkena radang dan terasa sakit.

Pastikan kompres selama 15-20 menit sehari beberapa kali untuk memperoleh hasil yang diinginkan.

  • Olahraga

Aktivitas fisik atau berolahraga rutin merupakan salah satu cara hidup sehat yang baik untuk meredakan kekakuan sendi dan otot.

Selain itu, berolahraha setidaknya 20-30 menit per hari atau setidaknya dua hari sekali dapat memperkuat otot-otot sekitar sendi.

Renang, jalan kaki, lari, Yoga dan Tai Chi adalah contoh olahraga yang dapat dilakukan untuk meningkatkan fleksibilitas sekaligus mengatasi masalah nyeri akibat osteoartritis.

  • Tidur Cukup

Diet sehat, olahraga rutin dan terapi kompres panas/dingin yang diimbangi dengan istirahat cukup adalah cara yang juga sama efektifnya dalam membantu meredakan gejala osteoartritis.

Mengistirahatkan otot dalam waktu yang cukup akan membantu membuat pembengkakan mereda dan radang teratasi.

Melalui Perawatan Alami

Beberapa penanganan osteoartritis secara alami dapat coba dilakukan sebagai solusi peradangan dan meredakan gejala [13,14,15,16].

  • Mengonsumsi teh hijau.
  • Mengonsumsi jahe.
  • Mengonsumsi minyak ikan.
  • Pijat
  • Terapi fisik.
  • Akupunktur
  • Berendam di dalam air garam Epsom.

Tips Diet untuk Penderita Osteoartritis

Dalam mengatasi berat badan berlebih dan menjaga berat badan tetap ideal untuk mengurangi gejala osteoartritis, beberapa tips diet ini dapat diperhatikan [7,10] :

  • Mengonsumsi makanan sumber flavonoid tinggi, seperti pada sayur dan buah-buahan.
  • Mengonsumsi makanan kaya akan asam lemak omega-3, seperti ikan-ikanan atau minyak ikan.
  • Mengonsumsi makanan dengan kandungan tinggi beta-karoten, yaitu buah melon, bayam, ubi jalar, atau wortel.
  • Mengonsumsi makanan berkandungan vitamin D, yakni produk olahan susu, ikan tuna, salmon, sarden dan haring, dan susu.
  • Mengonsumsi makanan dengan kandungan anti-inflamasi, yaitu kunyit, ikan berlemak, buah berry, jamur, alpukat, dan teh hijau.
  • Mengecek rutin kadar gula dalam darah untuk mengendalikan risiko penyakit diabetes.

Diet Mediterania adalah jenis diet yang umumnya diterapkan untuk membantu pemulihan kondisi pasien.

Melalui Operasi

Bila obat-obatan, perubahan gaya hidup dan pengobatan alami tidak memungkinkan untuk mengatasi osteoartritis, maka radang pada sendi perlu diatasi melalui prosedur operasi [1,2,6,9].

Operasi sendi direkomendasikan oleh dokter agar fungsinya dapat kembali seperti semula.

Terkadang operasi juga bertujuan untuk menggantikan sendi yang rusak agar nyerinya hilang serta gerakan sendi dapat kembali normal.

Tinjauan
Pengobatan osteoartritis dilakukan dengan pemberian obat-obatan pereda gejala dan bengkak, perubahan pola hidup menjadi lebih sehat, dan pengobatan alami. Namun bila kondisi osteoartritis sudah tak lagi dapat ditangani dengan ketiga metode tersebut, dokter akan merekomendasikan prosedur operasi sendi.

Komplikasi Osteoartritis

Penanganan osteoartritis yang terlambat atau bahkan kondisi osteoartritis yang sama sekali tidak ditangani dapat memicu berbagai masalah komplikasi, seperti [1,3,6,11,12] :

  • Penyakit jantung dan diabetes karena obesitas dapat membuat tubuh rentan terkena radang sendi sehingga makin sulit untuk berolahraga. Hal ini mampu membuat kondisi kegemukan lebih buruk dan berujung pada hipertensi, kolesterol tinggi, penyakitb jantung, hingga diabetes.
  • Infeksi sendi.
  • Kematian jaringan tulang atau disebut dengan osteonekrosis.
  • Gangguan cemas.
  • Gangguan tidur.
  • Saraf kejepit pada tulang belakang.
  • Depresi

Pencegahan Osteoartritis

Kemungkinan untuk mencegah osteoartritis tergolong kecil karena penderita tidak dapat menghindari atau mengendalikan faktor risiko tertentu.

Jenis kelamin, riwayat osteoartritis dalam keluarga, dan usia adalah faktor risiko yang sulit untuk dihindari, namun beberapa upaya pencagahan berikut tetap dapat dilakukan [6,9] :

  • Istirahat dengan cukup setiap hari, serta mendapatkan kualitas tidur terbaik untuk menjaga kesehatan sendi dan otot.
  • Konsumsi makanan yang menyehatkan, seperti buah dan sayur untuk menjaga berat badan serta menjaga kesehatan sendi dan otot.
  • Kenakan perlengkapan olahraga yang lengkap bila memang diperlukan supaya tidak terjadi cedera pada lutut yang kemudian meningkatkan risiko osteoartritis.
  • Jaga postur dengan baik dan benar saat melakukan aktivitas apapun, bahkan ketika berdiri dan duduk.
  • Aktif melakukan olahraga dan banyak bergerak, setidaknya melakukan peregangan otot setiap hari.
Tinjauan
Menjaga tubuh agar sendi tidak mudah mengalami peradangan dapat dilakukan dengan aktif berolahraga (yang dilakukan tanpa berlebihan dan secara benar agar tidak cedera), mengenakan perlengkapan pelindung khusus pada jenis olahraga tertentu, mengonsumsi makanan sehat, serta istirahat cukup setiap hari.

1. Kentaro Onishi, Amol Utturkar, Eric Chang, Richard Panush, Justin Hata, & Danielle Perret-Karimi. Osteoarthritis: A Critical Review. HHS Public Access; 2015.
2. Rouhin Sen & John A. Hurley. Osteoarthritis. National Center for Biotechnology Information; 2020.
3. Anonim. Osteoarthritis and Sleep. Arthritis Foundation; 2020.
4. Tuhina Neogi, MD, PhD, FRCPC. The Epidemiology and Impact of Pain in Osteoarthritis. Osteoarthritis Cartilage; 2014.
5. D J Hart, I Mootoosamy, D V Doyle, & T D Spector. The relationship between osteoarthritis and osteoporosis in the general population: the Chingford Study. Annals of the Rheumatic Diseases; 1994.
6. Anonim. Osteoarthritis. Arthritis Foundation; 2020.
7. Anonim. Mediterranean Diet for Osteoarthritis. Arthritis Foundation'; 2020.
8. Anonim. Osteoporosis and Arthritis: Two Common but Different Conditions. National Institutes of Health Osteoporosis and Related Bone Diseases National Resource Center; 2018.
9. Anonim. Overview-Osteoarthritis. National Health Service; 2019.
10. Reza Farid, Zahra Rezaieyazdi, Zahra Mirfeizi, Mohamad Reza Hatef, Mahyar Mirheidari, Hassan Mansouri, Habib Esmaelli, Gayle Bentley, Yinrong Lu, Yeap Foo, & Ronald Ross Watson. Oral Intake of Purple Passion Fruit Peel Extract Reduces Pain and Stiffness and Improves Physical Function in Adult Patients With Knee Osteoarthritis. Nutrition Research (New York, N.Y.); 2010.
11. Anirudh Sharma, Prtha Kudesia, Qian Shi, & Rajiv Gandhi. Anxiety and depression in patients with osteoarthritis: impact and management challenges. Open Access Rheumatology : Research and Reviews; 2016.
12. Jasvinder A. Singh, Jason Chen, Maria C. S. Inacio, Robert S. Namba, & Elizabeth W. Paxton. An underlying diagnosis of osteonecrosis of bone is associated with worse outcomes than osteoarthritis after total hip arthroplasty. British Medical Journal Musculoskeletal Disorders; 2017.
13. Lu-Lu Lin, Jian-Feng Tu, Jia-Kai Shao, Xuan Zou, Tian-Qi Wang, Li-Qiong Wang, Jing-Wen Yang, Ning Sun & Cun-Zhi Liu. Acupuncture of different treatment frequency in knee osteoarthritis: a protocol for a pilot randomized clinical trial. BioMed Central 2019.
14. Santosh K Katiyar & Chander Raman. Green tea: a new option for the prevention or control of osteoarthritis. Arthritis Research & Therapy; 2011.
15. E M Bartels, V N Folmer, H Bliddal, R D Altman, C Juhl, S Tarp, W Zhang & R Christensen. Efficacy and Safety of Ginger in Osteoarthritis Patients: A Meta-Analysis of Randomized Placebo-Controlled Trials. Osteoarthritis Cartilage; 2015.
16. Chelsea Boe & C Thomas Vangsness. Fish Oil and Osteoarthritis: Current Evidence. American Journal of Orthopedics (Belle Mead, N.J.); 2015.
17. Bunga Amilia Suari, Muhammad Ihsan & Laode Burhanuddin. Gambaran Penderita Osteoartritis di Bagian Bedah RSUD Arifin Achmad Periode Januari 2011-Desember 2013.

Share