5 Dampak Buruk Perselingkuhan bagi Kesehatan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Perselingkuhan atau hubungan di luar hubungan resmi dapat mengakibatkan dampak buruk pada reputasi sosial pihak yang terlibat[1].

Orang yang berselingkuh cenderung berusaha menutupinya agar tidak diketahui oleh orang lain, yang mana akan memerlukan upaya ekstra serta menambah tingkat stress. Seiring waktu, efek perselingkuhan dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan mental dan emosional setiap pihak yang terkait[1].

Berikut beberapa dampak buruk perselingkuhan bagi kesehatan:

1. Buruk untuk Kesehatan Jantung

Peneliti menemukan bahwa pria yang memiliki hubungan perselingkuhan stabil memiliki risiko dua kali lebih tinggi untuk mengalami penyakit jantung dibandingkan pria lain pada awal penelitian[2].

Selama penelitian ditemukan bahwa pria yang terlibat dalam hubungan selingkuh jangka panjang lebih berisiko mengalami masalah jantung serius, bahkan setelah disesuaikan dengan usia, merokok, perilaku, dan faktor-faktor lain[2].

Penelitian tersebut melaporkan efek buruk perselingkuhan pada morbiditas kardiovaskular. Beberapa teori mengenai alasannya antara lain[2]:

  • pertemuan dengan orang selain pasangan sering kali mendahulukan dengan makan dan/atau minum berat
  • berhubungan seksual di tempat yang tidak familier dapat meningkatkan laju detak jantung dan tekanan darah seseorang, sehingga berpotensi memicu serangan
  • perasaan bersalah dapat menginduksi gangguan psikologis yang mana meningkatkan risiko penyakit jantung

2. Stress dan Peningkatan Kadar Kortisol

Orang yang berselingkuh akan merasa takut hubungan perselingkuhan diketahui oleh orang lain. Bagi kesehatan mental, rasa takut merupakan hal yang buruk[1].

Orang yang selingkuh akan terus menerus memikirkan mengenai apa yang akan terjadi jika mereka ketahuan, bagaimana perselingkuhannya akan mempengaruhi keluarga, dan bagaimana pandangan masyarakat mengenai mereka[1].

Berbagai ketakutan ini akan mengakibatkan ketidakstabilan mental dan emosional sehingga orang yang berselingkuh lebih rentan mengalami kecemasan dan depresi[1].

Berbagai rasa takut dan stress yang dirasakan juga akan mengarah pada tingginya kadar hormon kortisol di dalam tubuh, yang mana akan menimbulkan dampak negatif pada berbagai sistem tubuh[3].

3. Kelelahan Mental

Perasaan bersalah dan ketakutan yang terus menerus dirasakan dapat menyebabkan orang yang berselingkuh merasa kelelahan secara mental. Terlebih lagi, harapan yang tidak semestinya dari pasangan dapat membuat kondisi mereka lebih buruk[1].

Kombinasi dari faktor-faktor tersebut akan menimbulkan stress dan tekanan mental, memperburuk perasaan kelelahan emosional. Ditambah lagi, berhubungan secara romantis dengan dua orang pada saat yang bersamaan dapat sangat menakutkan[1].

4. Perasaan Bersalah

Orang yang selingkuh dapat merasa senang dengan hubungan yang dijalani. Di saat bersamaan, mereka dapat merasa bersalah karena menyakiti pasangannya[1].

Hal yang sama juga dapat dialami oleh pasangan yang menjadi korban perselingkuhan. Mereka dapat menyalahkan diri sendiri karena merasa telah menyebabkan pasangannya selingkuh. Penyebabnya dapat berbagai hal mulai dari penampilan, kurang perhatian, atau kurang intim[4].

Rasa bersalah membuat orang lebih lemah secara emosional, sehingga menurunkan tingkat kepercayaan dan penghargaan diri. Hal ini akan menyebabkan lebih banyak tekanan dan pergolakan mental[1].

Rasa bersalah juga dapat mengakibatkan penurunan sistem imun serta fungsi berbagai sistem tubuh lainnya[3].

5. Kerusakan Penghargaan Diri

Pikiran berlebihan mengenai konsekuensi yang tidak diinginkan dari hubungan perselingkuhan dapat berdampak buruk bagi kesehatan mental seseorang[1, 4].

Bagi korban perselingkuhan, fakta bahwa pasangan lebih memilih orang lain dapat membuatnya mulai bertanya-tanya jika ia lebih menarik, lebih tinggi, atau lebih baik lagi mungkin pasangannya tidak akan berselingkuh. Pemikiran-pemikiran tersebut dapat menyebabkan turunnya penghargaan terhadap diri sendiri[4].

Sedangkan bagi pasangan yang melakukan perselingkuhan, mereka dapat memandang diri sendiri sebagai pelaku jahat dan menyalahkan diri untuk semua hal yang tidak berlangsung dengan baik. Proses pemikiran ini mengakibatkan kerusakan pada penghargaan diri[1].

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment