Sindrom Koro: Gejala – Penyebab dan Pengobatan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Tinjauan Medis : dr. Maria Arlene, Sp.Ak
Koro adalah perasaan takut bahwa alat kelamin akan menyusut atau mengalami retraksi ke dalam tubuh. Penderita biasanya akan mengalami rasa kesemutan di area genital, yang diikuti oleh serangan panik, kemudian... rasa takut yang tiba-tiba bahwa alat kelamin akan menghilang. Koro telah dideskripsikan sebagai gangguan panik yang berpusat di area genital. Diduga ada peran budaya, doktrin religius, dan kondisi kejiwaan yang berperan dalam terbentuknya penyakit ini. Dunia kedokteran mengobati sindrom Koro sebagai sebuah fobia spesifik. Pemberian antidepresan dan antipsikotik sering digunakan dan dapat membantu mengurangi gejala. Psikoterapi dan konseling juga diberikan sebagai bagian dari terapi. Read more

Apa Itu Sindrom Koro?

Jika anda menyadari bahwa anda takut alat kelamin anda menyusut, mungkin anda mengalami sindrom koro. [3]

Sindrom koro adalah sebuah sindrom ketakutan akan penyusutan dan retraksi alat kelamin. Koro terkadang mengarah kepada sindrom retraksi gental. Kasus dari ketakutan ini telah dilaporkan di seluruh dunia di Asia, Afrika, Eropa, dan di Amerika. [2]

Wanita terkadang juga mengalami sebuah variasi dari koro dimana mereka percaya retraksi puting payudara. Fakta lebih menarik lagi adalah, sindrom koro sering terjadi sebagai epidemik dengan banyak kasus terlaporkan pada beberapa area geografi. [2]

Fakta Tentang Sindrom Koro

Beberapa fakta mengenai sindrom koro adalah [1,3,4] :

  • Beberapa penderita sindrom koro percaya bahwa saat kelamin mereka mengecil dan menghilang, mereka akan meninggal dunia.
  • Sindrom koro banyak ditemukan pada pria muda di Asia. Hal ini disebabkan karena ketidakmerataan pubertas fisiologis antar remaja pria.
  • Kasus-kasus sindrom koro di Asia pernah terjadi di Singapura tahun 1967 dengan 469 kasus, Thailand tahun 1976 dengan 2000 kasus, India tahun 1982, dan di Hainan, Cina tahun 1984 dengan lebih dari 2000 kasus.
  • Penderita sindrom koro di Amerika Serikat juga terdiagnosis dengan gangguan mental seperti skizofrenia, gangguan kecemasan, atau gangguan dimorfi tubuh, sedangkan di negara Asia penderita sindrom koro dinyatakan sehat.
  • Peneliti di Jerman percaya bahwa penderita sindrom koro sebenarnya lebih banyak daripada yang dilaporkan.
  • Sindrom koro banyak ditemukan di Sulawesi Selatan. Dalam budaya kesehatan masyarakat Bugis dan Makassar, kara koroq berarti penis menyusut, atau tercabut.
  • Di Flores barat dan tengah, penyusutan kelamin karena panik dikenal dengan nama ru’u pota atau penyusutan ajaib.
  • Di Sumba Timur, penyakit sindrom koro dikenal dengan nama hei lulu yang berarti semuanya naik.
  • Psikiatris Amerika bernama Ronald Simons berkata bahwa penyusutan penis di sindrom koro terjadid karena relfek fight or flight dari tubuh. Sedikit penyusutan penis adalah normal terjadi pada saat cemas, dan dapat menjadi penyusutan besar bila terserang panik besar. Ukuran ini dapat kembali jika kecemasan berlalu.

Gejala Sindrom Koro

Sindrom koro pertama kali teridentifikasi di Cina dengan diikuti pola yang identik. Pertama penderita merasakan kesemutan di area kelamin, diikuti dengan kepanikan yang cepat. Panik yang cepat ini mengarah kepada ketakutan yang mendadak dan dalam akan kehilangan kelaminnya. [2]

Di Asia, ketakukan ini sering diikuti dengan rasa takut terhadap kematian, walaupun elemen ini terkadang tidak ada pada kasus lainnya. [2]

Penderita umumnya akan bertanya kepada teman atau relatif tentang cara memanipulasi secara fisik pada kelaminnya untuk berhenti menyusut, dimana terkadang mengarah sampai cedera. [2]

Ansietas atau kegelisahan akan mereda dengan cepat ketika pengobatan kebudayaan telah digunakan, mulai dari pengusiran setan hingga ramuan-ramuan. [2]

Pasien dari sindrom koro juga dapat merasakan [4] :

  • Berkeringat banyak
  • Jantung berdebar
  • Pusing atau vertigo
  • Rasa kesemutan di tubuh
  • Mati rasa pada bagian tubuh tertentu

Penyebab Sindrom Koro

Sindrom koro telah dideskripsikan sebagai kelainan rasa panik yang berpusat pada kelamin. Sindrom ini terjadi dengan pengaruh besar dari kepercayaan budaya, dimana dapat menjadi penjelasan atas kasus epidemik yang umum terjadi. [2]

Sebagai contoh, pada beberapa wabah di Afrika Barat, penderita percaya bahwa alat kelamin mereka bukan menyusut ke tubuh melainkan dicuri dengan alasan okultisme. [2]

Selama masa pertengahan “Burning Times” di Eropa, penyihir adalah orang yang bertanggung jawab terhadap penyusutan kelamin di masyarakat lokal. Gejala sindrom koro akan mereda saat penyihir meredekannya. [2]

Diri sendiri, moral budaya, doktrin agama, dan status kesehatan mental saat ini sering berperan dalam kasus individual. [2]

Studi tahun 2008 di Jurnal Fisiologi Jerman menemukan bahwa banyak penderita terlaporkan pernah melakukan hubungan seksual baru-baru saja yang membuay mereka tidak nyaman, seperti perselingkuhan. [2]

Beberapa penderita memiliki riwayat dimana mereka terlalu asik dengan kelaminnya sendiri. Beberapa juga terlaporkan [2] :

  • Kadar ketakutan berlebih
  • Memiliki perasaan bersalah yang besar
  • Rasa malu yang berlebih
  • Belum dewasa
  • Kekurangan rasa percaya diri secara seksual
  • Gangguan kesehatan mental
  • Riwayat penyalahgunaan zat tertentu

Walaupun ada berbagai variasi dari setiap kasus, kasus sindrom koro memiliki resiko tinggi pada orang yang pernah mengalami ketakutan, kegelisahan atau perasaan bersalah. [2]

Pengobatan Sindrom Koro

Pengobatan asli dari sindrom koro sangat bervariasi dan terkadang dipengaruhi dengan kejadian terkini. [2]

Sebagai contoh, sebuah wabah dapat terjadi karena kekuatan penyerangan atau dari persaingan individu. Mengalahkan musuh itu sendiri terkadang adalah pengobatan paling disarankan pada situasi ini. [2]

Pada kasus lainnya, pengobatan dapat termasuk [2] :

  • Pengusiran setan
  • Istirahat
  • Pengobatan herbal
  • Kegiatan penyembuhan lainnya

Pada dunia Barat, sindrom koro sering ditangani sebagai fobia tertentu. Obat anti depresi adalah yang sering diresepkan dokter. [2]

Beberapa riset menunjukkan bahwa obat antipsikotik dapat membantu mengurangi gejala sindrom koro. Jika anda mengalami sindrom koro, bicaralah dengan terapis anda untuk belajar hal baru dan cara yang lebih sehat untuk menangani tubuh anda. [2]

Karena sindrom koro sering disertai kondisi lainnya, profesional-profesional kesehatan mental di Barat sering melakukan pemeriksaan lengkap untuk dapat menentukan dengan tepat faktor mana yang berperan besar. [2]

Selain itu, penting juga untuk dicari tau mengenai faktor fisikal pada sindrom koro. Rasa nyeri, kesemutan, dan gejala lainnya memang sering pada sindrom koro, tapi juga dapat mengindikasi kondisi psikologi lainnya. [2]

Merupakan sebuah ide yang bagus untuk mengunjungi dokter urologi jika anda mengalami gejala-gejala seperti sindrom koro. [2]

Pencegahan Sindrom Koro

Tindakan pencegahan yang umumnya dilakukan adalah dengan mitos kebudayaan dari cina dan melayu, diantaranya adalah [4] :

  • Tidak melakukan masturbasi karena memiliki efek yang berbahaya terhadap kelamin menurut Filsafat Cina tentang harmoni yin dan yang.
  • Tidak begadang atau tidur terlalu larut malam
  • Hindari makanan yang tidak tepat atau pantas
  • Hindari paparan udara dingin
  • Jangan berjalan didepan kura-kura, melangkahi kotoran kura-kura ataupun melangkahi rambut kuda
  • Disarankan untuk tidak berjalan melewati kolam air
  • Menahan diri untuk makan terlalu banyak makanan yin (contohnya pisang) dan menghindari legumen yang disebut kencur.
  • dan tindakan pencegahan lainnya yang tidak boleh dilakukan dengan bantuan lawan jenis, karena dapat menjadi fatal bagi pelakunya.

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment