Alergi Kucing: Gejala – Penyebab dan Cara Mengatasi

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Sekitar 10% dari populasi di Amerika menderita alergi hewan peliharaan dan penyebab paling umum adalah alergi terhadap kucing. Alergi kucing adalah alergi hewan peliharaan yang 2 kali lebih umum dibandingkan dengan alergi terhadap anjing. [1]

Alergi kucing dapat berasal dari sel kulit mati milik kucing, bulu, air liur, dan bahkan air seninya. Terhirup bulu dan partikel sel kulit mati atau berkontak dengan salah satu jenis alergen ini dapat menimbulkan reaksi alergi seperti gatal, hidung berair atau ruam kulit. [2]

Alergen ini sebagian besar disebarkan melalui udara. Gejala alergi disebabkan Anda menghirup alergen. Oleh karena partikel alergen yang sangat mungil, alergen dapat bercampur dan tertinggal lebih lama di dalam udara. Dan kemungkinan alergen untuk mencemari kembali udara sangat tinggi karena kucing Anda berkeliaran dalam rumah. [3]

Alergi Kucing pada Bayi

Alergi kucing dapat berkembang pada usia yang begitu dini. Akan tetapi, biasanya alergi kucing tidak menyebabkan gejala pada bayi sebelum usianya mencapai 2 tahun. Penyebab umum dari hidung tersumbat dan bersin pada bayi yang baru lahir adalah partikel halus dari pakaian atau peralatan tidur baru. [4]

Pemberian larutan salin pada hidung, penggunaan bulb suction dengan lembut untuk mengeluarkan kotoran hidung, dan mencuci semua peralatan baru bayi dapat membantu mengendalikan sumbatan pada hidung dan bersin yang dialami bayi. [4]

Gejala Alergi Kucing

Anda dapat mengalami gejala alergi kucing segera setelah memasuki ruangan atau rumah yang dihuni oleh kucing. Gejala juga dapat muncul beberapa jam setelah menghabiskan waktu di lingkungan yang terdapat kucing atau berinteraksi beberapa jam dengan kucing. [5]

Alergi kucing dapat menyebabkan gejala pada sistem pernapasan atas atau menimbulkan gejala pada kulit. Gejala umum dari alergi kucing adalah: [5]

  • Bersin
  • Mata merah, berair, dan gatal
  • Hidung tersumbat atau berair
  • Batuk
  • Sakit tenggorokan
  • Kulit ruam, merah, dan gatal
  • Mengi

Banyak orang yang menderita asthma juga akan mengembangkan serangan asthma yang dipicu oleh paparan terhadap kucing. [5]

Penyebab Alergi Kucing

Penyebab alergi terhadap kucing tidaklah seperti yang dibayangkan kebanyakan orang. Orang-orang mengira penyebab alergi kucing adalah rambut atau bulu. Akan tetapi, yang menjadi penyebab adalah protein yang terkandung di dalam air liur, air seni, dan partikel sel kulit mati dari kucing. [1]

Orang yang menderita alergi mempunyai sistem kekebalan tubuh yang terlalu peka. Tubuh salah menyangka dan menyerang partikel yang tidak berbahaya misalnya serpihan sel kulit mati kucing. Sistem kekebalan tubuh menyerangnya seolah-olah hal tersebut adalah bakteri atau virus berbahaya. [1]

Gejala alergi yang Anda rasakan merupakan bentuk dari kesalahan tubuh dalam memperlakukan alergen atau pemicu alergi. Bahkan bila Anda tidak mempunyai alergi kucing secara langsung, Anda dapat merasakan gejala alergi. [1]

Hal ini disebabkan karena kucing terkadang bermain di luar. Saat kembali ke rumah, mereka mungkin saja membawa pemicu alergi lain seperti serbuk sari, dan spora lumut di atas bulu mereka. [1]

Diagnosis Alergi Kucing

Ada dua cara untuk memeriksa adanya alergi termasuk alergi terhadap kucing yakni uji kulit dan uji darah. Uji kulit untuk alergi mempunyai dua jenis pemeriksaan yaitu uji tusuk kulit dan uji kulit intradermal. Kedua jenis uji kulit ini memberikan hasil yang cepat dan cenderung lebih murah dibandingkan uji darah. [2]

Obat-obatan tertentu dapat mempengaruhi hasil dari uji kulit ini. Jadi, diskusikan dengan dokter uji mana yang terbaik untuk Anda. Uji kulit biasanya dilakukan oleh ahli alergi akibat kemungkinan munculnya reaksi parah selama proses pengujian. [2]

  • Uji Alergi Tusuk Kulit

Uji ini dilakukan oleh dokter sehingga mereka dapat mengamati reaksi yang terjadi. Uji ini menggunakan jarum bersih dan dokter akan menusukkannya ke atas permukaan kulit Anda (biasanya di bagian lengan bawah atau punggung). Lalu, dokter akan memberikan alergen pada kulit yang telah ditusuk tersebut. [2]

Bila alergi terhadap kucing maka dalam jangka waktu 15-20 menit kulit yang diberi alergen kucing akan mengalami benjolan merah dan gatal. Efek tidak nyaman ini biasanya menghilang setelah 30 menit dilaksanakannya tes. [2]

  • Uji Alergi Kulit Intradermal

Uji ini juga dilakukan oleh dokter. Alergen yang diduga dapat menimbulkan alergi pada Anda disuntikkan ke bawah kulit di bagian lengan bawah atau lengan. Hasil positif akan menunjukkan kulit benjol yang berwarna merah dan gatal. [2]

Uji ini dipertimbangkan lebih sensitif dibandingkan uji tusuk kulit. Akan tetapi, uji ini juga mempunyai lebih banyak hasil positif palsu dibandingkan uji tusuk kulit. Hasil positif palsu maksudnya Anda akan mengalami reaksi kulit meskipun tidak alergi terhadap bahan yang disuntikkan. [2]

  • Uji Darah

Uji darah dilakukan bila seseorang tidak dapat menjalani uji kulit. Sampel darah diambil dari tubuh untuk dilakukan pemeriksaan di laboratorium. Di dalam laboratorium, darah diperiksa terhadap kandungan antibodi yang menunjukkan reaksi alergi seperti serpihan sel kulit mati kucing. [2]

Hasil pengujian akan membutuhkan waktu yang lebih lama. Akan tetapi, tidak ada resiko Anda akan mengalami reaksi alergi kulit selama menjalaninya. [2]

Cara Mengatasi Alergi Kucing

Alergi kucing biasanya dapat dikendalikan dengan obat alergi standar. Dokter mungkin akan menganjurkan pemberian obat-obatan: [1]

Cara Mencegah Alergi Kucing

Anda bisa mengurangi kejadian alergi dengan cara melakukan beberapa hal berikut ini yaitu: [3]

  • Tidak tidur bersama kucing
  • Cegah kucing untuk memasuki kamar
  • Cuci peralatan tidur dengan air panas minimal 2 kali dalam sebulan
  • Cuci tangan segera setelah Anda mengelus kucing dan jangan gosok mata Anda
  • Jaga kebersihan kucing Anda
fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment