Jintan hitam merupakan salah satu jenis biji hitam yang sudah dikenal dan digunakan dalam waktu yang lama sebagai pengobatan tradisional.
Biji ini berasal dari Asia Barat Daya, Eropa Selatan, dan Afrika Utara dan telah dibudidayakan pada beberapa negara lain di dunia seperti Eropa Selatan, Mediterania Timur Tengah, India, Pakistan, serta Indonesia[1].
Daftar isi
Jintan hitam berasal dari tanaman yang memiliki nama keluarga Ranunculaceae dan memiliki nama ilmiah yaitu Nigella sativa[1].
Biji ini memiliki berbagai sebutan, seperti dalam bahasa Inggris disebut dengan black cumin, black seed, black caraway, nigella,kalonji, roman coriander, dan lain sebagainya[2].
Jintan hitam berasal dari tanaman berbunga tahunan yang dapat hidup dengan baik pada berbagai jenis tanah yang kering dan memiliki sinar matahari yang cukup[1].
Ciri-ciri fisik dari tanaman jintan hitam adalah sebagai berikut[1]:
Kandungan gizi dari 100 gram jintan hitam adalah sebagai berikut:
IDNmedis.com Info Gizi (Per 100 Gram) Rempah-rempah, biji jintan hitam | |||
---|---|---|---|
Kalori: | 375 | Kalori Dari Lemak: | 186.4 |
%Kebutuhan Harian | |||
Total Lemak | 22.3 g | 34.26 % | |
Lemak Jenuh | 1.5 g | 7.68 % | |
Lemak Trans | 0 | 0 % | |
Kolesterol | 0 mg | 0 % | |
Sodium | 168 mg | 7 % | |
Total Karbohidrat | 44.2 g | 14.75 % | |
Serat | 10.5 g | 42 % | |
Gula | 2.3 g | ||
Protein | 17.8 g | 35.62 % | |
Vitamin A | 25.4 % | Vitamin c | 12.84 % |
Kalsium | 93.1 % | Zat besi | 368.64 % |
Src : Rempah-rempah, biji jintan hitam *Kebutuhan harian berdasarkan diet 2,000 kalori. Kebutuhan anda bisa lebih besar/kecil. |
Vitamin | |||
---|---|---|---|
Penyajian 100gr | % kebutuhan Harian | ||
Vitamin A | 1270 IU | 25.4 % | |
Vitamin C | 7.7 mg | 12.84 % | |
Vitamin D | 0 | 0 % | |
Vitamin E (Alpha Tokoferol) | 3.3 mg | 16.65 % | |
Vitamin K | 5.4 mcg | 6.75 % | |
Tiamin | 0.6 mg | 41.87 % | |
Riboflavin | 0.3 mg | 19.24 % | |
Niasin | 4.6 mg | 22.9 % | |
Vitamin B6 | 0.4 mg | 21.75 % | |
Folat | 10 mcg | 2.5 % | |
Vitamin B12 | 0 mcg | 0 % | |
Asam Pantotenat | 0 | 0 % | |
Kolin | 24.7 mg | 0 % | |
Betaine | 0 | 0 % | |
Mineral | |||
---|---|---|---|
Penyajian 100gr | % kebutuhan Harian | ||
Kalsium | 931 mg | 93.1 % | |
Besi | 66.4 mg | 368.64 % | |
Magnesium | 366 mg | 91.51 % | |
Fosfor | 499 mg | 49.9 % | |
Kalium | 1788 mg | 51.09 % | |
Sodium | 168 mg | 7 % | |
Seng | 4.8 mg | 32 % | |
Tembaga | 0.9 mg | 43.35 % | |
Mangan | 3.3 mg | 166.63 % | |
Selenium | 5.2 mcg | 7.43 % | |
Fluor | 0 | 0 % | |
Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa jintan hitam mengandung mineral dan vitamin yang cukup tinggi sehingga memiliki kandungan antioksidan yang cukup tinggi.
Selain kandungan pada tabel di atas, jintan hitam juga mengandung berbagai asam dan senyawa lain yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh yaitu[1,3,4,5]:
Beberapa manfaat dari jintan hitam adalah sebagai berikut:
Jintan hitam mengandung berbagai senyawa aktif termasuk asam lemak yang membuat biji ini kaya akan antioksidan dan mencegah berbagai kerusakan dalam sel tubuh yang disebabkan oleh radikal bebas[6].
Antioksidan ini sangat penting untuk kesehatan karena ini dapat menyembuhkan berbagai penyakit dan mencegah berbagai penyakit terjadi di dalam tubuh seperti flu[1,6].
Minyak jintan hitam dapat memperlancar saluran pernapasan, mengurangi radang pada paru serta rasa sesak saat bernapas, dan mengendurkan otot di saluran pernapasan[7].
Pemberian minyak jintan hitam kepada pasien asma atau penderita penyakit paru dapat mengurangi kesulitan untuk bernapas dan meningkatkan fungsi dari paru-paru[7].
Ekstrak jintan hitam dapat menurunkan kadar tekanan darah dan kolesterol secara signifikan pada penderita hipertensi[7,8].
Kandungan kalsium yang cukup tinggi dari ekstrak ini dapat menghambat peningkatan kadar tekanan darah serta kolesterol[7,8].
Ekstrak jintan hitam dapat mencegah gangguan pada jantung dan melindungi kesehatan jantung karena ekstrak ini mampu menurunkan kadar lemak jahat serta kolesterol yang dapat menimbulkan penyakit pada jantung[8].
Jintan hitam merupakan salah satu biji tanaman yang dapat membantu untuk menurunkan berat badan baik pada orang sehat, pasien obesitas, hingga pasien diabetes[9].
Jintan hitam telah terbukti dapat menurunkan berat badan dan lemak dalam tubuh secara signifikan serta mengecilkan lingkar pinggang secara signifikan[8].
Jintan hitam dapat digunakan untuk mengatasi penyakit diabetes dan mencegah seseorang terkena penyakit diabetes[10].
Biji ini dapat menurunkan kadar gula darah, kadar trigliserida dalam darah, serta kadar hemoglobin A1c (HbA1c) secara signifikan. Ini sangat baik untuk pasien yang menderita penyakit diabetes[7,10].
Minyak jintan hitam dapat melindungi lambung dari kerusakan yang disebabkan oleh kadar asam yang meningkat pada lambung[7].
Minyak ini dapat menurunkan kadar sekresi asam dan kandungan histamin pada lambung sehingga mencegah terjadinya luka pada lambung yang dikenal dengan tukak lambung atau maag[7].
Thymoquinone (TQ) yang terdapat dalam jintan hitam memberikan manfaat yang baik bagi tubuh, salah satunya adalah melindungi kesehatan otak dan saraf dari penyakit mental[11].
Jintan hitam dapat mengurangi radang pada saraf sehingga mencegah dan mengatasi penyakit Parkinson, penyakit Alzheimer, depresi yang akut, serta kejang atau penyakit epilepsi[11].
Biji ini juga dapat membantu untuk meningkatkan daya ingat, perhatian, kemampuan berpikir dan mengurangi kegelisahan dari seseorang[11,14].
Ekstrak minyak jintan hitam dapat melawan berbagai bakteri dan jamur yang dapat menyebabkan gangguan dan infeksi pada kulit seperti bakteri Staphylococcus epidermidis dan Staphylococcus aureus serta jamur candida albicans[12].
Hal ini membuat minyak dari biji ini dapat mengatasi beberapa gangguan serta infeksi pada kulit seperti jerawat, radang kulit atau psoriasis, eksim atau reaksi alergi kulit, dan kulit kering[12,13].
Minyak jintan hitam juga dapat memberikan nutrisi pada rambut dan kulit kepala sehingga membantu untuk menjaga kelembaban rambut dan mengatasi kulit kering pada kepala[12].
Thymoquinone (TQ) dalam jintan hitam dapat membantu untuk menyembuhkan luka pada kulit dengan cara yaitu mengurangi jumlah kadar dari sel darah putih[12].
Biji ini juga dapat mengurangi kerusakan jaringan kulit yang disebabkan oleh luka, mengurangi infeksi atau radang yang disebabkan oleh bakteri, serta meningkatkan pembentukan sel kulit yang rusak[12].
Kandungan Thymoquinone (TQ) dalam jintan hitam dapat berperan secara aktif untuk memperlambat pertumbuhan sel kanker dalam tubuh[15].
Biji ini juga menghambat perkembangan dari sel kanker dan merusak sel kanker. Beberapa sel kanker yang dimaksud adalah kanker hati, kanker payudara, serta leukemia[15].
Ekstrak jintan hitam juga menghambat stres oksidatif dan racun masuk ke dalam hati dan mencegah terjadinya gangguan atau penyakit pada hati. Ini sangat baik untuk melindungi kesehatan hati[15].
Ekstrak jintan hitam dapat menurunkan kadar serum protein C-reaktif (hs-CRP) pada radang sendi serta mengurangi pembengkakan atau penumpukan cairan dan rasa nyeri pada radang sendi atau dikenal juga dengan rematik[16].
Ekstrak jintan hitam dapat meningkatkan jumlah sperma, konsentrasi testosteron, dan kualitas dari semen yang abnormal pada pria. Ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan pada pria[17,18].
Ekstrak jintan hitam dapat mengurangi gejala dan mengatasi penyakit dispepsia atau gangguan pada pencernaan seperti nyeri perut, mual, perut kembung, nyeri pada ulu hati, serta diare[1,19].
Jintan hitam mengandung aktivitas anti jamur dan anti bakteri yang kuat. Biji ini dapat melawan berbagai bakteri atau jamur seperti bakteri seperti bakteri Helicobacter pylori dan e. coli serta jamur Trichophyton violaceum dan Microsporum canis[6,20].
Ini berarti bahwa jintan hitam dapat mengatasi infeksi yang disebabkan oleh jamur dan bakteri dalam tubuh.
Jintan hitam dapat digunakan untuk membantu kesembuhan dari penderita penyakit hepatitis c. Ini disebabkan karena biji ini dapat menurunkan kadar virus hepatitis c dalam darah dan mengurangi penumpukan cairan pada tungkai bawah[6].
Jintan hitam dapat digunakan sebagai obat analgesik untuk mengurangi atau meredakan rasa nyeri dalam tubuh seperti nyeri punggung, sakit kepala, nyeri yang disebabkan infeksi atau radang, nyeri gigi, nyeri lutut, nyeri payudara, serta nyeri datang bulan[1,6].
Minyak dari biji ini juga dapat digunakan untuk radang atau pembengkakan pada tubuh seperti radang usus atau radang pembuluh darah yang disebabkan oleh suntikan dari suatu pengobatan tertentu[1,6]
Ekstrak jintan hitam dapat membunuh parasit atau cacing pada usus yang menyebabkan penyakit cacingan. Biji ini sangat baik untuk mencegah terjadinya penyakit cacing khususnya pada anak-anak[6].
Jintan hitam dapat meningkatkan jumlah sel darah putih dalam tubuh dan sistem kekebalan tubuh khususnya pada pasien yang telah selesai dalam menjalani pengobatan kanker[1].
Biji ini juga baik untuk diberikan terhadap pasien yang menderita penyakit autoimun karena dapat meningkatkan sistem imun dalam tubuh untuk melawan penyakit tersebut[1].
Ekstrak jintan hitam dapat melindungi ginjal dari berbagai kerusakan dan penyakit atau cedera, salah satunya adalah batu ginjal. Ekstrak ini secara efektif dapat mengatasi batu ginjal dan mencegah penyakit tersebut kambuh[21].
Ekstrak jintan hitam dapat membunuh parasit Plasmodium yoelii yang setara dengan parasit plasmodium yang dapat menyebabkan penyakit malaria. Ekstrak ini memiliki potensi untuk menyembuhkan penyakit malaria[6].
Beberapa efek samping dari jintan hitam bila dikonsumsi secara berlebihan adalah sebagai berikut:
Beberapa orang yang menggunakan jintan hitam setiap hari selama 8 minggu menyebabkan rasa mual dan perut kembung. Untuk itu, penggunaan jintan hitam tidak disarankan secara berlebihan[19,22].
Jintan hitam juga menimbulkan reaksi alergi yaitu gatal-gatal saat dioleskan pada kulit. Penggunaan jintan hitam pada kulit harus disertai dengan pengecekan alergi terhadap jintan hitam[23].
Penggunaan jintan hitam secara berlebihan dapat membahayakan ginjal. Seorang pasien diabetes menderita penyakit gagal ginjal akut setelah mengkonsumsi jintan hitam setiap hari selama 6 hari[24].
Untuk itu, seseorang yang memiliki masalah ginjal disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
Jintan hitam yang dapat menurunkan kadar gula darah serta tekanan darah secara signifikan dapat memberikan reaksi hipoglikemia dan kadar tekanan darah yang terlalu rendah[22].
Untuk itu, penggunaan jintan hitam tidak boleh berlebihan dan disertai dengan pemantauan ktekanan darah serta gula darah.
Jintan hitam memberikan reaksi yang buruk bila digabungkan dengan beberapa jenis obat seperti obat dengan proses sitokrom P450, warfarin (Coumadin) dan metoprolol (Lopressor)[25,26].
Seseorang yang sedang menjalani pengobatan tertentu disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu sebelum mengkonsumsi jintan hitam sebagai pengobatan tradisional.
Beberapa cara penggunaan dari jintan hitam adalah sebagai berikut:
Jintan hitam sering digunakan sebagai bumbu penyedap masakan dan penambah rasa. Biji yang telah dikeringkan dan dijadikan serbuk, dapat ditambahkan pada segala jenis masakan seperti tumisan, kari, roti, kue kering, serta minuman keras[27].
Minyak jintan hitam telah banyak dijual di berbagai toko rempah-rempah. Minyak ini dapat dikonsumsi langsung atau dioleskan pada kulit serta kepala untuk mengatasi berbagai penyakit[28].
Kapsul jintan hitam yang berbentuk suplemen juga telah banyak dijual di toko kesehatan. Kapsul ini diminum sesuai dengan takaran atau dosis yang tertera pada petunjuk untuk mengatasi berbagai penyakit[28].
Teh jintan hitam dapat dibuat dari campuran serbuk jintan hitam yang dicampur dengan air mendidih, lalu disaring dan diminum untuk mengatasi berbagai penyakit. Teh ini dapat ditambahkan sedikit madu untuk memberikan rasa manis[27,28].
Serbuk jintan hitam dapat dibuat dari biji yang dikeringkan dan ditumbuk atau digiling dengan blender hingga menjadi serbuk atau serbuk ini dapat dibeli pada toko rempah.
Jintan hitam dan bawang putih dihaluskan dan dicampur dengan madu dapat diminum dan berguna untuk mengatasi batuk, flu, serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh[27].
Cara menyimpan jintan hitam sama seperti cara menyimpan bumbu lainnya seperti merica atau lada. Jintan hitam disimpan dalam wadah kering dan kedap udara, dijauhkan dari panas atau cahaya matahari, dan disimpan pada suhu ruangan[29].
Jintan hitam merupakan biji dari tanaman berbunga yang sering digunakan sebagai bahan penyedap masakan dan dikenal sebagai pengobatan herbal yang mujarab. Namun, biji ini juga memiliki beberapa efek samping bila digunakan secara berlebihan.
1) Aftab Ahmad, Asif Husain, Mohd Mujeeb, Shah Alam Khan, Abul Kalam Najmi, Nasir Ali Siddique, Zoheir A. Damanhouri & Firoz Anwar. A review on therapeutic potential of Nigella sativa: A miracle herb. Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine. 2013.
2) Anonim. Black Seed. WebMD. Diakses 2020.
3) Yearul Kabir, Hitoshi Shirakawa & Michio Komai. Nutritional composition of the indigenous cultivar of black cumin seeds from Bangladesh. Progress in Nutrition-Mattioli. 2019.
4) Bahman Nickavar, Faraz Mojab, Katayoun Javidnia & Mohammad Ali Roodgar Amoli. Chemical composition of the fixed and volatile oils of Nigella sativa L. from Iran. Journal of Bioscience. 2003.
5) B K Mehta, Vikas Pandit & Meenal Gupta. New principles from seeds of Nigella sativa. Natural Product Research. 2009.
6) Ebrahim M. Yimer, Kald Beshir Tuem, Aman Karim, Najeeb Ur-Rehman & Farooq Anwar. Nigella sativa L. (Black Cumin): A Promising Natural Remedy for Wide Range of Illnesses. Hindawi Publishing. 2019.
7) Rana Keyhanmanesh, Zahra Gholamnezhad & Mohammad Hossien Boskabady. The relaxant effect of Nigella sativa on smooth muscles, its possible mechanisms and clinical applications. Iranian Journal of Basic Medical Sciences. 2014.
8) Reza Mahdavi, Nazli Namazi, Mohammad Alizadeh & Safar Farajnia. Effects of Nigella sativa oil with a low-calorie diet on cardiometabolic risk factors in obese women: a randomized controlled clinical trial. National Institute of Health. 2015.
9) Shirin Hasani-Ranjbar, Zahra Jouyandeh & Mohammad Abdollahi. A systematic review of anti-obesity medicinal plants - an update. Springer. 2013.
10) Abdullah O Bamosa, Huda Kaatabi, Fatma M Lebdaa, Abdul-Muhssen Al Elq & Ali Al-Sultanb. Effect of Nigella sativa seeds on the glycemic control of patients with type 2 diabetes mellitus. National Institute of Health. 2010.
11) Tahereh Farkhondeh, Saeed Samarghandian, Ali Mohammad Pourbagher Shahri & Fariborz Samini. The Neuroprotective Effects of Thymoquinone: A Review. National Institute of Health. 2018.
12) Ahmad M, Nagib A. Elmarzugi, Laila M. Abu Ayyash, Maher N. Sawafta & Hadeel I. Daana. A Review on the Cosmeceutical and External Applications of Nigella sativa. Journal of Tropical Medicine. 2017.
13) M Yousefi, B Barikbin, M Kamalinejad, E Abolhasani, A Ebadi, S Younespour, M Manouchehrian & S Hejazi. Comparison of therapeutic effect of topical Nigella with Betamethasone and Eucerin in hand eczema. Wiley Online Library. 2012.
14) Muhammad Shahdaat Bin Sayeed, Md Asaduzzaman, Helal Morshed, Md Monir Hossain, Mohammad Fahim Kadir, & Md Rezowanur Rahman. The effect of Nigella sativa Linn. seed on memory, attention and cognition in healthy human volunteers. Elsevier. 2013.
15) Md. Asaduzzaman Khan, Mousumi Tania, Shangyi Fu & Junjiang Fu. Thymoquinone, as an anticancer molecule: from basic research to clinical investigation. National Institute of Health. 2017.
16) Sorayya Kheirouri, Vahid Hadi & Mohammad Alizadeh. Immunomodulatory Effect of Nigella sativa Oil on T Lymphocytes in Patients with Rheumatoid Arthritis. A Journal of Molecular and Cellular Immunology - Taylor & Francis. 2016.
17) M Kolahdooz, S Nasri, S Zadeh Modarres, S Kianbakht & H Fallah Huseini. Effects of Nigella sativa L. seed oil on abnormal semen quality in infertile men: a randomized, double-blind, placebo-controlled clinical trial. Elsevier. 2014.
18) Rahmatollah Parandin, Namdar Yousofvand & Rostam Ghorbani. The enhancing effects of alcoholic extract of Nigella sativa seed on fertility potential, plasma gonadotropins and testosterone in male rats. Iranian Journal of Reproductive Medicine. 2012.
19) Reza Mohtashami, Hasan Fallah Huseini, Mojtaba Heydari, Mohsen Amini, Zainab Sadeqhi, Habib Ghaznavi & Saeed Mehrzadi. Efficacy and safety of honey based formulation of Nigella sativa seed oil in functional dyspepsia: A double blind randomized controlled clinical trial. Elsevier. 2015.
20) Hojjatollah Shokri. A review on the inhibitory potential of Nigella sativa against pathogenic and toxigenic fungi. Avicenna Journal of Phytomedicine. 2015.
21) Parichehr Hayatdavoudi, Abolfazl Khajavi Rad, Ziba Rajaei & Mousa AL-Reza Hadjzadeh. Renal injury, nephrolithiasis and Nigella sativa: A mini review. Avicenna Journal of Phytomedicine. 2016.
22) Alireza Tavakkoli, Vahid Mahdian, Bibi Marjan Razavi & Hossein Hosseinzadeh. Review on Clinical Trials of Black Seed (Nigella sativa ) and Its Active Constituent, Thymoquinone. Korean Pharmacopuncture Institute. 2017.
23) B H Ali & Gerald Blunden. Pharmacological and toxicological properties of Nigella sativa. Phytotherapy Research - Wiley Online Library. 2003.
24) Erol Arslan, Selim Sayin, Seref Demirbas, Mustafa Cakar, Nazire Gokce Somak, Sirzat Yesilkaya & Kenan Saglam. A case study report of acute renal failure associated with Nigella sativa in a diabetic patient. Elsevier. 2003.
25) F I Al-Jenoobi, A A Al-Thukair, F A Abbas, M J Ansari & K M Alkharfy. Effect of black seed on dextromethorphan O- and N-demethylation in human liver microsomes and healthy human subjects. National Institute of Health. 2010.
26) Anne M McDonnell, PharmD, BCOP & Cathyyen H. Dang, PharmD, BCPS. Basic Review of the Cytochrome P450 System. Harborside Press. 2013.
27) Anonim. Black Cumin facts and health benefits. Health Benefits Times. Diakses 2020.
28) Anonim. What Is Black Seed Oil? All You Need to Know. Healthline. 2020.
29) Cathy Wong & Meredith Bull, ND. The Health Benefits of Nigella Sativa. VeryWell Health. 2020.