Necrophobia: Gejala – Penyebab dan Pengobatan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Apa Itu Necrophobia ?

Dalam kehidupan sehari hari seringkali ditemui seseorang yang tiba tiba mengalami histeris atau ketakutan karena memiliki fobia pada suatu hal entah itu benda, kondisi atau bahkan hewan.

Fobia sendiri merupakan suatu kondisi di mana seseorang akan mengalami kecemasan dan kepanikan tingkat tinggi yang terjadi secara bersamaan dengan rasa takut berlebihan sebagai bentuk antisipasi dari paparan stimulus yang ditakuti [1].

Fobia secara spefisik dapat dibedakan menjadi beberapa kategori seperti fobia pada hewan, fobia pada jenis lingkungan alam, fobia pada jenis cedera injeksi darah atau fobia lain yang salah satunya adalah necrophobia [1].

Necrophobia ini adalah suatu fobia yang secara spesifik mengakibatkan seseorang menghindari atau takut pada mahluk hidup yang mati atau terluka [2].

Selain itu, seseorang dengan necrophobia ini juga akan menunjukkan ketakutan pada hal hal yang berhubungan dengan kematian seperti mayat, peti mati, batu nisan dan kuburan atau pemakaman [3].

Fakta Necrophobia

Berikut ini merupakan beberapa fakta terkait dengan necrophobia yang menarik untuk diketahui [2, 3, 4] :

  • Necrophobia berasal dari bahasa Yunani “Nekros” yang berarti mayat dan “Phobos” yang berarti ketakutan
  • Necrophobia ini tidak hanya terjadi pada manusia namun juga dapat terjadi pada hewan seperti serangga dan organisme air
  • Necrophobia berbeda dengan Thanatophobia
  • Necrophobia takut pada mayat atau hal yang berhubungan dengan kematian, sedangkan Thanatophobia takut mengalami kematian

Gejala Necrophobia

Gejala dari necrophobia umumnya hampir sama dengan gejala fobia pada umumnya, perbedaannya hanya terletak pada kondisi atau paparan yang membuat ketakutan saja.

Adapun gejala fobia spesifik seperti necrophobia secara umum antara lain [1,3]:

  • Merasa langsung ketakutan ketika melihat mayat, makhluk hidup terluka parah, peti mati, batu nisan atau pemakaman
  • Langsung merasa cemas ketika melihat mayat, mahluk hidup terluka parah, peti mati, batu nisan atau pemakaman
  • Ketakutan atau kecemasan pada anak anak juga dapat ditunjukkan dengan menangis, mengamuk, membeku, atau dengan kemelekatan
  • Selalu menghindari objek atau situasi fobia (rumah duka, pemakaman) secara aktif selama 6 bulan atau lebih
  • Tingkat ketakutan atau kecemasan yang ditunjukkan umumnya tidak sebanding dengan bahaya sebenarnya yang ditimbulkan oleh objek atau situasi tertentu
  • Mengalami pusing
  • Mengalami sesak napas
  • Detak jantung menjadi lebih cepat
  • Intensitas nafas menjadi lebih cepat
  • Mulut menjadi kering
  • Tubuh mengalami gemetar
  • Merasa mual
  • Merasa gelisah
  • Tubuh menjadi berkeringat

Penyebab Necrophobia

Penyebab dari fobia spesifik seperti necrophobia hingga kini masih belum diketahui dengan jelas [1].

Namun, beberapa teori mengungkapkan bahwa asosiasi antara objek atau situasi tertentu dengan emosi dapat menjadi sumber berkembangnya fobia spesifik seperti necrophobia [1].

Artinya, jika situasi tertentu bertemu atau berasosiasi dengan pengalaman emosional maka kemungkinan timbulnya fobia spesifik seperti necrophobia menjadi mungkin [1].

Sebagai contoh, seseorang yang mengemudi diasosiasikan dengan pengalaman emosional melihat kecelakaan hingga korban meninggal dapat menjadi penyebab seseorang tersebut mengalami fobia melihat kematian.

Lebih lanjut, Asosiasi Gangguan Kecemasan Amerika juga menjelaskan bahwa, penyebab dari fobia spesifik seperti necrophobia ini juga dapat dihasilkan oleh kombinasi empat faktor, genetik, biologis, psikologis dan lingkungan [3].

Faktor Risiko Necrophobia

Adapun objek atau situasi yang mungkin dapat berasosiasi dengan emosi sebagai faktor risiko necrophobia antara lain [3] :

  • Seseorang yang pernah menyaksikan kematian, akan memiliki risiko mengalami necrophobia
  • Seseorang yang memiliki pengalaman menghadiri pemakaman juga dapat menjadi faktor risiko necrophobia
  • Seseorang yang memiliki pengalaman bersentuhan dengan bangkai atau mayat manusia kemungkinan dapat memicu necrophobia
  • Seseorang mungkin juga dapat mengalami necrophobia hanya dengan melihat mayat dari gambar di media

Diagnosa Necrophobia

Sebelum melakukan diagnose terhadap necrophobia, perlu diketahui dulu bahwa necrophobia yang ditumbulkan ketakutan yang berbeda dengan ketakutan pada umumnya [3].

Mengingat, melihat kematian, pemakaman atau hal lain yang berhubungan dengan kematian umumnya dapat menimbulkan ketakutan setiap orang [3].

Namun, ketakutan akibat necrophobia ini memiliki tingkatan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan ketakutan normal [3].

Bahkan, seseorang yang mengalami necrophobia akan memberikan reaksi yang sangat serius ketika melihat hewan mati dipinggir jalan [3].

Adapun dalam mendiagnosis necrophobia ini, ahli kesehatan mental dan dokter akan menggunakan kriteria dalam DSM-5 [3].

Seorang ahli kesehatan mental dan dokter umumnya akan mulai mendiagnonsis dengan memberikan pertanyaan tentang hal yang pernah terjadi dalam hidup pasiennya [3].

Selain itu, dokter juga akan menanyakan tentang obat atau suplemen yang dikonsumsi pasien selama ini [3].

Mengingat, pengalaman masa lalu dan obat mungkin dapat memicu timbulnya gejala necrophobia [3].

Komplikasi Necrophobia

Necrophobia diketahui dapat menimbulkan dampak atau komplikasi serius pada kemampuan seseorang khususnya terkait dengan kualitas hidup dilingkungan [3].

Adapun komplikasi yang mungkin dapat ditimbulkan oleh necrophobia antara lain [3]:

  • Isolasi Sosial

Necrophobia ini umumnya akan dapat menimbulkan ketakutan terhadap kondisi atau situasi fobia yang membuat penderitanya mau tidak mau mulai menghindar lingkungan.

Hal ini secara tidak langsung dapat menimbulkan sikap penghindaran sosial untuk menghindari kondisi atau situasi fobia hingga dapat terjadi yang namanya isolasi sosial.

Akibatnya, seseorang yang mengalami necrophobia juga dapat menjauh bahkan dari orang lain dan apapun yang berhubungan dengan penyebab ketakutannya.

  • Gangguan lain

Seseorang yang mengalami necrophobia cenderung mengalami ketakutan yang berlebihan pada kondisi atau situasi tertentu.

Ketakutan yang berlebihan ini diketahui tidak jarang dapat mengakibatkan timbulnya kondisi penyerta termasuk gangguan depresi atau kecemasan.

Sebagaimana telah diketahui sebelumnya, necrophobia ini dapat menimbulkan isolasi sosial dan gangguan depresi.

Seseorang yang mengalami ketakutan dan depresi yang mandalam serta jauh dari orang orang atau menyendriri umumnya akan mencari hal hal yang dapat membuatnya tenang.

Adapun salahnya, kebanyakan orang memilih jalan pintas dengan mengonsumsi alkohol atau obat obatan lain sebagai upaya mencoba mengurangi perasaan takutnya.

Dan hal ini jika terjadi secara berulang, maka bukan tidak mungkin orang yang mengalamai necrophobia juga akan mengalami kecanduan terhadap alkohol atau obat obatan lainnya.

Cara Mengatasi Necrophobia

Pengobatan untuk necrophobia hingga kini belum ditemukan, namun dapat ditangani secara efektif dengan metode pengobatan fobia spesifik lain seperti [3] :

  • Terapi Perilaku Kognitif (CBT)

CBT merupakan terapi perilaku kognitif yang dimulai dengan identifikasi pikiran negatif khususnya yang berhubungan dengan fobia.

Kemudian setelah berhasil diidentifikasi, pola pikir tersebut akan mulai perlahan diganti dengan respon yang lebih positif.

Jadi, seseorang yang memiliki perasaan dan perilaku ketakutan pelan pelan akan diajak untuk mencoba mengganti perasaan tersebut hingga menjadi lebih adaptif, tenang dan realistis.

Terapi eksposur in vivo, diketahui merupakan terapi yang mencakup paparan bertahap atau langsung yang terbukti dapat digunakan untuk mengobati fobia tertentu.

  • Konsumsi Obat

Jika ketakutan akibat necrophobia ini sampai menimbulkan depresi maka dokter juga akan meresepkan obat antidepresan untuk membantu mengobati gejala khususnya yang berkaitan dengan reaksi fisik dan emosional pasien.

  • Teknik Relaksasi

Umumnya teknik relaksasi atau psikoterapi dapat dikombinasikan dengan konsumsi obat untuk memberikan hasil yang lebih efektif.

Adapun Teknik relaksasi yang dapat dilakukan yaitu dengan meditasi, relaksasi otot progresif dan pernapasan dalam.

  • Teknik Lain

Adapun teknik lain yang dapat digunakan untuk mengatasi fobia spesifik mencakup restrukturisasi kognitif, eksposur sistematis, pelatihan kesadaran, dan terapi virtual.

Selain itu, untuk menghindari reaksi ketakutan yang berlebihan dapat dilakukan pengalihan perhatian seperti pada bermain game, berjalan cepat atau hal lain yang dapat mengalihkan pikiran dari rasa takut.

Cara Mencegah Necrophobia

Pencegahan baik terhadap penyebab maupun faktor risiko necrophobia hingga kini merupakan hal yang belum ditemukan caranya [3].

Namun, yang perlu diketahui adalah pencegahan terhadap komplikasi yang mungkin timbul tetap harus menjadi prioritas utama [3].

Pencegahan komplikasi necrophobia dapat dilakukan dengan segera mengetahui dan memeriksakan diri kedokter jika mengalami kondisi atau gejalanya [3].

Jika ketakutan yang timbul mulai menimbulkan keinginan untuk menghindar maka cobalah sesekali untuk tidak menghindari dan memberanikan diri menghadapi fobia [3].

Sebagai contoh, jika takut saat melewati pemakaman maka jangan menghindari atau mencari rute lain agar tidak melewati pemakaman, namun coba untuk melewatinya dengan orang orang yang membuat nyaman atau menyenangkan.

Selain itu, prognosis untuk penderita necrophobia dapat dilakukan dengan pemberian dukungan dan pengobatan yang tepa [3].

Dan pencegahan necrophobia menjadi serius ini sangat perlu dilakukan karena jika tidak akan dapat mengganggu banyak aspek kehidupan penderitanya [3].

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment