Ketahui 6 Penyakit pada Sistem Reproduksi Pria

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Penyakit pada sistem reproduksi saat ini sudah mulai mendapatkan perhatian dan penanganan yang serius, hal itu karena dampak buruk yang ditimbulkan tidaklah main-main. Apalagi penyakit sistem reproduksi tidak jauh berbeda dengan penyakit membahayakan lainnya, yaitu bisa menyerang siapa saja baik pria maupun wanita.

Sistem reproduksi pada pria sendiri merupakan serangkaian organ yang digunakan selama melakukan hubungan seksual dan prokreasi. Organ utamanya adalah gonad atau lebih umum disebut dengan kelenjar seks, dimana organ tersebutlah yang menghasilkan sperma.

Dan karena perbedaan organ itu pula yang membuat penyakit pada sistem reproduksi pria memiliki perbedaan dengan wanita, memang jika wanita pun beresiko mengalami penyakit pada sistem reproduksi, namun ada beberapa penyakit reproduksi yang hanya dialami oleh pria saja, tepatnya menyerang organ reproduksi yang hanya ada di mereka [1].

Jika wanita lebih beresiko untuk terkena kanker payudara, maka ada penyakit sistem reproduksi yang juga beresiko untuk kaum pria. Salah satunya adalah kanker prostat. Prostat merupakan kelenjar otot kecil dalam anatomi reproduksi pria, di mana kelenjar ini menghasilkan cairan penting untuk mengangkut sperma dan menjaganya supaya tetap dalam kondisi normal. [5]

Kanker prostat adalah penyakit yang umumnya diderita oleh pria dengan rentang umur di lanjut usia. Meskipun tidak dipungkiri jika kanker ini bisa menyerang usia di bawahnya [2].

Kanker prostat disebabkan oleh perubahan genetik atau terjadinya mutasi pada sel-sel yang terdapat di kelenjar prostat. Faktor genetik, pola hidup yang tidak sehat dan terjangkitnya penyakit menular seksual juga bisa menjadi pemicu terjadinya kanker prostat. Kanker prostat tidak seperti kanker ganas lainnya, karena sifat mereka adalah menyerang secara perlahan. [1]

Saat awal terkena bahkan tidak memunculkan gejala yang serius, namun setelah kanker ini membesar baru ada gejala pada sistem buang air kecil pria. Umumnya buang air kecil akan terhambat dan tidak teratur. [1]

Untuk penanganannya ditentukan oleh dokter tergantung masing-masing kondisi penderita, ada yang melakukan operasi, terapi hormon sampai pengobatan yang paling umum dipakai penderita kanker, yaitu kemoterapi [1].

  • Pembesaran Prostat

Setelah kanker prostat, ada penyakit sistem reproduksi lain pada pria, yaitu pembesaran prostat atau fikdnal juga dengan Benign Prostatic Hyperplasia (BPH). Penyakit ini merupakan penyakit yang juga umum ditemui pada sistem reproduksi pria. Saat prostat mengalami pembesaran, ia akan menyebabkan penekanan dan penjepitan pada uretra, dimana hal itu akan mempersempit tabung uretra. [2]

Saat uretra mengalami penyempitan, maka kemampuan ynguk mengosongkan kandung kemih akan terganggu. Jika kondisi ini terus berlanjut, kandung kemih pada pria akan menjadi lebih lemah dalam menjalankan fungsinya untuk mengosongkan isinya dengan baik. [2]

Pembesaran pada prostat menyebabkan sulitnya buang air kecil. Untuk penanganannya, sebaiknya langsung memeriksakan diri ke dokter spesialis penyakit dalam saat buang air kecil dirasa sudah terganggu [2].

  • Prostatis

Masih menyangkut prostat, penyakit sistem reproduksi yang bernama prostatis ini merupakan pembengkakan atau peradangan yang terjadi pada prostat. Penyakit ini banyak ditemui pada pria yang berusia dibawah 50 tahun. [1, 2, 3, 4, 5]

Jenis prostatis akut merupakan peradangan prostat yang terjadi secara tiba-tiba karena infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Jika disebabkan oleh bakteri, maka penyembuhannya bisa dilakukan dengan pengobatan antibiotik yang baik sesuai saran dan penanganan dari pihak medis.

Ada pula jenis prostatis kronis yang peradangannya bisa mencapai waktu 3 bulan lebih, prostatis kronis atau sindrom nyeri panggul kronis membutuhkan penanganan yang lebih serius oleh dokter.

Penyakit sistem reproduksi pria ini merupakan disfungsi ereksi yang langka. Disfungsi ereksi sendiri adalah suatu kondisi dimana seorang pria mengalami kesulitan mendapatkan ereksi pada penis mereka. Penyakit Peyronie menyebabkan pembengkokkan pada penis, sehingga membuat ereksi akan terasa menyakitkan. [3]

Orang yang mempunyai penyakit ini akan kesulitan dalam melakukan hubungan seksual. Penyebabnya adalah faktor traumatis yang pernah dialami oleh penis, seperti terjadinya cedera atau pemukulan pada penis. Selain karena peristiwa traumatis, penyakit Peyronie juga bisa disebabkan oleh faktor keturunan. [3]

Penanganannya bisa dilakukan dengan operasi, namun banyak dokter yang menyarankan penderita untuk melakukan terapi dan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, seperti rajin berolahraga, mengurangi konsumsi alkohol, berhenti merokok dan menghentikan penggunaan obat-obatan terlarang [3].

Selain kanker prostat, ada jenis kanker lainnya yang bisa menyerang sistem reproduksi pria, yaitu terjadinya kanker testis. Kanker testis merupakan kanker yang berasal dari salah satu testis atau bahkan keduanya. Testis sendiri merupakan kelenjar reproduksi yang dimiliki pria, dimana letaknya ada oada skrotum. [4]

Testis mempunyai fungsi untuk memproduksi sperma dan hormon testosteron. Awal mula terjadinya kanker testis paling sering karena perubahan pada sel germinal. Ini adalah sel-sel di testis yang bertugas menghasilkan sperma. Saat sel-sel ini bermasalah maka akan menjadi pemicu kanker testis. Rentang usia penderita kanker testis adalah 15-35 tahun, namun bisa juga terjadi di usia lansia. [4]

Gejala yang timbul saat menderita kanker testis adalah rasa nyeri pada testis, sakit perut di bagian bawah atau punggung, dan testis mengalami pembengkakan. Untuk menanganinya bisa dilakukan dengan beberapa metode, tergantung tingkat keparahan penyakit yang menyerang penderita. [4]

Yang pertama adalah operasi, di mana operasi dilakukan untuk mengangkat salah satu testis atau keduanya yang sudah terinfeksi penyakit. Metode kedua adalah terapi radiasi, terapi ini memanfaatkan teknologi sinal berenergi tinggi yang diarahkan di area yang terini untuk membunuh sel kanker. Metode terakhir adalah kemoterapi, metode ini menggunakan obat-obatan yang berfungsi untuk membunuh sel kanker supaya tidak semakin menyebar [4].

  • Kemandulan

Penyakit yang satu ini umumnya diarahkan langsung pada perempuan akibat stigma masyarakat yang terlanjur mengajar. Padalah baik wanita maupun pria juga sama-sama bisa mengalami kemandulan, hanya saja penyebabnya yang berbeda. [5]

Pada pria kemandulan disebabkan oleh keefektifan produksi sperma, jumlah sperma, gerakan sperma, dan faktor luar seperti kondisi kesehatan dan obat-obatan yang dikonsumsi juga turut berperan dalam penyebab kemandulan pada pria. [5]

Faktor-faktor lain seperti gaya hidup yang tidak sehat juga mempengaruhi kesuburan sistem reproduksi pria. Tanpa disadari bahwa merokok, mengonsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang seperti ganja dan kokain sangat tidak baik untuk merawat kesuburan sistem reproduksi pria [5].

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment