Langkah-Langkah Pertolongan Pertama Serangan Stroke

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Stroke terjadi ketika terdapat gangguan atau sumbatan suplai darah ke otak, mengarah pada terjadinya kerusakan dan kematian sel di otak[1, 2, 3].

Stroke termasuk kondisi darurat medis. Pertolongan medis yang diberikan dengan segera memungkinkan suplai darah dapat dipulihkan serta menurunkan risiko terjadinya disabilitas jangka panjang[1, 3].

Mengenali tanda serangan stroke dan memberikan pertolongan pertama dapat meningkatkan kemungkinan selamat pasien[1].

Berikut langkah pertolongan pertama yang dapat dilakukan ketika seseorang mengalami serangan stroke:

1. Mengenali Gejala

Langkah pertama dalam pertolongan pertama stroke ialah mengenali gejala serangan stroke. Bergantung tingkat keparahan stroke, gejala dapat bersifat ringan atau berat[2, 3].

Untuk mengenali gejala serangan stroke, dapat digunakan akronim FAST yang merupakan singkatan dari[1, 2, 3, 4]:

  • Face: adanya tanda perubahan pada wajah, seperti mulut terkulai pada satu sisi atau wajah mati rasa, atau satu mata terlihat lebih berat dari mata yang lain. Gejala ini menandakan bahwa terjadi gangguan aliran darah pada salah satu sisi otak
  • Arms: kesulitan untuk mengangkat kedua lengan atau salah satu lengan terasa lebih lemah atau mati rasa. Stroke ditandai dengan jatuhnya lengan saat diangkat ke atas atau lengan tidak stabil saat diangkat
  • Speech: cara bicara cadel atau kacau. Orang yang mengalami serangan stroke akan kesulitan untuk mengulangi suatu kalimat sederhana
  • Time: jika terdapat tanda-tanda tersebut, segera hubungi ambulans atau meminta orang lain untuk menghubungi ambulans. Saat terjadi serangan stroke, waktu merupakan faktor yang sangat penting. Sebaiknya segera menghubungi rumah sakit terdekat untuk mendapat bantuan medis.

Selain gejala tersebut, serangan stroke juga dapat menimbulkan gejala lain seperti[1, 4]:

  • gangguan penglihatan
  • kesulitan berjalan
  • kebingungan
  • perubahan perilaku secara tiba-tiba
  • pingsan
  • kelemahan tubuh secara umum
  • mati rasa
  • sakit kepala berat dan tiba-tiba
  • gangguan koordinasi dan kehilangan keseimbangan

2. Tetap Tenang

Selama menunggu bantuan, tetaplah bersikap tenang dan pastikan daerah di sekitar aman dan tidak terdapat bahaya yang mungkin segera terjadi pada penderita.

3. Langkah Pertolongan untuk Penderita Sadar

Jika penderita menyadarkan diri, lakukan langkah berikut[1, 2]:

  • Perlahan tempatkan tubuh pada posisi yang nyaman. Jika memungkinkan, penderita sebaiknya berbaring dengan posisi miring dengan bagian kepala dinaikkan dan disokong dengan bantal atau kain yang dilipat. Langkah ini bertujuan untuk mengantisipasi muntah.
  • Longgarkan pakaian yang terlalu ketat, seperti kancing pada kerah kemeja atau syal
  • Jika penderita kedinginan, gunakan selimut atau mantel untuk menjaga tubuh tetap hangat
  • Periksa pernapasan penderita. Jika terdapat objek atau substansi tertentu di dalam mulut yang dapat menghambat saluran napas, misalnya muntahan, posisikan tubuh penderita pada bagian sisi dengan posisi pemulihan.
  • Usahakan untuk membantu penderita stroke tetap tenang dan beritahukan bahwa bantuan medis akan datang
  • Jangan memberikan minuman atau makanan apapun pada orang yang terkena serangan stroke
  • Perhatikan gejala yang dialami dan ada tidaknya perubahan kondisi. Penting untuk memberitahukan pada tenaga medis yang datang membantu mengenai gejala yang dialami dan waktu gejala mulai muncul. Pastikan untuk memberitahukan juga jika penderita stroke terjatuh atau mengalami benturan kepala
  • Coba untuk mengingat waktu saat gejala muncul. Jika memungkinkan lihat jam dan ingat waktunya secara tepat.

4. Langkah Pertolongan untuk Penderita yang Tidak Sadar

Jika penderita stroke tidak sadar, lakukan langkah berikut[1, 2, 5]:

  • Posisikan tubuh pasien pada posisi pemulihan
  • Perhatikan kondisi pernapasan, dengan cara seperti berikut:
    • naikkan dagu penderita dan miringkan kepala sedikit ke belakang
    • perhatikan apakah dadanya bergerak
    • dengarkan ada tidaknya suara napas
    • tempatkan sebelah pipi di atas mulut dan coba untuk merasakan napas
  • Jika tidak terdapat tanda-tanda bernapas, mulai lakukan CPR (cardiopulmonary resuscitation). Untuk orang yang tidak mendapatkan pelatihan CPR, American Heart Association menganjurkan memulai CPR tangan pada remaja dan orang dewasa.
  • Berikut langkah melakukan CPR:
    • baringkan penderita pada posisi telentang
    • berlutut di samping penderita kemudian gunakan kedua tangan untuk menekan dengan kuat dan cepat pada bagian tengah dada. Lakukan sebanyak 30 kali tekanan.
  • Berikan pernapasan bantuan dua kali. Caranya ialah dengan memiringkan kepala penderita ke arah belakang dan mengangkat dagu. Cubit hidung hingga tertutup dan berikan pernapasan bantuan dari mulut ke mulut
  • Lakukan kompresi dan pernapasan buatan hingga pasien menunjukkan tanda-tanda bernapas atau hingga bantuan medis tiba

Posisi Pemulihan

Jika penderita stroke tidak sadar atau jika saluran pernapasannya tersumbat, posisikan tubuh penderita pada posisi pemulihan. Berikut caranya[1]:

  • Berlutut di samping penderita
  • Raih lengan yang berada di posisi yang menjauhi tubuh lalu tempatkan pada sudut yang lebih tepat/nyaman
  • Tempatkan lengan satunya lagi di atas dada penderita
  • Kaki yang menjulur menjauh sebaiknya diluruskan. Tekuk lutut pada kaki satunya.
  • Berikan sokongan pada kepala dan leher penderita, kemudian miringkan tubuh ke samping sehingga kaki yang lurus berada di bagian bawah dan kaki dengan lutut ditekuk berada di bagian atas dengan lutut menyentuh lantai
  • Miringkan bagian kepala sedikit ke arah depan dan ke bawah sehingga jika terdapat muntahan atau cairan dapat keluar dengan lebih mudah
  • Jika diperlukan, bersihkan mulut penderita secara manual

Hal-Hal yang Tidak Boleh Dilakukan

Saat seseorang mengalami serangan stroke dan Anda akan memberi pertolongan pertama, hindari melakukan hal-hal berikut[3]:

  • Membawa pasien ke rumah sakit sendiri tanpa menghubungi bantuan darurat. Paramedis dapat memulai penanganan stroke dan memastikan penderita dibawa ke rumah sakit yang paling sesuai. Mereka juga akan langsung memberitahu rumah sakit yang dituju sehingga dapat mengurangi waktu yang diperlukan untuk memulai penanganan
  • Memberikan makanan atau minuman pada pasien. Makanan atau minuman dapat mengganggu kemampuan penderita untuk mulai menerima penanganan. Selain itu, kemampuan untuk menelan penderita dapat mengalami gangguan akibat stroke, sehingga makanan atau air dapat mengakibatkan tersedak
  • Memberikan obat aspirin. Bergantung jenis stroke yang dialami, pemberian aspirin dapat membuat gejala stroke bertambah buruk. Beberapa orang dapat memiliki alergi terhadap aspirin. Sebaiknya kita tidak memberikan obat apapun pada orang yang mengalami serangan stroke.
  • Ragu untuk menghubungi bantuan medis atau menunggu hingga gejala berkurang. Orang yang mengalami serangan stroke memerlukan pertolongan medis sesegera mungkin. Keterlambatan penanganan dapat menyebabkan disabilitas yang tidak dapat dipulihkan akibat terjadinya kematian pada bagian otak yang kekurangan oksigen
fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment