4 Ciri Kulit Sensitif pada Bayi dan Cara Mengatasinya

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Di Supermarket atau minimarket sekalipun, Anda mungkin sering menjumpai beberapa produk perawatan yang dikhususkan untuk bayi. Produk yang dikeluarkan bermacam-macam, mulai dari shampoo, sabun, minyak angin dan parfurm khusus bayi. Kandungan dari produk-produk tersebut dapat dibilang tidak tajam karena ditujukan untuk kulit bayi yang masih rentan, halus dan lembut.

Tekstur kulit bayi memiliki perbedaan dengan kulit orang tua, remaja, atau bahkan anak-anak. Kulit bayi cenderung sensitif. Ruam dan kulit kering biasanya menyerang kulit bayi dan memang dapat dikatakan hal ini wajar terjadi. Contohnya mungkin Anda mungkin sudah tidak asing lagi melihat kemerahan yang diakibatkan penggunaan popok[1].

Tanda Kulit Sensitif pada Bayi

Beberapa tanda di bawah ini dapat menandakan bahwa bayi Anda memiliki kulit yang sensitif.

  • Terjadi Reaksi pada Penggunaan Pembersih Bayi

Produk bayi biasanya dibuat dengan bahan yang cenderung aman karena ditujukan pada bayi yang sangat rentan. Namun, ada beberapa bayi yang mengalami reaksi ketika menggunakan body lotion, sabun, shampoo, atau baju yang memiliki wewangian dan penggunaan detergen. Misalnya, kulit bayi menjadi memerah dan iritasi tepat setelah menggunakan produk tersebut. Hal ini dapat dikatakan bayi Anda memiliki kulit yang sensitif[1].

  • Mengalami Eksim pada Kulit

Eksim biasanya terjadi pada kulit yang sensitif dan mudah terkena iritasi. Hal ini membuat beberapa bayi akan mengalami hal ini pada kulit mereka[2].

Eksim itu sendiri adalah keadaan dimana kulit terlihat kemerahan, kasar, bersisik dan gatal. Pada bayi di bawah dua tahun, gejala eksim akan terjadi ruam di kulit kepala dan pipi. Ruam tersebut dapat menyebabkan gatal pada bayi dan menggangu[3].

Anda mungkin tidak asing dengan isitilah jerawat. Jerawat memang tampak mengganggu. Namun, jerawat tidak hanya terjadi pada remaja yang baru mengalami pubertas atau orang dewasa. Ternyata bayi juga dapat memliki jerawat pada kulitnya yang disebut dengan jerawat bayi. Letak jerawat ini biasanya dapat ditemukan di dagu leher, punggung, kelopak mata, dan pipi[4].

Jerawat bayi disebabkan oleh kulit yang bayi yang sangat sensitif serta pori-pori yang belum terbentuk dengan sempurna yang menyebabkan kotoran mudah untuk menyusup ke kulit. Selain itu, hormon juga bisa menjadi penyebabnya. Hormon disini disaluri oleh hormon yang dimiliki sang Ibu ketika mengandung yang beredar melalui aliran darah[4].

  • Kulit Bayi Mudah Terkena Ruam

Selain eksim, Kulit bayi yang sensitif membuat mereka lebih mudah terjadi ruam pada kulit. Ruam tersebut dibagi menjadi beberapa jenis seperti biang keringat, ruam popok, dan strep rash[5].

Biang keringat biasanya menyerang bayi di saat cuaca panas atau memakai baju yang terlalu tebal. Penyebabnya ialah kelenjar keringat yang terjebak di bawah kulit. Biang keringat akan muncul dengan bentuk benjolan kecil kemerahan dan menyebabkan gatal. Benjolan tersebut terletak di kepala, leher, dan bahu[5].

Popok digunakan pada bayi untuk menampung urine bayi ketika tidak ingin menggunakan toilet. Popok biasanya digunakan untuk tidur di malam hari atau berpergian dalam jangka waktu yang lama. Hal itu membuat kulit bayi akan terjadi iritasi akibat basah, lembab dan gesekan yang membuat bercak kemerahan pada area bokong bayi. Kadang kulit akan terasa hangat jika disentuh dan bengkak[5].

Jika Anda sedang mengalami radang tenggorokan, ada baiknya untuk tidak terlalu dekat pada bayi. Hal ini disebabkan bayi bisa terkena strep rash yang disebabkan oleh virus. Akibat dari ruam ini adalah kulit akan mengalami kulit kemerahan yang nampak cerah, memiliki bercak basah, lepuh dan keropeng[5].

Ciri di atas dapat mengganggu si bayi. Namun, untuk beberapa kasus, gejala memang umum dan sering terjadi pada bayi. Misalnya jerawat bayi yang umumnya terjadi pada bayi yang berusia 2 sampai 4 minggu. [1]

Anda mungkin pernah melihat ruam yang terjadi di sekitar ubun-ubun bayi. Ruam tersebut diberi nama cradle crap dan tidak menandakan bahwa kulit bayi Anda sensitif[1].

Cara Mengatasi Kulit Sensitif pada Bayi

Selain nutrisi yang harus dipenuhi untuk si bayi, jangan lupakan untuk menaruh perhatian lebih pada kulit bayi. Seperti yang dijelaskan, kulit bayi bersifat sensitif dan sangat rentan terjadi iritasi. Perawatan kulit bisa mengurangi terjadinya beberapa permasalahan pada kulit bayi. Cara-cara di bawah ini dapat dilakukan untuk mengurangi permasalahan kulit bayi.

  • Jangan Terlalu Sering Memandikan Bayi

Bayi hanya akan berbaring, duduk, dan makan, minum, tidur dan menangis. Mereka tidak melakukan hal-hal yang berat seperti orang dewasa. Hal ini membuat bayi selalu bersih dan tidak perlu dimandikan setiap harinya. Cukup 2-3 kali saja dalam seminggu. [6]

Jika memandikan lebih dari tiga kali, akan terjadi hal merugikan seperti meghilangkan minyak alami pada bayi yang dapat menyebabkan kekeringan pada kulit dan membuat eksim tambah parah[6].

  • Selektif dalam Memilih Produk Bayi

Penggunaan produk untuk bayi harus dipilih dengan tepat. Gunakan produk bayi yang tidak berbau tajam atau tidak berbau sama sekali terutama pada bayi yang baru saja dilahirkan[6].

  • Menggunakan Popok dengan Cara yang Tepat

Popok yang basah dan kotor menjadi salah satu penyebab terjadinya ruam pada area bokong bayi. Hal ini dikarenakan jamur dan bakteri senag di tempat yang lembab. Penggunaan popok harus dilakukan secara benar untuk meminimalisir ruam yang terjadi. [6]

Pertama, sering-seringlah untuk memeriksa popok yang digunakan bayi. Jika popok sudah penuh dan terlalu basah segera lepaskan popok. Jangan lupa bersihkan area bokong bayi dan dipastikan telah benar-benar bersih[6].

  • Cuci Pakaian Bayi dengan Detergen Khusus

Ada baiknya baju bayi, selimut dan peralatan yang terbuat dari kain dipisahkan dengan milik orang dewasa. Hal ini dikarenaka baju bayi sebaiknya menggunakan detergen yang diformulasikan untuk pakaian bayi. Alternatif lainnya yaitu menggunakan detergen bayi untuk semua pakaian jika ingin digabung[6].

  • Pijat Bayi

Menurut penelitian, kulit bayi harus selalu dipijat dan disentuh karena dapat meningkatkan kekebalan tubuh pada bayi sehingga dapat membantu melawan penyakit. Selain itu, sentuhan dapat membuat bayi lebih tenang dan tidur lebih nyenyak[6].

Cara-cara di atas adalah cara umum yang biasanya digunakan untuk lebih melindungi kulit bayi dari iritasi dan kulit yang bermasalah. Anda mungkin dapat mengonsultasikan keadaan kulit bayi ke dokter terutama jika terjadi permasalahan kulit tersebut sudah mengganggu ketenangan bayi.

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment