8 Gejala Penyakit Saraf Kejepit

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Penyakit Saraf terjepit atau HNP (Herniasi Nukleus Pulposus) ini adalah penyakit yang menjangkit tidak hanya usia lanjut atau usia senja tetapi, dapat menjangkit kaum muda jika tidak berhati – hati dalam berkegiatan sehari – hari[6].

Penyakit saraf  terjepit ini disebabkan oleh Diskus atau bantalan karet yang terletak diantara tualng individu terlepas. Diskus ini merupakan tulang lunak yang dibungkus dengan tulang keras yang berbentuk seperti donat[6].

Diskus (banatlan karet) ini bisa terlepas karena accident atau cedera saat kita berkegiatan. HNP (Herniated Nukleus Pulposus) ini biasa terjadi pada area tulang belakang dan bisa juga terjadi disekitar area bagian leher.[6]

Saraf terjepit ini kebanyakan terjadi pada tulang belakang seperti pada punggung atau dalam medis bisa disebut dengan Herniated Lumbar Disk. Tidak hanya pada punggung bisa juga terjadi pada bagian leher yang dalam dunia medis biasa disebut Herniated Cervival Disk. Saraf terjepit pada tulang belakang (Herniated Lumbar Disk) ini memiliki beberapa gejala yang dapat timbul, seperti[6] :

1. Sakit punggung

Sakit atau nyeri yang dirasakan pada punggung merupakan gejala yang awam bagi penderita saraf terjepit ini. Hal ini terjadi karena bantalan karet pada tulang belakang seperti punggung terlepas sehingga, menimbulkan rasa nyeri pada area tulang belakang seperti punggung.

2. Mati rasa atau kebas disekitar area pinggang

Terlepasnya bantalan karet pada tulalng belakang utamanya area punggung dapat menyebabkan saraf disekitarnya menjadi tegang. Sehingga, jika saraf tegang dalam jangka waktu yang lama akan menimbulkan rasa kebas atau mati rasa pada sekitar area saraf yang menegang tersebut.

3. Kelemahan otot

Bisa juga salah satu gejala dari saraf terjepit di tulang belakang atau dapat disebut dengan Herniated Lumbar Disk ini adalah dengan melemah nya kekuatan otot kita. Hal ini sering terjadi namun jarang sekali disadari oleh penderitanya. Contoh dari melemahnya kekuatan otot kita seperti sulit untuk bangun dari kursi walaupun kita duduk tidak dalam jangka waktu yang lama, sulit untuk menaiki anak tangga.

4. Sering merasakan kesemutan

Kesemutan ini juga terjadi akibat dari saraf yang tegang karena bantalan karet yang berada diantara tulang individu terlepas. Jika anda merasakan kesemutan dengan frekuensi yang cukup sering, ini perlu diwaspadai karena bisa saja anda terjangkit penyakit saraf terjepit ini.

Selain saraf terjepit yang terjadi pada tulang belakang seperti umumnya pada punggung, penyakit saraf terjepit ini bisa juga terjadi pada area leher atau yang sering disebut dengan Herniated Cervival Disk. Gejala yang mungkin saja timbul pada penyakit Herniated Cervival Disk atau penyakit saraf terjepit ini antara lain, yaitu [6]:

5. Nyeri saat menggerakkan leher

Nyeri ini disebabkan oleh diskus (bantalan karet) yang terletak diantara tulang individu pada bagian leher ini terlepas, sehingga menimbulkan rasa sakit atau nyeri pada area leher. Rasa nyeri ini akan meningkat sewaktu kita menggerakkan leher ke kira atau ke kanan

6. Rasa sakit pada bahu

Ini merupakan salah satu gejala yang mungkin timbul dari penyakit saraf terjepit pada leher, karena bantalan akret paad tulang individu bagian leher terlepas, yang menimbulkan rasa sakit hingga ke bahu.

7. Berasa kebas pada lengan hingga jari – jari tangan

Rasa kebas atau mati rasa ini disebabkan oleh saraf pada area leher hingga bahu tidak rileks sehingga, dalam jangka waktu yang cukup lama akan mengalami kebas atau mati rasa.

8. Kekuatan otot pada jari – jari tangan berkurang

Hal ini merupakan gejala yang sering kita semua abaikan atau bahkan kita tidak sadar jika massa otot kita melemah. Berkuranagnya massa otot ini bisa terlihat seperti pada saat kita ingin membuka toples berasa kesusahan meskipun toples tersebut tidak tertutup seraca erat atau rapat.

Apakah hanya lansia yang bisa terkena saraf terjepit ini?

Semua kalangan bisa saja terkena penyakit saraf terjepit ini. Bahkan orang dewasa atau remaja pun dapat terjangkit penyakit saraf terjepit ini. Misal saja saat orang dewasa atau orang remaja sedang melakukan olahraga dan terjadi accident atau cidera saat berolahraga[5].

Maka, bisa saja kita terkena diskus hernia atau secara umum bisa disebut dengan saraf terjepit. Jadi, tidak menjamin hanya orang tua atau usia lanjut saja yang dapat terkena saraf terjepit ini tetapi, kaum muda – mudi pun dapat terjangkit penyakit saraf terjepit ini[5].

Cara menanggulangi penyakit saraf terjepit?

Bebarapa penanganan yang dapat dilakukan saat sudah terjangkit penyakit saraf terjepit :

  • Dengan penggunaan obat Pereda nyeri seperti paracetamol dan ibuprofen yang dapat dibeli secara bebas di apotek.
  • Menggunakan balsem yang khusus untuk meredakan rasa nyeri atau sakit.
  • Jika kedua hal tersebut belum mengatasi rasa nyeri yang timbul, anda dapat mengunjungi dokter atau ahli terapi fisik untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Kesehatan sangat penting bagi kita semua tidak ubahnya Kesehatan tulang dan sendi juga penting bagi kita semua. Apalagi jika kita sudah berada pada usia lanjut kita harus ekstra dalam menjaga Kesehatan tulang dan sendi. Menjaga Kesehatan tulang dan sendi penting agar kita bisa terhindar dari penyakit nyeri yang sering terjadi yaitu pada tulang belakang[1].

Nyeri yang terjadi tersebut dalam masyarakat sering dikenal dengan saraf terjepit atau dalam dunia kedokteran disebut dengan HNP ( Herniasi Nukleus Pulposus). Saraf terjepit ini biasanya disebabkan oleh mengangkat benda yang terlalu berat, cedera saat berolahraga, dan terjatuh saat berjalan[2].

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment