8 Penyebab Tahi Lalat Bertambah Banyak

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Tinjauan Medis : dr. Maria Arlene, Sp.Ak
Terbentuknya tahi lalat dapat disebabkan oleh faktor keturunandan paparan sinar matahari. Orang dewasa juga dapat mendapatkan tahi lalat baru. Namun jika Anda mendapatkan suatu tahi lalat baru setelah... berusia 35 tahun, terutama jika bertambah besar, maka sebaiknya Anda memeriksakan tahi lalat ini ke dokter. Tahi lalat yang baru tumbuh di masa dewasa bisa menjadi tanda adanya keganasan, kanker kulit yang disebut dengan melanoma. Read more

Tahi lalat adalah suatu hal yang normal dan wajar ketika timbul pada kulit tubuh dalam bentuk bintik berwarna cokelat atau hitam dan berukuran kecil [1,2].

Tahi lalat adalah hasil dari pembentukan sel pigmen (melanosit) yang berkumpul atau mengelompok [2].

Sebagian besar orang memiliki tahi lalat sejak lahir, namun ada pula yang muncul seiring bertambahnya usia [1,2].

Masalahnya, tahi lalat menjadi hal yang mengkhawatirkan apabila semakin bertambah banyak pada permukaan kulit di seluruh tubuh.

Dengan fakta bahwa tahi lalat dengan jumlah sedikit saja tidak semuanya aman, tentu ketika bertambah banyak seseorang akan merasa cemas.

Berikut ini adalah berbagai penyebab tahi lalat bertambah banyak yang dapat bersifat aman maupun tidak.

1. Genetik / Keturunan

Faktor genetik menjadi salah satu penyebab seseorang dapat memiliki banyak tahi lalat di tubuhnya [1,3].

Jika anggota keluarga memiliki banyak tanda ini, maka kelak keturunannya berisiko lebih tinggi mengalami hal yang sama [1,3].

Contohnya adalah tahi lalat atipikal; bila riwayat keluarga ada yang memilikinya, maka seseorang berisiko memilikinya juga, terutama seiring usia bertambah dewasa [1,4].

Tahi lalat atipikal sendiri adalah salah satu jenis tahi lalat dengan bentuk tak beraturan dan ukuran lebih besar jika dibandingkan tahi lalat pada umumnya [4].

Istilah lain untuk menyebut tahi lalat atipikal ini adalah nevi atipikal (displastik) di mana pada jenis ini memiliki karakteristik warna cokelat tua pada bagian tengahnya namun warna lebih terang di bagian tepi atau batasnya [4].

2. Warna Kulit

Hal ini pun berkaitan dengan warna kulit sebab seseorang berkulit terang memiliki tahi lalat lebih banyak daripada orang-orang dengan warna kulit gelap [1,5].

Ada yang muncul sejak lahir, namun tahi lalat biasanya berpotensi bertambah setidaknya hingga seseorang mencapai usia 25 tahun [1].

Di usia dewasa, orang-orang dengan warna kulit terang cenderung memiliki risiko lebih tinggi mengalami penambahan lebih banyak tahi lalat [1,5].

3. Perubahan Hormon

Pada masa-masa perubahan hormon, tahi lalat pun dapat lebih banyak terbentuk [1,6].

Biasanya, kemunculan tahi lalat terjadi pada masa pubertas (usia remaja), kehamilan serta menopause [6].

Tahi lalat tak hanya berpotensi bertambah lebih banyak, tapi tahi lalat yang baru timbul pun berisiko untuk bertambah besar.

4. Pertambahan Usia

Seiring bertambahnya usia, perubahan kulit tubuh pasti terjadi dan hal ini sangat wajar serta alami.

Tidak hanya kerutan dan garis halus yang akan timbul sebagai tanda penuaan, melainkan juga kemungkinan bertambahnya tahi lalat [1,7].

Usia kulit dapat menjadi lebih cepat tua dan memicu kemunculan tahi lalat-tahi lalat baru; penuaan dini berkaitan dengan pola hidup tak sehat dan juga faktor sinar ultraviolet [1,7].

Meski rata-rata tahi lalat tumbuh lebih banyak saat usia 25 tahun ke bawah, tidak menutup kemungkinan orang-orang yang berusia lebih tua tidak mengalami hal serupa [1,7].

5. Paparan Cahaya Matahari

Tinggal di wilayah dengan iklim panas meningkatkan risiko bertambah banyaknya tahi lalat yang terbentuk di permukaan kulit.

Paparan cahaya matahari memicu produksi melanosit lebih banyak oleh melanin sehingga akan lebih berpotensi juga untuk melanosit berkumpul [1,4,5,6,7].

Penumpukan melanosit ini menandakan bahwa penyebarannya tak merata sehingga menimbulkan tahi lalat-tahi lalat baru yang lebih banyak.

6. Efek Obat Tertentu

Tahi lalat bertambah banyak dapat pula disebabkan oleh penggunaan obat-obat tertentu.

Beberapa jenis obat seperti antibiotik, obat hormon, dan antidepresan mampu memicu efek samping seperti itu [1].

Tahi lalat bertambah karena sensitivitas kulit terhadap cahaya matahari meningkat akibat sistem imun yang melemah karena efek obat [1].

Dengan demikian, risiko kulit yang hanya sedikit terpapar cahaya matahari saja dapat menimbulkan beberapa tahi lalat baru [1].

7. Mutasi Genetik

Tahi lalat yang bertambah banyak juga dapat disebabkan oleh mutasi (perubahan) gen tertentu, seperti gen BRAF, HRAS, PIK3CA, dan FGFR3 [1,3].

Meski demikian, mutasi gen BRAF adalah yang paling banyak dipelajari dan para peneliti membuktikan bahwa akibat dari mutasi ini kemudian menyebabkan melanosit terproduksi lebih banyak sehingga membentuk tahi lalat yang juga lebih banyak [3].

Namun meskipun hasil dari mutasi genetik, tahi lalat yang timbul pada permukaan kulit bersifat jinak [3].

8. Kanker

Meski sebagian besar tahi lalat yang muncul tidak mengancam kesehatan, ada pula jenis tahi lalat yang merupakan pertanda dari adanya kanker [8,9].

Tahi lalat yang timbul terutama setelah melewati usia 25 tahun meski dapat disebabkan oleh paparan matahari dan faktor penuaan, hal ini dapat mengindikasikan kondisi lain seperti melanoma [8,9].

Bila usia sudah melewati 25 tahun dan tahi lalat mengalami perubahan bentuk, ukuran serta warna, segera periksakan apakah tahi lalat tersebut tanda melanoma (kanker yang tumbuh pada melanosit) [8,9].

Tahi lalat yang melunak, disentuh terasa sakit atau gatal, lalu juga mengeluarkan cairan atau darah perlu segera mendapatkan penanganan [9].

Berikut ini adalah tanda bahwa tahi lalat kemungkinan menjadi tanda adanya kanker [9] :

  • Tidak rata atau teraturnya bagian tepi tahi lalat.
  • Tahi lalat tidak simetris.
  • Tahi lalat berubah warna dan bentuk, bahkan ukurannya juga mengalami evolusi.
  • Tahi lalat memiliki diameter yang lebih besar dibandingkan penghapus pensil.
  • Tahi lalat memiliki warna yang tak merata.

Cara Mengatasi Tahi Lalat Bertambah Banyak

Segera cek apakah tahi lalat berbahaya (khususnya bila tanda-tanda mirip dengan indikasi kanker) dan konsultasikan hal ini dengan dokter spesialis kulit.

Namun untuk menekan pertumbuhan dan penambahan tahi lalat pada permukaan kulit, berikut adalah beberapa upaya yang bisa dilakukan [10] :

  • Menggunakan tabir surya (SPF 30+).
  • Menghindari keluar ruangan dan paparan sinar matahari, terutama ketika siang hari.
  • Memakai pakaian lengan panjang dan celana panjang untuk melindungi area tangan serta kaki yang mudah terpapar matahari.
  • Mengenakan topi atau payung untuk melindungi area kepala dan wajah dari sinar matahari.
  • Tidak menyentuh apalagi menggaruk tahi lalat (hindari percobaan menghilangkan tahi lalat sendiri).
  • Memeriksakan tahi lalat ke dokter secara berkala apabila cukup dirasa mengganggu atau timbul gejala tak wajar seiring perkembangannya.

Ada banyak faktor dibalik terus bertambahnya tahi lalat di tubuh, namun jika gejala mulai tak normal dan mengganggu penampilan, segera periksakan untuk mengetahui bahaya tidaknya tahi lalat tersebut.

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment