Penyebab Rambut Rontok Setelah Melahirkan dan Cara Mengatasi

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Tinjauan Medis : dr. Maria Arlene, Sp.Ak
Banyak ibu baru yang baru saja melahirkan mengalami kerontokan rambut beberapa bulan setelah melahirkan. Kondisi ini dapat disebabkab oleh turunnya kadar estrogen dalam tubuh. Kondisi ini bersifat sementara... dan biasanya akan kembali normal sebelum satu tahun. Untuk membantu kondisi ini, Anda dapat melakukan perawatan sendiri di rumah seperti menggunakan sampo yang diformulasikan khusus untuk rambut yang lemah, memotong rambut agar lebih pendek, dan menghindari mengikat rambut dengan kuat. Konsultasikan kepada dokter kulit jika rambut Anda tidak kembali normal dalam waktu satu tahun. Rambut rontok berlebihan dapat disebabkan oleh banyak hal, sehingga membutuhkan evaluasi dan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengidentifikasi penyebabnya. Read more

Kerontokan rambut memang bukan termasuk penyakit yang berbahaya, namun kondisi ini dapat membuat perempuan mengalami stress pasca melahirkan dan mempengaruhi kualitas hidup penderita [1].

Penyebab rambut rontok sendiri sangat beragam baik dari eksternal maupun internal. Penggunaan bahan kimia pada rambut hingga penyakit, kondisi psikis yang stress, dan juga kehamilan dapat menjadi pemicu rambut rontok [1].

Rambut rontok juga seringkali justru mulai terlihat setelah ibu hamil melahirkan. Hal ini biasanya akan terlihat setelah kurun waktu beberapa bulan melahirkan, dermatologis menyebut kondisi tersebut merupakan hal normal namun dalam kategori kerontokan rambut berlebih dan dapat disebabkan karena penurunan kadar estrogen [2].

Berapa Lama Rambut Rontok Setelah Melahirkan

Rambut rontok setelah melahirkan umumnya bersifat sementara dan hanya memakan waktu beberapa bulan. Umumnya kondisi ini juga tidak memerlukan perawatan ekstra namun banyak orang ingin segera mengatasi masalah tersebut secepatnya [3].

Pada dasarnya rambut tumbuh dalam siklus tertentu. Sebagian rambut anda ada yang aktif tumbuh namun sebagian lagi berada pada fase istirahat atau tidak aktif dan biasanya akan rontok untuk kemudian tumbuh rambut baru menggantikan rambut yang rontok tersebut [3].

Selama kehamilan sebagian besar dari rambut anda berada pada fase tumbuh, namun setelah melahirkan dan hormon estrogen turun maka rambut tersebut akan rontok secara bertahap. Rambut akan mengalami kerontokan selama beberapa bulan setelah melahirkan (1-6) bulan. Tidak jarang kondisi ini juga dapat bertahan hingga 18 bulan [3].

Penyebab Rambut Rontok Setelah Melahirkan

Berikut penjelasan lebih lanjut tentang penyebab rambut rontok setelah melahirkan [3, 4, 5, 6]:

  • Pada masa kehamilan beberapa orang mengalami pertumbuhan rambut dengan sangat cepat, rambut yang rontok setelah melahirkan justru pertanda bahwa rambut anda telah kembali ke pertumbuhan yang normal.
  • Hormon yang berubah setelah melahirkan ditengarai memicu kondisi telogen effluvium, yang merupakan salah satu jenis kerontokan rambut yang disebabkan karena rambut menipis.
  • Telogen effluvium juga dikaitkan dengan adanya kondisi stres yang intens serta perubahan emosi yang umum terjadi baik selama kehamilan maupun setelah melahirkan.
  • Studi menunjukkan bahwa stres yang dipicu pasca melahirkan dapat meningkatkan rambut untuk cepat mati dan juga rontok.
  • Ada kalanya juga kerontokan rambut setelah melahirkan menyebabkan kepitakan atau botak dibeberapa titik. Hal ini justru harus dikhawatirkan karena kemungkinan besar disebabkan oleh defisiensi vitamin atau nutrisi penting lainnya.
  • Telogen effluvium yang muncul setelah melahirkan dan disebut juga dengan telogen gravidarum terjadi karena tingginya tingkat sirkulasi estrogen plasenta dan menyebabkan rambut lebat ketika hamil. Namun setelah hilangnya hormon ini saat melahirkan maka semua rambut anagen memasuki fase katagen secara bersamaan dan menyebabkan rontoknya rambut telogen.
  • Rambut rontok setelah melahirkan juga dapat disebabkan karena adanya gangguan tiroid serta anemia yang mungkin muncul pasca melahirkan.
  • Kerontokan juga mungkin disebabkan oleh kondisi genetik yang baru terlihat setelah melahirkan.

Sebuah studi juga menyatakan bahwa rambut rontok berkurang selama kehamilan dan justru meningkat setelah melahirkan dikarenakan adanya konversi rambut dari anagen menjadi telogen mengalami perlambatan selama dan kehamilan dan meningkat setelah postpartum. Secara klinis defluvium terbukti dapat terjadi setelah melahirkan hingga beberapa bulan postpartum [5].

Cara Mengatasi Rambut Rontok Setelah Melahirkan

Untuk mengatasi rambut rontok yang muncul setelah anda melahirkan, gunakan beberapa cara berikut ini:

  • Hal pertama yang harus dilakukan untuk mengatasi rambut rontok adalah dengan mengetahui pemicu khusus dan memperbaikinya [6].
  • Pada beberapa kasus mungkin akan dibutuhkan perawatan yang bertujuan untuk menghambat katagen, induksi anagen pada folikel telogen, dan juga penghambatan eksogen [6].
  • Pada kasus kerontokan rambut yang mengarah pada telogen effluvium biasanya perawatan dilakukan dengan cara menghilangkan penyebab utama dari kerontokan salah satunya setelah melahirkan ibu cenderung mengalami kondisi emosi yang tidak stabil dan stres [1].
  • Pada dasarnya kerontokan rambut setelah melahirkan adalah normal terutama selama 1-6 bulan setelah kelahiran, namun jika kondisi tidak membaik anda harus segera menemui dermatologis karena ada beberapa penyebab lain yang tidak diketahui [2].
  • Gunakanlah rambut dan kondisioner yang dapat menutrisi rambut anda serta menambah volume rambut [2].
  • Gunakan kondisioner rambut pada ujung pangkal rambut saja untuk menghindari rambut lebih mudah rontok [2].
  • Anda juga dapat mencoba potongan rambut baru yang lebih pendek untuk mempermudah perawatan serta mengurangi kerontokan selama beberapa bulan setelah melahirkan [2].
  • Jika kerontokan rambut setelah melahirkan disebabkan oleh kondisi genetik, dokter mungkin akan memberikan rekomendasi perawatan minoksidil [4].
  • Minoksidil merupakan busa atau pelembab yang dapat digunakan di area kulit kepala satu hingga dua kali dalam sehari dan berfungsi untuk memicu pertumbuhan rambut. Akan memakan waktu kurang lebih 3-4 bulan hingga efek dari minoksidil dapat terlihat [4].

Cara Mencegah Rambut Rontok Setelah Melahirkan

Apakah rambut rontok setelah melahirkan dapat dicegah? Ada beberapa cara yang mungkin dapat mencegah kerontokan rambut, atau setidaknya dapat mengurangi kerontokan setelah anda melahirkan, diantaranya [2, 6]:

  • Hindari penggunaan shampo rambut dengan lable kondisioner shampo, karena umumnya memiliki kandungan kondisioner yang berat dan justru akan membuat rambut mudah rontok serta lepek.
  • Gunakan shampo maupun kondisioner yang diformulasikan untuk rambut normal, dan gunakan bahan yang alami karena hal tersebut akan memberikan nutrisi yang seimbang untuk rambut.
  • Saat menyisir rambut anda harus melakukannya dengan perlahan dan gunakan sisir yang bergigi jarang, sebisa mungkin hindari sisir bergigi rapat.
  • Penting bagi ibu hamil maupun yang sudah melahirkan untuk menjalani diet yang seimbang untuk mencegah terjadinya kerontokan rambut, atau mengurangi laju kerontokan. Konsumsi buah-buahan yang tinggi antioksidan akan memberikan manfaat positif bagi ibu pasca melahirkan.
  • Beberapa studi menunjukkan meskipun relatif sedikit bahwa suplemen zat besi atau tiroksin mungkin dapat mencegah dan mengurangi kerontokan rambut.

Pada dasarnya rambut rontok setelah melahirkan adalah hal yang normal, jika tidak ditandai dengan gejala penyakit yang lain seperti kanker dan diabetes. Telogen effluvium maupun telogen gravidarum adalah penyebab utama alopesia non-parut difus atau kerontokan rambut yang ditandai dengan rontoknya rambut 2-3 bulan setelah munculnya pemicu [6].

Hal ini biasanya akan bertahahan maksimal 6 bulan setelahnya untuk kasus normal dan belum ada perawatan yang spesifik yang dapat digunakan untuk mengobatinya. Hal terpenting yang harus dilakukan untuk kasus rambut rontok setelah melahirkan adalah dengan mengedukasi penderita atau pasien tentang riwayat alami dari kondisi klinis tersebut [6].

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment