8 Pantangan Saat Menggunakan KB IUD

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Untuk program KB, jenis kontrasepsi tersedia dalam berbagai macam, termasuk pil KB yang bisa diminum [1].

Namun selain itu, ada pula IUD atau intrauterine device, yaitu jenis alat kontrasepsi yang lebih dikenal dengan istilah KB spiral [2,3].

Alat kontrasepsi ini terdiri dari dua macam, KB spiral dengan lapisan tembaga atau KB spiral yang berisi hormon di mana pemasangannya dilakukan pada bagian dalam rahim wanita [2,3].

Ketika pemasangannya dilakukan secara tepat, maka alat kontrasepsi ini bisa segera bekerja (biasanya bertahan hingga 5-10 tahun) dengan efektivitas yang mencapai 99% [2].

Meski demikian, terdapat sejumlah pantangan saat menggunakan KB IUD yang termasuk sebagai langkah perawatan usai pemasangan.

1. Menarik Benang IUD

Pantangan atau larangan pertama yang perlu diperhatikan dan diikuti adalah menarik benang IUD [4].

Wanita yang sudah dipasang KB IUD di dalam rahimnya tidak boleh menarik benang IUD, apalagi terlalu sering [4].

Awal pemasangan memang membuat para wanita tidak merasa nyaman karena juntaian benang keluar dari vagina.

Meski tidak nyaman, risih, gemas atau bahkan penasaran, sebaiknya hindari menarik benang tersebut karena berisiko pada pergeseran posisi IUD [4].

Lebih parahnya lagi, penarikan benang IUD tanpa sadar mampu meningkatkan risiko infeksi hingga perdarahan dari rahim.

2. Tentang Penggunaan Kondom saat Berhubungan Intim

Pemasangan KB spiral atau IUD tidak akan menghentikan aktivitas seksual, sebab wanita masih boleh dan bisa melakukannya secara aman bersama pasangan [5,6].

Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam kaitannya antara penggunaan kondom saat hubungan intim dengan jenis IUD yang dipasang [5,6].

Bila jenis IUD atau spiral hormonal yang dipasang, penggunaan kondom sangat dianjurkan (atau bisa juga alat pengaman lain) dalam aktivitas seksual [6].

Tujuan penggunaan kondom bagi pria ketika pasangan wanitanya telah memasang IUD hormonal adalah untuk menunggu efek kerja dari IUD tersebut [6].

Efek kerja KB hormonal biasanya setelah 24-72 jam, maka bila ingin melakukan hubungan intim, tunggu 24 jam dari pemasangannya atau gunakan kondom bila belum 24-72 jam sejak pemasangan [5,6].

Sementara itu, bila wanita memasang IUD atau spiral tembaga, maka hubungan seksual dengan pasangan bisa dilakukan tanpa penggunaan kondom sekalipun [5,6].

Tanyakan kepada dokter mengenai waktu terbaik untuk melakukan hubungan intim setelah pemasangan IUD.

Bila hubungan intim setelah pemasangan IUD mengakibatkan perdarahan, segera tunda sampai aman dan lakukan konsultasi dengan dokter.

3. Berhubungan Intim saat Terjadi Pergeseran IUD

Pemasangan KB IUD yang sudah tepat sekalipun memiliki risiko bergeser.

Jika terjadi pergeseran—ditandai dengan panjang benang IUD tidak sama (tidak pendek maupun tidak panjang), hindari atau tunda lebih dulu aktivitas berhubungan seksual dengan pasangan.

Jadi, jika seorang wanita merasakan adanya perbedaan pada panjang benang, jangan memaksakan diri melakukan hubungan seksual.

Pergeseran KB IUD meningkatkan peluang kehamilan bila berhubungan badan.

Oleh karena itu, saat menyadari panjang benang IUD tidak sama dengan biasanya, segera tanyakan kepada dokter.

Bila benar terjadi pergeseran, minta tolong dokter untuk mengembalikan posisi KB IUD sempurna seperti semula.

4. Mengabaikan Rasa Nyeri

Bila mengalami rasa nyeri atau kram usai prosedur pemasangan KB IUD, jangan abaikan dan segera beri tahu dokter dan periksakan.

Rasa kram atau nyeri bisa terjadi sebagai efek samping dari pemasangan KB IUD, tapi jika timbul secara berulang dan berkepanjangan, segera konsultasikan dengan dokter sebelum menjadi lebih berbahaya.

5. Memasukkan Sesuatu ke dalam Vagina

Usai memasang KB IUD, selain benang tidak boleh ditarik, pantangan lain yang harus diikuti agar keamanan terjaga adalah memasukkan sesuatu ke dalam vagina.

Sekalipun tidak melakukan hubungan intim, pastikan untuk tidak memasukkan apapun, termasuk menstrual cup atau tampon sekalipun sebelum dokter mengizinkan dan menjamin aman [7].

Sebab dengan memasukkan benda asing ke dalam vagina, hal ini meningkatkan risiko bergesernya posisi IUD.

Ketika bergeser, efektivitas IUD dalam mencegah kehamilan pun akan berkurang.

6. Melakukan Aktivitas/Olahraga Air

Usai prosedur pemasangan IUD, tunda dulu keinginan berendam, menyelam, hingga berenang.

Gerakan tertentu atau bahkan risiko vagina kemasukan sesuatu bisa memperbesar bahaya bergesernya IUD.

Oleh sebab itu, minimal selama 24 jam hindari aktivitas seksual, memasukkan benda asing ke vagina, dan pastikan tidak melakukan aktivitas di dalam air [5,6,8].

Pilih aktivitas ringan yang juga tidak berbahaya apalagi berisiko membuat IUD bergeser.

Jika ragu apakah setelah 24 jam sudah pasti aman, tanyakan kepada dokter aktivitas apa saja yang boleh dan aman dilakukan usai pemasangan IUD dan kapan boleh beraktivitas air maupun seksual [5,6,8].

7. Menggunakan IUD Lebih Lama dari Waktu yang Ditentukan

KB IUD adalah jenis alat kontrasepsi dengan jangka waktu efektif tertentu dan biasanya tidak sama jenis satu dengan lainnya [9].

Dokter akan memberi tahu jangka waktu efektif IUD yang dipasang di dalam rahim pasien [9].

Untuk KB IUD non-hormonal, biasanya efektivitas sekitar 10 tahun, sedangkan KB IUD hormonal lebih pendek, yaitu 3-5 tahun.

Perhatikan penjelasan dokter mengenai lama waktu efektivitas KB IUD, jika penggunaannya lebih lama dari waktu tersebut, efek samping seperti perdarahan bisa terjadi.

8. Tidak Lagi Berkonsultasi dengan Dokter Usai Pemasangan

Tetap pastikan untuk berkonsultasi rutin dengan dokter usai prosedur pemasangan KB IUD.

Tanyakan kepada dokter saat selesai pemasangan mengenai kapan harus berkonsultasi kembali.

Biasanya, pasien dapat menunggu sekitar 1 bulan setelah pemasangan untuk melakukan konsultasi kembali demi memastikan IUD dan kondisi pasien aman.

Demikian sejumlah pantangan saat menggunakan KB IUD yang bisa diikuti dengan baik supaya tidak terjadi hal-hal berbahaya yang tidak diharapkan.

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment