9 Penyebab Payudara Kendur dan Pencegahannya

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Sebagian besar wanita menginginkan payudara yang tetap tampak sehat dan kencang. Namun, berbagai faktor bisa menyebabkannya kendur dan tidak menarik.

Pertambahan Usia

Berkurangnya elastisitas kulit akibat pertambahan usia adalah penyebab paling umum dari terjadinya payudara kendur. Biasanya, semakin tua seorang wanita, ligamen di dalam payudara (disebut ligamen Cooper) akan semakin melebar. [1, 3, 4, 5]

Akibatnya, kekencangan payudara akan berkurang karena sistem penyangganya yang terdiri dari jaringan dan lemak semakin menghilang. Perubahan bentuk payudara terutama akan tampak saat seorang wanita memasuki masa menopause.

Ukuran Payudara

Ukuran payudara seorang wanita bisa menjadi faktor penyumbang terjadinya payudara kendur pada remaja dan wanita muda. Payudara yang besar biasanya lebih mudah menjadi kendur dibanding payudara yang ukurannya kecil karena volume dan beratnya lebih banyak.

Gravitasi juga lebih berpengaruh pada payudara yang ukurannya lebih besar, sehingga menyebabkan kekenduran lebih cepat terjadi.

Perubahan Berat Badan

Semua payudara wanita mengandung lemak. Jika berat badan naik cukup banyak, maka payudara juga akan ikut membesar akibat peningkatan pada jaringan lemak, dan ini bisa menyebabkan payudara mengendur.

Demikian pula bila berat badan turun cukup banyak, payudara akan mengecil ukurannya karena volume lemak pada payudara juga menurun. Jika berkurangnya ukuran payudara termasuk drastis, maka ia akan mengendur akibat berkurangnya volume serta timbulnya kelebihan pada kulit payudara.

Kehamilan

Kehamilan bisa menyebabkan membesarnya payudara hingga ukuran bra yang digunakan pun berubah. Hal ini terjadi karena pertumbuhan jaringan penghasil susu dan saluran-saluran susu saat tubuh menyiapkan diri untuk menyusui.

Ukuran payudara akan secara bertahap kembali ke ukuran sebelum hamil setelah selesai masa menyusui atau setelah persalinan bila ibu memutuskan untuk tidak menyusui.

Saat payudara kembali ke ukuran normalnya, maka akan tampak lebih turun dibanding sebelum kehamilan. Secara umum, semakin besar ukuran payudara sebelum kehamilan, semakin besar kemungkinan mengendurnya payudara setelah kehamilan.

Kemungkinan untuk mengalami payudara kendur juga meningkat bila kehamilan sering terjadi.

Berlawanan dengan anggapan umum, menyusui tidak menyebabkan payudara kendur, seperti yang dilaporkan oleh para peneliti dalam sebuah jurnal bedah estetik di tahun 2008. [1, 4]

Merokok

Terdapat suatu jenis protein yang disebut elastin di dalam kulit. Protein ini bertanggung jawab menjaga elastisitas kulit di seluruh tubuh, termasuk payudara. Karsinogen dalam asap rokok bisa menyebabkan elastin terurai dalam tubuh dan mengurangi elastisitas kulit, yang salah satu akibatnya adalah payudara kendur. [1, 5]

Kekurangan Kolagen

Kolagen adalah bentuk protein yang paling umum dan banyak di dalam tubuh. Kolagen terdapat dalam banyak jaringan otot, tulang, tendon, pembuluh darah, dan sistem pencernaan. Tetapi, saat bicara tentang kolagen, orang akan menghubungkannya dengan kesehatan kulit.

Seiring pertambahan usia, tubuh akan semakin sedikit menghasilkan kolagen. Kekurangan kolagen ini mengakibatkan terjadinya tand-tanda umum penuaan, seperti kulit keriput, kulit kendur, persendian kaku, dan sebagainya. Payudara kendur juga bisa diakibatkan oleh berkurangnya kolagen dalam tubuh. [1, 2, 3, 4, 5]

Berkurangnya Hormon Estrogen

Disebutkan diatas, pada faktor usia, bahwa menopause bisa menjadi faktor penyebab terjadinya payudara kendur. Ini karena saat memasuki masa menopause, kadar hormon estrogen dalam tubuh akan menurun.

Estrogen membantu pencegahan penuaan kulit. Hormon reproduktif ini bertugas menjaga kelembaban kulit dengan meningkatkan kadar mucopolysaccharides acid serta hylauronic acid. Bila kadar estrogen turun, maka kekencangan kulit pun akan berkurang, termasuk di bagian payudara.

Faktor Keturunan

Beberapa wanita sudah mengalami bentuk payudara yang turun saat masih berusia remaja. Hal ini bisa disebabkan oleh faktor keturunan. Gen yang didapat seorang wanita dari keluarganya berperan dalam hal menentukan ukuran dan bentuk payudara, kekuatan ligamen Cooper, serta berat badan. [5]

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, ligamen Cooper bertanggung jawab dalam menjaga kekencangan payudara.

Berolahraga Tanpa Bra yang Tepat

Olahraga yang membuat dada banyak mengalami goncangan, misalnya jogging atau lari, bisa menyebabkan ligamen payudara mengalami tekanan. Jika payudara, terutama yang ukurannya besar, tidak disangga dengan benar selama berolahraga, maka akan menyebabkan ligamen tertarik dan akhirnya lama kelamaan payudara akan kendur. [3, 4, 5]

Mencegah Terjadinya Payudara Kendur

Karena ada banyak faktor yang bisa menyebabkan kendurnya payudara, maka ada yang bisa dicegah dan ada yang tidak – misalnya faktor keturunan. Tetapi, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga agar payudara bisa tetap kencang dalam waktu yang lama.

  • Jaga postur tubuh. Bila terbiasa duduk dengan posisi punggung melengkung, postur tubuh akan terganggu dan hal ini akan memberi kesempatan bagi gravitasi untuk menarik turun payudara. Usahakan untuk selalu berdiri dan duduk dalam posisi yang baik, dengan punggung lurus dan bahu tertarik ke belakang. Postur yang baik akan membantu payudara tetap tersangga dan terangkat.
  • Jaga berat badan. Makan dengan pola yang sehat dan nutrisi yang baik, barengi dengan olahraga teratur, serta hindari naik atau turunnya berat badan secara drastis.
  • Minum banyak air putih. Hal ini akan menjaga kulit tetap sehat dan terhidrasi sehingga elastisitasnya akan tetap terjaga.
  • Jangan merokok. Segera berhenti bila masih merokok, dan jangan memulai bila belum. Rokok tidak baik bagi kesehatan tubuh secara umum, juga bagi kesehatan payudara.
fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment