7 Cara Mengajarkan Anak Remaja Lebih Mandiri

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Para orang tua tentu rata-rata menginginkan anak-anak remajanya tumbuh menjadi pribadi yang mandiri sekaligus bertanggung jawab.

Namun untuk membentuk karakter anak yang demikian, peran orang tua sangat dan paling dibutuhkan [1,2].

Berikut ini adalah deretan cara mengajarkan anak remaja lebih mandiri sejak dini yang bisa orang tua perhatikan [1,3].

1. Memahami Bahwa Mereka Sudah Bukan Anak-anak

Beberapa orang tua menganggap anak remaja mereka masih kecil sehingga batasan-batasan yang diberikan kepada anak bisa cenderung berlebihan untuk usia remaja [3].

Walau orang tua berpikiran demikian, pastikan tetap memberi tahu dan mengarahkan anak untuk mandiri [3].

Perlakukan anak sesuai dengan usia mereka yang sudah cukup besar dan hindari perlakuan seperti terhadap anak kecil [3].

Bila anak selama ini merasa terlalu dimanja dan ia sendiri berperilaku masih seperti anak kecil, beri tahu perlahan untuk mengubah perilaku tersebut [3].

Beri pengertian kepada anak bahwa orang lain akan menganggap mereka dewasa ketika mereka berperilaku lebih dewasa [3].

2. Mengajarkan Anak Kemampuan Dasar Bertahan Hidup

Saat beranjak remaja, anak-anak perlu tahu bagaimana cara menjaga diri mereka sendiri [3,4].

Orang tua perlu mulai mengajarkan anak sejak dini bagaimana membersihkan kamarnya sendiri, memasak makanan yang mudah-mudah, menghadapi keadaan darurat, dan hal-hal lain untuk menjaga dirinya sendiri [3,4,5].

Memasak dan membersihkan rumah adalah kemampuan dasar yang diperlukan, terutama jika anak ingin sekolah di luar kota atau luar negeri berpisah dari orang tuanya [3,4].

Kemampuan dalam mengatur keuangan juga sebaiknya tidak ketinggalan supaya anak lebih bijak dalam mengeluarkan uang dan dapat menabung [3,4].

3. Membiarkan Anak Melakukan Apapun Sendiri

Beberapa orang tua terlalu khawatir atau bahkan tidak percaya terhadap anak mereka ketika melakukan hal apapun sendiri.

Untuk anak remaja lebih mandiri, orang tua dapat membiarkan anak belajar melakukan segala hal sendiri dan bahkan mencoba berbagai hal baru [1,3].

Orang tua sebaiknya tidak selalu menawarkan bantuan apa yang anak ingin, mampu dan hendak kerjakan sendiri [3].

Namun, pastikan untuk tetap terbuka dan berkenan menolong saat anak membutuhkan bantuan [3].

4. Memberi Dukungan dan Kasih Sayang

Orang tua tidak harus selalu memberikan apapun yang anak remaja inginkan untuk menunjukkan bahwa orang tua sayang dan mendukungnya [3].

Kasih sayang dan dukungan tetap dapat orang tua berikan dan tunjukkan melalui hal-hal ini [1,3] :

  • Memberi saran dan masukan ketika anak membutuhkan solusi atau saat ia sedang bingung mengenai suatu hal.
  • Mendengarkan apa yang menjadi opini, keluh kesah, atau kekhawatiran anak.
  • Menunjukkan minat terhadap hobi dan segala aktivitas yang anak sukai, termasuk mencoba mengenal siapa saja teman atau orang-orang yang berada di lingkungan pergaulannya.
  • Memberi tahu anak bahwa mereka akan selalu dicintai.
  • Tidak menghakimi apapun yang anak ceritakan, termasuk sudut pandangnya yang mungkin berbeda dengan orang tua. Jika pandangannya cenderung salah, beri tahu pandangan yang benar secara perlahan dan tenang.
  • Memercayai anak dengan memberi mereka ruang untuk sendiri serta melibatkan mereka dalam berbagai hal (termasuk opini terhadap solusi suatu hal).
  • Tidak mempermalukan anak di depan orang lain, seperti meremehkan, mengabaikan, membentak, atau bentuk kekerasan fisik maupun verbal lainnya.

5. Menghargai Anak yang Ingin Mengambil Waktu Sendiri

Para remaja sudah mulai mengenal apa itu privacy, maka orang tua sebaiknya mulai belajar memberi ruang bagi anak untuk mengambil waktu sendirinya selama itu masih normal [1,3].

Meski menghargai waktu sendiri sang anak, orang tua tetap perlu mengajarkan apa saja yang penting untuk anak perhatikan [1,3,4].

  • Aturan mengemudi. Beri pengertian kepada anak untuk boleh menyetir atau mengemudi sendiri saat sudah cukup umur dan memiliki SIM (surat izin mengemudi). Nasehati anak untuk tidak mengemudi di bawah pengaruh alkohol atau sambil menelpon dan bermain ponsel.
  • Aturan jam malam. Walau menghargai waktu anak bersenang-senang di luar, bukan berarti orang tua tidak perlu memberi batasan. Pastikan memberi tahu dan mendisiplinkan anak untuk pulang sampai rumah jam 9 atau 10 malam.
  • Aturan berteman dan berpacaran. Usia remaja juga biasanya penuh dengan rasa penasaran, terutama dalam hal cinta dan pacaran. Oleh sebab itu, orang tua perlu memberi informasi penting apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat bersama teman atau saat berpacaran yang sesuai dengan nilai-nilai keluarga dan norma masyarakat.
  • Larangan seks bebas dan penggunaan narkoba. Remaja berada di lingkungan pergaulan yang buruk akan mudah terpengaruh dengan narkoba maupun seks bebas. Oleh sebab itu, orang tua perlu lebih dulu memberi pengertian, batasan hingga larangan terkait hal tersebut.

6. Menghargai Emosi dan Perasaan Anak

Anak remaja akan merasa dihargai oleh orang tuanya saat mereka didengarkan dan dilibatkan di dalam hal-hal tertentu [1,3].

Orang tua perlu interaktif dengan anak-anak remajanya supaya mereka merasa diperhatikan, dihargai dan dicintai [1,3].

Tidak hanya menjadi lebih mandiri, menghargai emosi dan perasaan anak akan membuat anak remaja menjadi lebih percaya diri di luar [1,3].

7. Mengajarkan Tanggung Jawab

Sebagai seorang remaja yang masih suka mencoba banyak hal, ada kalanya mereka mungkin melakukan kesalahan [1,3].

Orang tua tidak perlu harus menutupi hal tersebut, tapi ajarkan mereka untuk bertanggung jawab terhadap apa yang mereka lakukan [1,3,6].

Beri pemahaman bahwa melakukan kesalahan adalah bagian dari belajar dan bertumbuh [3,6].

Ajarkan anak untuk menerima kesalahan tersebut, meminta maaf, dan terus maju agar anak mandiri dan lebih percaya diri [1,3].

Walau orang tua perlu tahu cara mengajarkan anak remaja lebih mandiri, katakan kepada anak bahwa orang tua tetap ada bagi mereka saat mereka mengalami kesulitan dan membutuhkan tempat “pulang”.

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment